
19.19 : The End
Sesaat setelah portal tertutup, Andrew berjalan menghampiri Fredery yang terduduk sekarat.
" Heh, mengorbankan dirimu hanya untuk teman-teman mu? "
Andrew mengambil sebuah Beam Saber yang tertinggal di sana dan langsung menusukkan Beam Saber itu pada Fredery.
" If I die, you die. "
Andrew menatap bom di sana, 60 detik lagi akan meledak. Sejujurnya ia tak ingin melakukan ini. Ia masih ada ibu. Ia tak ingin ibu nya sedih apalagi hanya ibu nya seorang.
" Hahaha jika kau berhenti menusukkan saber itu, aku akan membuatmu selamat dari ledakan ini dan membuatmu aman dengan keluarga mu. "
Andrew menunduk, hingga Ia terus menusukkan Beam Saber nya ke Fredery. Beam Saber itu berlumuran darah Fredery.
" Berhentilah bicara omong kosong begitu! "
Andrew menatap bom itu lagi, 20 detik lagi.
" Consuming all the air inside my lungs, ripping all the skin's from of my bones. " gumam Andrew seraya mengangkat Beam Saber itu.
" I'm prepared to sacrifice my life, I would gladly do it twice! "
Andrew menusukkan Beam Saber itu kearah dirinya dan juga Fredery yang berada tepat di hadapannya. Sejajar.
" Ukh... "
Andrew meringis, Ia tak pernah tau kalau begini lah rasanya tertusuk Beam Saber. Andrew, dengan tenaga terakhir nya semakin menusukkan Beam Saber itu bahkan membuat Fredery semakin sekarat.
" I'm prepared to sacrifice my life, I would gladly do it twice.. "
BLAAARRRR!!!
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
BLAAARRRR!!!
" ANDREW!!! "
Teriakan histeris dari Vania terdengar. Damon, Rey, Tom, Jeremy, Harry, serta para Gundam tertunduk.
Planet Zero hancur. Kawan mereka juga tiada.
" Menyebalkan! "
00 terbang secepat kilat ke dalam Planet Zero yang hancur. Walaupun Ia sering bertengkar dengan Andrew, bukan berarti Ia akan membiarkan Andrew mati, kan?
00 yang terbang secepat kilat itu langsung menuju tempat tadi. Ia tersentak kaget melihat mayat Fredery dan Andrew yang tertusuk Beam Saber.
" Andrew... "
00 menghampiri mayat keduanya. Ia langsung membakar dan menghancurkan mayat Fredery supaya tak bereinkarnasi atau semacamnya. Kemudian membawa mayat Andrew bersamanya. Kembali keluar dari Planet Zero yang hancur itu.
" Andrew, bertahanlah... Andrew.. "
00 yang berusaha membungkus tubuh Andrew dengan part miliknya itu, tengah berusaha membuat Andrew tersadar. Walaupun begitu, nihil.
00 sampai ke bulan itu lagi, dengan mayat Andrew sudah berada di gendongan nya.
" Andrew!! " Vania menutup mulutnya, kaget.
" Kalian bisa melakukan sesuatu, kan? " Rey seketika menyahut, membuat yang lain menatap lelaki cuek itu.
" Lakukan apapun untuk menyelamatkan nya!!! "
Rey mendongak, air mata mengalir membasahi pipi nya. Walaupun Ia cuek, bukan berarti Ia tak peduli dengan kawan sekaligus pemimpinnya, kan?
" Dia tertusuk Beam Saber. Tak ada yang bisa kita lakukan. "
" Aku akan menukarkan apapun untuk nya! Aku mohon selamatkan dia! " Jeremy berseru, Ia nampak tak percaya dengan kematian sahabat nya itu.
" Tak bisa. "
Astray langsung berlutut, berlutut kepada Andrew yang berada di sandaran kawan-kawan manusia nya itu.
Astray hanya terdiam, Ia masih berlutut dengan pedang miliknya ia letakkan di sebelahnya. Ia menunduk dalam-dalam.
