Hero Zero

Hero Zero
14.14 : Harry's Story



14.14 : Harry's Story


" Dulu, aku seorang robot yang diciptakan oleh seorang lelaki gila bernama Fredery Watson. Awalnya, aku hanya robot biasa yang ia buat untuk menjadi budak nya... "


" Dia menangkap para Gundam, bahkan semua Gundam yang berada di planet Zero telah ia tangkap dan ia siksa. Hingga saat itu aku bertemu dengan enam Gundam. Tentu saja itu partner kalian. "


" Mereka berusaha kabur, aku membantu mereka. Aku melindungi mereka sampai-sampai para manusia yang lain menembaki mereka dan terkena padaku. "


" Fredery membuat diriku lagi, dengan ingatan yang sama, tapi tubuh yang baru. Yang kau temui ini adalah tubuh baruku. Aku di perintahkan untuk memburu Gundam yang kabur dan membawanya kembali ke planet Zero. "


" Sayang nya, mesin ku terkena kendala. Membuatku terjatuh tak sadarkan diri dan diselamatkan oleh dua orang manusia yang sekarang aku panggil sebagai ayah dan ibu. "


" Mereka berdua menampung ku. Memberikanku rumah, pakaian, dan segala hal yang aku butuhkan. Aku tau mereka bekerja di bawah perusahaan STARS yang merupakan anak perusahaan dari GALAXY di planet Zero dengan pemimpin perusahaan GALAXY adalah Fredery. "


" Suatu ketika, mereka pulang malam. Aku akhirnya berniat mengunjungi mereka dan menunggu mereka selesai rapat. Hingga tiba-tiba terdengar suara tembakan dari dalam ruang rapat. "


" Aku yang tengah mengintip dengan alat ku, langsung ambruk melihat hal itu. Keduanya di bunuh di sana, di bunuh oleh Fredery. "


" Jujur, aku murka, saat itu semua yang ada di pikiranku hanyalah untuk membunuh Fredery. Aku ingin dia mati. Dia tak tau bagaimana perasaannya jika melihat orang yang ia sayangi mati di depannya. "


" Lalu.. Kenapa tidak kau lakukan? "


Andrew yang sedari tadi mendengarkan Harry bercerita akhirnya bersuara. Membuat Harry tersenyum datar menjawab pertanyaan Andrew.


" Aku tak bisa. Aku sudah di rancang oleh Fredery agar tidak melawannya. Aku tak bisa. Hingga aku bertemu dengan mu. "


Kedua nya terdiam, Andrew masih terkejut mendengar cerita Harry. Ia pikir keluarga nya adalah keluarga bahagia. Tenyata... Sebesar itu rahasia Harry.


" Terima kasih sudah menceritakannya padaku, Harry. "


" You're welcome. "


Malam harinya, Andrew hendak pamit dari rumah Harry.


" Terima kasih untuk hari ini, Harry. "


" Sama-sama. "


Andrew melangkahkan kaki menjauhi rumah megah Harry, hingga Harry teringat sesuatu dan menghampiri Andrew.


" An, tunggu! "


Andrew menoleh, menunggu Harry mengatakan hal yang ingin ia katakan sampai membuat Andrew menunggu.


" Sampai jumpa besok di sekolah ya. "


" Iya, sampai jumpa besok. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya,


Andrew bangun lebih pagi, kemudian menggosok gigi nya dan sedikit berbincang singkat dengan Darkness. Sudah menjadi rutinitas pagi Andrew kalau tentang berbicara dengan Darkness.


Andrew mengenakan seragam sekolah nya seraya mengambil tas nya. Andrew menatap cermin kemudian menukar kesadarannya dengan Darkness. Setelah itu, ia turun ke bawah, hendak pergi dengan Damon. Tapi tanpa di duga...


" Damon, ayo berangkat- "


Terlihat semua kawannya mengenakan seragam sekolahnya. Membuat Andrew heran sekaligus senang.


" Mereka murid baru di sekolah kita. Jadi... Kita berangkat bersama saja. "


Keenamnya berjalan menuju sekolah. Tak sampai 15 menit kemudian, mereka berenam sudah berada di lorong sekolah mereka. Tengah meletakkan barang-barang mereka ke dalam locker.


Banyak murid membicarakan penampilan baru seorang Andrew Xavier. Rambut coklat nya yang menutupi mata nya, serta iris berwarna hitam, membuat Andrew terlihat sangat berbeda dari biasanya.


