Hana's Love Story

Hana's Love Story
Chapter 1: Rainy Sad Day




Ia terus menahan sesuatu yang kian memanas, menyesak dan serasa semakin kuat ingin meledak disudut pelopak mata. Sudah lebih dari 5 menit ia mematung disudut jalan ditengah derasnya hujan di Kota T. Usianya yang kurang 2 tahun dari seperempat abad, masih terlalu muda. Dengan dress hitam dan payung merahnya.


Menatap lirih kepada laki-laki yang tak asing baginya. Dengan seorang wanita yang cukup dewasa disampingnya. Dilemparkannya payung merah itu dan berlari ditengah hiruk pikuk kota dan derasnya hujan. Ia berlari seperti sapi gila menghampiri lelaki itu lalu menarik tanggannya.


“Lepaskan!!!, apa yang kau lakukan kepada suamiku??” teriak wanita yang sedang bersama laki-laki itu. Semua mata tertuju pada adegan itu. Seakan penuh tanya apa yang sedang terjadi.


Bagaikan tersambar petir, semua saraf ditubuhnya serasa mati rasa.


“Suami??” batinya.


Ia menatap laki-laki yang ia cintai dengan penuh tanya dan melepas perlahan tangannya. Ia mencoba mengendalikan diri dan mengumpulkan semua tenaga yang tersisa. Lalu pergi menjauh, sejauh mungkin hingga tak dapat melihat pasangan itu.


Ia berlari menerobos derasnya hujan dan keramaian orang-orang yang sedang lalu lalang. Hingga sampailah ia disebuah jembatan di danau Kota T. Ia berteriak sambil menangis


“Mengapa kau harus membohongiku??? kenapa???“. Hujanpun semakin deras, mengiringi tangisan wanita malang itu.


Saat itu ingin rasanya ia meloncat dari jembatan. Tiba-tiba seorang wanita muda menarik tangannya dan memberikan payungnya.


“Hei, girl apa yang sedang kau lakukan? Are you crazy? Hah,”


Belum sempat menjawab, ia pun jatuh pingsan. Wanita muda itu lalu pergi membawanya ke rumah sakit.


🔼


🔼


Di Rumah Sakit\~


“Silau,” ia membuka matanya perlahan dan melihat sekitar dan tangannya terpasang infus.


Wanita muda yang ia temui dijembatan pun langsung menghampirinya.


“Akhirnya kau sadar juga girl, kau sudah pingsan selama sehari penuh,”


“Apa, sehari??“ ia terkejut dan berusaha untuk bangun dari tempat tidur.


“Kata dokter kau tengah mengandung 1 bulan, dan kau tak seharusnya hujan-hujanan kemarin,” lanjut wanita muda itu.


Ia pun terdiam seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan wanita muda itu.


“Hamil??, bagaimana mungkin kau jangan mengada-ada,” lanjutnya.


“Nih.” wanita muda itu menyodorkan sebuah amplop putih.


Ia pun membuka amplop putih itu dan mengambil sebuah kertas didalamnya, cairan panaspun mulai mengalir setetes demi tetes diwajahnya.


“Tidak, bagaimana mungkin, apa yang harus aku lakukan sekarang,” batinya.


Wanita muda itu seolah mengerti apa yang sedang terjadi. Dan pergi keluar untuk memberi ruang. “Aku mau keluar sebentar, mengurus administrasi kau istrihatlah sebentar, dan jika kau tidak keberatan, kau bisa tinggal diapartemenku dulu.”


Cairan panas itu mengalir semakin deras membasahi pipinya, ia memegang dadanya yang mulai sesak. Seakan masih belum bisa menerima semua ini. Ia masih syok atas kejadian kemarin dan hari ini ia baru tahu bahwa ia tengah hamil.


Tiba-tiba pintu pun terbuka.


“Nona Hana Putri Pramudya, sorry tadi aku mengambil dompet ini ditasmu, aku perlu untuk urusan administrasi,” seru wanita muda itu. Ya, nama wanita malang itu adalah Hana Putri Pramudya dan sering dipanggil Hana.


“Aku Daisy Qirani Alfaris, panggil aja Daisy,” dengan menyodorkan tanggannya.


Namun Hana hanya mengangguk dengan lemas sembari menyeka sisa air mata dipipinya. “Panggil saja Hana.” lanjutnya.


“Baiklah Hana, kamu tinggal sama aku dulu hari ini, aku tidak yakin untuk meninggalkanmu sendiri.” lanjut Daisy.


“Aku..Aku.. tidak ingin merepotkanmu lebih dari ini,” seru hana.


