Hero Zero

Hero Zero
5.5 : Damon's House



5.5 : Damon's House


Pagi hari, sinar matahari masuk ke dalam kamar Andrew, menyinari wajah Andrew yang tertutupi rambut coklat tua yang acak-acakan itu.


" Morning, partner! "


Andrew beranjak dari ranjang nya seraya fist bump dengan 00. Aneh, terkadang hanya hologram 00 saja bisa melakukan fist bump dengannya.


Andrew mandi dan membersihkan dirinya, kemudian dengan wajah yang ceria turun ke lantai bawah dan menyapa kedua orang tuanya. Sepertinya hari ini akan menjadi hari terbaiknya.


" Morning mom! Morning dad! "


Mereka sarapan seperti biasa, tak ada yang aneh dengan semua hal itu. Benar-benar normal. Hingga terlihat seseorang tengah mengintai rumah keluarga itu. Mengintai dengan lensa sniper di dekat bukit.


" You must die, Xavier. "


Andrew berbincang santai dengan kedua orang tuanya, masih tak sadar ada seseorang yang mengintai mereka, hingga orang misterius itu menembakkan peluru tepat kearah orang tuanya.


" Mom!! Dad!! Merunduk!! "


Andrew berseru, sesaat setelah itu jendela rumah mereka pecah, pecahan kaca berserakan di sana. Jason dan Bella yang merunduk mencari perlindungan di dekat lemari dapur menatap Andrew yang menunduk di sebelah mereka.


" Okay, mom.. Dad... Kalian tetap merunduk seperti ini, okay? Tolong telepon polisi juga. "


Andrew menekan jam tangannya, membuat part 00 seketika menyatu dengan Andrew. Raiser beraksi lagi kali ini.


Peluru masih menembaki rumah kediaman Andrew, sedangkan Andrew mengeluarkan perisai nya dan menangkis peluru itu seraya melindungi Bella dan Jason.


" Polisi akan datang 5 menit lagi! " Bella berseru, Andrew mengangguk pelan seraya terus menahan peluru itu.


" 00, apa kau bisa melihat pelaku nya? "


" Nope, tak terlihat dari sini. Ia punya persembunyian yang bagus. "


Andrew berdecak kemudian mengeluarkan GN Sword miliknya, menjadikannya pistol.


" Take this! "


Andrew menembak kearah sang penembak rumah, beruntung tak ada lagi yang menembaki rumahnya lagi setelah polisi datang.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


" Raiser, keluarga ini sepertinya diancam. " ujar kepala polisi saat ia dan para polisi sampai di rumah Andrew.


" Yeah.. Bagaimana begini, keluarga Xavier akan ikut denganku. Kita tak tau sampai kapan keluarga ini diancam... Apa itu tak masalah? "


" Sure. "


Andrew yang masih dalam part 00 menatap kedua orang tuanya, kemana ia harus mengamankan kedua orang tuanya?


" Ma'am, sir.. Kalian ikut saya, rumah anda tidak aman lagi sekarang. "


Andrew mengajak Bella dan Jason masuk ke dalam mobil, disusul Andrew setelah pamit pergi kepada para polisi.


" Hey, Damon. Ini aku, Andrew. " ucap Andrew dalam telepon ketika mobil sudah cukup jauh dari para polisi.


" What's up, bro? "


" Bisakah aku dan orang tua ku tinggal sementara di rumah mu? Yeah, kau pasti tau ketika melihat berita. "


" Sure. Aku juga sudah melihat berita, kau boleh tinggal disini selamanya! " Damon tertawa ketika Andrew juga ikut tertawa.


" Okay, thanks Damon. I'm on my way. "


Telepon di matikan, mobil melaju menuju rumah Damon. Hanya ini yang bisa Andrew usahakan demi keselamatan kedua orang tuanya.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Kini Andrew dengan part 00 yang sudah di lepas, dengan orang tuanya masuk ke dalam rumah besar milik Damon.


