Hana's Love Story

Hana's Love Story
Chapter 13: Tersadar Kembali




Elang berjalan setengah berlari di koridor rumah sakit menuju ruangan tempat adiknya dirawat. Dokter menelponnya bahwa ada sebuah tanda-tanda bahwa Hans akan segera sadar. Di ruangan itu terlihat orang tuannya dan mantan adik iparnya Sara.


"Dok, bagaimana keadaan Hans?" tanya Elang.


"Tadi pagi saat sedang melakukan pemeriksaan Hans terlihat menggerakkan jari tangannya," jawab dokter.


"Jadi, apakah adik saya akan segera sadar dok?" tanya Elang.


"Kita hanya bisa menunggu dan terus berdoa agar Hans segera sadar," ucap dokter.


Dokter pun meninggalkan ruangan itu. Ibu Hans sedari tadi terus memegang tangan anaknya berharap ia akan merespon. Elang memegang kepalanya, ia sangat berharap adiknya agar segera sadar. Tiba-tiba saat semua orang akan meninggalkan ruangan. Sara yang ada disana saat itu melihat jari Hans mulai bergerak lagi, bukan hanya sekali namun berkali-berkali. Ia pun berteriak dan berkata bahwa jari Hans bergerak.


Elang pun segera mencari dokter untuk memeriksa Hans kembali. Orang tua Hans tidak berhenti memanjatkan doa kepada Tuhan. Dokter pun tiba dan memeriksa alat vital Hans. Tak lama kemudian Hans mulai terlihat membuka matanya untuk pertama kali. Ia melihat disekitarnya, ia nampak heran dengan ruangan itu karena ia sadar itu bukan kamarnya.


Terlihat orang-orang dengan baju putih, orang tuanya, kakaknya dan Istrinya. Ia pun memejamkan matanya kembali lalu membukanya kembali.  Terdengan orang yang memakai setelan putih itu bertanya apakah ia bisa mendengar suaranya. Untuk pertama kalinya Hans membuka mulutnya dan mulai berbicara.


"Aku dimana?" tanya Hans.


"Hans, kamu telah koma hampir sebulan karena kecelakaan dan sekarang kamu telah sadar, aku sangat bersyukur kepada Tuhan." Ibu Hans berkata sambil memeluk anaknya.


Sara mantan istri Hans mulai mendekatinya. Namun dilarang oleh Ibu Hans.


"Jangan mendekat, aku tidak ingin kau berada di dekat Hans," ucap Ibu Hans.


"Bu, apa yang kau katakan? Sara itu istriku bukannya kami baru menikah seminggu yang lalu?, mengapa kau melarang dia untuk mendekatiku?” tanya Hans.


Semua keluarga Hans terkejut mendengar ucapan Hans, karena mereka tahu betul bahwa Hans sudah bercerai dengan Sara beberapa bulan yang lalu. Sara melengkungkan senyumnya ia berpikir ini adalah jackpot ia tahu bahwa Hans sangat mencintainya pada saat itu. Jadi ia tidak perlu bersusah payah kembali untuk mengajak Hans rujuk kembali.


"Hans, kau dengan Sara itu sudah bukan suami istri lagi kalian sudah bercerai," lanjut Ibu Hans.


"Ibu, berhenti Sara adalah istriku, kau tidak boleh berkata seperti itu. Sara kemarilah aku sangat merindukanmu," ucap Hans.


Ibu Hans ingin melanjutkan ucapannya, namun dilarang oleh Elang. Ibunya menatap sinis kepada Sara. Elang mengajak kedua orang tuannya untuk keluar dari ruangan itu, begitu pula dengan dokter yang menangani Hans.Yang tersisa di ruangan itu hanya Hans, Sara dan dua orang perawat.


Dokter mengajak Elang dan kedua orang tuanya menuju ruangannya.


"Dok, apa yang terjadi dengan Hans? mengapa ia tidak bisa mengingat kejadian yang baru-baru terjadi dan ingatan yang tersisa adalah seminggu setelah dia menikah? padahal ia dan istrinya telah berpisah 9 bulan yang lalu?" tanya Elang.


"Begini tuan, saya rasa adik anda mengalami amnesia retrograde dimana pasien bisa saja tidak mengingat kejadian yang dialaminya sebelum kecelakaan terjadi. Dan kemungkinan beberapa memori baru sebelum kecelakaan juga akan hilang namun kemungkinan juga ia bisa mendapatkan ingatannya kembali bisa juga tidak. Namun sebaiknya kita biarkan saja pasien berlaku seperti biasa, sambil menunggu kondisinya pulih betul," jawab dokter.


