
2.2 : Partner in Crime
" Bye An!! "
" Bye Harry! "
Seorang lelaki dengan rambut coklat tua dengan jaket kulit berwarna coklat gelap itu melambaikan tangan kearah temannya. Tas berwarna hitam ia gendong, ia berjalan keluar dari sekolah yang terbilang cukup besar itu.
Lelaki itu berhenti di sebuah skatepark dan mengeluarkan skateboard miliknya dari tas nya, meletakkan tas nya di kursi dekatnya dan meninggalkannya dengan keadaan tas yang masih terbuka.
Setelah 30 menit, lelaki itu kembali menggendong tas nya dengan sebelah tangannya memegang skateboard menuju rumahnya.
" I'm home. "
Lelaki itu menutup pintu dan masuk ke dalam kamar miliknya di lantai atas. Mengunci pintu kamarnya, meletakkan tas nya dan merebahkan dirinya di ranjang.
Perhatian lelaki itu yang sebelumnya tertuju entah kemana, kini tertarik ke arah tas nya yang bergerak kesana kemari sendiri.
" Apa-apaan ini? " Batin lelaki itu, kemudian memberanikan dirinya untuk membuka tas itu.
Muncul sebuah hologram robot dari tas nya, membuat nya langsung kaget dan melempar bantal kearah hologram itu. Ya namanya juga hologram, bantal itu menembus robot itu dan malah menabrak dinding.
" What are you? And who are you? " Lelaki itu menatap heran seraya mengangkat tinggi-tinggi pemukul baseball yang ia letakkan di dekat nya.
" 待って!待って!!瞬間... " ucap robot itu yang sepertinya dari bahasa Jepang.
Hologram robot itu menatap lelaki yang masih mengangkat pemukul baseball kearahnya.
" Okay, akhirnya suaraku normal.. "
Lelaki itu masih terpaku pada hologram itu. Pemukul baseball masih melekat erat di tangannya. Tak melepas pegangannya dari senjata yang akan ia gunakan kalau-kalau hologram itu akan menyerang.
" Okay, biarkan aku memperkenalkan diriku. Namaku 00 Raiser. Bisakah kau menurunkan alat itu? Aku tak akan melukaimu. "
Lelaki itu perlahan menurunkan pemukul baseball yang ia pegang. Masih curiga dengan hologram robot yang berbicara itu.
" Kau apa? "
" Kau juga tau kalau aku robot. "
Hologram robot itu menatap sekitar, kemudian menatap lagi lelaki yang berdiri di depannya.
" Kalau kau robot, kau tau siapa aku? "
" Namamu Andrew Xavier. Kini kau sudah berada di Universitas akhir. Kau berumur 23 tahun dan tidak mempunyai pacar.. Lalu- "
Baru saja hologram robot itu ingin menjelaskan, lelaki bernama Andrew itu langsung menyuruh nya untuk diam.
" Okay okay... Where you came from? "
00 nampak terdiam, galaksi dan planet nya tidak boleh diketahui siapapun. Sudah cukup diketahui Fredery dan kawan-kawannya.
" Kau tak perlu tau. "
Diam sesaat, kemudian Andrew berjalan keluar kamarnya. Menuju halaman belakang rumahnya yang kebetulan sangat luas. 00 dengan cepat mengikuti Andrew dari belakang.
" Kenapa kamu bisa disini? "
" Because I'm your partner. "
Andrew memiringkan kepalanya, dahi nya berkerut tanda bingung. Apa lagi maksud hologram satu ini?
" Sorry? "
" We are partner. You and me. "
" Bohong. "
Andrew membalikkan badannya, hendak kembali ke dalam rumah. Hingga hologram robot itu langsung membuat jam tangan yang Andrew pakai mengeluarkan sinar.
Andrew yang kaget akan hal itu hanya terpaku di sana. Hologram robot itu menjadi nyata, tapi... Bagian bagian robot itu menyatu dengannya. Seolah-olah seperti kisah Tony Stark dan Iron Man.
Andrew kini tertutupi oleh badan 00 Raiser. Benar-benar seperti iron man.
" What the heck?! "
" Percaya kah? "
Andrew melihat sekitar melewati kepala robot yang menutupi kepala nya. Benar-benar berbeda. Robot ini menutupinya dan ini benar-benar keren.
" Okay okay, aku percaya. Lepaskan aku... "
Baru saja 00 hendak melepaskan diri dari Andrew, terdengar suara teriakan yang berasal dari kota. Bahkan suara mobil-mobil yang hancur terdengar.
" Want to save the world, huh? " 00 Raiser langsung menyatu lagi dengan Andrew. Sedangkan Andrew mengangguk.
