Hana's Love Story

Hana's Love Story
Chapter 10: Awal




“Kak Andrea!” Daisy berkata sambil menjentikkan jari di wajah tampan Andrea yang sedang melamun.


Daisy hanya menggelangkan kepala dan sesekali tersenyum melihat Andrea. Tiba-tiba saja suara benda terjatuh membuyarkan lamunan Andrea.


“Akhirnya, kamu tersadar juga kak. Dari tadi aku terus memanggil-manggil namamu namun pikiranmu ntah kemana kurasa.” Sambil memasukkan salep obat ke kotak P3K Daisy berkata.


“Hah, iya kah...??” seketika wajah Andrea memerah, ia sadar dari tadi sedang memperhatikan Daisy.


Kedua insan berbeda itu tertawa terbahak-bahak. Daisy pun ikut membantu Andrea menyelesaikan masakannya itu. Setelah selesai Andrea meminta Daisy untuk istirahat dan meminta obat yang sudah dibelinya untuk Hana.


Andrea pun segera menuju kamar adik kesayangannya itu.


“Han, kakak masuk ya?” membuka pintu kamar Hana.


“Wah, sup ayam kacang merah.” dengan mata yang berbinar Hana menyambut masakan kakaknya itu.


Andrea pun langsung menyuapi adiknya dengan penuh kasih sayang. Ia berencana untuk mengajak adiknya untuk tinggal di Kota S. Jadi dia bisa menjaganya. Karena ia tak mungkin meninggalkan perusahaan yang sedang ia rintis disana.


“Kak, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Hana.


“Tidak ada Hana, nah sekarang kau minum obat ya lalu istirahat.” Andrea berkata sembari membuka kantong obat yang diberikan Daisy tadi.


Hana dengan sigap mengambil obat itu, ia takut bahwa kakaknya akan tahu bahwa itu adalah obat untuk kandungannya.


“Kak, aku bisa meminumnya sendiri. Kakak istirahatlah dulu,” ucap Hana.


“Emmm... baiklah, jika kau sudah baikan, nanti malam ada yang ingin kakak bicarakan denganmu.” Andrea berkata sambil membereskan mangkok bekas sup tadi dan pergi menuju pintu meninggalkan Hana.


“Oke bos.” Hana berkata sambil mengedipkan mata.


Andrea terkejut ketika melihat Daisy yang sedang duduk dimeja makan sedang menikmati sup buatanya. Ia pun membayangkan jika saja Daisy menjadi pasangan hidupnya setiap hari ia akan melihat momen seperti ini. Ia pun mulai tersenyum-senyum.


Daisy yang melihat Andrea datang sedikit terkejut. Ia sadar belum meminta ijin untuk memakan sup yang dibuatnya.


“Ehhh Kak, maaf aku tidak meminta ijin untuk memakannya,” ucap Daisy.


“Hahaha anggap saja ini rumah sendiri Daisy, kamu tidak perlu sungkan,” balas Andrea dengan sedikit tertawa kecil.


“Mari kita makan bersama, Hana pun sedang istirahat sekarang.” Andrea berkata sambil mengambil sup.


Dari sudut ruangan terlihat Bi Sukma dan Kang Anto yang sedang memperhatikan Andrea dan Daisy. Mereka berdua saling pandang dan tersenyum-senyum. Seolah mereka memiliki pemikiran yang sama.


“Seandainya mereka berdua sungguh pasangan, rumah ini akan lebih hangat. Tuan Andrea dan Nonan Daisy terlihat sangat serasi,” ucap Bi Sukma.


“Kita serahkan saja pada Tuhan Bi,” kata Kang Anto.


*


*


*


Malam itu langit sangat cerah dengan hiasan kerlap kerlip bintang. Andrea sedang menyeruput kopinya itu di balkon ruang kerjanya itu. Ruangan yang tertata rapi, dengan meja yang dipenuhi berkas-berkas dan laptop yang sedang menyala.


Tiba-tiba suara pintu terbuka. Terlihat Hana yang sudah baikan sedang membawa susu coklatnya dan buah potong untuk Andrea.


“Hi, kak.” Hana berkata sambil duduk disamping kakaknya itu.


“Apakah kau sudah baikan?” tanya Andrea.


“Seratus persen baik kak,” ucap Hana.


“Jadi begini, kakak ingin mengajakmu untuk tinggal bersama kakak di Kota S. Bagaimana menurutmu ?” tanya Andrea.


