
Di Kediaman Keluarga Agustama
Masih tercium aroma sisa hujan kemarin. Bau tanah yang begitu khas. Nampak cahaya Sang Surya yang memaksa menembus gumpalan-gumpalan awan itu.
Hans hanya bisa terdiam di rumah pasca kecelakaan itu. Ia memandangi ruang kerjanya. Namun pandangannya teralihkan dengan sebuah catatan kecil yang tertempel di meja kerjanya itu.
“Hans aku menulis ini agar kelak kau ingat tentang permintaanku.
1. Tetaplah berada disampingku.
2. Jika aku hilang maka kau harus bisa menemuiku.
3. Jangan lupa untuk membuat game yang aku inginkan dan aku adalah orang pertama yang harus mencobanya.
Tertanda Tabib Kesayangan Ksatria Hans- Hana.”
Hans merasa ada sesuatu yang menusuk jantungnya, kepalanya mulai pusing. Ia segera ke kamar mengambil obat yang telah disiapkan Sara di laci meja.
Ia meminum dan berharap sakit kepalanya akan menghilang. Ia pun mulai mengantuk dan merebahkan dirinya di kasur.
“Hans, aku juga mencintaimu,”
Hey kau jangan berlari, awas saja kalau aku bisa menangkapmu akan tidak akan pernah melepasmu.
“Hahahaha coba saja kau tidak akan pernah bisa menangkapku Hans,”
Hans terbangun dari tidurnya, ia melihat ke arah jam dan menunjukkan pukul 02.00 siang.
“Siapa wanita yang ada di mimpiku tadi? Mengapa kami terlihat sangat akrab,” gumam Hans.
Ia pun mengambil ponselnya, ia tidak bisa menemukan apa-apa di ponsel itu. Ponsel itu baru diberikan oleh kakaknya kemarin.
Elang memberi tahu bahwa ponsel lamanya itu hancur saat kecelakaan terjadi. Tiba-tiba seorang wanita dengan rambut yang sudah mulai memutih sebagian masuk ke dalam kamar Hans.
Wanita tua itu adalah Ibu Hans.
“Sayang kau sudah bangun? Mama membawakan makanan kesukaanmu,”
“Ma, bisakah aku bertanya sesuatu?”
“Apapun itu sayang silahkan,”
“Ma, apakah mama kenal dengan seorang wanita bernama Hana?”
“Hana?”
Ibu Hans terlihat kebingungan, Hans yang melihat itu tidak melanjutkan pembicaraannya lagi.
“Nak, ibu tahu kau masih bingung dengan keadaan ini, mama hanya ingin memberi tahu mu bahwa kau dan Sara sudah lama bercerai. Percayalah padaku, mama hanya ingin kau bahagia,”
“Ma, aku tidak bisa mengingat apapun. Yang ku tahu Sara adalah istriku, berikan aku waktu untuk mencari memoriku yang hilang, Aku mencintai Sara ma,”
“Hans...”
“Ma, sudahlah aku akan memakan ini dan kembali beristirahat,”
Ibu Hans pun hanya bisa menghela nafas panjang. Ia benar-benar tidak ingin anaknya itu dipermainkan lagi oleh Sara.
Ia pun tidak berani memaksa Hans untuk mengingat semuanya. Ia takut jika itu terjadi Hans akan benar-benar kehilangan seluruh ingatannya.
Hans mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Sara. Namun tidak ada jawaban. Ia pun mulai menghabiskan makanan yang dibawakan ibunya tadi.
*
*
Elang yang baru saja datang dari kantor. Memeluk ibunya yang sedang menontont televisi di ruang tamu.
“Ma, mengapa wajahmu muram seperti itu?”
“Hmmm, mama hanya ingin Hans segera pulih dan bisa mengingat semua ini. Kuping mama itu panas saat dia bilang bahwa Sara itu adalah istri yang sangat di cintainya. Lihatlah dari pagi ia telah hilang dan belum kembali,”
“Mama harus sabar, ingat kata dokter kita tidak bisa memaksa Hans, kita harus pelan-pelan ma,”
“Baiklah,”
“Ma, besok aku akan berangkat ke Kota S. Aku akan bertemu dengan rekan bisnisku. Bagaimana jika aku mengajak Hans untuk ikut, aku rasa Hans akan sangat senang dengan ini,”
“Tanyakan saja pada Hans, apakah ia ingin ikut atau tidak,”
Elang pun mengecup kening ibunya itu dan bergegas menuju kamar adiknya.
“Tok.. tok..tok... Hans kakak masuk ya,” ucap Elang.
Elang pun membuka pintu dan melihat adiknya tengah berdiri di di balkon kamarnya.
“Hans, apa yang sedang kamu pikirkan?”
“Ntahlah kak, belakangan ini aku memimpikan seorang wanita, kami terlihat sangat akrab. Namun wajah wanita itu terlihat samar dan aku bisa yakini dari suaranya itu bukan Sara,”
“Aku masih kepikiran dengan perkataan mama tadi, ia bilang bahwa aku dan Sara telah lama berpisah namun aku tak bisa mengingatnya yang aku tahu bahwa Sara masih istriku,”
“Hmmm kaumu jangan terlalu berpikir keras Hans, bagaimana jika besok kamu ikut kakak ke Kota S? Kakak akan ada pertemuan dengan rekan bisnis kakak,”
“Itu ide yang bagus kak, aku juga sudah sangat bosan di rumah saja, jadi bisakah aku mengajak Sara juga?”