“Hmm baiklah, terimakasih sebelumnya dan aku besok akan langsung balik ke Kota H, tempat tinggalku,” seru Hana.


“Baiklah, barang-barangmu sudah kurapikan, apakah kau mau pulang sekarang atau kau ingin disini dulu,? Daisy bertanya.


Setelah terdiam beberapa lama akhirnya Hana pun menjawab “ lebih baik kita pulang saja.”


Bagaikan dua orang yang telah bersama lama Daisy memegang tangan Hana menuju parkiran. Disana sudah ada taksi yang menunggu dua wanita muda itu.


“Pak, kita ke Apartemen Tulip dijalan K ya.” sebut Daisy kepada supir taksi.


“Baik nona,” sahut supir taksi sambil melajukan pelan taksinya itu.


Diperjalanan Daisy terus menanyai Hana. Namun Hana hanya akan merespon dengan mengangguk dan menggelengkan kepala. Daisypun menyadari jika Hana masih butuh waktu untuk duniannya sendiri. Daisy pun lalu memejamkan sejenak matanya. Karena dari kemarin tidak bisa tidur memkirkan Hana.


Selang beberapa lama sampailah mereka disebuah kawasan apartemen mewah di jalan K.


“Nona, kita sudah sampai,” kata supir taksi


Dengan kaget Daisy dan Hana terbangun dari tidur mereka. Daisy lalu menyodorkan bebeberapa lembar uang untuk cargo taksi.


Dengan cekatan Daisy langsung membantu mengambil barang Hana dan membantunya keluar dari taksi.


Sesampainya di kamar apartemen, Daisy memberikan baju ganti kepada Hana.


“Han, ini baju ganti dan tunggulah sebentar aku akan membuatkanmu makanan hangat,”


“Baiklah, terimakasih Daisy,” sambil mengambil baju ganti tersebut dan bergegas ke kamar mandi.


Didapur Daisy sangat telaten memasak, ia memasakkan bubur dengan campuran rempah-rempah. Setelah selesai Daisypun memanggil Hana, untuk makan bersama.


“Wah baunya wangi sekali, aku tidak menyangka kalau kamu jago masak juga,” Hana berkata sembari duduk dimeja makan.


“Wah wah jangan salah Han, aku ini multitalenta tau,” sahut Daisy sambil mengambilkan sendok dan garpu untuk Hana.


“Isy, kamu disini tinggal sendiri kah ??” Hana bertanya.


“Sebenarnya ini apartemen sahabatku Rose, aku sudah lama tinggal disini, sekarang dia lagi ada di Paris jadi ya aku sendiri disini, jika dia melihatmu Han, kuyakin Rose akan sangat senang,” sahut Daisy sambil menyuap bubur yang dia masak tadi.


Setelah selesai menyantap bubur itu, kedua wanita muda itu kembali ke kamar dan merebahkan diri dikasur empuk ukuran king size.


“Apakah waktunya sudah pas untuk bertanya ap yang terjadi dengan Hana ya ??, ah.. tidak tidak ini akan membuatnya semakin sedih, biar ku tunggu saja sampai dia bercerita sendiri,” batin Daisy sambil menggeleng dan menganggukan kepalannya.


Hana yang melihat ini langsung bertanya “Daisy kamu kenapa, sehat kan??“


“Ehh itu aku hanya sedang berpikir heheh, jadi Han besok kamu jadi pulang ke kotamu ??“ tanya Daisy.


“Iya Isy...,”sambil menghela nafas panjang.


“Jadi apakah kamu tinggal bersama keluarga disana ??“


“Iya, tapi mungkin dirumah sekarang hanya ada bibi Sukma, Kang Anto, pembantu sekaligus pengasuhku waktu kecil, orang tuaku sibuk dengan bisnis mereka, aku punya seorng kaka laki-laki tapi dia tengah sibuk merintis perusahaan gamenya di luar kota, tapi setiap minggu dia pasti akan menyempatkan diri untuk menemaniku, hmmm...,“ sahut Hana sambil menghela nafas panjang.


“Kalau begitu aku akan menemani kamu besok, sekalian aku ingin refreshing, dan dengan keadaanmu yang seperti ini aku tak yakin membiarkanmu sendiri,” Kata Daisy sambil mengacak rambut Hana.


Setelah mengobrol lama, akhirnya kedua wanita muda itu tertidur pulas.


Yeay, maaf penulis masih baru, jadi kalo ada kesalahan mohon koreksinya ya


Readers yang baik hati jangan lupa Votenya yah atau komen dan like nya + klik tanda love ya ^_^



Daisy Qirani Alfaris, wanita muda yang tengah menemani Hana. Siapa dia??? let’s be check di My Boss My Hubby by Miss Bonita