GHOST VILLAGE

GHOST VILLAGE
chapter 7 masuk



Malam yang kian larut membuat sekitar tampak sangat gelap, kini hanya cahaya bulan yang menerangi jalan mereka. Masih di tenggah hutan yang tidak diketahui oleh mereka, berjalan tanpa tujuan mencari seorang yang kini entah dimana.


"dimana aju??, sejak satu jam tadi kita cari kenapa belum juga di temukan!!" ucap Destio yang sudah tampak kelelahan


" sebaik nya kita istirahat dulu sebentar disini!!" Roy pun berhenti karena merasa sudah sanggat lelah.


Mereka semua duduk di bawah pohon besar yang berdiri menjulang keatas, semilir angin walau tak kencang namun terasa sanggat dingin sekali sampai sampai mereka mengigil kedinginan.


" gerimis kah!!" ucap Miko yang dari tadi merasakan tetesan air yang jatuh kebadanya.


Semua tampak memandang kearah Miko, perasaan mereka ngak merasakan adanya turun air dari atas apa lagi gerimis. Gusti menoleh keatas dan secara perlahan dia menatap ke arah Miko, dengan susah payah Gusti menelan ludah nya.


" sebaiknya kita segera berjalan lagi!!" ucap Gusti berjalan lebih dulu tampa menghiraukan teman teman nya.


" woii apaan sih Lo Gus gue baru juga istirahat!!" ucap rendi kesal


" air apa sih dari tadi netes terus !!" ucap Miko mulai risih dengan rintik rintik air yang jatuh padanya.


Karena merasa risih Miko menengadah keatas kepala, tepat di ranting pohon besar tersebut bergelantungan sesosok dengan muka hitam seperti hangus terbakar itu menatap kearah depan, Miko gemetaran dan menyikut si Rendi yang ada di sampingnya.


" apa sih!!" ucap rendi kesal pada Miko


Miko memberikan kode kepada Rendi untuk melihat keatas, karena penasaran Rendi menengadahkan kepalanya keatas.kemudian mereka saling pandang, sosok tersebut tiba-tiba seolah turun menghampiri mereka.


"akhhhhhhh, lari!!" ucap Miko dan Rendi bersamaan


" hiiiiihiiihiiiii"


Suara tersebut mengelegar memenuhi sisi gelap hutan tersebut, kelima anak tersebut berlari tungang langang menjauhi pohon besar tersebut. Sedangkan Gusti tenggah berdiri menunggu didepan sana, semua berhenti tepat di depan Gusti sambil ngos-ngosan.


" kenapa Lo ngak jujur kalo ada sosok itu sih, sialan Lo!!" ucap rendi kesal pada Gusti


" Dari tadi ngak mau dengar kata gue, gue diam karena nanti kalian panik dan malah ketakutan!!" ucap Gusti dengan santai.


" sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita, dari tadi aju belum kelihatan!!" ucap Roy segera memimpin.


Saat mereka hendak berjalan, " tunggu kaki gue kayak sangkut!!" ucap Piter sambil menatap teman teman nya.


Mereka pun menoleh kearah kaki Piter, semua tampak tercegang dengan muka pucat nya mereka menunjuk kearah kaki Piter. Piter pun menoleh ke arah kaki nya sebuah tangan kurus dengan kuku panjang mencekam kaki Piter.


" anjing maaaa!!!!!"


...----------------...


Pak Johan tengah duduk santai di rumah nya, ia menikmati kopi nya sambil berbincang dengan beberapa orang yang mungkin saat itu tenggah bertamu di rumah nya, tiba-tiba datang empat orang anak yang merupakan siswa PPL tersebut.


" selamat malam!!" ucap mereka secara bersama


" malam dik, mari masuk, ada apa malam malam gini ??" ucap pak Johan melihat kepanikan di raut muka ke empat anak tersebut.


" bapak juga tidak tau, bukan kah mereka seharusnya sudah balik ini sudah jam 7 malam." ucap pak Johan dengan mimik wajah serius


" saya rasa tadi nak Roy dan teman-teman sudah pulang, mereka tadi datang ke lokasi dan pulang sejak sore tadi!!" ucap salah satu warga yang memang tadi ada di lokasi tempat tim 1 turun


" mereka pulang melalui jalur mana!!" ucap pak Johan kepada warga itu lagi


" mereka melalui jalur hutan persimpangan antara desa T pak!!" ucap warga tersebut.


" sebaiknya kita segera turun sebelum terlambat, pak tolong panggil para pemuda dan orang orang kampung untuk turun membantu!!" ucap pak Johan segera bangkit menuju kamar nya.


" ada apa pak??" ucap ibu RT istri pak Johan


" anak PPL itu seperti nya tersesat Bu!!" ucap pak Johan sambil mengenakan baju panjang Nya.


" kan sudah saya bilang kemarin pak jangan ada yang menginap di rumah itu, bapak ngotot !!" ucap Bu RT kepada suami nya


" sudah lah Bu, bapak juga tidak tau akan seperti ini!!" ucap pak RT


Pak Johan segera meninggalkan rumah bersama keempat anak tersebut, yang kemudian disusul para warga dan pemuda di desa tersebut. desa tersebut tampak mulai merasakan kepanikan kembali jangan sampai kejadian masa lalu terulang kembali.


...----------------...


Aju tampak kebingungan menatap kearah depan nya karena kini berdiri kokoh rumah rumah yang tak berpenghuni, suasana tampak gelap dan mencekam. Tiba tiba sosok kakek tak di kenal menghampiri nya dan bertanya pada nya.


" dari mana nak??, tidak baik malam malam begini sendirian!!" ucap sang kakek dengan suara parau yang tak biasa.


" begini kek saya tadi tersesat, saya mau pulang kek!!" ucap aju dengan tenang


" sebaik nya kamu berjalan lurus kedepan sana, jangan menoleh dan terus lah berjalan, jangan hiraukan suara suara di sekeliling mu!!" ucap sang kakek dan setelah itu menghilang entah kemana.


aju merasa ini tidak beres dan berjalan mengikuti petunjuk sang kakek, entah bagaimana begitu ia melangkah selangkah demi selangkah ada suara suara dan panggilan tak begitu jelas terdengar di telinga nya.


namun ia ingat dengan pesan sang kakek untuk tidak perduli dan terus berjalan, sampai dia melihat banyak cahaya seperti obor dan senter menuju kearah nya. tak lama pada warga menghampiri aju.


" nak kamu baik baik saja kah..?" ucap pak Johan dengan ramah


" saya baik baik saja pak, ada apa ini ramai-ramai??" tanya aku pada pak Johan


" kalian sejak sore tadi belum pulang, jadi ada teman mu yang melaporkan kepada bapak, dimana teman teman mu???" ucap pak Johan.


" saya tidak tau pak, apa mereka belum pulang ??" ucap aju


" belum nak, sebaik nya kamu istirahat dulu teman teman mu biar nanti bapak dan pada warga yang mencari, kamu pulang nanti diantar sama bapak itu !!" ucap pak Johan sambil menunjuk kearah pria paruh baya.


Setelah itu para warga melanjutkan perjalanan mereka menuju desa T, karena mereka yakin anak anak tersebut pasti ada disana.