
Hari baru jatuh lagi, embun-embun turun seperti rindu yang tertabur di dada bumi. Memeluk bunga-bunga yang baru saja bermekaran. Memeluk dedaunan yang jatuh bersemai di tanah.Suasana pagi itu sangat indah. Meskipun tubuh telah berada di kota yang berbeda, namun separuh hati masih tertinggal di kota yang lain.
Hana terbangun dari tidurnya, ia turun ke bawah. Namun kakak yang ia cintai sudah tidak ada di semua sudut rumah. Asisten Sania menyambutnya dan memberi tahu bahwa kakaknya telah berangkat pada pagi buta buntuk perjalanan bisnis. Andrea sesungguhnya ingin sekali memberi tahu, namun karena melihat adik kesayangannya tidur pulas ia pun mengurungkan niatnya.
Asisten Sania memberikan sebuah kotak kepada Hana.
"Apa ini kak San?" tanya Hana.
"Tadi pagi Tuan Andrea berpesan pada saya untuk memberikan ini untuk nona. Panggil saja saya Asisten San nona, saya merasa tidak enak hati jika nona memanggil saya dengan sebutan kakak.” sambil menyodorkan sebuah kotak coklat muda kepada Hana.
"Hahaha, tidak apa Kak Sania, begini akan terlihat lebih akrab," ucap Hana.
"Baiklah nona, sayang mengikuti apa yang nona katakan saja," balas Asisten Sania.
Hana membuka kotak coklat muda itu, di dalamnya berisi beberapa kartu kredit, tiket taman hiburan, tiket pegelaran seni dan beberapa brosur universitas di Kota S.
"Kak Sania, apakah di kota ini akan ada pegelaran seni dan taman hiburan? mengapa kakak memberikan ini padaku, hmmmm!" tanya Hana bingung.
"Hari ini jika nona berkenan, saya akan menghantarkan nona berkeliling Kota S, hari ini ada taman hiburan yang baru buka. Taman hiburan itu bekerja sama dengan perusahaan Tuan dan memberikan fasilitas untuk bermain game, dan nanti malam ada pegelaran seni dari seniman-seniman ternama," jelas Asisten Sania.
"Kak Andrea memang selalu mendetail, baiklah aku akan siap-siap terlebih dahulu. Kak Sania juga rubahlah gaya berpakainmu ini, aku tidak ingin orang-orang memperhatikan aku nanti jika kau menggunakan setelan hitam ini," ucap Hana.
"Baik nona," jawab Asisten Sania.
Hana dan Asisten Sania pun telah siap untuk bepergian, pertama-tama mereka menuju ke sebuah kedai kecil di ujung jalan untuk sarapan. Karena Hana pernah melihat di sosial media bahwa ada sebuah kedai di Kota S yang menjual bubur dengan rempah-rempah yang sangat lezat.
"Kak, kau terlihat begitu cantik menggunakan pakaian seperti ini,' ucap Hana.
"Nona, anda terlalu berlebihan." Asisten Sania menjawab dengan wajah yang sedikit kemerahan.
" Aku serius kak, apakah kau sudah menikah? tanya Hana.
"Itu, aku belum memikirkannya nona, saya masih ingin mengabdi pada Tuan Andrea," jawab Asisten Sania.
"Lalu apakah ada orang yang kau sukai?" tanya Hana.
Asisten yang hanya mengangguk pelan dengan wajah yang sedikit kemerahan. Hana hanya tertawa kecil melihat itu. Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Mereka menyantap pesanan mereka dengan lahap sambil mengobrol ringan. Setelah makan Hana tidak lupa meminum vitamin untuk kandungannya. Asisten Sania pensaran dan hendak bertanya, namun di urungkan niatnya karena ia masih belum memahami nonanya ini.
Diperjalanan Hana sibuk membolak-balikan brosur universitas yang telah disiapkan kakaknya. Ia mengagumi kakaknya karena selalu ingat apa yang dia katakan. Hana memang berencana melanjutkan kuliah S2-nya. Ia bercita-cita ingin bisa menjadi seorang analis pemograman game. Ia ingin membantu kakaknya untuk merintis perusahaan gamenya.
"Nona, apakah anda sudah mentukan pilihan ingin kuliah dimana?" tanya Asisten Sania.
"Huum, saat pembukaan tahun ajaran baru aku akan mendaftar di University Of GT aku akan mengambil S2 pemograman tentang game, kau tahu aku sangat suka bermain game, bahkan sering mereview game itu," ucap Hana.
"Kau terlihat sangat mirip dengan Tuan Andrea, nona," ucap Asisten Sania.
Hana hanya tersenyum, namun seketika dia sedih jika mengingat pertemuannya dengan Hans berawal dari sebuah game. Ia lalu menoleh ke arah jendela menyembunyikan air mata yang sudah hampir pecah dipelupuk matanya. Ia memandangi jalanan, menatap semua yang dapat ia tatap.
