
15.15 : New Dark Power
" ARGHHHH!!! "
Tentakel itu berhasil lepas dari para Gundam termasuk Harry, tapi tentakel itu menarik Andrew untuk masuk ke dalamnya.
" Get off!!!! "
" You need me... I can make you stronger than them! "
" ARGHHHH!!! "
Andrew dan Darkness berusaha untuk melepaskan diri bersama, tetapi tentakel itu semakin menelan Andrew.
" Andrew!!! Aku tak bisa menahan lagi!! Dark Power nya terhisap oleh ku!! "
Harry yang melihat itu langsung panik, ia mengambil kabel listrik di dekat sana dan melilit tentakel itu dengan kabel.
" Lepaskan dia!! "
Harry menghantarkan listrik dari mesin nya ke kabel yang ia pegang sekaligus ia lilitkan. Tentakel itu tersetrum, tapi itu tak berhasil membuatnya pergi dari Andrew.
" Finally!! Aku menemukan seseorang untuk menjadi inang ku!! "
Tentakel itu berseru setelah akhirnya menghilang akibat di serap habis oleh Darkness dan Andrew.
" ****! " gerutu Harry.
Harry langsung menghampiri Andrew, tentakel hitam itu kini menutupi tubuh Andrew. Andrew terduduk lemas, membuat para Gundam hendak menghampiri Andrew jika tak di tahan oleh Harry.
" Jangan dekati dia. Aku akan membawanya pulang jika ia belum sadar. "
Semuanya saling menatap dan akhirnya membiarkan Harry di sana menemani Andrew yang lemas tak berdaya.
" Recovery activated. "
Harry bergumam pelan. Cahaya biru menyinari Andrew yang masih lemas itu, seluruh luka akibat pertarungan tadi perlahan sembuh.
" Identify Dark Power. "
Andrew yang sudah sadar langsung menahan tangan Harry yang hendak menyentuh nya. Andrew kehilangan kendali nya terhadap Darkness yang bertambah kuat. Kini tentakel hitam itu dapat keluar dan menutupi Andrew dan membuat nya semakin kuat.
" Andrew, sadarlah!! Kau harus bisa mengendalikannya! "
Harry berseru, ia tau bagaimana rasanya Dark Power menguasai Andrew. Ia tak mau membuat Andrew harus berusaha seorang diri.
" Kenapa aku harus mengendalikan nya? Jika aku mengendalikannya, dia akan marah dan mendorong ku untuk menghancurkan kota. "
Andrew berdiri berhadapan dengan Harry, iris mata nya semakin berwarna hitam pekat. Senyum nya semakin sinis, kekuatan nya juga semakin kuat. Andrew tak bisa mengontrol nya.
" Kau harus mengendalikannya! "
" Dan aku tak mau mengendalikannya. "
" Andrew Xavier!! "
Iris mata Andrew yang berwarna hitam pekat kini perlahan normal. Ia memegang kepalanya dan menatap Harry yang berada di hadapannya.
" An- "
" Aku harus pergi... "
Andrew seketika menghilang, meninggalkan Harry yang berusaha mencari cara agar Andrew bisa mengendalikannya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Andrew kini berada di tepi tebing, ia menatap kota dari sana. Ia berusaha mengendalikan Darkness lagi, tapi tak semudah itu karena Darkness juga mendapat kekuatan baru yang menyebabkan sisi Darkness yang sudah ia kontrol jadi lepas kendali.
" Kendalikan... Kendalikan.. Aku harus mengendalikannya... " batin Andrew.
Cairan hitam yang menutupi tubuhnya perlahan menghilang dan kembali ke tubuh Andrew seiring keinginan Andrew untuk mengendalikannya.
" Darkness... Kita harus mengendalikannya. "
Andrew menatap Darkness dari pantulan air di dekatnya. Tapi, Darkness yang ini berbeda. Pantulan nya masih sama, pantulan sisi gelap Andrew. Tapi yang membedakan adalah... Ada banyak tentakel yang terlihat ada di belakang sisi gelapnya.
" Aku menjadi semakin kuat, An. Kau juga menjadi semakin kuat. Dark Power ini benar-benar luar biasa! "
Andrew langsung mengalihkan pandangannya, ia tak bisa mengontrol nya. Lebih sulit di kendalikan di bandingkan saat itu.
Ponsel Andrew bergetar, membuat Andrew menoleh kearah ponselnya. Harry menelepon, ia hendak menjawab tapi Dark Power semakin mengontrolnya agar tak menjawab telepon itu.
Andrew dengan cepat menjawab telepon itu seraya berusaha mengendalikan Dark Power itu. Panggilan sudah tersambung, Harry sudah bisa mendengar suara di tempat Andrew. Tapi karena pengaruh Dark Power, Andrew tiba-tiba berteriak.
