Hero Zero

Hero Zero
12.12 : Hidden Powers



12.12 : Hidden Powers


Di rumah Damon,


Semuanya berkumpul di ruang tengah, Rey dan yang lain akhirnya memberikan Ramuan Penyembuh itu.


" Suntikan ini untuk mengontrol Dark Power mu, An. " 00 memberikan kotak berisi beberapa buah suntikan.


" Thanks. Aku akan menggunakan nya sebaiknya. "


Semuanya menatap khawatir Andrew, hingga Rey angkat bicara.


" Sebenarnya apa yang terjadi padamu, An? "


Andrew menceritakan segala nya dari awal hingga akhir. Sampai bagaimana hal yang ia rasa. Vania dan yang lain menatap ngeri Andrew. Semuanya akhirnya mengerti cerita Andrew. Mengerti apa yang di rasakan oleh nya.


" Kau pasti kesulitan. " Jeremy merangkul Andrew dari belakang kemudian menepuk bahu Andrew.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya,


Semuanya nampak mencari-cari Andrew di rumah yang cukup besar itu. Hingga mereka melihat Andrew di halaman belakang.


" Sedang apa kamu? "


Kelima kawannya langsung menyahut bersamaan, membuat Andrew menoleh seketika.


" Ah. Aku hanya... Berlatih mengendalikannya. Aku khawatir kejadian seperti kemarin-kemarin terjadi lagi. "


Andrew tersenyum, kemudian memberi kode pada kelima kawannya agar sedikit menjauh darinya.


Andrew mengacak rambutnya, rambutnya menutupi matanya, mata nya berubah menjadi hitam lagi. Senyumannya bahkan sinis lagi.


Vania, Rey, Damon, Jeremy dan Tom yang melihat itu tak bisa bergerak sama sekali. Mereka pertama kalinya melihat Andrew menggunakan Dark Power di depan mata mereka.


Tiba-tiba serangan muncul entah dari mana, Andrew langsung menahan serangan tiba-tiba yang ia buat.


Kelima kawannya hampir saja di serang Andrew, beruntung Andrew bisa menahan hasrat sisi gelapnya.


Andrew langsung merapikan rambut nya, warna matanya menjadi coklat tua lagi. Syukurlah ia bisa mengendalikannya.


" Tak ada yang terluka, kan? "


Andrew menatap kelima kawannya yang nampak shock sekaligus takjub. Menatap khawatir teman-temannya.


" Kau bisa mengendalikannya. "


00 dan Astray bergumam bersamaan, membuat Andrew menggaruk tengkuknya. Merasa perkataan mereka belum tentu benar.


" Oh ayolah, aku bisa saja tak sadarkan diri kapanpun. "


" Tapi kau berhasil mengendalikannya dan itu keren bro!! " seru Damon yang kini merangkul Andrew kemudian berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Andrew kini berada di kamarnya, mengunci pintu kamarnya dan kini menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi di kamarnya yang baru.


" Jangan lupa kalau kau masih ada sisi gelap di dalam dirimu. "


" Jangan lupa kalau kau masih di kendalikan oleh ku. "


Andrew terkekeh pelan ketika ia sadar ia bisa menjawab semua perkataan sisi gelapnya.


" Dari awal aku bersamamu, aku ingin menanyakan ini. "


Andrew menatap lagi pantulan dirinya. Tangan nya ia tempelkan di cermin, pantulan dirinya juga melakukan hal yang sama.


" Apa? "


" Siapa yang menciptakan mu? "


Pantulan Andrew menatap kaget Andrew. Sepertinya ia tak ingin menjawab hal itu. Andrew tersenyum seraya mengeluarkan cutter lagi dan mengarahkan pada tangannya, mengarahkan.


" Kenapa kau ingin tau? "


" Kau walaupun merasuki ku, kau berusaha melindungi ku. Bahkan setiap aku terluka kau menyembuhkan ku. "


" Yang menyembuhkan, itu memang kekuatan ku. "


" Tapi menyelamatkan ku? Bahkan selalu memperingatkan diriku tentang jam yang jika aku lepas, aku akan tiada. "


Andrew lagi-lagi terkekeh. Sebelumnya sisi gelapnya berhasil menguasai dan bahkan menghasut Andrew. Kini, Andrew yang berhasil menguasai sisi gelapnya.


" Aku symbiote. Aku akan merasuki siapapun yang aku sukai dan menghisap tenaganya serta merasuki nya. Aku akan berwujud sisi gelap orang tersebut. Puas? "


Andrew menatap puas, kali ini ia berhasil mendapatkan informasi yang ia perlukan. Biasanya ia yang digali informasi nya, kini keadaan berbalik.


