GHOST VILLAGE

GHOST VILLAGE
chapter 4 dimana ???



Hari kian semakin larut suasana masih tampak mencekam, roy yang sedari sore tadi tak sadarkan diri didalam WC pun terbagun, badanya terasa begitu sakit sambil menatap keliling ternyata hari sudah gelap, dari ventilasi udara WC Roy bisa melihat bulan yang tenggah bersinar terang.


Roy segera Bagun dan keluar dari WC tersebut tampak suasana sepi, ia terus berjalan sambil meraba raba, sekeliling agar menemukan jalan.


" brukkkkk"


Roy terjatuh karena kaki nya tersandung sesuatu, ia meraba hal yang membuat ia tersandung itu, rasanya seperti manusia Roy agak sedikit takut dan cemas kala itu bukan manusia.dia terus meraba objek tersebut dari ujung kaki sampai kepala, rasa rasanya ia mengenal barang itu, ini seperti teman nya Rendi ia Rendi.


" Rendi apa benar ini kamu ren!!" Roy terus menggoyang badan Rendi dengan keras agar terbangun


Tak lama yang di panggil Rendi itu mulai menggeliat dan segera duduk seperti mengumpulkan nyawanya yang masih kocar kacir, " ren itu kamu kah!!" Roy masih terus memastikan itu manusia atau bukan.


" iya ini aku!!" ucap rendi segera bangkit berdiri Roy pun juga berdiri


" aku kenapa??, dimana ini??" ucap rendi sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.


Roy juga tampak bingung entah apa yang terjadi pada mereka, mereka lupa akan hal hal yang terjadi dan tidak bisa mengingat nya.mereka terus berjalan dan di lorong yang agak jauh disana seperti ada sosok yang tenggah berdiri mematung, karena minim pencahayaan mereka tak dapat melihat jelas siapa yang ada di depannya.


" Roy itu orang apa tembok???" ucap rendi sambil menunjuk objek tersebut


" entah lah ren, aku juga tidak tau karena disini gelap mata ku tidak bisa menembus gelap ini susah untuk melihat yang di dapan!!" Roy sambil berjalan mendekati sosok tersebut.


Mereka kaget bukan kepalang saat melihat destio berdiri dengan muka pucat dan diam mematung seperti orang yang sanggat ketakutan, ia nampak seperti mayat hidup terlihat saat muka dan badanya tampak pucat tak berdarah.


"tio, Lo kenapa ???" Rendi menggoyang tubuh destio namun tak ayal tubuh itu pun ambruk di lantai dengan keras tapi tetap dengan posisi bujur kaku.


" tio, sadar woii!!!" Roy tampak panik karena destio hanya seperti orang yang kaku tidak bisa di gerakan.


Semua tangan dan kaki nya kaku sekali sehingga sulit untuk di gerakan, jari jemari nya pun dengan kuat mengepal tak bisa di gerakan.entah ada apa dengan destio kala itu, mereka berdua tampak panik dan kebingungan apa yang harus di lakukan.


...----------------...


Sedang kan disuatu tempat Gusti tampak masih terjebak dalam ruang gelap, ruangan itu memang hanya penuh kegelapan namun dengan perasaan Gusti dapat merasakan penyesalan terdalam,kesedihan, kekecewaan, dan rasa takut memenuhi ruangan itu.


Hati nya kian tersayat karena terus menerus merasakan padih itu,entah apa yang telah terjadi sehingga suatu hal membawa nya pada tempat ini. Tiba tiba ada seberkas cahaya gusti mengejar cahaya tersebut, hingga tiba tiba ia seperti sudah kembali pada tubuhnya.


Di sudut sana Desi masih bergelantungan sambil menatap dengan tertawa keras kearah semua orang yang ada di ruangan, Gusti kaget dengan pemandangan di depan nya itu entah apa yang terjadi selama ia tertidur tadi.


" pergi kamu mahluk jahat!!!" seorang kakek yang memakai pakaian serba hitam itu sambil terus mengusir mahluk tersebut.


" ini rumah ku!!!!" mahluk tersebut marah dan melotot kearah si kakek yang coba mengusirnya


" jangan gangu mereka yang tidak bersalah pergi lah, mereka disini hanya berteduh jangan gangu mereka!!!" ucap sang kakek segera mengambil segelas air dan menyemburkan nya pada mahluk tersebut.


" akhhhhhh panas!!!!" mahluk tersebut berteriak melengking membuat gendang telinga seakan pecah.


Setelah berteriak dengan keras tiba tiba Desi jatuh dan segera di tangkap oleh sang kakek, ia menatap semua yang ada di ruangan itu. " seperti nya ada yang kurang dari kalian!!" ucap kakek tersebut sambil menatap satu persatu.


Semua nya saling memandang kebingungan, tiba tiba ada salah satu dari mereka yang berbicara, " ada 3 orang yang belum kembali dari tadi sore bah!!" ucap anak tersebut, semua tampak bertanya tanya siapa kah mereka itu.


" baik saya akan mencari mereka jangan sampai ada yang keluar ruangan ini, pak Johan jaga anak anak ini!!" ucap kakek tersebut.


" baik datu, saya akan menjaga anak anak ini!! " ucap pak Johan dengan tegas.


Kakek itu adalah seorang dukun di kampung itu orang orang kampung biasa memanggilnya datu Diman, datu Diman dikenal adalah orang yang bisa mengusir mahluk halus atau biasa orang bilang dengan dukun.


...----------------...


Di satu sisi ketiga orang anak itu masih dalam posisi panik, mereka masih berusaha membangun kan teman nya yang tampak masih tak bergerak itu.


"biar dibawa saja teman nya, " tiba-tiba sosok kakek kakek muncul didepan mereka.


" kita ada dimana???" rendi tiba tiba bertanya dengan polos kepada kakek tersebut.


" kalian tidak perlu tau,teman teman kalian sudah menunggu ayo kita kembali," ucap sang kakek sambil membawa tubuh destio


Tampa membantah lagi Roy dan Rendi segera mengikuti sang kakek, entah kemana mereka akan di bawa, di ujung lorong sana mereka melihat teman teman nya harap harap cemas menanti mereka. Roy dan Rendi memacu kaki mereka segera menuju tempat itu.