GHOST VILLAGE

GHOST VILLAGE
chapter 2 #teror asrama #



Setelah kejadian ini teman saya yang bernama Roy ( nama samaran) tidak pernah melupakan hal hal yang telah membawa nya pada dunia mistis, segala hal yang berbau mistis kini kental ada padanya.


Akibat dari teror tersebut mungkin ada banyak kesadisan yang akan terjadi setelah nya, jangan pernah lupa bahwa dunia kita dan dunia mereka setipis kulit bawang. Sekali kamu menemukan mereka maka mereka akan terus mengikuti mu dimana pun kamu berada.


Disini lah sisi terburuk dalam hidup mu.... INGAT MEREKA ADA DENGAN MU,DISAMPING MU,DIDEKAT MU,KEREKA TIDAK AKAN PERNAH HILANH.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah melalui perjalanan yang memakan 4-5 jam waktu mereka, akhirnya sampai lah siswa SMK tersebut di kota X yang tidak terlalu ramai karena memang sudah sore.


Setelah semuanya tiba di halte,kali ini mereka akan menaiki mobil jemputan yang sudah menunggu mereka sejak tadi, mobil tersebut tak lain adalah mobil pak RT yang sebelumnya sudah di konfirmasi oleh pihak pengawas. Sesosok lelaki paruh baya setengah berlari menghampiri kerumunan anak SMK tersebut.


" selamat sore adek-adek, apa ini siswa SMK terpadu dari kota Y?????" ucap lelaki paruh baya tersebut yang ternyata adalah pak RT


" iya pak ini kami siswa SMK dari kota Y, apakah ini dengan pak Johan ??" Roy kembali bertanya kepada lelaki paruh baya tersebut


Sembari tersenyum pak Johan menjawab pertanyaan Roy," iya dik, saya pak Johan yang akan menjadi pengawas kalian selama mengikuti kegiatan di desa kami, perkenalkan saya pak Johan bisa di panggil pak Jo, saya adalah ketua RT di desa T, jika nanti adek-adek ada yang merasa kesulitan dan hal hal lain nya bisa hubungi saya saja!!" ucap pak Jo dengan ramah kepada para siswa tersebut.


" oh baik pak terima kasih!!" Roy membalas senyuman ramah lelaki paruh baya tersebut


" maaf pak apakah perjalanan kita masih jauh???" Rendi dengan polos nya melontarkan pertanyaan tersebut.


" sudah tidak jauh lagi, kita hanya menempuh 1 jam perjalanan saja lagi kali ini, kita tunggu mobil jemputan satu lagi ya " tak lama kemudian muncul mobil sedan satu lagi yang akan membawa siswa SMK tersebut.


Setelah semuanya selesai para siswa kembali naik ke mobil, namun kali ini mereka naik di bak belakang mobil, di kejauhan pak RT dan pembina dari SMK tenggah berbincang dan tak lama berjabat tangan.pembina tersebut berjalan ke arah salah satu mobil dan menghampiri si Roy.


" Roy,bapak titip teman teman kamu, kamu bertanggung jawab penuh kepada mereka, ingat jaga etika kalian di mana pun kalian berada, jangan bersikap tidak sopan dan menyingung hal hal yang tidak semestinya.bapak akan selalu berdoa atas keselamatan kalian,!!!" pembina tersebut menepuk pundak Roy yang masih terdiam dengan menatap kearah pembina tersebut.


setelah semuanya siap mobil pun kini telah merayap membelah aspal jalanan yang masih basah akibat di guyur hujan, pembina tersebut masih menatap kepergian murid muridnya ada rasa berat hati meninggalkan muridnya tersebut, Roy juga masih Ateng menatap guru nya tersebut sampai benar benar hilang dari pandangan.


