GHOST VILLAGE

GHOST VILLAGE
cahpter 5 memulai kegiatan



Setelah kejadian tadi malam, mereka semua akhirnya sudah kembali pada aktivitas nya, sang datu sudah memberi perlindungan pada asrama mereka sehingga tidak akan ada lagi ganguan gaib bisa mengangu.


Asal dengan syarat mereka tidak boleh melangar apa yang telah di pesan kan oleh si datu, mereka kini tenggah berbaris untuk absen sebelum terjun kelapangan untuk meninjau kegiatan mereka pada hari ini. Masing masing tim mereka telah di bentuk pas di sekolah kemarin.


Tim satu akan di pimpin Roy, dengan anggota nya tujuh orang, ada Rendi,destio, Gusti,Kristian,Piter,aju,Miko. Mereka akan menuju lokasi yang sudah di tunjuk oleh pak Johan.


"apa perlangkapan kita sudah siap??" ucap Roy kepada tim nya.


" sudah pak ketua !!" ucap aju dengan lantang


Roy hanya tersenyum melihat tingkah teman nya itu, aju adalah orang yang tipikal aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga dia kadang membuat kekacauan meskipun begitu dia adalah anak yang tidak gampang tersinggung.


Setelah semuanya siap mereka pun berangkat lebih dulu dari tim yang lainnya, tidak lupa si destio si kutu buku membawa buku-nya untuk mencatat kegiatan mereka dari pertama hingga akhir nanti. Si Rendi yang tidak pernah tenang jika tidak mengangu destio pun sewot saat Destio membawa novel nya juga dalam kegiatan ini.


" si congkek ini mau turun kegiatan apa membaca disana ??" ucap rendi dengan santai nya


si destio yang merasa di singgung teman nya itu merasa kesal, " masalah nya sama Lo apa???" ucap Destio dengan nada cetus


" agak lain nih anak!!" ucap rendi dengan raut wajah mengolok


" awas aja Lo jangan harap nama Lo ada di daftar buku gue, Lo tulis sendiri aja !!!" ucap Destio mengancam si Rendi langsung terdiam diancam destio.


"haaaaahaaaa" aju tertawa dengan keras saat melihat perubahan raut wajah Rendi.


Mereka mengikuti kegiatan ini dengan semangat, seakan sudah lupa akan kejadian semalam. Namun berbeda dengan si Gusti yang tampak masih tak tenang dengan keberadaan mereka di desa ini, kejadian semalam seolah masih merasuki pikiran nya.


Ia masih teringat jelas dengan orang yang berdiri di jendela itu, sambil menatap sumber mata air yang ada di desa tersebut. Seolah menjadi teka-teki dalam benak nya, dengan kematian massal yang terjadi di desa ini juga masih misteri.


Di persimpangan jalan itu mereka kebingungan saat melihat ada dua jalur yaitu entah yang mana jalur kegiatan mereka kali ini, Gusti tampak memperhatikan plang tulisan yang bagian kiri adalah menuju desa T yang telah menjadi desa tertinggal itu.


" kita lewat kanan saja!!" ucap Gusti dengan tenang, sedangkan teman teman nya seolah tak percaya sama perkataan Gusti.


" yang benar ae Lo!!" ucap aju dengan nada tak percaya


" nih baca !!! Read it!!" ucap Gusti dengan kesal semua orang tampak mengangguk tanda percaya


Gusti segera mendahului teman temannya itu, ia berjalan lebih dulu, suasana desa pagi itu tampak sejuk, karena masih di kelilingi hutan yang lebat sehingga tak membuat mereka panas melainkan sejuk dengan semilir angin pagi. Meski jam sudah munjukan pukul 9 pagi tapi disini suasana nya masih tampak masih pagi.


" hmm seperti bau!!" mulut aju langsung di tutup rapat oleh si Rendi,karena takut anak tersebut berbicara sembarangan


" apaan sih Lo!!" ucap aju tak terima sambil mendorong tubuh Rendi


" biar Lo ngak bicara sembarangan, menurut kepercayaan masyarakat menegur hal tersebut tabu atau pamali!!" ucap rendi dengan tegas pada si aju yang masih tampak kesal.


" masih aja percaya sama tahayul Lo, bisa saja itu bangkai binatang kan di sini!!" ucap aju dengan lantang.


" aju jaga omongan mu, kita saat ini di daerah orang jaga sikap dan etika mu, disini kita ngak tau apa apa jadi nurut saja pesan orang tua didesa ini, sikap anak kota mu jangan di bawa di desa ini!!" ucap Roy dengan tegas pada aju yang tampak membandel.


" Lo pada masih saja kaya masyarakat kuno tau ngak, setan apa sih yang ada didesa ini, bahkan lelembut desa ini aku Ndak takut!!" ucap aju kesal dan meninggalkan teman teman nya.


" tu anak rada setress emang!!" ucap rendi kesal dengan sikap aju yang masih tidak bisa menjaga sikap.


Tiba-tiba angin agak kencang menggoyang pepohonan yang ada di sekeliling mereka, mereka tampak saling pandang saja, Gusti menatap teman teman nya seolah merasakan ada sesuatu.


" lebih baik kita lanjut saja, jangan sampai kita melangar etika di tempat ini." ucap Roy dan segera berjalan.


Mereka semua pun melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi kegiatan, namun di balik pohon bambu yang rindang itu sosok dengan mata menyala menatap para anak anak tersebut, dengan suara melengking nya ia seolah memangil.


Gusti berhenti sejenak saat suara asing itu melengking membahana di hutan tersebut, melihat teman teman nya masih asik berjalan Gusti pun tak menghiraukan suara tersebut. Ia meneruskan perjalanan mereka saja.


......................


Setelah sampai di lokasi mereka semua menuju sebuah pondok/gubuk masyarakat yang akan mereka lakukan kegiatan, masyarakat yang sudah menunggu mereka pun tersenyum pada mereka terlihat aju disana sudah duduk dengan Ateng nya.


Namun tiba-tiba salah satu orang desa itu melontarkan pertanyaan aneh, " apa yang sudah kalian lakukan, kalian membuat nya marah.anak kota memang tidak punya etika !!" ucap bapak yang agak renta tersebut dan segera turun ke sawah.


Roy beserta teman teman nya saling tatap tak mengerti, sedangkan Gusti tampak mangut mangut seperti mengetahui sesuatu.


" perkataan bapak itu jangan terlalu di ambil hati ya anak anak, ayo kita mulai kegiatan kita !!" ucap seorang bapak tersenyum ramah dan segera membawa anak anak tersebut turun.


Mereka pun tak lagi memikirkan perkataan sang bapak ketus tadi, mereka melakukan kegiatan mereka dengan bersenda gurau lagi. Namun kesalahan tetap lah kesalahan siapapun diantara kalian tidak bisa menjaga sikap dan perkataan akan menerima akibat dari katidak sopanan itu


!!!!INGGAT MEREKA MENANTI MU, JANGAN HARAP BISA TENANG JIKA MEREKA SUDAH MARAN!!!