Hero Zero

Hero Zero
7.7 : School Attack



7.7 : School Attack


Pagi harinya, Damon dan Andrew tengah bersiap menuju sekolah mereka.


" Kalian sekolah? " Jeremy menatap Damon dan Andrew yang nampak sudah mengenakan dasi.


" Yeah, bagaimana dengan kalian? "


" Kami sekolah, tapi kami libur dua minggu karena para guru rapat. "


" Okay, kami akan berangkat terlebih dulu. "


Andrew dan Damon turun dari tangga dan mengambil roti bakar buatan Bella, disusul dengan Rey, Jeremy, Tom dan Vania yang duduk di meja makan.


" Mom, dad, kami pergi dulu! "


" Hati-hati di jalan Andrew! Damon! " Balas Bella dan Jason, kemudian Andrew dan Damon langsung pergi ke sekolah mereka.


Di sekolah, Damon dan Andrew berpisah di lorong. Menuju kelas mereka masing-masing.


Andrew berjalan menuju kelas nya, hingga seseorang merangkulnya dari belakang.


" Harry! Kau mengagetkan ku! " Andrew tersenyum ketika melihat temannya, Harry Francis Azera.


" Sudah lama kita tak bertemu! "


" Yeah. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Pelajaran berlangsung, hingga tiba-tiba bel darurat terdengar dan memecahkan konsentrasi para murid yang belajar serta guru yang mengajar.


" Bel darurat. Di mohon untuk para siswa dan para guru serta staf yang berada di dalam gedung sekolah segera melarikan diri keluar sekolah. Seekor monster raksasa berkeliaran di sekolah ini, di mohon untuk para siswa, guru dan staf untuk keluar dari gedung sekolah. "


Begitu kira-kira bunyi bel darurat itu, semuanya hanya menganggap hal itu candaan hingga seekor monster memecahkan kaca kelas mereka.


" Semuanya, menjauh dari jendela! " Perintah sang guru pengajar, membuat semuanya berdiri menjauhi jendela.


" Xavier!! Azera!! Menjauh dari jendela! "


Semuanya berseru ketika melihat Andrew dan Harry berada di dekat jendela. Tak bergerak sama sekali.


Cakar monster itu memecahkan kaca dan berusaha masuk ke dalam kelas. Semuanya berteriak ketakutan. Andrew menatap semuanya. Jika ia berubah sekarang, identitas nya akan ketahuan.


" Harry, perintahkan semua murid serta guru yang ada disini untuk perlahan turun dari jendela belakang. Aku akan mengatasi monster ini sampai kalian turun. "


" Aku tak akan melakukannya, Andrew. "


" Ini satu-satunya cara agar semua selamat, Harry. "


" Tapi kau mengorbankan dirimu sendiri! "


Terjadi perdebatan singkat antara Harry dan Andrew, hingga Andrew menghela nafas ketika monster itu berjalan menjauhi kelas nya tetapi menghalangi tangga darurat.


" Kami dengar percakapan kalian! Dan aku tak mau turun dari jendela ini! " Seru salah satu perempuan sombong di kelas itu, Andrew dan Harry hanya menghela nafas.


" Fine. Harry, kau dan yang lain turun lewat tangga darurat. "


" Tangga darurat nya dihalangi monster itu, bodoh! Kau mau kami mati!! " Seru perempuan itu lagi, sungguh menyebalkan sekali perempuan satu ini. Batin Harry dan Andrew.


" Kami akan turun lewat jendela. "


" Aku akan mengalihkan perhatian monster itu, setelah itu kalian cepat turun lewat tangga darurat. " Andrew menjelaskan, semuanya sejujurnya tak setuju akan hal itu karena Andrew lah orang terpenting di kelas. Tapi perempuan itu setuju akan ide Andrew.


" Bagaimana denganmu, An? "


" Jangan pikirkan aku, pergilah Harry. "


Keduanya saling terdiam. Kemudian Andrew membuka pintu kelas dengan kasar dan berdiri di tengah lorong.


" Hey kau!! Jangan berdiri di sana saja! Kejar aku jika kau bisa! " Seru Andrew, dan monster itu langsung berlari mengejar Andrew. Meninggalkan tangga darurat nya.