Para Gundam perlahan berlutut dan meletakkan senjata mereka masing-masing. Semua melakukan itu, tanpa terkecuali.
00 juga, Ia berlutut di hadapan partnernya yang sudah dingin, tak berdaya. Ia meletakkan semua GN Sword miliknya dan menundukkan kepala nya.
" Andrew... Kami mohon bangunlah.. "
" Andrew.. "
Di sana, di bulan itu. Di galaxy FireOxe, Andrew Xavier telah tiada. Ia dikenal sebagai pahlawan oleh para Gundam. Kawan-kawannya tidak ingin mempercayai bahwa teman mereka meninggal di sana. Walaupun begitu, itu terjadi dan harus di terima.
Mereka kembali ke Bumi dengan membawa kabar duka itu. Memberitahu ibu dari Andrew Xavier. Ibu nya? Tentu saja menangis dan tidak menerima hal itu.
Andrew di makamkan dua hari setelah kejadian itu, di makamkan dengan layak di halaman belakang rumah Damon yang kini menjadi markas mereka.
Isak tangis masih terdengar dari sana. Teman-temannya sulit melupakan Andrew, terlebih para Gundam.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Beberapa tahun setelahnya,
Rey, Jeremy, Damon, Tom, dan Vania masih tetap bersama. Bahkan tinggal bersama di rumah Damon.
Para Gundam? Mereka membuat koloni di sebuah planet yang cukup jauh dari Bumi dan berada dari galaksi lain. Galaksi IcyOx. Galaksi yang terletak antara galaksi Bimasakti dan galaksi yang dikenal dengan "galaksi mati" yaitu galaksi FireOxe.
Di galaksi IcyOx itu, terdapat sebuah portal yang menghubungkan antara bumi, alias rumah Damon dengan salah satu planet di sana. Mempermudah Damon dan yang lain untuk berpergian keluar angkasa.
Sedangkan Harry? Harry tengah berada di "galaksi mati" itu. Berusaha memulihkan galaksi itu, bahkan membuat sebuah planet yang ia beri nama Zero, persis dengan nama planet yang hancur itu.
Sekarang, Dark Gundam tinggal di galaksi FireOxe, dengan planet nya yaitu Zero terbaru. Sementara Light Gundam, tinggal di galaksi IcyOx dengan planet nya yaitu Five.
Kini kelima sahabat itu, alias Rey, Damon, Tom, Jeremy dan Vania masih tetap menjalankan tugas mereka sebagai pahlawan. Tanpa adanya pemimpin pengganti Andrew, karena bagi mereka, Andrew mungkin masih mengawasi mereka walau di "sana".
" Guys!! Gawat ada Gundam yang terinfeksi menyerang kota! " Vania berteriak histeris ketika ia tiba di ruang tengah rumah Damon itu.
" Ayo bersiap! "
Mereka berlima, dengan partner mereka, langsung menuju kota. Menghampiri Gundam yang terinfeksi dan menjadi menyerang orang-orang.
" Kalian tak akan bisa melawan ku!! "
" How about now? "
Kelima nya menoleh, nampak Harry dengan wujud robotnya, muncul di sebelah kelima pahlawan itu.
" Rasakan ini, dasar kalian lemah!! "
" Beam Saber!! "
" Shippu-Zuki! "
" Gerbera Straight!! "
Setelah pertempuran yang cukup kacau, musuh berhasil di kalahkan, dan kelima nya serta Harry kembali ke rumah Damon.
" Benar-benar melelahkan.. "
Ting.. Tong...
Bel pintu berdering dan keenam nya hanya mengabaikannya. Tetapi bel pintu itu terus berdering.
" Aku akan menghampiri nya. " Damon bangkit dari duduknya kemudian membuka pintu.
" Kamu- " Damon hanya terdiam mematung melihat tamu yang sedari tadi menekan bel pintu itu.
" Long time no see you, miss me? "
" Kamu kan- "
...• Hero Zero •...
...- Ends -...