GHOST VILLAGE

GHOST VILLAGE
chapter 3 #malam pertama#



Agus masih tampak tidak tenang hatinya masih saja terus merana, hingga malam pun tiba para siswa di kumpulkan di ruangan yang luas untuk makan bersama. semua tampak hadir dengan penuh harap karena mungkin telah lapar.


Diantara banyak nya murid disana ada salah satu anak yang tampak tidak ada, yaitu si Roy yang sejak tadi sore tidak tampak batang hidung nya lagi setelah ijin ke WC. Semua tampak salih tanya tentang keberadaan si Roy yang entah dimana karena sedari tadi tidak ikut berkumpul.


" malam pertama saja sudah seperti ini, apa betah nanti kita berlama lama di tempat ini!!" Gusti dengan tatapan nanar menatap ke depan, sedangkan kedua teman nya Kris dan destio bergidik ngeri.


" sebaiknya aku saja yang akan mencari Roy, tadi dia Ijin ke WC !!" ucap rendi secara tiba tiba dan segera berdiri menuju arah belakang.


Karena adanya rasa saling perduli diantara mereka akhirnya destio juga pergi meninggalkan semua orang dalam ruangan itu, destio mengejar Rendi yang telah dulu melangkah. Destio merasa langkah berjalan Rendi tidak seperti biasanya, dia begitu cepat dan tergesa gesa, hingga dilorong gelap Rendi menghilang tanpa jejak.


Destio seketika berdiri mematung menatap kearah depan, entah apa yang dirasakan oleh nya sehingga kakinya tiba tiba berhenti melangkah. Destio kesusahan dalam menelan ludahnya entah apa yang ada didepan sehingga membuat seluruh badannya kaku tak bergerak.


'krekkkkk'


Seperti sebuah suara leher yang terkilas dengan keras mengema di lorong itu, Destio yang mendengar nya merasa sangat ngilu.


" kretek, kretek"


suara tersebut kembali terdengar sangat jelas dan kini terasa ada di atas kepala destio, seluruh badan nya terasa sangat kaku dan tak bisa bergerak berbicara pun seakan ada yang menahan tenggorokan nya. sebuah tangan tiba tiba merayap dari bawah belakang tubuh nya membuat destio semakin inggin pingsan.


......................


Karena sudah merasa terus gelisah lama, akhirnya Gusti memutuskan kembali saja di kamar rasa hati tak karuan membuat nya tidak tenang, entah apa penyebab dari ini semua.


Gusti merebahkan tubuh nya di kasur dengan terlentang menatap ke atas, bayangan bayangan hitam yang kian membesar telah membawanya entah kemana. Kini ia berdiri disebuah tempat asing dimana masyarakat kian tenggah resah dengan kematian warga satu persatu itu.


Gusti melangkah kesebuah rumah disana terdapat seorang pria muda, wajah pria tersebut tidak terlalu tampak jelas. namun dari raut wajah itu ada sebuah penyesalan terdalam sambil menatap nanar kearah luar, disana pandangan nya tertuju pada salah satu sumber mata air.


Ia terus menatap dengan perasaan entah berantah, kesedihan terdalam menyayat hati Gusti sehingga membuat air matanya mengalir dengan sendirinya tanpa sebab, sambil memegang sebuah parang pria tersebut membuang nya kearah luar.


" kejadian ini akan menjadi sejarah, sejarah hutang besar bagimu!!!!!"


Tiba tiba pria tersebut menatap kearah Gusti dengan mata kosong, Gusti mundur beberapa langkah dan kini tengah terduduk lesu di sebuah kamar, kerongkongan nya terasa sakit dengan tubuh yang semakin kian melemah, entah rasa sakit apa yang kini dirasakan olehnya. Rasa sakit ini tidak bisa ia jelaskan dengan kata kata, rasa sakit ini teramat sakit.


" sakit!!!!"


Sebuah suara mengema di dunia gelap itu, mendengar kata itu hati Gusti terasa tersayat, air matanya kembali mengalir dengan deras nya, ' apa ini kenapa aku begitu merasa sakit, hati ku sesak menahan pilu ini ," batin Gusti berkata setengah sadar namun pikiran nya saat ini kita entah berada dimana.


"kematian ini akan menjadi sejarah!!!"


Setelah kata tersebut terucap kemudian suasana kembali sunyi, tak ada lagi suara apapun kecuali hanya ruang gelap tak berpenghujung, jiwanya seolah terjebak dalam angkara gelap itu.


......................


Suasana yang semakin menegangkan itu membuat beberapa siswa gelisah, satu persatu diantara mereka saling menatap entah apa yang ada di pikiran masing masing. Tak lama karena merasa tak karuan salah satu diantara mereka berbicara.


" aku merasa ini bukan tempat yang layak untuk kita tinggali,!!!" dengan menatap teman teman nya


" ini rumah ku!!!!" seorang siswi perempuan juga tiba tiba berdiri


pandangan nya menyapu kearah semua teman teman nya, semua segera mundur karena merasa ini situasi yang berbahaya.


" Desi,!!!!! "


Tiba tiba salah satu teman Desi maju dan menarik lengan nya, namun itu bukan lah sosok Desi karna tiba tiba saja secara sepontan Desi memilas tangan teman nya itu dengan keras hingga berbunyi keras seperti akan patah.


" akhhhhhhhh, tolong !!!" teman desi tersebut berteriak kesakitan beberapa siswa kemudian maju dan berusaha melepaskan.


Setelah terlepas sosok desi kemudian mundur namun ini bukan mundur layak nya manusia, ini seolah cepat dan kini telah menempel pada dinding kemudian Desi merangkak dengan badan tetap didepan namun kakinya seolah terbalik 180° sehingga menyebabkan bunyi tulang yang mau patah terdengar ngilu.


Siswa siswa tersebut mundur dengan sosok desi yang terus merayap didinding, ini layaknya lagi bukan manusia, para siswa sudah merasa panik dan takut, salah satu dari mereka kemudian menyuruh beberapa teman nya melapor kepada pak Johan yang rumah nya ada di ujung sana.


Ada 3 orang siswa yang berlari keluar menuju rumah pak Johan,mereka dengan perasaan campur aduk berlari dengan panik, ini adalah malam pertama tapi sudah ada kejadian yang mengerikan seperti ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...