" Andrew! You okay?! "
Terdengar suara Harry yang khawatir ketika mendengar teriakan Andrew. Andrew tak menjawabnya dan akhirnya Harry angkat bicara.
" Kau harus mengendalikannya! "
" You can!! "
" No I can't!! "
Andrew mematikan ponsel nya, memutuskan telepon nya dan berteriak kesakitan. Tentakel itu kini sudah mengambil alih seluruh kesadarannya, Andrew tak bisa menahan kesadarannya. Dark Power sudah menguasai dirinya.
Darkness hendak membawa Andrew untuk menghancurkan kota dan merasakan kekuatan baru mereka, tapi Andrew dengan cekatan menggunakan tali yang entah mengapa ia bawa di dalam tas nya, dan melilitkan nya pada dirinya sendiri.
" Jika kau bergerak... Kita akan mati. "
" Aku bisa mencairkan tubuhku. "
" Tapi kau tak bisa melakukan itu padaku. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Beberapa hari berlalu, Andrew selama ini selalu berada di atas tebing itu. Bagi nya, ia tak akan mudah untuk menyakiti banyak orang jika di atas sana.
Harry tau dan menghampiri Andrew, memberikan suntikan yang katanya akan bisa membantunya mengendalikan Dark Power nya.
" Aku tak bisa mengendalikannya seperti dan dalam waktu yang sama seperti dulu, Damon.. "
Andrew yang tengah berbicara di telepon dengan Damon hanya bisa menghela nafas setelah menyadari sejak ia memiliki Dark Power, ia tak bisa sebebas dulu.
" Please... Hanya datang ke rumah. Dan kita lihat apa kau bisa mengendalikannya. "
Damon berusaha meyakinkan Andrew. Sudah beberapa hari Andrew menghilang dan itu menyebalkan karena Rey yang memimpin di sana.
" Yeah... Mungkin aku akan kesana dan mencoba... "
Damon berteriak kegirangan mendengar jawaban Andrew, sedangkan Andrew hanya menggelengkan kepala, senyum tercetak di bibirnya. Rasa kesepiannya akan hilang. Setidaknya untuk sementara.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Andrew, tanpa ia sendiri duga, telah berada di dalam rumah Damon. Dengan pelukan dan sambutan hangat oleh teman-temannya.
" Akhirnya kau kembali An!! We miss you!! "
Vania langsung memeluk Andrew, membuat Andrew terkesiap. Ia tak menduga akan di sambut hangat lagi oleh kawan-kawannya.
Baru saja pertemuan hangat itu berlangsung, tiba-tiba puluhan peluru menembaki rumah Damon. Membuat semuanya menunduk mencari perlindungan.
" Apa yang terjadi?! "
Jeremy yang baru saja keluar dari basement langsung bersembunyi di balik lemari di dekatnya.
" I don't know!! " Tom yang berada di balik meja berseru membalas pertanyaan Jeremy.
" Astray!! Kau tau apa yang terjadi?! "
Damon berseru, menunggu jawaban dari Astray, tapi yang ia dapat hanya gelengan kepala dari Astray.
" Vania! "
Rey yang kebetulan melihat Vania yang berusaha mencari perlindungan, langsung menarik tangan Vania untuk bersembunyi.
" Andrew tadi ke arah sana!! Kita harus susul dia!! " Vania berseru, tetapi mendapat tatapan dingin dan tak peduli dari Rey.
" Lebih baik kau disini! "
" Andrew di sana!! "
" Lebih baik kau disini! "
Yang lain tengah bersembunyi di dalam rumah, sedangkan Andrew berlari keluar dan mencari pelaku nya.
" On your left! "
Andrew menghindar, beruntung Darkness memberitahunya. Hal yang membuatnya kaget adalah, yang menembaki mereka adalah hologram.
" What the... "
Andrew menatap heran, hingga teriakan demi teriakan terdengar dari rumah Damon. Membuat Andrew berlari lagi ke dalam rumah Damon. Sayang nya ia terlambat.
" Jeremy!!! Damon!!! Rey!!! Tom!!! Vania!!! "
Andrew meneriaki nama kelima kawannya, semuanya menghilang. Menyisakan Gundam mereka di basement dengan ponsel Tom yang tertinggal di dekat sana.
" Andrew!!! Help us!!! Kami... Kami di bawa ke Zero!! "
Rekaman suara dari ponsel itu berhenti. Andrew terdiam, tangannya terkepal sempurna dan dengan frustasi memukuli semua benda yang ada di dekatnya.
" Aku butuh bantuan kalian.. Gundam. "