Hero Zero

Hero Zero
3.3 : He's Name is Damon



3.3 : He's Name is Damon


Malam harinya di rumah Andrew,


Andrew keluar dari kamarnya, meninggalkan jam tangannya dengan hologram 00 Raiser yang tengah mengisi energinya.


Andrew turun ke lantai bawah, melihat kedua orang tua nya yang tersenyum kearah anak mereka satu-satunya.


" Mom... Dad... Aku kira kalian tidak pulang hari ini... " Andrew memeluk kedua orang tua nya. Dan di balas juga oleh kedua orang tuanya.


Mereka bertiga makan malam bersama, di temani berita yang sekarang hangat di perbincangkan. Munculnya pahlawan bernama Raiser.


" Sepertinya dia hanya anak biasa. " ucap ayah nya Andrew yang bernama Jason, sedangkan ibu nya yang bernama Bella mencubit pelan lengan Jason.


Andrew hanya tersenyum kikuk mendengarnya. Yeah, pahlawan kota yang sekarang di perbincangkan hanya seorang anak biasa yang kebetulan bertemu hologram robot dan menyelamatkan dunia.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Pagi harinya,


" 00, aku akan ke sekolah. Lebih baik kau di rumah, jangan sampai mom dan dad tau. Jam nya akan kutinggal disini. "


Andrew meletakkan jam tangan nya ke atas meja, tangan satu nya meraih tas miliknya.


" Why? " 00 yang nampak baru bangun dari jam tangan milik Andrew langsung menatap heran partner nya.


" Why? Karena kau aneh, mana mungkin teman-teman ku akan mengerti. Aku saja yang sudah sehari bersamamu tidak terlalu mengerti tentang mu. "


" Oh ayolah, aku hologram. Semua orang tak bisa melihatku. Hanya yang memiliki partner yang bisa melihatku. "


Andrew yang baru saja menenggak minumannya tersedak seketika. Ia meletakkan gelas minumnya dan menatap 00 tak percaya.


" Are you sure? "


" I'm sure. "


Andrew menatap tak yakin, akhirnya mengenakan jam tangannya lagi dan langsung keluar rumah, menuju sekolah nya.


Di sekolah,


Andrew meletakkan barang-barangnya di dalam loker, hingga tiba-tiba seseorang melempar soda kearah nya. Beruntung karena seruan 00, Andrew bisa menghindarinya.


" Xavier, berhentilah kau untuk bertindak sok pemberani! " ucap lelaki itu dengan tatapan marah, tangannya terkepal sempurna di dekat wajahnya. Hampir memukul Andrew jika seseorang tidak memukul mundur lelaki itu.


" Menjauh lah Steve! Jangan mengganggunya lagi! "


Lelaki yang tadi berdiri di hadapan Andrew dan memukul mundur lelaki bernama Steve itu menatap kearah Andrew. Steve hanya membuang nafas kasar dan pergi meninggalkan mereka berdua.


" Kau tak apa? "


" Yeah... "


Andrew dan lelaki itu langsung berjabat tangan, memperkenalkan diri masing-masing.


" Namaku Damon Vrazera Benjamin. Kau bisa memanggilku Damon. "


Damon, lelaki dengan rambut coklat muda yang menutupi dahi, serta iris mata hijau. Bibirnya tersenyum ketika Andrew menjabat tangannya dan memperkenalkan dirinya juga.


" Andrew Xavier. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Pulang sekolah,


Dalam waktu 8 jam sekolah, Andrew dan Damon sudah menjadi sahabat dekat. Bahkan sampai saling menceritakan pengalaman masing-masing. Hingga tiba-tiba, terdengar lagi suara kekacauan di kota, dengan pelaku yang berbeda tentu saja.


" Apa yang harus kulakukan? "


Andrew memegang jam tangannya, yang membuat percakapan antara dirinya dengan 00 hanya bisa di dengan oleh mereka berdua.


" Apa yang harus kau lakukan? Apa yang mau kau lakukan? "


Andrew nampak tak ingin meninggalkan Damon, pasalnya diantara sekian banyaknya teman Andrew, hanya Damon yang baru saja ia temui sudah lumayan mengerti dirinya.


" Hey, eum... Aku harus pergi, see you tomorrow Damon! "


" Oh! Yeah, me too... See you tomorrow too, Andrew! "


Keduanya saling melambaikan tangan dan langsung pergi.


Di gang kecil dekat sana, Andrew langsung mengaktifkan 00 dan kembali menjadi Raiser.


" Kau yakin energimu tak habis, 00? "


" Kau tak yakin padaku? "


Andrew datang tepat waktu, seorang manusia yang nampak mengendarai sebuah robot berbentuk naga itu hampir menyerang warga. Beruntung, Andrew berhasil menyelamatkan para warga tepat waktu.


