
6.6 : New Friends
" Morning An! Morning Dan!! "
Seru Bella yang sudah menyiapkan roti bakar di meja makan ketika melihat Andrew dan Damon yang baru saja keluar dari kamar mereka.
" Thanks mom! " Seru Andrew dan Damon seraya mengambil roti bakar miliknya.
" Bella, aku berangkat kerja dulu. Andrew, Damon, Dad pergi kerja dulu. " ucap Jason seraya mengecup Bella dan mengacak rambut Damon dan Andrew.
" Okay Dad. Hati-hati di jalan! "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Sekarang Damon dan Andrew berada di basement lagi. Bella pergi ke pasar dan Jason pergi bekerja.
" Simulasi akan di mulai dalam 3... 2... 1..."
Andrew dan Damon kini berada di ruang latihan itu. Lampu di ruang latihan itu gelap, dengan robot yang menyerang mereka berdua tiba-tiba.
" Nice simulation, Damon. " tawa Andrew ketika ia terjatuh akibat serangan robot itu.
Dalam beberapa menit, mereka berdua bisa menyelesaikan simulasi itu. Kerja sama mereka cukup bagus, terlebih 00 dan Astray yang sangat pandai saat bekerja sama.
Kini mereka tengah beristirahat, 00 dan Astray tengah mengisi energi mereka. Damon dan Andrew tengah minum akibat dehidrasi.
" 00, berapa banyak orang di dunia yang memiliki partner? "
" Panggil saja gundam.. Sebetulnya yang kabur cukup banyak, tapi seingat ku, yang kabur ke bumi ini ada 6 gundam termasuk kami berdua. "
" Jadi masih sisa 4 gundam dan partner lagi ya? "
" Iya. "
" Where we can find them? "
Baru saja Andrew bertanya, tiba-tiba sekeliling mereka berubah menjadi berwarna biru. Bukan hanya dinding nya, seluruhnya berwarna biru.
" Apa yang terjadi, 00?! "
Sekelilingnya lenyap, pintu besi dan segala hal yang berada di basement itu menghilang. Seolah mereka berdua masuk ke dalam dimensi lain.
Tiba-tiba api menjalar kearah mereka, membuat 00 dan Astray langsung menghalau api itu dari Andrew dan Damon.
" Lho? 00? Astray? "
00, Astray, serta Andrew dan Damon menatap heran ke depan. Nampak robot berwarna putih bernuansa merah tengah menatap mereka, dengan seorang lelaki dengan rambut coklat kemerahan.
" Try burning? "
00 dan Astray langsung menghampiri gundam bernama Try Burning itu. Membuat Andrew dan Damon sedikit canggung menghampiri lelaki itu.
Baru saja mereka hendak berkenalan, serangan beruntun menyerang mereka bertiga. Membuat para gundam kembali melindungi partner mereka.
Muncul lagi sebuah gundam dengan nuansa putih dengan satu tanduk. Yeah, tentu saja dengan partner laki-laki yang berambut pirang belah tengah serta iris biru tua menatap mereka.
" Unicorn? " Ketiga gundam itu menatap gundam baru yang muncul.
" Kalian! "
Berkumpul lah empat gundam itu. Baguslah, tersisa dua gundam lagi dan mereka lengkap.
Lagi dan lagi mereka di serang mendadak, tapi kali ini ada dua serangan yang berbeda. Pasti dua gundam yang lain.
Mereka melindungi partner mereka, dan yap. Muncul seorang lelaki dengan hoodie berwarna hitam menutupi nya, rambut hitam nya juga menutupi wajahnya, dengan gundam berwarna hitam abu itu menatap mereka.
" Syukurlah kita semua saling bertemu. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Kini mereka semua kembali ke basement milik Damon. Semuanya terdiam canggung, apa yang sebenarnya baru saja terjadi?
" Ayo kita perkenalan terlebih dahulu. " Andrew bangkit dari duduknya, semua perhatian kini tertuju ke Andrew.
" Namaku Andrew Xavier. Kalian bisa memanggilku Andrew. Gundam ku adalah 00 Raiser. Nice to see y'all. " Andrew tersenyum ramah kemudian kembali duduk.
" Namaku Damon Vrazera Benjamin. Kalian bisa memanggilku Damon. Gundam ku adalah Astray. "
Damon tersenyum kaku kemudian kembali duduk lagi, kemudian perempuan itu langsung berdiri.
" Namaku Vania Vrezaya Ace. Kalian bisa memanggilku Vania. Gundam ku adalah Wing Zero EW! "
Vania, perempuan yang mengenakan seragam sekolah. Rambut coklat nya tergerai sebahu, iris mata nya berwarna coklat menatap hangat semua.
Satu persatu para partner berdiri, dan memperkenalkan diri masing-masing.
" Namaku Thomas Francis Johansson. Kalian bisa memanggilku Tom. Gundam ku adalah Try Burning. "
Tom, lelaki yang mengenakan jaket berwarna coklat dengan rambut berwarna coklat kemerahan itu juga tersenyum pelan. Sepertinya masih ada rasa canggung pada Tom.
" Namaku Jeremy Ethan Christian. Kalian bisa memanggilku Jeremy. Gundam ku adalah Unicorn. "
Jeremy, lelaki dengan rambut pirang belah tengah serta iris biru tua tersenyum kepada semuanya, nampak matanya menatap sembarang. Seperti nya Jeremy juga masih canggung.
" Namaku Rey Laufey Zalea. Panggil saja Rey. Gundam ku adalah Delta Sasuke. "
Rey, lelaki dengan hoodie hitam membalut tubuhnya. Rambut hitam yang menutupi wajahnya ia singkirkan. Iris hijau nya menatap datar semua.
" Okay, nice to see y'all! " Andrew berseru, sedangkan yang lain mengangguk pelan.
" Oh ya, apa yang sebenarnya terjadi tadi? " Jeremy menatap semua, jujur ia benar-benar heran apa yang terjadi tadi.
" Itu... Alat pertemuan, alat itu memungkinkan para panglima gundam seperti kami semua berkumpul di satu tempat saat kami semua terpisah. "
Unicorn menjelaskan, membuat yang lain menatap heran 00 dan Astray. Pasalnya, para panglima gundam akan berkumpul dengan alat pertemuan, mereka akan muncul di tempat yang mempunyai alat pertemuan. Sudah pasti salah satu dari mereka.
" Bukan aku. " Astray mengangkat tangannya dan menatap 00.
00 tanpa aba-aba menarik lengan Andrew dan menarik jam tangan milik Andrew dan membalik jam tangannya.
Nampak sebuah chip kecil terletak di bawah jam tangan Andrew. 00 seketika mencabut chip itu dan menunjukkannya ke semua.
" Got it. "
" Apa-apaan itu? "
" Alat pertemuan. "
" Kau merencanakan ini An?! " Damon membelalak kaget melihat chip itu, tentu saja langsung di bantah oleh Andrew.
" Tidak. Ada seseorang yang merencanakannya. Dan meletakkan ini ke jam tangan milik Andrew sehingga kita akan berpikir Andrew yang merencanakan ini. " Jelas 00, membuat Andrew tersenyum terharu ketika 00 membela nya.
" Yeah, karena kita sudah bersama. Kenapa kita tidak tinggal bersama juga? Bukan begitu, 00? " Astray terkekeh pelan, disambut dengan anggukan 00.
" Anda tak masalah kan, Damon? "
" Sure! Masih ada kamar yang kosong juga disini! "
" Good. Mulai sekarang, kita mungkin akan selalu bersama. Mohon bantuan kalian ya! "