Hero Zero

Hero Zero
4.4 : Andrew's Secret



4.4 : Andrew's Secret


BRAKKKK!!!!


Andrew langsung mengarahkan tubuhnya kearah bangunan dekat sana sampai menerobos dinding bangunan itu. Beruntung mesin 00 sudah melekat di tubuhnya.


Kesadaran Andrew perlahan menghilang, wajah pucat nya yang tertutup oleh topeng 00 kini menutup.


Semua orang yang berada di ruangan bangunan yang Andrew masuki itu menatap Andrew yang terbaring lemas.


" Apa dia baik-baik saja? "


Mereka semua ragu, antara melepaskan kostum yang dikenakan Andrew, atau membiarkan saja dirinya seperti itu. Hingga Andrew kembali tersadar.


" You okay dude? Kurasa kita harus pergi ke rumah sakit setelah ini. " Suara 00 mulai terdengar lagi, sedangkan Andrew melakukan 𝘥𝘢𝘴𝘩 ke bawah. Menemui para polisi dan yang lain.


Andrew menatap Astray yang nampak sudah sedikit di perbaiki, pengendara robot naga itu juga telah di tangkap oleh polisi. Dan sekali lagi, para warga bersorak kearah 00 dan Astray, meneriakkan kata terima kasih.


" Terima kasih, Raiser.. Astray.. " ucap para polisi itu seraya menghormat pada mereka berdua, di balas dengan Andrew dan Astray yang menghormat juga.


" Eum, aku harus pergi Astray. Senang bertemu denganmu. "


Andrew terbang dan langsung meninggalkan Astray dan yang lain. Tanpa Andrew duga, Astray terbang mengikuti Andrew.


Andrew mendarat di sebuah gang kecil nan gelap, ia hendak melepas 00 jika Astray tak menyapanya.


" Astray? Kau mengagetkan ku.. " Andrew menoleh ke belakang, nampak Astray yang berdiri di belakangnya.


" Aku ingin, menunjukkan identitasku padamu. " ucap Astray, diikuti dengan lepas nya armor milik Astray dan memperlihatkan siapa partner Astray.


" Damon? "


Yap, dialah Damon Vrazera Benjamin, kawan baru Andrew. Sontak Andrew melepaskan armor 00 juga. Memperlihatkan dirinya.


" Andrew? "


Keduanya menatap heran sekaligus senang. Setidaknya mereka berdua punya rahasia yang sama.


" Kau partner! Woah, aku tak menyangka ada partner lain selain aku! " Damon langsung memeluk Andrew, tangannya menepuk kuat bahu Andrew.


Kedua nya terdiam lagi, saling menatap.


" Terima kasih sudah menyelamatkan ku, Andrew. " Damon menundukkan kepala nya seraya menatap hologram Astray di jam tangannya.


" Yeah, terima kasih juga sudah membantu melawan robot itu, Damon. "


Keduanya saling tertawa dan berbincang singkat, hingga mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di rumah Andrew,


Andrew membuka pintu rumahnya, beruntung kedua orang tuanya belum pulang. Kalau tidak, kedua orang tuanya pasti akan menyerang Andrew dengan pertanyaan bertubi-tubi tentang kenapa pulang malam, terlebih melihat sedikit darah di lengan baju nya.


" Kau benar-benar baik-baik saja, Andrew? " 00 yang sedari tadi memperhatikan Andrew akhirnya angkat bicara.


" Aku tak apa, aku hanya akan mengganti baju ku dan pergi tidur. "


Andrew mengambil pakaian miliknya dan meletakkan jam tangannya di atas meja kamarnya kemudian berjalan turun ke bawah menuju kamar mandi.


Di kamar mandi, sudah nampak sekali wajah Andrew pucat. Ia membuka pakaian yang ia kenakan, beruntung darah yang menempel di pakaiannya hanya sedikit, jadi dia bisa membuat alasan agar orang tuanya tak mencari tau apa alasan pakaian Andrew berdarah-darah.


Nampak dada bidang Andrew terluka cukup parah, lengan kanannya terlihat goresan luka yang cukup panjang dan dalam dengan darah segar masih mengalir dari sana.


" Ouch... Aku harap mom dan dad tak akan tau... " gumam Andrew seraya membersihkan luka nya dengan meringis.