“Kakak tidak bisa meninggalkan perusahaan dan kakak tidak ingin meninggalkanmu sendirian disini. Kakak ingin bisa menjagamu,” ucap Andrea lagi.


“Emmm.. apakah ini sudah saatnya aku memulai hidup baru? aku juga butuh suasana baru untuk bisa melupakan semua hal-hal buruk ini, namun bagaimana caraku menyembunyikan kehamilanku ini, tidak-tidak aku yakin aku bisa mengatasinya, aku hanya mempunyai kakak seorang”


“Han, bagaimana? Jika kamu setuju lagi dua hari kita akan berangkat ke Kota S dan kakak akan menyiapakan semuanya,” tanya Andrea.


“Baiklah kak, aku akan ikut denganmu. Suasana baru mungkin bisa jadi awal yang baru kak,” ucap Hana.


“Baiklah kalau begitu, kakak akan menyiapapkan semua, kamu tidak perlu membawa apa-apa. Semua peralatan, baju dan lain-lain akan disiapkan oleh asisten kakak disana,” balas Andrea.


“Terimakasih kak, aku sayang kakak.” Hana mencium pipi Andrea dan pergi meninggalkan Andrea.


Andrea hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya yang masih seperti anak kecil. Ia mulai berpikir betapa beruntungnya lelaki yang akan menjadi pendamping adiknya kelak. Ia mulai iri dan cemas jika suatu saat perhatian adiknya akan teralih dengan lelaki lain. Ia mulai menyeruput sisa kopinya dan mulai mengutak atik laptopnya.


*


Hana menuju kamar Daisy, ia merindukan sahabat barunya itu.


“Daisy, bolehkah aku masuk?” sambil mengetuk pintu.


Daisy pun membukakan pintu.


“Hana, sudah baikan? aku baru saja ingin ke kamarmu,” ucap Daisy.


“Tentu aku sudah baikan, dan aku membawakan kamu buah potong, mari kita makan bersama.” Hana berkata sambil masuk menuju kasur dan duduk disana.


“Bagaimana kalau kita tidur bersama hari ini?” tanya Daisy.


“Ide yang bagus, aku juga ingin bercerita denganmu,” ucap Hana.


“Cerita apa Han?” tanya Daisy penasaran.


Hana pun bercerita pada Daisy tentang ajakan Ka Andrea untuk tinggal di Kota S. Meskipun ia sedikit ragu, untuk menyembunyikan kehamilannya.


Mereka berbincang-bincang hingga pukuk sudah menjukkan tengah malam. Dua sahabat itu membicarakan semua topik apapun yang lewat dipikiran mereka.


“Daisy, menurutmu Kak Andrea bagaimana?” tanya Hana.


“Emmm baik, perhatian,” ucap Daisy.


“Jadi, apakah kamu mau aku jodohkn dengan kakak kesayanganku ini, selain baik, perhatian, ia juga tampan dan kuyakinkan bahwa kamu tidak akan pernah kecewa dengannya,” balas Hana.


“Hahahaha kamu ini, masih kepikiran untuk melelang kakakmu itu. Namun sayang sekali aku ini sudah ada kekasih.” Daisy berkata sambil mencubiy hidung mungil sahabatnya itu.


“Aku sangat sedih mendengarnya, gagal sudah rencanaku ini, bisakah kau meninggalkan kekasihmu itu dan jadilah kakak iparku.” Hana berkata dengan wajah yang memelas.


Daisy melihat kelakuan Hana tertawa terbahak-bahak. Hana terlihat lucu seperti anak kecil yang meminta dibelikan permen.


“Hey hey gadis kecil, berhentilah memasang wajah memelas seperti itu, kamu terlihat lucu sekali.” Daisy berkata sambil mencubiy kedua pipi Hana.


“Jadi apakah kamu setuju untuk menjadi kakak iparku di masa depan?” tanya Hana.


“Berhentilah menggodaku Hana,” ucap Daisy.


“Hmmmm... baiklah, namun berjanjilah suatu saat nanti kalau kau single beri tahu aku, aku akan meminta kakak untuk menikahimu.” Hana berkata sambil menjulurkan lidahnya.


Andrea, yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua saat lewat depan kamar Daisy. Merasa agak sedikit sedih, mengetahui bahwa Daisy sudah mempunyai kekasih. Ia pun mulai mengubur sedikit perasaannya untuk Daisy.


Lalu ia kembali ke ruang kerjanya dan melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan.


Haii, readers yang baik hati....


Jangan lupa like, komentar, dan vote ya..


Klik tanda love untuk masuk ke daftar favorit kalian, gomawo ^_^