GHOST VILLAGE

GHOST VILLAGE
chapter 8 Tersesat



Dengan kepanikan yang luar bisa membuat anak anak tersebut berlari tak tentu arah, mereka kini semakin jauh memasuki hutan. Tidak ada lagi perasaan untuk menemukan jalan pulang mereka terus berlari tanpa tujuan.


Mereka berhenti dengan nafas yang ngos-ngosan Karena berlari, Roy mencoba mengatur nafas dengan perlahan agar stabil. Ketika semua nya tenggah beristirahat tepat di samping pohon besar tempat mereka istirahat ada sosok seperti kekek-kakek bertongkat dengan baju serba hitam, namun karena suasana gelap gulita membuat sosok tersebut tak nampak.


Roy menoleh kesamping dan melihat sosok tersebut masih berdiri seola menatap mereka, Roy menarik nafas dengan tenang agar seolah tak melihat sesuatu apapun. Ia tak mau membuat teman temannya panik lagi, sudah cukup yang tadi membuat mereka mati ketakutan.


Roy pun kembali mengajak teman-teman nya berjalan Kerena merasa tidak enak dengan suasana di tempat tersebut, Gusti yang semenjak datang kesini menjadi sanggat sensitif dengan aura jahat di sekitar nya. Seolah merasakan sesuatu yang jahat Gusti segera mengikuti teman nya.


Namun di tenggah jalan hal tak terduga terjadi, seutas akar pohon yang merambat melilit leher Rendi yang ada di tenggah tengah antara teman-teman nya.


"uhukkk,Roy!!" Rendi sembari menahan akar yang melilit leher nya itu memangil si Roy.


Mereka semua menoleh ke arah suara dan kaget karen tiba-tiba akar pohon sudah melilit leher Rendi, mereka segera membantu Rendi melepaskan akar tersebut. Saat mereka tenggah berusaha melepaskan akar tersebut kaki destio tiba-tiba ditarik dengan keras hingga ia jatuh terjerembab kearah depan.


"bhukkkkk"


Suara keras dari jatuh nya Destio membuat mereka kaget, destio hendak kembali namun tiba-tiba tubuh nya di tarik hingga terseret beberapa meter dari teman nya. " woiii tolong gue!!" ucap Destio panik saat semua nya hendak membantu destio.


"uhukkk leher gue!!!" secara tiba tiba leher Rendi semakin kuat tercekik,mereka semua panik bagaimana cara menolong kedua teman nya itu.


" tolong!!!" ucap Destio ketika ia semakin di tarik kedalam.


leher Rendi semakin kuat di lilit dan destio semakin jauh dibawa, mereka pun akhirnya terpisah ada yang mengejar destio ada yang membantu Rendi, Roy dan Gusti mengejar kemana Destio.


"pengang tangan gue, Tio !!!!" ucap Roy sambil menarik tubuh destio


Namun seolah ada puluhan tenaga yang kuat menarik tubuh destio , mereka kalah akhirnya destio dibawa entah kemana meghilang diantara Gelap nya hutan itu . Gusti da Roy mencoba mencari Destio namun tak menemukan jejak apapun juga seolah hilang ditelan bumi.


Gusti dan Roy tampak gusar dan putus kala tak menemukan keberadaan destio, " akhhhh " Roy berteriak frustasi dengan kebingungan mencari keberadaan destio. Entah dimana kini destio berada.


" aku merasa kan di sekitar kita seperti ada aura gelap nan pekat dan jahat," ucap Gusti secara tiba tiba entah kenapa perasaan nya mulai sensitif terhadap aura di sekitar nya.


" kita harus pergi dari sini Roy!!!" ucap Gusti dengan serius


" tapi perasaan gue ngak enak, disini energi nya sanggat gelap dan berbahaya!!" ucap Gusti lagi berusaha membawa Roy


" gue ngak bisa pergi tanpa membawa destio bersama gue!!!" ucap Roy dengan lantang


" tapi ini berbahaya buat kita,besok kita bisa kembali mencari mereka, disana aku rasa ada jalan pulang!!" ucap Gusti sambil menunjuk kearah yang memang benar itu adalah jalan untuk mereka kembali.


" gue ngak bisa, Lo tau nyawa teman teman gue terancam di sini mereka hilang, sedangkan gue kembali dengan selamat, apa itu ngak egois. Kita ngak pernah tau ada apa dihutan ini !!" Roy sambil menatap Gusti yang sudah ketakutan karena merasakan sesuatu yang tidak baik


" ya udah kalo Lo ngak mau gue balik sendiri aja!!" ucap Gusti hendak melangkah meninggalkan Roy.


" Lo ngak bisa egois Gus,mereka semua dalam bahaya dan lo lebih mementingkan diri sendiri. Gue tau lau takut dan gue juga takut tapi kita ngak bisa meninggalkan mereka dengan keadaan yang antah berantah. Lo boleh selamat tapi penyesalan akan selalu ada dalam diri Lo!!" Roy seolah tak percaya dengan Gusti yang tampak mementingkan keselamatan diri sendiri di banding teman teman nya.


Gusti tak menghiraukan perkataan roy dia melangkah saja meninggalkan Roy yang diam mematung, dengan perasaan sakit dengan sikap egosi teman nya roy berkata.


" jika nanti kami tidak kembali dengan keadaan yang mungkin bisa menghabisi nyawa kami, tolong sampaikan kepada orang tua kami kami akan selalu tetap disini !!!" ucap Roy lalu melangkah masuk dalam hutan yang gelap itu.


Gusti tiba-tiba meneteskan air matanya, ia bimbang harus memilih kembali atau masuk disana berjuang bersama teman teman nya, jika dia masuk kembali lebih dalam apakah nantinya dia bisa kembali pulang, jika dia tidak pulang bagaimana dengan keluarga, adik adik nya yang selalu menanti kepulangan nya.


Diantara dilama itu Gusti hendak melangkah kan kaki nya pulang, tiba-tiba bayangan banyangan teman teman nya muncul, bagaimana ia dan teman temannya selama ini selalu bersama tak pernah lelah ketika bercanda, jika nanti mereka tak kembali apa ia bisa hidup tenang tanpa penyesalan seumur hidup. Namun jika ia kembali masuk dia mungkin tidak bisa kembali namun setidaknya tidak akan pernah ada penyesalan terdalam dalam hidupnya.


Ketika itu hati nya memutuskan untuk masuk saja dan mencari teman-temannya. Gusti melangkah dengan mantap kearah hutan nan gelap itu mengejar Roy yang entah sudah ada dimana, di balik penghujung jalan nan sepi dan gelap itu sosok hitam legam berdiri mematung memandang anak yang kini telah kembali masuk di hutan gelap itu.


Mata hitam yang tak menunjukkan apa apa seperti hanya ada dendam, penyesalan,rasa sakit dan juga kesedihan yang mendalam. Terpaku menatap kearah depan dengan tubuh hitam Tampa busana seperti terbakar hagus oleh api tersebut hanya diam mematung.


Seperti ada sebuah kesedihan yang membuat nya hanya diam menatap.


"hik,hik,hik,hik,"


Suara tengisan kecil itu seolah mewakili rasa pilu di hati nya.