" Cepat turun semua! "


Para murid dari kelas lain juga segera turun dari tangga darurat. Harry yang ikut turun sebenarnya tak ingin meninggalkan Andrew. Tapi apa daya Andrew yang meminta hal ini.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


" Damon? "


" Andrew? "


Mereka langsung saling memunggungi ketika melihat monster yang menghadap mereka. Monster yang Andrew bawa dan monster yang Damon bawa.


" Kurasa aku butuh sedikit bantuan disini, Damon. "


" Sorry man. Aku sedikit sibuk disini. "


Kedua monster itu langsung menyergap Andrew dan Damon, keduanya langsung berlari menghindar.


" Astray! Apa ada beberapa murid disini?! " Seru Damon. Ia tak ingin identitas Astray dan Raiser terbongkar.


" Tidak ada murid disini. Semua murid sudah berada di luar sekolah dan beberapa di lantai bawah. " ujar Astray, membuat Damon dan Andrew saling menatap dan mengubah diri mereka.


Damon dan Andrew menekan jam tangan mereka, part part Astray dan 00 mulai menempel di tubuh Andrew dan Damon. Berubah lah mereka menjadi Astray dan Raiser.


" Ini lebih baik. "


Kedua monster itu semakin menyerang mereka tanpa henti. Membuat mereka langsung mengeluarkan senjata mereka.


" GN Sword! "


GN Sword milik Andrew langsung menebas tangan dan kaki monster itu, membuat kedua monster itu tak bisa bergerak atau mencakar mereka. Sehingga Damon langsung melompati Andrew dengan pedang Gerbera Straight miliknya di angkat tinggi-tinggi.


" Gerbera Straight! "


Pedang Gerbera langsung membelah kedua monster itu menjadi dua. Sekarang hanya tersisa mereka berdua, dengan mayat kedua monster itu di lantai.


Baru saja Andrew dan Damon hendak melepas part mereka, tiba-tiba di lapangan terlihat banyak monster yang menyerang para murid dan guru.


" Bloody hell.. "


Andrew dan Damon langsung turun dan berdiri di depan para murid dan guru. Semuanya bersorak sorai ketika melihat Andrew dan Damon. Belum tau saja identitas asli mereka...


" GN Sword!! " Andrew mengambil kedua GN sword miliknya dan menebas semua monster di hadapannya.


" Gerbera Straight!! " Damon juga langsung menebas monster-monster di depannya.


Walaupun mereka berdua sudah menghabisi banyak monster, tapi jumlah monster itu seolah-olah tak berkurang.


Tiba-tiba, gundam yang lain datang. Dan langsung bantu menyerang.


" Kenapa kalian tak mengatakan kalau kalian kesusahan?! " Seru Jeremy dalam part Unicorn.


" Buster Rifle!! " Vania mulai menyerang dengan rifle di tangan Wing. Sayap Wing seketika melebar melindungi para murid dan guru.


" Hyper Bazooka! " Jeremy mulai menyerang juga. Dengan bazooka di tangan Unicorn, ia langsung menembaki para monster.


" Super shuriken! " Rey melempar shuriken kearah para monster, beberapa monster langsung mati dalam sekali serang.


Sedangkan Try Burning yang merupakan gundam type fighter, tengah memukul para monster dari jarak dekat.


Semuanya menyerang, hingga semua monster melebur menjadi abu. Semuanya mati, meninggalkan para gundam dengan para murid dan guru.


Semuanya bersorak-sorai dan meneriakkan terima kasih pada para gundam. Yeah, para gundam sudah mengalahkan dan melindungi mereka, wajar jika mereka bersorak-sorai dan berterima kasih.


Berbeda dengan Harry, ia langsung masuk ke dalam sekolah. Mencari sahabatnya ketimbang bersorak-sorai ke para gundam itu.


Andrew yang melihat itu langsung terbang terlebih dahulu. Meninggalkan kelima kawannya. Ia terbang ke langit dan langsung menjatuhkan diri kearah sekolah.


Ia memeluk lututnya dan menjatuhkan diri ke lorong sekolah. Melepas part 00 dan hendak berjalan mencari Harry. Tapi sayang saat terjatuh dari atas ke lorong, kaki nya terkena pecahan kaca.


" Andrew!! "


Harry langsung menghampiri Andrew yang terduduk. Ia melihat luka di kaki Andrew dan langsung membalut luka nya dengan perban.


" Kenapa kau kembali? "


" Kau pikir aku akan meninggalkan mu? Dasar... "


Andrew tersenyum pelan kemudian berjalan pelan dengan bantuan Harry.