"Baik, saya paham dok, terimakasih," ucap Elang.


Elang dan kedua orang tuanya keluar dari ruang dokter dan mulai berunding, apakah Sara bisa kembali tinggal di rumah. Tentu saja ibu Hans sempat tidak setuju mengingat perlakuan Sara yang dulu meninggalkan Hans demi lelaki lain. Namun setelah diberi penjelasan oleh Elang dan Ayah Hans akhirnya Ibu Hans luluh dan mau menerima Sara kembali namun ia tidak akan pernah menganggap Sara sebagai menantunya lagi.


Di sisi lain Hans meminta Sara untuk menemaninya, Sara benar-benar memanfaatkan kondisi Hans ini. Ia memperlakukan Hans dengan sangat baik. Sara sempat berpikir untuk memberikan obat yang bisa membuat Hans tetap mengingat dia sebagai istri dan tidak akan pernah mengingat wanita yang dikejarnya saat kecelakaan itu terjadi. Begitu banyak pemikiran licik Sara untuk membuat Hans tetap berada disampingnya.


3 hari kemudian


Ia pun mulai bertanya pada Sara.


"Sayang, mengapa barang-barangmu tidak ada di kamarku?"


"Itu karena kita dulu tinggal di apartemen sayang, barang-barang kita masih berada disana,"


"Begitukah?"


"Tentu saja sayang, barang-barang yang tertinggal akan segera diantarkan kemari,"


Hans pun mengiyakan saja, namun dia tetap merasa ada yang aneh. Ntah kenapa masih ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.


Elang pun masuk ke kamar adiknya itu sambil membawakan makan malam.


"Hans, apakah kau benar-benar tidak bisa mengingat memori beberapa pekan ini?"


"Maksudnya kak? aku hanya merasa ini adalah seminggu setelah pernikahanku, bukankah ini bulan februari?"


"Hmmm sebaiknya kau makanlah, setelah itu minum obat dan istirahatlah." menghela nafas panjang.


"Sara dimana, bukankah harusnya dia yang menghantarkan makanan ini?"


"Sara pergi ke apartemen untuk mengecek barang-barang yang mungkin saja tertinggal,"


"Oke baiklah kak,"


Setelah Hans tertidur, Elang pun meninggalkannya. Ia bergegas ke kamarnya, merebahkan diri dikasur menatap langit-langit kamrnya yang berwarna abu-abu itu. Ia terus berpikir untuk mencari pengobatan alternatif atau kerumah skait yang lebih canggih untuk mengembalikan ingatan adiknya itu. Ibunya sangat membenci Sara, itu tak akan mudah jika mereka tinggal dalam satu atap.


Mata Elang pun mulai terpejam, mungkin saja ia sangat lelah ntah itu raga maupun pikirannya. Belum lama ia memenjamkan mata, tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara ponselnya. "Detektif Leo?"  gumamnya. Itu lah nama yang terpampang di layar ponselnya. Ia pun mengangkatnya, Detektif Leo adalah detektif yang disewa oleh Elang untuk menyelidiki kecelakaan yang telah dialami oleh adiknya.


"Selamat malam tuan, maaf menggangu anda semalam ini,"


"Tidak apa, jadi apakah ada perkembangan?"


"Menurut orang-orang yang ada pada kejadian tersebut, adik anda sedang bersama seorang wanita yang diperkirakan adalah mantan istrinya, tiba-tiba ada seorang wanita muda lainnya menarik tangan adik anda, saya pikir wanita itu mempunyai hubungan dekat dengan adik anda, Saat itu sedang hujan, menurut orang-orang di sana manta istri adik anda meneriaki wanita muda itu, kemungkinan wanita muda itu salah paham dengan adik anda dan berlari meninggalkan tempat itu, adik anda berusaha mengejar wanita muda itu namun karena adik and atidak melihat jalanan dan kebetulan hujan deras adik anda tertabrak oleh sebuah mobil hitam, mobil hitam itu tipe mobil sedan keluaran terbaru dan saya masih melacak keberadaan mobil itu,"


"Baiklah, jika ada perkembangan dari kasus kecelakaan adik saya segera beri tahu saya, dan pastikan wanita muda yang sedang dikejar Hans, kau ketahui keberadaanya,"


Elang pun menutup ponselnya kembali, ia menatap kembali langit kamarnya.


“Semoga secepatnya aku mendapatkan informasi tentang wanita itu. Mungkin dia dapat mengembalikan memori Hans yang hilang.”


Hallo readers yang baik hati dan gak sombong..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, vote, like dan komentarnya.


Klik tanda love untuk memasukkan HANA ke daftar favorit kalian, gomawo ^_^