Perjalanan yang melelahkan tersebut akhirnya terganti dengan pemandangan indah desa T di sore hari, sebagian mereka bersenda gurau dan ada dari mereka yang diam menikmati sunset sore itu.


karena desa tersebut masih asri membuat udara di sekitar terasa dingin, mereka melewati sebuah perkampungan nan cukup ramai dengan penduduk yang tenggah istirahat dan duduk duduk di teras rumah.


Setelah melewati perkampungan tersebut akhirnya tidak jauh dari kampung tersebut terdapat sebuah rumah dengan bangunan yang agak tua, disana lah penginapan mereka nanti, dengan cewe yang ada di paling samping dan bawah dekat dapur, sedang kan tempat cowo ada di agak atas.


Semua nya turun dari mobil dan menatap rumah tua tersebut, Agus tampak agak pucat dan bergidik ngeri melihat rumah di depan mereka. Roy masih Ateng saja dengan santai nya, 'apa iya rumah ini yang akan kami tempati ' begitu suara hati para siswa SMK tersebut.


Semua kemudian diarahkan ke tempat masing masing, Roy,Rendi,aju, Piter dan destio adalah orang yang menepati kamar pertama di rumah itu, sedangkan yang lain nya masuk ke kamar sesuai nama yang sudah di tentukan oleh pembina mereka.


" baik adik-adik, bapak rasa cukup sekian dulu karena kalian pasti capek jadi istirahat lah dulu, jika membutuhkan sesuatu hubungi bapak saja ya rumah bapak ada di ujung kampung bercat hijau, semoga kalian betah disini ya, selamat istirahat." setelah mengucapkan kata perpisahan pak Johan pun pulang kini tinggal lah mereka saja.


Gusti yang dari tadi tampak tidak enak pun pergi ke kamar Roy bersama dengan Kristian, Roy saat itu tenggah berbenah bersama teman teman satu kamar nya. Gusti duduk dan menatap mereka semua, pandangan aneh dari teman teman nya yang penuh tanda tanya membuat Gusti tak bisa membendung lagi kata-katanya.


" aku merasa ngak enak tinggal disini,apa lagi tempat nya sudah ada isi nya!!" ucap Gusti setengah berbisik.


" ya mau gimana lagi, aku juga merasa demikian tapi ya kita harus terima syukur syukur masih di kasih tempat tinggal dari pada buat tanda kan !!" ucap Piter dengan pasrah


" betul kata Piter, kita harus bisa menerima bagaimana pun disini kita hanya mencari ilmu jadi semua rasa sakit kita harus terima sama sama!!" ucap Roy dengan bijak dalam menyikapi kekalutan teman temannya.


Semuanya tampak mengerti dan tak mau lagi banyak mengeluh, walau rasanya saat ini mereka merasa tidak enak dan ada sesuatu yang mengganjal di hati mereka, namun tidak inggin menambah beban si ketua.


Semua tenggah bersantai sore di tembok rumah tua tersebut, Roy tiba tiba merasa sakit perut dan ijin ke WC terlebih dulu yang tepat berada di belakang rumah namun menyatu dengan rumah tersebut. Suasana tampak sepi dan sedikit gelap, seolah menambah kesan horor tempat tersebut. Didepan Roy tenggah ada 3 WC yang sama sama gelap dan mencekam.


Roy menelan ludah nya dengan susah payah, ada rasa takut yang tiba tiba memenuhi rongga dirinya, bulu kuduk nya berdiri entah apa yang ada didalam tersebut, karena rasa perutnya begitu amat sakit akhirnya dia masuk saja di WC tenggah.


Tampak di dalam gelap hanya sedikit cahaya remang remang, saat akan keluar dari WC tiba tiba darah yang ada dalam kloset begitu mengental, Roy kaget apakah dia tadi mengeluarkan darah, Roy menyiram darah tersebut hingga bersih tapi tiba tiba darah tersebut kembali ada dengan bercucuran.perasaan Roy tidak enak dan perlahan mengangkat kepalanya melihat apa yang ada di atas!!!!!