
17.17 : Blame
Andrew membanting 00, hingga 00 tersungkur lemas.
" Kau... Kau tak memberitahu ku tentang ayahku yang seorang partner! "
00 seketika berubah menjadi manusia, ia terduduk lemas. Walaupun ia robot, bukan berarti ia bisa bertahan jika di banting seperti itu.
" Maaf, Andrew.. "
" Ayahku meninggal karena kau... Ibu ku pergi karena kau... "
00 tertunduk, sedangkan Gundam yang lain menatap Andrew. Sudah sebaiknya mereka memberitahu Andrew lebih cepat.
" Kau... Kau tau sesuatu dan kau tak memberitahuku... Why? "
Andrew menatap 00 yang menunduk terus menerus. Ia menahan air matanya, berusaha tak menangis.
" Kita partner, kan? 00? "
00 masih terdiam, sedangkan Andrew yang tidak mendapat jawaban apapun dari 00 terkekeh. Ia menatap langit-langit ruangan sembari menggigit bibir bawahnya, menahan agar air mata tak keluar mengingat ayahnya yang mati di depannya.
" Yeah, kita partner... "
" Kalau kita partner... Apa seorang partner menyembunyikan sesuatu dari partnernya sendiri? "
" Aku tak ingin memberitahu mu, And. "
" Why? "
" Karena aku yakin itu akan menyakiti sangat menyakiti dirimu. "
Andrew menatap sekitar, walaupun begitu jika 00 dan yang lain memberitahu lebih awal, ia akan tau kapan kematian ayahnya kan? Sehingga ia bisa melindungi kedua orang tuanya?
" Walaupun menyakiti hati ku, bukan berarti kau tidak memberitahu, kan? "
Semuanya terdiam. Andrew yang meminta penjelasan, 00 yang tak mau menjawab, serta Astray, Unicorn, Delta, Try Burning dan Wing yang juga kebingungan dengan jawaban yang akan mereka lontarkan.
" Kau tau, aku tak menginginkan semua ini. "
Andrew tersenyum, bahkan dari senyumannya saja terlihat jelas ia sangat terluka dan hancur.
" Andrew, kita- "
" Apa? Kalian apa? "
Andrew menatap Try Burning, bulir air mata mengalir membasahi pipi Andrew. Ia benar-benar hancur dan kacau akan hal ini.
" Aku tak menginginkan semua ini... Aku tak menginginkan kedua orang tua ku meninggalkan ku, tak ingin menjadi pahlawan pelindung kota, tak ingin mengetahui galaksi dan planet ini... "
Andrew menggigit bibirnya lagi, ia benar-benar dikuasai amarah. Banshee dan beberapa Gundam yang mendengar emosi Andrew yang meluap luap dari luar hanya bisa menghela nafas. Mereka mengerti bagaimana perasaan Andrew apalagi saat 00, partner nya merahasiakan sesuatu darinya.
" Aku tak ingin punya Dark Power, tak ingin menjadi partner siapapun, bahkan aku tak ingin bertemu dengan kalian!!! "
" Maafkan kami, Andrew... "
00 bersuara, membuat Astray, Delta, Wing, Unicorn dan Try Burning menghampiri 00 dan meminta maaf pada Andrew.
" Kami tak menginginkan semua ini juga.. " Unicorn menyahut, membuat yang lain hanya mengangguk pelan.
" Kami tak mengira hal itu akan terjadi... " Delta ikut menyahut seraya menunduk dengan penuh penyesalan.
" Andrew, kau tak apa? "
Banshee yang melihat Andrew langsung menghampiri Andrew. Membuat Andrew hanya menghindari Banshee.
" I'm okay, Banshee. Aku hanya ingin sendiri. "
Andrew menggunakan Dark Power nya dan melesat menjauhi tempat itu, berusaha mencari tempat untuk menenangkan diri. Pikiran nya kacau, hati nya hancur, semuanya berantakan. Rencana awal yang untuk menolong Vania dan yang lain, hancur begitu saja.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
00, Astray, Wing, Delta, Unicorn dan Try Burning yang masih berada di tempat mereka hanya terdiam melihat Andrew yang pergi begitu saja.
" Aku sudah bilang, konsekuensi nya akan berat jika kita tak memberitahunya. " Delta menyahut, ia melipat kedua tangan robotnya.
" Kau memberi petunjuk pada Andrew, kan? Memberi petunjuk tentang perusahaan itu dan menuntunnya kesana? " 00 menatap Delta, sedangkan Delta hanya mengangguk pelan.
" Dia berhak untuk mengetahui itu, 00. Selama apapun kita sembunyikan, suatu saat ia akan tau. "
" Sudahlah, aku sarankan kita semua mencari Andrew dan langsung menceritakan hal yang harus ia ketahui. Kamu partnernya, kita partnernya juga! " Astray bangkit dan langsung keluar ruangan, disusul Gundam yang lain.
Keenam Gundam itu melesat mencari Andrew, beruntung mereka menemukan Andrew dengan cepat. Mereka mendarat perlahan dan mendekati Andrew perlahan.
" Maafkan kami, Andrew. Aku dan yang lain tak menduga hal itu akan terjadi. "
00 yang kini berdiri di belakang Andrew menyahut. Ia tak berani untuk menghampiri Andrew lebih dari itu.
" Aku maafkan atau tidak, apa kedua orang tua ku bisa kembali? "
Keenam Gundam itu terdiam. Andrew masih belum bisa menerima hal itu, dan mereka berenam menyadari hal itu.
Tiba-tiba, sebuah serangan meluncur cepat kearah Andrew. Beruntung Darkness, dan para Gundam langsung mengetahuinya dan menyerang balik.
" What was that? "
Andrew membalikkan badan, nampak beberapa pesawat tempur menembaki mereka semua.
" Time for battle, Andrew. "
Darkness berbisik. Andrew langsung di selimuti oleh Darkness dengan wujud Gundam hitam. Ia langsung menyerang pesawat tempur itu.
" On your left! "
00 langsung melemparkan GN Sword miliknya dan mendorong pesawat yang meluncur kearah Andrew.
Terjadi peperangan singkat antara pesawat tempur itu dengan Andrew beserta Gundam nya. Peperangan itu di menangkan oleh Andrew dan kawan-kawannya.
" Nice works! " seru Astray, membuat yang lain saling tersenyum. Sepertinya mereka sudah bisa bekerja sama.
" Yeah, aku maafkan kalian. Memang menyakitkan, tapi.. Apa boleh buat? Aku tak bisa mengulang waktu karena suatu hari nanti dad juga akan meninggal. "
Andrew tinggi nya bangunan bangunan di perbatasan Crystalshear, ia tersenyum kemudian menatap kawan-kawannya.
" Yeah, let's do it. "
Para Gundam tersenyum kemudian berdiri di samping Andrew, bersiap untuk dash menuju Crystalshear dan langsung menuju markas Fredery.
" Let's save our friends, partner. "