
10.10 : Dark Andrew
00 awalnya tak mau pergi, tapi Andrew langsung memberi perintah pada jam miliknya.
" Go home, 00. Jangan beritahu siapapun tentang ini.. Jangan pedulikan aku.. "
Karena itu, jam tangan milik Andrew langsung menuju rumah Damon. Membuat 00 tak bisa kembali lagi kesana untuk memberitahu yang lain dan menyelamatkan Andrew.
" Kau menyebalkan Andrew. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Sementara Andrew,
Setelah ia memerintahkan 00 agar pergi, robot hitam itu semakin menariknya dan menempel padanya.
" Leave me alone!! "
Andrew berusaha melepaskan diri, tapi sayangnya ia tak bisa. Kemampuan robot itu benar-benar kuat.
Tentakel yang melilit tubuhnya langsung menempel di tubuh Andrew. Menutupi dirinya, membuat Andrew tak sadarkan diri.
Sesaat setelah itu, muncul seseorang. Dia adalah Harry. Harry yang melihat itu langsung pergi, sejujurnya ia tak ingin meninggalkan Andrew seperti itu karena ia tau akibatnya membiarkan Andrew di sana.
Tapi, ia harus menjalankan perintah ini suka ataupun tak suka. Penuh pemaksaan. Kalau bisa, ia ingin kembali ke sana dan menyelamatkan Andrew. Tapi apa daya tubuhnya membawanya pergi dari sana dan meninggalkan Andrew.
Andrew tiba-tiba bangun, dengan robot hitam itu menempel pada dirinya. Robot hitam itu berubah menjadi sebuah jam tangan yang melekat di tangan Andrew. Ia kembali. Tapi... Apa itu benar-benar Andrew?
Andrew keluar dari gang itu dan berjalan ke tengah kota. Ia menatap langit, bulan purnama menyinari gelap nya kota. Ia menatap sekitar, kemudian berjalan menuju dermaga.
Ia menatap pantulan dirinya dari air laut. Iris mata nya yang berwarna coklat tua kini berubah warna menjadi hitam. Rambut coklat tua nya yang ia selalu sisir ke belakang agar rapi, kini ia acak-acak hingga berantakan dan mengusap rambutnya ke depan, membuat poni rambutnya menutupi matanya.
Senyuman yang biasanya tersungging di bibirnya biasanya hangat dan ramah, kini senyuman yang tersungging adalah senyuman sinis.
" Finally. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Andrew pulang ke rumah cukup larut, walaupun begitu kelima kawannya belum juga tidur.
" Andrew! Kau tak apa? "
Vania menatap khawatir Andrew, sedangkan Andrew hanya menghindari Vania.
" Aku tak apa. Aku hanya tersesat. Aku berlomba dengan 00, yang paling cepat dia yang menang. Dan yeah aku tersesat. "
" Syukurlah... Kami khawatir denganmu. "
Vania yang nampak heran dengan sikap Andrew yang nampak menghindarinya malah terus mendekati Andrew.
" Kenapa rambutmu- "
" I'm okay. Rambutku terkena air tadi. Jadi lah seperti ini.. Aku ingin tidur, good night guys. "
Andrew langsung menuju kamarnya dan langsung mengunci pintunya. Membuat semua kawannya menatap heran.
" Apa yang terjadi pada nya, 00? "
Damon menatap 00 yang nampak sedikit terkejut ketika melihat Andrew seperti itu.
" I don't know. "
Keesokan harinya,
Andrew yang tengah berdiri di depan cermin menatap lekat-lekat pantulan dirinya. Ia membasuh wajahnya dengan air kemudian menatap lagi pantulan dirinya.
" Kau hanya sendiri. Tak ada yang peduli pada mu, Andrew. 00 juga meninggalkan mu. "
Andrew menatap sekitar, entah dari mana suara itu berasal. Andrew menatap lagi pantulan dirinya di cermin.
" I'm not alone. "
" Kau sendiri. 00 meninggalkan mu, ayahmu meninggalkan mu. Dan, temanmu akan meninggalkan mu. "
Pantulan Andrew di cermin nampak seperti hantu. Pantulan itu lah yang sedari tadi berbicara dengan Andrew. Andrew dengan rambut acak-acakan serta poni menutupi mata nya dan mata berwarna hitam itu terlihat di pantulan cermin itu.
" Kau membuatku kehilangan diriku sendiri!! "
" Aku membuat mu lebih kuat! "
" Tidak! Kau tak membuatku lebih kuat! "
Pantulan cermin Andrew terkekeh, Andrew langsung memecahkan cermin itu. Tapi pantulan dirinya merasuki dirinya lagi.
