Ghost May I Love You ?!

Ghost May I Love You ?!
Empat puluh hari, menuju bersatu.



Ayo berjuang sama-sama dengan ku, sayang. Kita buktikan pada orang-orang itu, kalau kita bisa bersatu bisa bersama walau dengan kekurangan masing-masing. Tapi bila bersama maka akan menjadi sempurna!


Hari ini, hutan di guyur hujan deras. Rendy dan Yura tengah berada di gubuk kemarin, dan besoknya lagi rencananya Rendy akan mengajak lagi Yura pergi ke tempat bunga ajaib itu berada.


''Ren, bila hujan nya deras sekali seperti ini. Kayaknya akan susah mendapatkan bunga itu.'' ujar Yura


''Kenapa kamu bilang seperti itu Yura? Tidak akan susah bila kita melakukan nya dengan sama-sama, kau percaya padaku. Aku akan berusaha mendapatkan bunga nya .'' ujar Rendy dengan bersemangat


''Iya saya yakin padamu. Hanya mungkin akan susah karena tanah nya akan semakin licin gitu loh, Ren.'' kata Yura


''Kita lihat saja besok, sayang kenapa sekarang jadi kamu yang ketakutan hm? Bukan kah kau ini hantu, apa kau sudah kehilangan kekuatan mu lagi?'' ucap Rendy


Yura langsung tersenyum, ''Kamu benar, saya tak seharusnya takut. Asal bersama mu, kita lakukan sama-sama.'' Yura langsung memeluk Rendy dan menyenderkan kepalanya di bahu Rendy.


''Jangan patah semangat sayang, kita berjuang ya. Untuk kebersamaan kita .''


''Hmm baik sayang.'' balas Yura


''Eh eh, hantu bisa bilang sayang juga rupanya.'' goda Rendy


''Ya bisa dong, gak ada larangan nya ini.'' balas Yura tak mau kalah.


***


''Di sebelah mana sayang, bunga nya?'' tanya Rendy Sambil celingukan mencari keberadaan bunga nya .


''Itu Ren, di sebelah sana.'' Yura menunjuk pada satu tempat yang ternyata membuat Rendy tercengang


''Ha ... Yang itu sayang, itu di pinggir dekat sungai itu?'' Rendy memastikan


''Hm iya itu di sana, kenapa kau kini percaya kan, tempatnya ini susah.'' kata Yura


''I-iya sih, tapi aku gak akan menyerah. Aku akan berusaha ayo!'' Rendy kini semangat lagi .


''Tunggu manusia, kamu cukup dia diam saja, saya yang akan ke sana .'' ujar Yura


''Tidak Yura, kamu yang diam biarkan aku yang ambil, kau ini kan perempuan gak baik Yura !''


''Helehh, apa kau lupa lagi hm? Saya ini punya kekuatan saya ini hantu .''


''Ayo Yura sedikit lagi, ayo!'' kini Rendy menyemangati Yura yang tengah berusaha .


Yura sudah mendapatkan bunga ajaib tersebut serta daun nya, kini tinggal di buatkan menjadi ramuan lalu mereka meminum dan bersatu.


''Hah Ren ... Saya lelah.'' Yura langsung terkapar


''Yura bangun, sayang jangan buat aku khawatir sayang.'' Rendy panik


''Tidak Ren, jangan takut saya baik-baik saja. Hanya saya merasa kehilangan tenaga aja.'' Yura memberikan senyum menenangkan dan termanis nya untuk Rendy.


''Oh Yura ! Kau membuatku takut .'' cepat Rendy memeluk Yura


''Ren, sebentar lagi kita bersama Ren.'' Yura mendekap wajah tampan Rendy dengan kedua tangan nya.


Rendy cepat menganggukkan kepalanya. ''Aku sangat bahagia Yura, aku begitu mencintaimu.'' Rendy ingin mendekatkan wajahnya pada bibir Yura ingin mencium saja untuk pertama kalinya.


''Jangan, itu tidak boleh. Kita masih berbeda, saya masih hantu !'' Yura mendorong bibir Rendy yang sudah manyun ingin segera mencicipi bibir hantu.


''Jadi , apa nanti sudah boleh ?'' tanya Rendy lemas seketika dia gagal merasakan itu.


Yura tersenyum, ''Mungkin saja.'' hanya itu balasan dari Yura.


''Hahhh ... Iya aku harus sabar.'' teriak Rendy


Kemudian Rendy membawa Yura ke gubuk dan besoknya Yura , bergegas membuatkan ramuan dari bunga itu. Keburu habis waktu, dan setelah di buatkan. ''Ini minum lah!'' Yura memberikan untuk Rendy, juga untuk nya .


Rendy melihat Yura sudah akan meminum, dan tak lama mereka meminum nya juga.


''Ahh pahit Yura, hoekkk.'' Rendy sudah ingin memuntahkan lagi cairan itu.


''Jangan di muntahkan Ren, ayo telan! Apa kau tak mau hidup dengan saya?''


''Ya baiklah.'' glekkk, terpaksa Rendy meminum itu.


''Kini kita sudah meminum nya dan saatnya menunggu Empat Puluh hari, untuk saya menjadi manusia seperti mu Ren. Bila dalam empat puluh hari ini saya berubah wujud, itu artinya kita berhasil--''


''Kalau tidak ?'' potong Rendy


''Kita ulang dari awal, saya harus mencari cara lain.''


Kira-kira, apakah ramuan itu manjur dalam satu kali minum atau tidak ya? Apakah cinta Rendy dan Yura akan cepat bersatu ? Simak selengkapnya di bab selanjutnya !?