“Terserah kamu, tanyakan saja pada Sara apakah dia ingin ikut atau tidak,”
Hans hanya mengangguk tanda mengerti. Elang pun lalu pergi meninggalkan Hans dan kembali ke kamarnya.
Di Sebuah Apartemen
“Sara, apakah kau sungguh-sungguh untuk kembali dengan mantan suami itu?”
“Hahaha apa kau bodoh? Aku hanya ingin uangnya saja. Aku menyesal dulu meninggalkan dia tanpa membawa sebagian hartanya,”
Sara sedang bersama selingkuhannya. Ia menemui selingkuhannya itu di sebuah hotel. Ia tengah duduk diatas paha laki-laki itu. Ia menggantungkan tangannya di leher laki-laki itu.
Laki-laki itu bernama Adi, Sara dan Adi bertemu saat mereka mengadakan kerja sama untuk sebuah iklan parfum.
“Jadi apa rencanamu kedepan ini sayang,” tanya Adi.
“Sekaran mantan suamiku itu sedang amnesia, ia hanya mengingat bahwa aku adalah istri yang sangat dicintainnya. Aku akan memanfaatkan ini untuk dapat hamil anaknya. Dulu aku sangat menyukai Elang kakaknya, namun aku di tolaknya. Karena aku tahu Hans yang polos itu juga menyukaiku jadi ku manfaatkan saja dia untuk masuk ke dalam keluarga itu,” ucap Sara.
“Hey hey sayang, bisakah kau hamil anakku?” goda Adi yang mulai mengelus-elus punggung Sara.
“Hahaha itu ide yang bagus, lagi pula aku akan sedikit susah untuk mendekati Hans karena ibu mertuaku yang tidak bisa menerimaku kembali.” Sara menggoda balik Adi dengan mulai mengecup bibirnya yang beraroma tembakau itu.
Adi pun menggendong Sara ke kasur. Ia mulai melepas satu persatu kancing baju Sara. Ia menciumi setiap inchi tubuh Sara. Tangan Adi memegang kedua tangan Sara dan menariknya ke atas.
Sara hanya bisa menggeliat kegelian dan hanya pasrah. Ia menggigit bibir bawahnya itu dan mengeluarkan suara desahan.
“Ahhhh.mphhh... sayang kau sangat bisa memanjakan aku,”
Adi pun mulai terangsang dengan desahan Sara. Ia menciumi Sara dengan sangat arogan.
Sara pun terbawa suasana, tanpa sadar ada cairan bening yang keluar dari daerah kewanitaanya. Adi yang melihat itu langsung memasukkan kepunyaanya ke dalam daerah kewanitaan Sara.
Ia memaju mundurkan punggungnya itu. Bibirnya tetap menyapu bibir seksi Sara. Sara menggigit bibir bawah Adi.
Adi melepaskan ciumannya itu dan tersenyum menatap wajah Sara.
“Mmmpphh....ahhhh faster sayang,” ucap Sara.
“Sayangg ahhhh.. nikmatilah...” ucap Adi.
“Aku sudah tida..k tahan sayang.” desahannya menjadi-jadi.
Adi yang makin terangsang dengan suara desahan Sara. Memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat seirama dengan desahan Sara.
“Ahhh.ahhhh......ahhhh...”
Suara desahan Adi dan Sara memenuhi ruangan itu. Mereka telah mencapai klimaks dalam permainan sengit itu.
Adi pun menjatuhkan dirinya di samping Sarah. Tubuh mereka di basahi oleh peluh keringat mereka. Cairan putih panas mulai mengalir dari daerah kewanitaan Sara.
Nafas mereka saling menderu. Sara mendekati Adi dan tidur di lengannya sambil memeluk erat tubuh Adi.
“Sayang, kau memang paling ahli dalam hal ini.” ia menggigit pelan kuping Adi.
“Sayang, apa kau tengah menggodaku lagi?” sambil memberik kecupan ke bibir Sara.
“Emmmm ini apakah masih bisa dipakai lagi?” sambil menyentuh kepunyaan Adi.
“Hey sayang, kau memulainya lagi.” ia lalu melayangkan ciuman di bibir Sara.
Pasangan itu mengupang kembali pertarungan sengit mereka. Adi tak memberi ampun kepada Sara. Ia benar-benar terangsang dengan sentuhan dan desahan Sara.
Sepulang dari apartemen Adi, Sara bertemu dengan seseorang laki-laki bertopi hitam. Laki-laki itu menyerahkan sebuah kantong coklat pada Sara. Setelah mendapatkan uang dari Sara laki-laki itu lalu pergi meninggalkan Sara.
“Hans kau hanya akan bisa menjadi milikku, dengan obat ini kau tidak akan pernah bisa mengingat wanita itu kembali hahahaha”
(Visual)
Hallo readers yang baik hati dan tidak sombong..
Jangan lupa vote, like dan komentarnya ya...
Klik tanda love untuk memasukkan Hana ke daftar favorit kalian, gomawo ^_^
Visual tokoh diambil dari publik figure dan hanya untuk memanjakan readers semata!!