Tiba-tiba, pintu kamar mandi di ketuk. Membuat Andrew yang tengah menahan perih menoleh dan berseru.


" Yeah? "


" Andrew? That's you, honey? "


Terdengar suara Bella menyahut dari luar. Membuat Andrew langsung menutup luka di lengan dan dada nya dengan lilitan perban dan kembali mengenakan pakaian yang baru.


" Yeah mom? "


Andrew keluar dari kamar mandi, menatap heran kedua orang tuanya yang kelihatannya baru saja sampai.


" Kau sedang apa? " Jason menatap heran Andrew yang memegang pakaian ganti di tangannya.


" Okay, Andrew letakkan itu di tempatnya kemudian turun ke bawah lagi untuk makan malam. "


" Okay. "


Andrew kembali ke kamarnya kemudian meletakkan pakaian kotornya di tempatnya, kemudian menatap sekilas kearah hologram 00.


" Kau masih pucat. "


" I know... Mau ikut ke bawah? "


00 menatap heran Andrew, tidak biasanya Andrew memperbolehkan ia turun ke bawah atau bahkan keluar dari kamar. Sepertinya otaknya korslet.


" Apa yang terjadi padamu? "


" Nothing. Mau atau tidak? "


Jam tangan milik Andrew yang ia lepas dengan cepat melesat dan melekat di tangan Andrew. Tampaknya 00 menerima untuk ikut ke bawah.


Makan malam benar-benar hangat, hingga Jason dan Bella menatap lekat-lekat anak mereka, Andrew.


" An, apa ada yang kau sembunyikan dari mom dan dad? "


Jason langsung angkat bicara, membuat Andrew yang sedang menyantap makanannya menatap heran Jason.


" What do you mean? "


" Apa ada sesuatu yang kau rahasiakan, honey? " Bella ikut menyahut, membuat Andrew bingung bukan main.


" Apa yang harus kulakukan 00? " batin Andrew seraya menatap sekilas jam tangannya.


" Terserah, tapi ku sarankan agar kau jujur pada mereka. " 00 menyahut, membuat Andrew membatin lagi.


" Apa itu tak masalah? "


" Yeah, selama mereka bisa merahasiakan nya. "


Andrew menatap Bella dan Jason bergantian. Ia sedikit ragu menceritakannya pada mereka berdua, tapi yeah lebih baik ia ceritakan.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Andrew menceritakan semua, dari awal ia bertemu 00 sampai kejadian yang menimpa nya tadi dan membuat luka pada lengan dan dada nya.


" I'm sorry... Aku tak bermaksud... Kalian boleh marah... Aku sering pulang malam, terluka, bahkan tak mengatakan ini sedari awal... I'm sorry... Kalian bisa marah padaku jika kalian mau... "


Andrew menundukkan kepala, sedangkan kedua orang tuanya itu langsung memeluk Andrew, membuat Andrew tersentak.


" Kami tak marah padamu. Kami bangga padamu. " Jason tersenyum seraya menepuk bahu Andrew.


" Terima kasih sudah memberitahu kami. Kami bangga padamu... " Bella ikut menyahut, senyuman tulus tercetak di bibir mereka berdua.


" Kalian... Janji tak akan memberitahu siapapun, kan? " Andrew memastikan, keduanya menggeleng kemudian memeluk Andrew lagi.


" Okay, kau harus tidur honey... See you tomorrow. "


Bella dan Jason memeluk Andrew lagi kemudian mengecup pipi Andrew.


" Oh c'mon, mom... Dad... Aku sudah besar. " Andrew mengerang ketika menerima ciuman dari kedua orang tuanya itu.


Bibirnya membentuk senyuman tulus nan manis ketika kedua orang tuanya mengatakan bahwa ia masih dianggap anak kecil oleh mereka.


" Haha, okay. See you tomorrow, mom.. Dad.. "


Andrew menaiki tangga cepat dan menutup pintu kamarnya, senyuman masih tak luput dari wajahnya.


" Tidurlah sleepyhead, berhenti tersenyum aneh seperti itu. "


00 membanting bantal ketika melihat Andrew yang hendak tidur masih tersenyum seperti itu.


" Oh c'mon! Kau harus terbiasa dengan kebiasaan ku itu, 00. "


Andrew mematikan lampu tidur nya dengan tangannya masih memegang erat jam tangan miliknya.


" Good night, 00. "


" Good night too, partner. "