GHOST VILLAGE

GHOST VILLAGE
chapter 1 "Berangkat"



Nama ku prince drak kalian bisa memanggil ku prince,aku disini sedikit akan menceritakan tentang pengalaman pribadi teman saya dalam melakukan kegiatan PPl waktu itu tepat di bulan februari, aku disini ingin berbagi cerita dengan teman teman semua bagaimana pengalaman mistis yang di alami teman ku.


Sebut saja nama nya Roy, siswa SMK yang saat itu adalah siswa kelas 12 akhir di sebuah kota Y, dikota Y setiap tahun siswa SMK kelas 12 akhir akan melakukan perjalanan PPL didaerah yang di tunjuk oleh pengawas. Kebetulan saat itu Roy mengambil jurusan pertanian jadi ia di kirim di sebuah desa pendalaman, di kec.kapur.


Saat itu Roy dan teman teman nya berjumlah 31 orang, mereka akan berangkat tepat pada Senin, kegiatan PPL ini di lakukan guna menyelesaikan tugas akhir sekolah mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah semua berkumpul di terminal bus dara hitam, satu persatu diantara mereka di absen terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal. Roy yang merupakan ketua anggota PPL pertanian memimpin teman teman nya untuk absen, semua telah di rasa pas dengan 2 bus yang akan berangkat membawa mereka.


Roy saat itu masuk di bus ke 2 setelah semua nya pas, perjalanan kali ini sedikit berbahaya karena cuaca yang mendung serta hujan yang tenggah menguyur kota Y. Semua tampak telah siap untuk mengikuti kegiatan hari ini, terlihat dari perlengkapan mereka yang sudah sangat banyak dalam waktu 2 bulan.


" Roy, apakah semua nya sudah pas dan siap??" salah satu pembina yang akan mengawas mereka bertanya pada Roy.


" sudah siap pak, dan saya rasa seperti nya semua nya sudah lengkap tidak ada lagi yang tertinggal!" ucap Roy sambil mengecek absen teman nya yang tengah ia pegang.


" bagus kalo begitu, jika semua sudah lengkap maka 5 menit lagi kita berangkat, tapi jangan lupa di cek selalu teman teman nya !!" pembina itu kembali mengingat kan Roy.


" baik pak, terima kasih!!" Roy segera kembali mengecek kondisi dan keadaan teman teman nya.


Namun kini ia tengah harus cek posisi teman nya yang ada di bus 1, maka ia pun berpindah bus untuk memastikan bahwa semua nya sudah siap dan lengkap. Saat tengah melangkah untuk mengecek bus di bus 1, seperti ada seseorang yang tenggah memperhatikan nya dari deras nya hujan kala itu.


Ia menoleh dan mendapati sosok yang tidak terlihat dengan jelas menatap ke arah dua bus yang akan mereka tumpangi, namun karena terburu jadi Roy berpikir itu hanya orang yang tenggah menunggu bus keberangkatan nya saja.


Setelah semuanya siap kedua bus tersebut pun berangkat, meninggalkan kota Y yang tengah mengalami hujan deras, cuaca hari ini sebenarnya tidak baik untuk keberangkatan mereka namun apa boleh buat jika waktu yang harus mereka selesai kan sebelum ujian akhir sekolah.


Roy tenggah melamun menatap ke arah jendela melihat begitu rimbun nya hutan perjalanan mereka, untuk sampai di lokasi mereka membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam perjalanan dari kota Y. Saat tengah asik dengan dunia nya Roy di kagetkan dengan si Rendi yang iseng mengeraskan speaker handphone nya.


" sialan, gangu aja kau!!" ucap Roy kesal kepada teman nya itu.


" lagian dari tadi melamun aja, kan gak seru tahu!!" Rendi cengengesan kearah Roy namun Roy hanya mendengus kesal.


" eh Kristian, Gusti sini dulu gue ada cerita nih ke tempat yang akan kita adakan kegiatan!!" Rendi memangil kedua teman nya yang tenggah sibuk menonton film di handphone mereka.


" cerita apaan coba ??" gusti terlihat tidak tertarik dengan apa yang akan di ceritakan oleh Rendi.


" pernah tuh desa X itu kah??" ucap Gusti dengan atusias


" bukan !!!" ucap rendi memancing rasa penasaran ketiga teman nya.


" desa T kah ??'" ucap si kristian berharap betul


" no!!!" ucap rendi lagi dengan senyum penuh misteri


" itu desa terpencil yang akan kita tinggali selama dua bulan itu!!" ucap rendi dengan saksama.


" hmm emang Giman ceritanya??" Roy terlihat tertarik dengan cerita Rendi


" dulu nenek ku pernah cerita bahwa di Desa tersebut pernah terjadi kematian masal secara berurutan dari rumah kerumah setelah memakamkan para jenazah yang meninggal secara misterius itu, Menurut rumor yang beredar kematian tersebut di sebabkan oleh penyakit yang entah berasal dari mana yang menyerang warga secara singkat, sampai sekarang kematian itu masih menjadi misteri di masyarakat!!" ucap rendi dengan raut wajah yang mencengangkan.


" masa ia kita di tugaskan di desa mati emang siapa yang akan jadi bahan nilai kita nanti, jangan ngaco dah!!" ucap Destio yang saat tadi tenggah asik membaca novel nya namun kini tenggah tertarik dengan cerita teman nya.


" gue belum selesai cerita we, main nyerobot aja kau kira gue buku yang seenak nya buka apa?.." ucap rendi kesal pada destio


" ya apa salah nya gue berpendapat sih!!" destio tampak tidak terima dengan perkataan Rendi.


" apaan sih kalian ini niat cerita kagak, malah ribut !!" ucap Roy menagahi teman nya yang sedang cekcok tersebut.


Rendi dan destio adalah teman dekat Roy sebelum masuk di SMK, terkadang Rendi dan destio seperti anjing dan kucing selalu bertengkar tapi di balik itu semua sebenarnya mereka saling perduli dan menyayangi, sedangkan Agus dan Kristian adalah teman dekat Roy setelah masuk di SMK dan bertemu di kelas yang sama.


" habis tu si cungik main nyerobot aja!!!" Rendi tampak menarik nafas nya.


" apa Lo si Gabon !!!" Destio kembali tidak terima di Katai oleh Rendi.


" kita disana memang akan tinggal di asrama yang akan tidak jauh dari desa mati tersebut, sedangkan warga tinggal di desa sebrang yang tidak jauh dari desa tersebut, dan kebetulan pemilik tanah itu si ketua RT jadi karena tempat rumah warga banyak yang tidak cukup untuk menampung kita yang berjumlah 31 orang ini, jadi terpaksa pak RT menepatkan kita di asrama tersebut, kebetulan itu adalah bekas rumah pak RT sebelum pindah di desa sebrerang, karena rumah itu sudah lama tidak di huni maka sekalian akan di rawat oleh kita selama 2 bulan ini". Ucap seseorang yang ternyata adalah aju teman sekelas Roy yang dari tadi menyimak cerita Rendi.


&&&&&&