
Kegiatan hari ini berjalan dengan baik, tim 1 begitu kompak dalam kegiatan kali ini. Meskipun ada beberapa kesalahan pahaman diantara mereka, namun tak membuat berantakan tugas mereka kali ini .
Hinga hari sudah mulai sore mereka semua pun pamit untuk pulang terlebih dahulu, sosok pak tua yang tadi sempat menegur mereka dengan keras menatap tak biasa kearah anak anak tersebut. Seperti ada hal lain yang di pikirankan oleh pak tua itu
" sudah lah pak, mereka hanya anak anak mereka belum tentu sengaja melakukan hal tersebut!!" ucap bapak bapak yang ramah tersebut.
" tapi itu akan membahayakan nyawa mereka nanti nya, jangan sampai anak anak yang tidak bisa menjaga etika itu menjadi korban !!" ucap pak tua tersebut dengan terus menatap ke arah anak anak tersebut sampai hilang dari pandangan.
Perjalanan yang akan mereka lalui kali ini agak gelap karena masih hutan, mereka berjalan cepat sebelum nanti akan malam dan mereka akan kesulitan karena keadaan yang semakin gelap. perjalanan mereka yang semakin gelap membuat mereka kesulitan untuk melihat jalan sampai tidak sadar jalan yang dilalui adalah jalan yang salah.
Roy merasa agak berbeda dengan jalan yang mereka lalui kini, terasa sedikit mencekam karena tidak mau terlalu larut dalam keadaan tersebut akhirnya Roy membuang pikiran aneh nya.
" sebaiknya kita berhenti!!" ucap Gusti secara tiba tiba dengan raut muka yang tampak serius.
" ada apa ??" ucap Destio yang merasa janggal dengan sikap Gusti yang sejak tadi hanya diam.
" sejak tadi kita berjalan kenapa masih di tempat ini!!" ucap Gusti dengan raut muka yang mulai tegang.
" jangan Ngada Ngada Lo, mungkin sebentar lagi kita sampai jangan memperlambat waktu hari udah mulai gelap!!" ucap aju kesal karena tampak juga mulai ketakutan.
" gue berkata dengan jujur, perhatikan pohon bambu itu dari tadi kita selalu kembali kearah sini!!" ucap Gusti kesal karena selalu saja aju tak percaya dengan nya.
Mereka semua pun menoleh kearah pohon bambu yang sejak tadi mereka lewati, Roy menatap teman teman nya dengan heran, aku juga mulai tampak panik. Semua diantara mereka kini tak ada lagi yang berbicara tampak diam saja. Masing masing diantara mereka berperang dengan otak nya, ada hal hal mengganjal yang kini tenggah di rasakan.
Sementara hari semakin gelap, mereka pun semakin tidak bisa melihat satu dengan yang lain nya karena hari yang kian semakin gelap, " sebaiknya kita kembali ke lokasi, siapa tau disana masih ada bapak bapak yang tadi, kita bisa meminta tolong mereka untuk membantu kita!!" ucap Gusti sambil menunggu jawan teman teman nya.
" ngak gue ngak setuju, jika kita kembali kesana bagaimana jika mereka sudah tidak ada dan yang ada hari malah semakin gelap!!" ucap aju dengan tegas menolak pendapat Gusti
" terus kita harus ngapain diam seperti orang bodoh Disni, mikir deh Lo!!" ucap Gusti mulai terpancing
" ya setidak nya kasih solusi yang bagus kek, jangan malah memperlambat waktu!!" ucap aju tak terima
" terus solusi loh apa hah, Lo mau kita lanjut jalan, sedangkan kita disini tersesat ngak tau arah, jadi manusia tolol amat!!" ucap Gusti dengan marah kearah aju
" udah kenapa sih kalian ini situasi sedang genting kaya gini malah berantam, kita tu harus cari solusi jangan malah bertengkar !!" ucap Roy kesal kepada kedua teman nya itu.
" gue ikut solusi si Gusti!!" ucap rendi tiba tiba
" gue juga ikut Gusti !!!" ucap Destio lalu kemudian diikuti dengan Piter,Miko dan Kristian.
