
11.11 : Control His Dark Powers
" Andrew! Tolong, hentikan ini! "
" Heh, tapi aku tak ingin menghentikan ini semua. "
Andrew kembali menyerang yang lain. Hingga muncul para penjahat yang lain yang pernah mereka lawan bersama.
" Kalian?! "
Para Gundam menatap kaget beberapa orang yang berdiri di sebelah Andrew. Terkejut ketika melihat orang-orang yang berdiri di sebelah Andrew adalah penjahat yang pernah mereka kalahkan bersama.
Para penjahat itu langsung menahan para Gundam dan menyerang mereka bertubi-tubi. Part para partner hampir hancur, jika saja Andrew tak menyingkirkan yang lain.
" Apa yang kau lakukan, Darkness?! "
Para penjahat yang terkejut melihat Andrew yang langsung menyerang mereka dan berdiri di depan para Gundam.
" Aku hanya bilang untuk menghentikan mereka, bukan melukai mereka, kan? "
Andrew, perlahan meraih kesadaran nya lagi. Membuat sang sisi gelap Andrew terkejut dan berusaha menghasut Andrew lagi.
" Sorry. Aku ambil alih dari sini.. "
Andrew mulai menyerang para penjahat itu dan bahkan melepaskan para Gundam dari tentakel milik Frank, si pengendali robot naga dulu.
" What? "
Keempat Gundam itu menatap Andrew kaget. Sikapnya tiba-tiba berubah.
" Andrew mulai bisa melawan Dark Power nya. Cepat bantu dia untuk menghabisi penjahat itu! "
00 berseru, membuat para Gundam langsung menyerang para penjahat itu di bantu dengan Andrew.
Para penjahat itu kini telah kalah lagi dan tentu saja di bawa ke penjara lagi. Baru saja keempat Gundam itu hendak menghampiri Andrew, Andrew langsung menghilang.
Di rumah Damon,
Tom, Damon, Jeremy dan Vania yang baru saja sampai langsung mengecek apakah Andrew ada di sana atau tidak. Tentu saja Andrew tak ada di sana. Mereka hanya menemukan sebuah catatan kecil di dekat meja.
" Dari Mom Bella,
Terima kasih sudah mau tinggal bersama Mom. Tapi Mom harus pergi. Mom sudah berada di rumah saudara Mom di Paris. Maaf Mom tidak mengatakannya langsung. Mom takut Mom hanya mengganggu aktivitas kalian sebagai pahlawan. Semangat semua,
Penuh cinta, Mom. "
Bella, ibu nya Andrew pergi ke Paris. Dan di rumah Damon ini hanya tersisa mereka saja. Mereka harus menemukan Andrew. Karena dia, mereka bisa berkumpul seperti sekarang.
" Hey! Aku sudah berhasil! "
Rey yang baru saja keluar dari basement langsung membawa sebuah kotak dengan isi beberapa suntikan di dalamnya.
" Okay, aku rasa aku tau di mana dia. "
00 menatap jam dinding, menunjukkan pukul 5 sore.
" Kita pergi sekarang. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Andrew tengah duduk di atas bangunan kosong. Ia menatap kota dari atas bangunan itu.
" Mereka meninggalkan mu. "
" Bukan. Aku yang meninggalkan mereka. "
" Ini kekuatan mu, Andrew. Kau tak bisa terluka, kau tak bisa dikalahkan oleh siapapun. Kau semakin kuat, Andrew. "
" Diam lah sebelum aku melukaimu lagi. "
" Kau tak bisa melukaiku. "
" Yeah... Aku tau. "
Sementara itu, Rey, Damon, Jeremy, Tom, Vania, serta para Gundam mendatangi bangunan kosong tempat Andrew berada. Menatap ke atas, menatap Andrew.
Vania hendak menghampiri tempat Andrew berada, tapi di hentikan oleh Rey.
" Tetap di sana! "
Vania dan yang lain hanya bisa duduk dan menunggu, seperti kata Rey dan 00.
Sementara itu, Andrew masih berargumen dengan sisi gelapnya. Tak menghiraukan keberadaan kelima kawannya di bawah.
" Ada beberapa orang di bawah. Mereka akan bisa menjadi percobaan mu, Andrew. "
Sang sisi gelap Andrew berbisik. Andrew menatap ke bawah, benar-benar gelap sampai tak terlihat apa-apa.