" Kau menggunakan Dark Power? " bisik 00 ketika ia menatap Andrew.


" Of course. Ini sebagai salah satu latihan untuk mengendalikannya. "


Baru saja mereka hendak menuju kelas masing-masing, seorang pria mendekati Vania yang kini berada di lorong menuju kelas nya. Sontak, Andrew, Harry, Rey, Jeremy, Damon dan Tom yang berada di lorong yang berbeda, langsung melihat pria yang mengganggu Vania.


" Just get off of me! "


Vania mengancam, tetapi pria itu semakin mendekati Vania. Keenam lelaki itu langsung menghampiri Vania, dan Andrew langsung menahan tangan lelaki itu.


Lelaki itu hendak memukul Andrew hingga Harry datang dan langsung memelintir lengan lelaki itu. Membuat lelaki itu meringis dan akhirnya berjalan menjauhi mereka bertujuh seraya mengumpat.


" Kau harus hati-hati Vania. "


" Thanks Andrew, thanks Harry. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di kelas,


Andrew nampak gelisah, membuat Harry yang duduk di samping Andrew menatap heran. Andrew mengetuk jari nya di meja, ia menenggelamkan wajah nya di antara kedua tangannya.


" You okay? "


Harry menepuk bahu Andrew, membuat Andrew hanya menggelengkan kepala tanpa menatap Harry.


Andrew langsung berdiri dan mengangkat tangan, membuat semuanya menatap Andrew dengan tatapan heran.


" Saya izin ke toilet sebentar. "


Andrew keluar dari kelas dan berjalan cepat menuju toilet lelaki di dekat sana. Ia langsung masuk dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam. Ia menatap pantulan dirinya di cermin.


" Apa yang terjadi, dude? "


Andrew berusaha mengatur nafasnya seraya menatap Darkness. Pantulan Darkness hanya menggeleng pelan. Bahkan sisi gelapnya tak tau apa yang terjadi.


Tiba-tiba nampak tentakel hitam muncul tepat di belakang Andrew, membuatnya langsung membalikkan badannya.


" Dark Power? "


Andrew membatin ketika melihat tentakel itu sangat mirip dengan tentakel milik Darkness.


" Aku sarankan untuk kabur. Karena yang di hadapanmu juga Dark Power. Aku bisa menyerapnya, tapi itu berarti kau akan kesulitan lagi dalam mengendalikan ku. "


Darkness yang kini mengambil setengah kesadaran Andrew langsung mengarahkan tubuh Andrew menjauh dari kamar mandi.


" Darkness, kita sudah cukup jauh. "


Andrew yang berusaha mengendalikan setengah kesadaran nya untuk berhenti akhirnya bersuara.


" Dia Dark Power juga? " tanya Andrew di sela usahanya untuk menghentikan Darkness.


" Yeah. Mungkin rasanya akan sama seperti kau bertemu denganku, akan sulit dikendalikan dan semacamnya. "


Baru saja Darkness mengatakan hal itu, terdengar teriakan dari arah kelas Andrew. Membuat Andrew berlari menuju kelas nya. Terlihat di lorong depan kelas Andrew, terdapat tentakel hitam yang baru saja ia temui di kamar mandi.


" ****... "


Andrew langsung berlari kesana tanpa ragu, membantu Harry untuk mengevakuasi para murid yang berada di sekitar sana.


" Jangan gegabah, An.. "


Harry memperingatkan, ia masih sibuk dengan mengevakuasi para murid yang berlarian.


Gundam datang beberapa menit setelahnya, ttentu saja datang setelah lokasi kejadian aman dan hanya menyisakan Andrew dan Harry.


" Hado Reppaku-Ken! "


Try Burning mengarahkan tinju api nya ke lantai. Api menjalar dari lantai menuju tentakel itu, alih-alih terbakar, tentakel itu malah semakin kuat dan lincah menyerang.


" You can't stop me!! "


Tentakel itu lebih kuat dari yang lain, bahkan berhasil menahan semua serangan para Gundam sekaligus menahan mereka di tempat.


" Take this!! "


Andrew dengan partner Darkness muncul dan langsung memukul mundur tentakel itu. Walaupun begitu, tentakel nya masih tak lepas dari kawan-kawannya.


" Dark Sword!! "


Dua bilah pedang dari 𝘣𝘢𝘤𝘬𝘱𝘢𝘤𝘬 milik Darkness langsung keluar dengan sendirinya dan langsung di gunakan oleh Andrew dan menyayat tentakel itu.