" oke semua setuju ikuti saran Gusti!!" ucap Roy namun tiba tiba aju berhenti
" kalian semua memilih solusi Gusti, oke gue bakal sendiri dengan pilihan gue !!" ucap aju dan berjalan berlainan arah
" aju, Lo apa apaan sih, Disni kita satu tim jadi harus sama sama, jangan sampai ada yang terpisah!!" ucap Roy sambil menarik tangan aju.
"Lo gila ya Ju, bisa ngak sih jangan main kasar !!" ucap Destio mulai angkat suara.
"oh gue tau kalian semua bakal lebih milih Gusti ketimbang gue, sekali pun gue hilang kalian bakal tetap pilih Gusti kan ya udah jangan perdulikan gue !!" ucap aju dengan keras kepala nya.
" aju tolong konsisten dalam kondisi ini!!" ucap Miko berharap teman nya itu mau bertoleransi dengan tim
" Piter Lo ikut gue !!" ucap aju tampak memaksa teman nya itu.
Namun kali ini Piter hanya diam tak bergeming, "haaaaa ternyata kalian semua sama ya, munafik!!" aju tertawa dengan raut muka kecewa.
" Miko,Piter yang awal nya gue kira Lo teman yang baik ternyata gue salah, Lo semua sama munafik nya !!" ucap aju lalu berlalu meninggalkan teman teman nya itu.
Semua tampak mematung tak tau harus bagaimana lagi, tidak ada yang berani bersuara lagi, Gusti hendak berjalan berlawanan arah dari si aju. Namun di hentikan oleh Roy.
" Gus kali ini gue pengen Lo ngalah!!" ucap roy penuh harap pada teman nya itu.
" Lo mau kita terus tersesat disana!!" suara Gusti mulai meninggi.
" Gus, Lo Taukan bagaimana bahaya nya di hutan sendirian apa lagi tidak memiliki perlindungan apapun, pliss kali ini gue mohon ego Lo di kurangi, setidak nya untuk kali ini saja!!" ucap Roy berharap
Ego dalam diri Gusti masih terus tertanam erat, entah apa yang tenggah terjadi diantara mereka. Namun kali ini tidak ada yang boleh meninggi kan Ego diri sendiri, Gusti kembali akan melangkahkan kaki nya.
" Gus, gue ngak tau ada masalah apa antara lo dengan si aju, tapi Lo juga harus INGGAT Lo dengan aju dulu adalah teman dekat, jangan hanya karena ego masing masing kalian saling melupakan!!" ucap Roy dengan nada tegas
" apa Lo lupa dengan semua kebersamaan kalian, Lo lupa bagaimana dulu Lo aju sedekat apa, semua orang juga tau, semua orang juga saksi nya, Lo INGGAT janji Lo sama aju ' kita teman meski kita berjauhan'," kalimat yang masih terukir jelas di otak nya membuat Gusti seketika tersadar
'deg'
Seperti ada sesuatu yang memutar memori itu membuat Gusti meneteskan air matanya, " maaf gue egois, bagaimana pun juga aju tetap teman dekat gue, keselamatan dia lebih penting dari ego gue!!" ucap Gusti dengan tiba tiba.
Roy akhirnya bisa tenang dengan tegang rasa antara Gusti dengan aju, tak banyak yang tau entah apa penyebab masalah diantara mereka, sejak kapan masalah mereka telah memisahkan mereka.
...----------------...
Aju dengan perasaan tak karuan terus berjalan tatapan matanya kosong,entah apa yang membuat nya seperti saat ini, pertemanan antara mereka dulu seakan terhapus dengan sendirinya dengan kekecewaan mendalam.
" ngak pernah nyangka semua akan jadi kaya gini!!" aju berguman dalam hati nya sambil terus berjalan tak tentu arah
Hingga kaki nya tersandung dan segera menyadarkan nya dari lamunan panjang itu, aju bangkit dari jatuh nya dan melihat sekeliling.
"Deg"
Ia seketika mematung tanpa suara menatap kedepan!!!