" Andrew!!! "


Damon langsung memeluk Andrew, kemudian menatap canggung kedua orang yang seperti Andrew jelaskan di telepon, orang tuanya Andrew.


" Halo Sir, Ma'am... Namaku Damon Vrazera Benjamin. Anda bisa memanggilku Damon. "


Damon menundukkan kepala dengan sopan, tangannya ia bekap di dada. Senyuman ramah tercetak di bibirnya.


" Oh kau pasti temannya Andrew! Sopan sekali kamu.. "


" Kau bisa memanggilku mom! Tak usah terlalu sopan begini!! "


" Oh c'mon mom! " erang Andrew dan Jason, aneh sekali jika Bella begitu. Pada anak dan suami nya saja jarang.


Damon menepuk tangannya, datanglah robot pelayan yang menyambut mereka.


" One, tolong antarkan mom dan dad ke kamar mereka. Aku mau bicara sebentar dengan Andrew. "


" Mengerti, tuan. Mari... "


Robot yang di panggil One itu pergi dengan Bella dan Jason. Meninggalkan Damon dan Andrew di ruang depan.


" Siapa yang menyerang? "


" I don't know. Persembunyian dia bagus sehingga 00 tak bisa mengidentifikasi orang itu. "


Keduanya terdiam, kemudian Damon menyahut lagi.


" Orang tua mu tau kalau kau adalah Raiser, An? "


" Yeah, mereka tau. Aku tak bisa merahasiakan sesuatu dari mereka. "


" Got it, bro. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Malam harinya, Damon dan Andrew berjalan menuju dapur. Keduanya terkejut ketika melihat Bella memasak di dapur dengan Jason membantunya.


" Mom? Mom tak usah repot repot, biarkan saja robot pelayan yang memasak. "


Damon berseru ketika melihat robot pelayan miliknya seperti diam saja, karena tak ada perintah.


" Oh Damon! Andrew! Masakan robot itu sedikit hambar, jadi mom memasakkan lagi. Tenang saja, mom suka memasak! Ini juga sudah jadi! "


Bella meletakkan makanan buatannya ke meja makan, Jason, Andrew dan Damon duduk di sana dan mulai melahap makanannya.


" Masakan mom enak sekali! "


Damon berseru, membuat Andrew, Bella dan Jason tersenyum pelan.


" Tentu saja, masakan mom gitu. " Canda Andrew dan di balas dengan tawa mereka berempat.


Makan malam selesai, Bella dan Jason pamit tidur terlebih dahulu. Meninggalkan Andrew dan Damon di ruang tengah seraya bermain game.


" An! Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. "


" What? "


Damon menggenggam tangan Andrew, mengajak Andrew ke sebuah ruangan dan membuka pintu besi di depan mereka.


Mereka turun ke bawah, basement seperti nya. Tangga turun itu menuntun mereka ke sebuah ruangan yang sangat luas dengan teknologi luar biasa disana.


" Cool.... "


" Aku mendesain ruangan ini untuk kita berlatih juga. Bagaimana? "


" This is awesome bro!! "


Andrew menatap kagum setiap sudut ruangan itu. Benar-benar keren.


Di ruangan paling belakang, terdapat sebuah ruangan dengan pintu nya yang terbuka. Ruangan di dalam pintu yang terbuka itu bernuansa putih, dengan kaca satu arah di sekelilingnya.


" Ini untuk latihan kita. Yeah, akan terasa bertarung asli. Seperti kau menggunakan vr. "


Andrew berkeliling lagi, disusul Damon yang berjalan di samping Andrew.


Ruangan di tengah terdapat meja dengan teknologi ai di sana. Memperlihatkan hologram kota ini.


Di meja sebelah hologram kota itu, terdapat enam meja dengan hologram juga. Dan terdapat hologram 00 dan Astray. Memperlihatkan kondisi nya, damage yang di terima, bahkan dapat memberikan energi di meja itu hanya dengan meletakkan jam tangannya.


" Ini benar-benar keren, Damon. Kau yang membuatnya? "


" Bersama dengan Astray tentu saja. "


" Awesome. "