
Rendy bangun dari tidurnya, dan dia bergegas mencari makanan atau buah untuk bisa ia makan bersama Yura.
''Yura, kamu tunggu di sini ya. Aku akan mencari makanan dulu.'' ucap Rendy dengan menyuruh Yura tinggal di gubuk ini .
Yura berdiri dari duduknya, lalu dia menggeleng pada Rendy, dan mendekati Rendy. ''Saya gak mau di sini sendirian Ren.'' ujar Yura
''Kenapa Yura ? Apa kau takut.'' tanya Rendy
Yura tersenyum simpul, ''Saya bukan takut bahkan gak takut kok Ren, saya ingin pergi bersama mu. Ya Ren.'' ucap Yura
Justru saya yang takut kau kenapa-kenapa Ren, sebab ketua sudah mewanti-wanti pada saya. Kalau harus berhati-hati karena di hutan ini dekat dengan jurang dan laut. batin Yura
''Baiklah sayang ku, ayo kita pergi bersama-sama.. Sepertinya kekasih ku ini takut kehilangan ku sekali ya.'' ejek Rendy tapi dengan penuh godaan
''Apa saya ini sudah menjadi kekasih mu, Ren ?'' Yura menatap Rendy intens.
''Benar Yura, kini kau lah kekasih ku.'' Rendy menegaskan
Sampai lah mereka di kedalam hutan untuk mencari makanan yang bisa Rendy makan untuk mengganjal rasa laparnya.
''Kau lelah tidak? Kalau lelah kita duduk dulu.'' ujar Rendy
''Bila kau juga lelah, ayo kita istirahat.'' kata Yura dia tidak akan lelah, tapi mungkin Rendy yang akan capek kehabisan tenaga.
'Iya kita istirahat.''
''Ren, biar saya Carikan makan untuk kamu ya.''
''Tidak Yura.'' cepat Rendy melarang
''Tidak Ren, biarkan saya cari makan untuk mu. Saya tahu dan akan mudah untuk mendapatkan nya Ren, kau percaya lah pada saya ok.'' kukuh Yura
''Yasudah tapi kamu hati-hati ya sayang, jangan lama.'' ujar Rendy
''Iya gak akan lama, kau juga jaga dirimu.''
Dan akhirnya Yura pergi mencari apapun untuk bisa Rendy makan di hutan ini.
Yura terus mencari keberadaan daun ajain yang bisa menyatukan nya dengan Rendy, rupanya bunga juga daun itu terletak cukup sulit di temukan.
''Saya sudah lelah, saya butuh air.'' ucap Yura lirih dia kehabisan tenaga akibat mencari bunga mujarab itu.
Yura butuh air. Lalu tak lama dia seperti mendengar ada suara deras air sungai .
''Untung lah, di sana ada air sungai. Saya akan kesana dulu.'' Yura dengan hati-hati menuruni jalan ini yang penuh dengan rintangan untuk sampai di pinggir sungai.
Sssrrttttt
Sssrrttttt
Yura pun telah sampai dan dia bergegas meminum air itu, tak lupa Yura mengambil untuk Rendy.
Mendadak hidung Yura mencium aroma bunga menyengat, rupanya itu yang dia cari cari selama ini.
''Hah, itu ... itu bunga nya ada di sana, Saya harus mendapatkan nya.'' Yura jadi semangat sekali
Tapi sayang sekali, Yura tak dapat menggapai bunga tersebut. Sebab letak nya jauh sekali. Bahkan Yura tidak bisa mengambil nya dengan kekuatannya .
Yura memejamkan matanya dia sedang mengeluarkan jurus nya untuk bisa menggapai bunga ajaib itu.
Masih belum berhasil. Kembali Yura mencoba lagi.
''Hahh ... Saya tidak bisa kekuatan saya hampir kehabisan.'' Yura Sampai ngos-ngosan
Tapi ketika ingat Rendy, Yura harus mencoba lagi. Yura menutup mata membaca mantra dan tangan nya menggapai bunga tersebut.
Bukannya dapat, Yura semakin hilang tenaga dan dia terpeleset kemudian Yura, ''Aaaaaa ... '' Yura akan jatuh
''Aaaaaaa ...''
''Aaaaaaaaa ... Tidak ...''
''Yura!''