
Yura mulai merasakan cintanya Rendy untuknya mulai tumbuh seiring berjalannya waktu mereka yang menghabiskan waktu bersama hanya berdua.
Dari semenjak Rendy tahu bahwa Alya sang mantan telah resmi menikah kini Rendy mencoba ikhlas bahkan berniat pada dirinya sendiri untuk melupakan Alya sepenuhnya.
Di tambah kini, Rendy semakin nyaman dengan Yura. Bahkan sudah menerima kehadiran Yura sangat menerima. Rendy pun mulai merasakan ada benih cinta di hatinya untuk Yura si setan itu.
''Ya, sepertinya gue mulai gila. Gue, mulai jatuh cinta pada hantu cantik itu. Ini benar-benar membuat gue gila!'' gumam Rendy sambil bercermin dan menatap Yura dari balik cermin itu .
Ingat, Yura akan semakin cantik bila di lihat dari cermin begini. ''Yura, gue mulai ada rasa sama Lo.'' ujarnya terkekeh kecil.
Kini, Yura mendapatkan kabar dari bisikan di telinganya berasal dari hutan itu .
Yura teruslah buat dia mencintai mu, dan nyaman dengan mu. Agar kau segera kembali ke hutan bersama sebangsa mu. begitu bisikan yang Yura dengar.
Tapi kini, Yura mulai merasakan keanehan dalam dirinya. Dia merasakan badan nya lesu dan tak bertenaga.
Dan rupanya itu efek dari cinta manusia terhadap nya. Namun rasa sakit ini harus Yura hadapi agar dia bisa kembali ke asalnya.
Rendy berbalik badan dan dia sedikit terkejut saat melihat Yura nampak pucat. ''Yura, kau kenapa ?'' tanyanya cemas.
''Em, Rendy saya ... Saya merasakan pusing.'' jawabnya lirih
''Kamu sakit Yura ? Apa setan bisa sakit juga kah?'' tanya Rendy lebih tepatnya menebak.
''Ya bisa dan itu ada penyebabnya Rendy.'' balas Yura mengejutkan.
''Hah ... Jadi benar, hantu bisa sakit ya? Memang apa penyebabnya Yura ? Dan sakit apa yang kamu rasakan ?'' tanya Rendy beruntun
''Ohh i-itu, ada lah penyebabnya Rendy. Tapi kamu tak akan mengerti.'' bohong Yura, karena yang sebenarnya dia tak ingin Rendy tahu bila Yura telah merasakan cintanya Rendy dan ini menyebabkan dia lemas tak bertenaga. Yura tak akan mengatakannya agar dia bisa secepatnya pergi dari kehidupan manusia ini.
Benar, itu adalah tujuan Yura memang sudah dari awal begitu bukan.
''Yasudah kita ke rumah sakit ayo.'' ajak Rendy benar-benar khawatir, Rendy ini cenderung Pria bertanggung jawab dan romantis. Apalagi pada orang yang mulai dia dan dia sayangi.
Hmm, apa itu maksudnya Rendy mulai sayang Yura ? Entahlah mungkin iya!
Rendy pun mungkin menyayanginya sosok tak kasat mata ini. Yanga hanya dia yang dapat melihat.
Kemarin saat Yura melakukan menampakkan diri di depan Rama saat berdansa kemarin, sebenarnya itu membuat tubuh Yura lemah juga tenaganya berkurang. Maka dari saat itu Yura tidak akan lagi menampakkan diri di hadapan manusia siapapun itu.
Yura menggeleng pada Rendy, tapi dengan bibir melengkung tersenyum. ''Rumah sakit Rendy ?'' tanya Yura ingin rasanya tertawa terbahak.
''Ya Yura, ayo ke rumah sakit. Agar kamu sembuh.'' kekeh Rendy
''Rendy, apa kamu lupa? Saya kan hantu. Mana bisa dong saya ke rumah sakit. Untuk apa dan mau apa ? Toh manusia di sana tak bisa melihat saya, heheh.'' tuh Yura pun terkekeh
''Ohh iya.'' Rendy sadar dan dia garuk-garuk kepala nya padahal tidak gatal.
''Dasar manusia.'' ejek Yura
''Bisa sih Ren. Berikan saya Lima ekor ayam serta darah kelinci!'' pinta Yura
''Apa Yura ? Ayam, dan darah lagi ?'' ulang Rendy
''Hm benar Ren, memang itu makanan saya dan akan membuat saya bersemangat lagi.'' sahut Yura
''Baiklah, nanti aku carikan.'' kata Rendy rela mencari yang di inginkan Yura.
**
Suatu malam.
Rendy belum bisa tidur dia pun menjadikan paha Yura menjadikan bantal kepalanya kini.
Rendy mendongak menatap keatas pada Yura, ''Yura!'' Rendy pun memanggilnya
''Ya Ren.'' balas Yura dia menatap kebawah wajah Rendy yang putih mulus dan tampan ada bulu-bulu halus di area wajahnya itu, Seperti orang barat.
''Yura kamu akan selalu bersamaku kan Yura? Kauntak akan meninggalkan ku, walaupun aku sudah mencinta mu. Kau gak mungkin menghilang kan?'' tanya Rendy terdengar ada nada tak ingin Yura pergi dari suaranya Rendy.
''Saya ... Saya ... '' Yura sedikit kesusahan untuk menjawab pertanyaan Rendy.
''Yura kenapa kamu nampak susah sekali menjawab? Apa kau akan meninggalkan ku , seperti yang di lakukan si Alya padaku?'' sentak Rendy sampai bangun dari berbaringlah nya itu .
''Rendy, bukankah kau sudah tahu dengan yang akan terjadi?'' ucap Yura dengan niat mengingatkan Rendy
''Tidak Yura! Aku gak mau kamu sampai pergi. Apa kau akan tega meninggalkan ku? Kau tidak kasihan kah kepadaku Yura?'' Rendy memegang pundak Yuya dengan sedikit menyentaknya.
''Ren ... Saya pun tak bisa melakukan apa-apa lagi. Karena ini sudah peraturan nya seperti itu.'' jelas Yura
''Halahh, masa bodo dengan peraturan. Yang ku mau kau tetapi di sini.'' teriak tegas Rendy
Yura diam dia tak bisa menjawab lagi.
Yura, bisakah saya hidup selamanya dengan manusia ini?'
Tak bisa Yura, kau kenapa kau berubah pikiran? Apa kau tidak mau kembali ke asal mu, Yura? Ingat tujuan mu, Yura' ucap ketua menjawab
Tapi saya merasa kasihan dengan manusia ini, sepertinya dia sangat tulus.' ucap Yura
Tidak ada yang tulus, dan yang kekal itu adalah sebangsa mu juga, Yura. balas ketua
Apakah tidak ada jalan lain, ketua? tanys Yura menatap ketua
Dan si ketua diam sejenak tapi detik kemudian ketua mengatakan sesuatu hal. Carilah daun ini. Mungkin kau akan berubah menjadi manusia dan bida hidup bersamanya. Tapi bila dalam waktu empat puluh hari kau tak menemukan daun itu. Maka tak ada cara lain, yaitu kau kembali ke asalmu. beritahu sang ketua.
'Daun itu ... Tapi, daun itu sangat langka. Dan juga itu daun berada di tepi jurang dan lautan.' bisik hati Yura.