Iris matanya kembali menjadi berwarna hitam, rambutnya kembali ia acak-acak dengan poni menutupi matanya.
" Yeah... Aku hanya sendiri. Tak ada yang peduli padaku. Aku hanya perlu menjadi kuat dan semua orang akan berlutut padaku! "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
" Dark powers... Membuatnya semakin kuat.. " gumam Delta Sasuke, membuat yang lain menatap 00.
" Apa ada yang bisa kita lakukan? "
" Ramuan penyembuh. "
Semuanya menatap Rey, sedangkan Rey langsung mengambil alat-alat science milik Damon.
" Beri aku waktu. Aku akan mencoba membuatnya. " ucap Rey, yang lain hanya mengangguk. Mengandalkan Rey.
Yang lain meninggalkan Rey di basement. Sedangkan yang lain langsung mengunci kamar Andrew. Membuat Andrew berusaha membukanya.
" Siapapun buka pintunya! " Seru Andrew dari dalam kamar nya.
" Sorry Andrew. Kami tak bisa membiarkan mu begitu saja. "
Vania membalas, bulir air mata perlahan jatuh membasahi pipinya. Sejujurnya ia tak ingin mengurung Andrew, tapi jika sesuai dengan perkataan 00, mau tak mau ini dilakukan.
Semuanya langsung meninggalkan Andrew, dan Andrew hanya memeluk lututnya. Berusaha mengendalikan suara-suara itu.
" See? Semuanya takut dengan mu. Semuanya takut dengan kekuatan yang kau punya. "
" Shut up. Mereka hanya ingin aku mengendalikan mu. "
" Mereka ingin kau disini selamanya. Kau akan diam disini? "
" Just shut up. "
" Ini adalah anugrah mu. Kekuatan ini adalah milikmu. "
Andrew langsung mengambil cutter dan langsung menusukkan cutter itu pada jam tangannya bahkan sampai menembus tangannya.
Andrew mencabut cutter nya, dan tanpa ia duga luka akibat tusukan cutter yang menembus tangannya perlahan sembuh.
" What? "
" Kau tak bisa mati. Kau punya kekuatan. Siapa yang tidak takut padamu? "
Tangan Andrew bergetar hebat, ia mulai menusukkan cutter itu ke seluruh tubuh nya. Walaupun begitu, setiap luka nya sembuh.
" Ayo latihan dengan cara menghancurkan kota. Dengan begitu mungkin kau bisa mengendalikan ku. "
" Tak akan kubiarkan... "
Ya, lagi dan lagi Andrew kalah dari Dark Power nya. Andrew pun kabur dari sana tanpa sepengetahuan siapapun.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Damon, Tom, Jeremy dan Vania kini menghampiri kamar Andrew dan membuka pintu kamarnya. Tanpa mereka duga, Andrew berhasil kabur dari sana. Meninggalkan cutter penuh darah di kamarnya.
" ****. "
Baru saja mereka hendak kembali dan memberitahu 00 dan yang lain, sebuah berita mengalihkan perhatian mereka.
" Sebuah robot berwarna nampak menyerang kota. Robot itu menghancurkan beberapa bangunan di kota. Bahkan dengan serangan dari para polisi, robot itu tidak runtuh. Kemanakah para Gundam? "
" Kita harus kesana. "
Mereka seketika mengenakan part Gundam mereka dan langsung melesat menuju kota. Membiarkan Rey di rumah, dan menghentikan robot itu.
Mereka sampai di kota, sangat terkejut ketika melihat robot berwarna hitam itu sama persis dengan gambaran 00. Bahkan 00 yang kebetulan ikut dengan mereka juga mengatakan itu adalah Andrew.
" Andrew!! Hentikan!! "
Robot itu menghentikan aktivitas nya dan menatap para Gundam yang merupakan teman-temannya.
" Bagaimana jika aku tak mau? "
Damon langsung mengeluarkan Gerbera Straight, hendak menyerang Andrew dari belakang. Tapi sayang, semua gerak-gerik Damon diketahui oleh Andrew sehingga Andrew bisa menghindar.
" Aku tau itu! "
Andrew langsung menggenggam Gerbera Straight milik Damon dan melempar Damon menjauh darinya.
" Woah!! "
Rey dan Tom berhasil menangkap Damon. Dan tanpa aba-aba Jeremy langsung menyerang Andrew.
" Beam Saber! "
Lagi dan lagi Andrew masih bisa menghindar dari serangan mereka dan bahkan bisa membalikkan serangan mereka pada diri mereka sendiri.