" Hanya jangan lukai mereka. "
" Jika aku melukai mereka? "
" Aku akan membunuhmu. "
Andrew menatap rembulan di langit, yeah. Berada dengan sisi gelapnya ini benar-benar luar biasa, ia bisa mendapatkan banyak kekuatan dalam sekali. Tapi, itu membuatnya kehilangan dirinya sendiri.
" Aku akan memberi mu dua pilihan, Darkness. " ucap Andrew tiba-tiba.
Andrew menatap ke bawah kemudian memejamkan matanya dan menatap genangan air yang berada di dekatnya. Menatap sang sisi gelap Andrew.
" Apa maksudmu? "
" Pergi dari tubuhku, atau membiarkan diriku mengambil alih dirimu? "
Nampak di pantulan itu, sisi gelap Andrew terkekeh mendengar pertanyaan Andrew. Sementara Andrew tak bergeming. Hanya menunggu jawaban dari sisi gelapnya.
" Apa jawabanmu? "
" Aku tak akan membiarkan diriku di ambil alih oleh mu. Tapi aku tak akan pergi dari tubuhmu. "
Andrew terkekeh pelan, ia menatap langit sekilas kemudian menatap lagi pantulan nya.
" Lihat? Kau tau sesuatu? Aku akan membalikkan kata-kata mu yang sebelumnya.. " Andrew tersenyum dan menatap pantulan nya.
" What? "
" Kau pernah bilang padaku bahwa aku hanya sendiri. Tak ada yang peduli padaku, kau membuatku kuat Semuanya takut dengan diriku dan kekuatan yang ku punya. Dan bahkan bilang kalau ini adalah hadiah ku, kekuatan ini milikku. Ingat? "
Andrew menatap pantulan dirinya lekat-lekat, lebih baik sekarang ia melawannya. Ia tak mau dirinya di kendalikan oleh sisi gelap nya.
" Kau tau sesuatu? Yeah, aku sendiri. Tapi, ada beberapa orang yang peduli padaku. Yaitu teman-teman ku. Harry, Rey, Damon, Jeremy, Tom dan Vania, bahkan setelah aku begini mereka masih peduli padaku. "
Andrew mengeluarkan sebuah cutter dan langsung menusukkan cutter itu pada dirinya sendiri.
" Kau membuatku kuat, yeah that's true. Aku menjadi kuat karena kau, aku berterima kasih akan hal itu. "
Setiap kata perkata yang Andrew keluarkan, ia langsung menusukkan cutter pada tangan serta tubuhnya. Itu memang sakit, tapi pantulan dirinya lah yang paling merasa sakit.
" Semuanya takut padaku dan kekuatan ku, walaupun begitu kelima kawan ku beserta Harry juga seharusnya bisa pergi menjauhi diriku, tetapi itu tidak ia lakukan. "
" Jangan melepas jam itu, Andrew! Kau akan mati! "
Sisi gelapnya kini berteriak ketika Andrew hendak melepas paksa jam tangan gelap nya menggunakan cutter.
" See? Bahkan kau sering memperingati ku agar tak melepas jam ini supaya aku tak mati. Itu bukti kalau kau peduli padaku juga. "
Andrew tersenyum kemudian mengangkat tinggi tinggi cutter itu dan mulai menusukkan nya ke tangannya. Nampak dari pantulan air, sisi gelapnya meringis kesakitan. Hingga Andrew menusukkan cutter dan melepas jam tangan hitam dari sisi gelapnya itu jauh-jauh.
" Andrew! Biarkan aku bersama mu! "
Sisi gelapnya itu nampak meringis kesakitan, sedangkan Andrew hanya tersenyum dan melompat dari bangunan lantai 20 itu.
" Gawat... "
00 dan para Gundam yang lain hendak mengeluarkan jet mereka dan langsung menangkap Andrew, tapi jam hitam yang Andrew lepas tadi langsung berubah menjadi robot hitam dan menyelamatkan Andrew.
" Sudah kubilang kau peduli padaku. "
Andrew tersenyum menang ketika menyadari ia sudah mulai menguasai sisi gelapnya sendiri.
Andrew turun dengan selamat, menatap kawan-kawannya yang menatapnya khawatir. Sementara sisi gelapnya berubah lagi menjadi jam tangan.
" Ayo pulang. Aku ingin pulang dan langsung tidur di ranjang ku... "
Andrew berjalan sempoyongan, di bantu oleh Damon dan Jeremy. Energi nya benar-benar terkuras habis setelah mengendalikan sisi gelapnya.
" Thank you, Darkness. " batin Andrew seraya tersenyum.