" Want to save the world, huh? " 00 Raiser langsung menyatu lagi dengan Andrew.
" Pergilah! Aku bukan partner mu! "
00 semakin melekat di tubuh Andrew, semakin Andrew berusaha melepaskan diri, semakin melekat 00 ke tubuhnya. Hingga terdengar teriakan teriakan dari tengah kota.
" Kita bisa menyelamatkan dunia, bodoh! "
" Aku tak bisa melakukan itu! Aku bukanlah pahlawan seperti Tony Stark! "
" Kau mau orang-orang tak bersalah itu mati, huh?! "
Andrew yang mendengar seruan 00 seketika terpaku. Yang di katakan 00 ada benarnya, banyak orang-orang tak bersalah. Tapi, ia juga tak bisa apa-apa.
" I can't do this. "
" Hanya sehari. Cukup selamatkan mereka. Mereka tak bersalah, Andrew. " ucap 00 yang masih berusaha membujuk Andrew.
Andrew menghela nafas dan menatap ragu 00. Yeah, banyak orang-orang tak bersalah yang tak seharusnya menjadi korban. Apakah, Andrew dengan bantuan 00 bisa menyelamatkan mereka? We don't know.
" Kurasa aku akan mencoba menjadi pahlawan hanya sehari. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di kota, seorang ilmuwan gila yang pernah membunuh banyak orang dan dipenjara, kini ia kabur. Ia menggunakan alat-alat science miliknya yang menyebabkan ia bisa melemparkan banyak ramuan beracun yang bahkan bisa membuat sebuah mobil meleleh.
" No one can stop me!!! "
Andrew yang sudah di balut oleh 00 datang dan tanpa aba-aba langsung menyerang ilmuwan itu.
" Who are you? "
" Tak peduli siapa aku, yang jelas kau harus dihentikan. "
Ilmuwan itu langsung melempar ramuan miliknya kearah Andrew. Sedangkan Andrew membawa 00 terbang ke langit.
" Hey namamu 00 Raiser kan? " Tanya Andrew ketika ia menerbangkan kembali dirinya ke tengah kota.
" Yeah, why? " 00 yang masih membalut Andrew balas bertanya.
" Bisakah aku memegang kendali? Maksudku, half and half? "
" Sure. "
Andrew terbang dan mengambil dua bilah pedang yang berada di belakang 00 alias belakang nya.
" Can I use this? "
" Gunakan apapun yang kau mau. "
Andrew menggenggam kedua bilah pedang yang sekarang di selimuti cahaya merah menyala.
" Take this! "
Andrew menerbangkan dirinya kearah ilmuwan itu dan mengayunkan dua pedangnya. Membuat ilmuwan itu sedikit kewalahan.
TRANGGG!!
Pedang yang di genggam Andrew berhasil menghancurkan alat yang berada di pergelangan tangan ilmuwan itu yang membuat ramuan beracun itu. Membuat sang ilmuwan tak bisa bertarung lagi.
Andrew membawa ilmuwan itu yang tadi berada di gedung tingkat sepuluh yang tak ada cara untuk kesana karena lift dan tangganya di lelehkan, ke bawah.
Mobil polisi datang dan langsung membawa ilmuwan itu ke kantor pusat.
Para penduduk yang sedari tadi berlindung, kini beranjak keluar. Menatap Andrew yang masih di lindungi 00.
" Terima kasih, berkatmu kami bisa menangkapnya. " ucap kepala Polisi yang berada di sana. Andrew hanya menjabat tangan kepala Polisi yang terulur itu.
" Bisakah, aku tau namamu? Kami paham kau tak mau nama aslimu tersebar, tapi bisakah kau memberitahu kami nama mu? "
Andrew terdiam bingung. Ia bahkan tak mengira akan menyelamatkan kota seperti ini.
" Call me Raiser. "
Semuanya tersenyum kemudian berkumpul mengelilingi Andrew.
" Thank you, Raiser. "
Di dalam 00, Andrew tersenyum melihat semua orang tidak terluka dan tersenyum padanya. Hingga perkataan 00 mengalihkan perhatiannya.
" Sorry, tapi energi ku hampir habis. Jika tak keberatan, bisakah kita pulang? "
Andrew lagi-lagi dibuat tersenyum, mungkin tak buruk mempunyai partner seperti 00.
" Aku harus pergi, jadi... See y'all. "
Andrew melesat kearah langit, meninggalkan para warga kota di bawah yang masih bersorak-sorai padanya. Andrew menatap sekilas mereka kemudian terbang menuju rumahnya.