" Apa kau akan percaya jika aku di buat oleh sahabatmu? "


Andrew menatap heran pantulan dirinya. Ia benar-benar bingung sekarang. Diciptakan oleh sahabatnya? Siapa?


Akhirnya Andrew meletakkan kedua telapak tangannya ke cermin, membiarkan sisi gelapnya merasuki nya.


" Kau membiarkan ku merasuki mu? " Suara-suara itu mulai terdengar, bukan lagi dari cermin itu.


" Yeah. Mau atau tidak? "


" Jika bisa iya, kenapa tidak kan? "


Andrew melepas kedua telapak tangannya dari cermin. Mata nya berubah hitam lagi, rambutnya kembali ia acak dan menutupi matanya.


Tiba-tiba Andrew meringis. Seperti kesakitan. Suara-suara dari sisi gelapnya mengganggunya.


" Akh!!! What are you doing?!! "


Sisi gelapnya berteriak kencang, yeah ia yang mengambil alih tubuh Andrew, jadi fisiknya juga sesuai dengan sisi gelapnya.


" Sorry, aku akan mencoba beberapa teknik yang aku ingin coba. " Suara Andrew yang asli berbisik. Membuat sisi gelapnya kembali meringis lagi.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Sementara itu, Andrew mencoba beberapa hal. Salah satunya adalah, membiarkan tubuhnya di kontrol oleh sisi gelapnya dan mengontrolnya dari dalam dirinya.


" Lakukan saja apapun yang kau mau, Darkness. "


Tubuh Andrew yang tengah di kendalikan sisi gelapnya itu berjalan keluar kamar, kemudian langsung menuju ke dermaga tempat awal ia kehilangan kesadarannya.


" Apa yang kau lakukan, Andrew?! "


" Hanya ingin membiarkan mu mengendalikan tubuhku. Karena aku tau jika aku tak sadarkan diri dan kau mengendalikan tubuhku, kau akan pergi menuju pencipta mu. "


Andrew yang sudah sepenuhnya di kendalikan oleh sisi gelapnya, langsung menuju kota. Masuk ke setiap gang yang ada, dan berakhir di depan rumah sahabat Andrew, Harry Francis Azera.


Andrew masuk ke dalam, membuat Harry yang berada di ruang tengah sedikit terkejut melihatnya.


Sedangkan Andrew yang asli, yang sedari tadi memperhatikan akhirnya merebut kendali sisi gelapnya dan langsung membuat tubuhnya setengah sadar.


" Hey Harry. "


" Andrew. Kau... "


Andrew merebut kendali, membuat Darkness, sang sisi gelapnya langsung tak bisa memegang kendali lagi. Andrew bisa merebut kesadarannya kembali.


" Jadi kau yang membuat symbiote ini? "


Harry terkejut, ia tak bisa berkata-kata. Yang ia lakukan hanya diam di tempat, membiarkan Andrew mendekati nya.


" Bagaimana kau- "


Andrew langsung memeluk Harry, sontak hal itu membuat Harry terdiam sebelum membalas pelukan sahabatnya itu.


" Bagaimana aku tau? Dia sendiri yang memberitahu. "


Harry dan Andrew kini berada di ruangan Harry. Harry masih tak berbicara sepatah kata pun. Menunggu Andrew menjelaskan bagaimana ia tau segalanya?


" Dia yang memberitahu. Sebenarnya apa yang kau rahasiakan dari ku, Harry? "


Andrew menghela nafas kemudian menatap Harry. Ia yakin kawannya yang satu ini merahasiakan sesuatu.


" Aku tak bisa memberitahu mu, An. "


" Kau pernah bilang padaku kalau kita selalu berbagi rahasia bersama, kenapa kau tak mau memberitahu ku? "


Harry terdiam, Andrew menatap lekat-lekat Harry. Hingga akhir Harry menghela nafas kemudian mendekati Andrew.


" Sejujurnya bukan aku yang membuatnya, itu hanya symbiote. "


Andrew memejamkan matanya, ia menyandarkan tubuhnya ke sofa. Berusaha berkomunikasi dengan sisi gelapnya.


Andrew membuka matanya, ia kini berada di alam bawah sadar nya. Ia menatap sisi gelapnya yang berdiri di hadapannya yang menatap Andrew dengan tatapan mematikan.


" Bukan Harry? "


Sisi gelapnya atau yang sering Andrew panggil dengan sebutan Darkness itu terkekeh, kemudian berjalan menghampiri Andrew.


" Aku tak pernah bilang aku diciptakan oleh Harry Azera. "


Andrew menghela nafas dan hendak membuka mata, keluar dari alam bawah sadarnya, hingga Darkness mengucapkan beberapa patah kata.


" Bukan Harry Azera yang menciptakan ku, tapi mungkin ia bisa melakukan hal yang sama. "