" Hoo, jadi ini Raiser. Pahlawan kota yang akhir-akhir ini terkenal. "


Lelaki yang berada di dalam robot naga itu terkekeh, kemudian menyerang tiba-tiba Andrew sampai ia terpelanting.


" You okay, dude? " Suara 00 terdengar khawatir di pertanyaan itu. Suara cemas dan khawatir bercampur menjadi satu.


" I'm fine. "


" GERBERA STRAIGHT!! "


Ekor robot naga itu terpotong, membuat robot naga dan Andrew menoleh kearah asal serangan. Siapa gerangan yang membuat ekor robot itu terpotong?


Robot berwarna merah dengan pedang yang cukup besar itu berdiri di depan Andrew. Pedang itulah yang memotong ekor robot naga itu.


" Hey you! What's your name?! " Andrew berseru ketika robot merah itu hendak menghabisi robot naga itu seorang diri.


" Astray. "


Baru saja Astray hendak mengayunkan pedangnya kearah robot naga itu lagi, Astray terpelanting jauh. Pedang milik Astray juga terlempar jauh dari nya.


Andrew langsung menahan Astray agar tak terpelanting lebih jauh lagi seraya mengambilkan pedang milik Astray.


" I got an idea. "


Astray menatap heran 00 aka Andrew. Kaki Astray sudah bersiap untuk 𝘥𝘢𝘴𝘩 dan menyerang robot naga itu lagi tapi di hentikan oleh 00.


" And what's your idea? "


" Aku akan mengalihkan perhatiannya, jangan menyerang dia sebelum perhatiannya tertuju padaku. Setelah itu kau serang titik lemah nya. "


" Dan di mana titik lemahnya? "


" Kau lihat itu? "


Andrew menunjuk lampu kecil berwarna merah yang terletak tepat di tengah-tengah robot itu. Astray mengangguk kemudian menatap Andrew lagi.


" Setelah perhatiannya tertuju padaku, kau tusuk atau hancurkan titik lemah itu. Bagaimana? "


Astray menghela nafas kemudian meletakkan pedangnya lagi di sampingnya.


" Okay, segala nya harus di coba, kan? "


Andrew mulai 𝘥𝘢𝘴𝘩 ke arah robot naga itu, mengacaukan perhatiannya, robot naga itu langsung menyerang sembarang kearah Andrew.


" Kau yakin ini akan berhasil? " 00 tiba-tiba menyahut, membuat Andrew yang hendak menghindari serangan dari robot naga itu langsung tertabrak dan jatuh ke bawah.


" Aku rasa iya. "


Andrew kembali melakukan 𝘥𝘢𝘴𝘩, sesuai dengan rencana Andrew. Robot naga itu kini mengincarnya.


Sedangkan Astray berdiri di puncak bangunan. Hingga titik lemah musuh terlihat tanpa pengawasan di bawahnya, Astray menjatuhkan diri dengan pedang Gerbera sudah ia pegang.


Tapi sayangnya, robot naga itu mengetahui serangan diam-diam Astray dan menendang Astray hingga hampir hancur.


" NO!! "


Andrew terbang kearah Astray, ia langsung mengambil GN Swords miliknya dan tanpa basa-basi langsung menebas kepala robot itu.


" 00, sekarang juga cepat pindah ke partner nya Astray! " Andrew berseru ketika melihat Astray terjatuh dengan keadaan mesin jet nya rusak parah.


" Are you crazy?! Kau juga sedang terjun ke bawah!! Kau bisa mati Andrew!! "


" I'm okay. Please, cepat lakukan!! "


" Baiklah... "


Mesin-mesin 00 perlahan membuka, terbang menuju Astray yang rusak parah. Mesin-mesin 00 tergabung dengan Astray dan partnernya, 00 berhasil menyelamatkan Astray.


00 dengan Astray dan partnernya berhasil mendarat dengan selamat. 00 langsung memperbaiki mesin milik Astray seraya melihat keatas, terkejut ketika melihat Andrew terjun sendiri.


Andrew terjun, ia berusaha menjaga kesadarannya. Ia sebelumnya tak pernah terjun begini. Terlebih dari ketinggian tanpa parasut dan semacamnya.


Andrew menekuk tubuhnya, kedua lengannya memeluk lututnya, kesadarannya hampir hilang, tapi ia tak boleh pingsan di atas udara.


Andrew perlahan menggerakkan dirinya ke bangunan tingkat dekat sana. 00 yang khawatir langsung menerbangkan beberapa part dari mesinnya kearah Andrew.


Mesin-mesin 00 berhasil melekat lagi pada Andrew, walaupun begitu mesin jet nya belum aktif yang mengakibatkan Andrew masih memeluk lututnya dan...


BRAKKKK!!!!