Tak lama kemudia sampailah mereka di sebuah taman hiburan yang sangat besar. Taman hiburan itu baru di buka seminggu yang lalu. Hana sangat senang karena ia sudah lama tak pernah ke taman hiburan. Ia pun langsung menjelajahi semua fasilitas hiburan. Karena dia telah memiliki tiket vip, ia bisa bebas menikmati semua fasilitas disana tanpa perlu membayar apapun lagi.
Karena saking senangnya, dan lupa bahwa ia tengah hamil. Ia meguras semua tenaganya, akhirnya dia pun kelelahan dan hampir pingsan. Untung saja Asisten Sania selalu berada disampingnya dan segera membawa Hana ke ruangan kesehatan yang tersedia di taman hiburan itu.
"Nona, apakah anda baik-baik saja?" tanya Asisten Sania.
"Emm, aku tidak apa-apa ka, aku mungkin senang dan mencoba semua fasilitas itu hingga kelelahan." bohong Hana.
Hana pun beristirahat disana, hingga kondisinya benar-benar pulih kembali. Asisten Sania pun meninggalkan Hana untuk membelikan makanan. Hana lalu memanggil dokter yang memeriksanya tadi dan memberitahu dokter tersebut untuk tidak membicarakan soal kehamilannya.
Tiba-tiba ponsel Hana berbunyi, di layar teleponnya terpampang jelas nama Kak Andrea. Ia pun mengangkatnya, ia sadar bahwa kakak sudah tahu keadaanya dari Asisten Sania.
Hana: "Hallo kak,"
Andrea: "Hana, apakah kamu baik-baik saja? saat aku menelpon asisten Sania, dia memberitahu kakak bahwaBkamu hampir pingsan saat ditaman hiburan,"
Hana: "Aku hanya kelelahan kak, aku hanya sangat senang dan mencoba semua fasilitas di taman hiburan ini, kau tahu fasilitas disini sangat keren, aku snagat kagum dengan keahlianmu ka, dan aku ingin segera bergabung diperusahaanmu,"
Andrea: "Hahahaha kamu tahu, semua ini berkat kamu, dulu kamu selalu membagikan ide-ide tentang sebuah rancangan game untuk hiburan yang bukan hanya bisa dinikmati mellaui online namun bisa langsung di gunakan secara langsung. Dan tentunya kakak akan sangat senang jika kamu bisa bergabung di perusahaanku,"
Hana: "Tentu saja kak, adik siapa dulu ini hahahaha, namun aku ingin menyelesaikan kuliah S2 ku terlebih dahulu, okay. Aku sudah menentukan pilihanku, makasi ya kak kau selalu mengingat setiap detail keinginanku,"
Andrea: "Hahahah ya sudah apapun pilihanmu, kakak akan selalu mendukungmu. Kamu istirhatlah dulu, sampai bertemu kembali akhir pekan nanti,"
Hana pun kembali menaruh ponselnya di meja sebelah. Namun saat sedang ingin menutup mata ia mendengar beberapa orang di luar sedang membicarakan tentang seorang yang sedang koma. Orang itu adalah adik dari seorang rekan kerja kakaknya yang ikut berpartisipasi dalam taman hiburan ini. Ia telah koma selama sebulan penuh karena kecelakaan.
Hana yang mendengar itu merasa agak sedikit kasihan. Ia pun berdoa semoga orang yang tengah koma itu secepatnya sadar. Asisten Sania pun datang membawakan bubur dengan sup ayam kacang merah. Hana sangat senang ia tahu bahwa kakaknya lah yang memberi tahu Asisten Sania tentang makanan kesukaanya.
Merasa sudah enakan, Hana meminta Asisten Sania untuk kembali kerumah. Namun setibanya di rumah Hana merasa agak sedikit mual, ia pun langsung bergegas turun dari mobil menuju kamar mandi ruang tamu. Asisten Sania pun langsung mematikan mobil dan bergegas menyusul nonanya.
"Nona, apakah anda baik-baik saja?" tanya Asisten Sania
"Hoeek.....hoeek.. aku hoek.... tidak apa-apa." Hana menjawab sambil terus memuntahkan isi perutnya.
Asisten Sania semakin yakin bahwa nonanya itu menyimpan rahasia, ia pun segera menyuruh pelayan rumah untuk menyiapkan minuman hangat untuk nona. Asisten Sania lalu memungut kantong obat yang mungkin terjatuh saat nonanya terburu-buru menuju kamar mandi.
Ia memfoto obat-obat itu, bukan bermaksud lancang namun nona Hana adalah tanggung jawabnya sekarang. Ia tidak ingin sesuatu buruk terjadi pada nonanya.
* * *
Apakah Asisten Sania akan mengetahui kehamilan Hana?
Hallo readers yang baik hati, jangan lupa vote, like dan komentarnya....
Klik tanda love juga untuk masuk ke daftar gavorit kalian, gomawo ^_^