Ghost May I Love You ?!

Ghost May I Love You ?!
Hanya kamu, Yura!



Yura begitu terkejut saat dia melihat Rendy tengah di peluk oleh seseorang wanita yang penampilannya ini begitu mencolok mata. Bagaimana tidak, wanita itu berpakaian sangat pendek dan serba ketat.


Jelas Yura merasa marah tak terima,.


''Rendy ... Siapa itu ? Kenapa peluk peluk ?'' suara Yura menyadarkan Rendy dan juga mengagetkan sementara Shela dia tak dapat mendengar suara Yura .


Rendy pun langsung dengan reflek menjauhkan Shela dari tubuhnya, hingga pelukan itu terlepas.


Yura mendekati Rendy dan dia ber sidekap dada. Menyilang kan tangan di depan dada Yura meminta jawaban Rendy.


'Nanti ku jelaskan ya.' bisik nya di hati , Rendy menatap Yura yang harus diam tapi kelihatan marah padanya.


''Ren, ada apa?'' tanya Shela dia kaget dengan perlakuan Rendy melepaskan pelukan dengan agak kasar.


''Sorry Shel, di sini tak ada siapa-siapa jadi aku merasa tak enak saja.'' jawab Rendy


''Oh begitu, tapi bukan kah kau tahu aku ini seperti apa Rendy.'' ucap Shela


''Itu dulu Shel, beda dengan sekarang jangan di samakan.'' sahut Rendy.


Walaupun benar, dulu Rendy ini hampir akan di ajarkan oleh Shela tentang hal yang berbaur dewasa, tapi untunglah dulu Mama membawa Rendy pindah tempat sehingga Rendy putus dengan Shela yang sudah pintar ke hal itu .


''Kau sudah berubah rupanya Ren.'' kekeh Shela tapi dengan sengaja Shela wanita itu memeluk Rendy lagi


Yura langsung melotot kan matanya, ''Hei ... Manusia, Anda sangat tak bermoral peluk peluk seorang pria tanpa ijin.'' Yura memarahi Shela.


Dan ini sebenarnya Shela sengaja lakukan agar dia bisa tahu di mana kini letak nya setan itu. Barangkali dia bisa melihat gerak-gerik nya dari mata Rendy.


''Shel, lepaskan. Kamu ini ngeyel sekali di kasih tahu . Tolong kamu mengerti Shela!'' tegas Rendy


''Ya ya, baiklah. Oh ya, aku dengar-dengar katanya Minggu ini kamu ada reunian ya Ren?'' entah tahu dari mana Shela ini, dan memang itu benar juga kini Rendy tengah memikirkan dia akan pergi dengan siapa? Kan sia sudah tak memiliki pasangan lagi.


''Kamu tahu dari mana?'' tanya Rendy sedikit menatap memicing mungkin curiga


''Aku pasti tahu tentang mu Rendy, bahkan aku tau kalau kamu baru putus lalu di tinggal nikah sama mantan mu itu, ya kan?'' tebak Shela sambil tersenyum misterius


''Pokonya intinya aku tahu semuanya, oh ya kalau kamu mau aku bisa kok jadi teman atau pasanganmu di Acara reunian itu.'' Shela menawarkan


Anehh banget nih dia tiba-tiba hadir lagi dan tahu dengan yang terjadi padaku sekarang ini. Rendy jadi bingung sendiri.


Hingga pada akhirnya, Rendy sudah setuju juga dan memutuskan ya dia nantinya akan pergi bersama Shela.


Sebenarnya para kaum pria itu akan merasa iri padanya, bila dia datang dengan Yura yang berubah wujud menjadi seperti manusia seperti waktu lalu saat berpesta. Tapi balik lagi Rendy tak ingin ada yang jatuh cinta pada Yura, gak boleh ada!


Hari sudah gelap, dan Shela sudah pulang sedari tadi.


Kini, kamar Rendy teras sepi rasanya.


''Kau kenapa Yura? Apa kau marah padaku?'' tanya Rendy lembut


''Jangan dekat-dekat! Pergilah, dan ya, saya memang marah padamu. Juga pada wanita yang kekurangan baju tadi itu.'' kata Yura begitu judes


''Memang apa salahku Yura? Bukan aku yang meminta di peluk dan juga aku gak balas pelukannya tadi kan.. Ya itu mah dia saja yang begitu.'' Rendy membela diri


''Halahh, kalian pokoknya sama saja. Sama-sama gatel.'' Yura sampai bersungut-sungut


Rendy semakin mendekati Yura, dia mendekap erat pundak Yura walau Yura menolak di dekati dan di pegang Rendy, tapi tangan Rendy kuat memeluk Yura.


''Ssssttt, diamlah Yura! Dan dengarkan ini baik-baik. Aku itu tak ada apa-apa dengan perempuan tadi, sungguh ini tidak bohong sebab yang aku cintai sekarang ini adalah ... Kamu Yura!'' ucap Rendy serius


Yura langsung menoleh menatap wajah tampan itu.


''Hmm benar Yura, ini aku serius kau lah yang ku cintai saat ini bukan orang lain hanya kau!'' Rendy menegaskan


''Benar kah? kau tak lupa kan, saya ini siapa?''


Rendy menggeleng, ''Tidak lupa. Dan aku mengatakan ini dengan kesadaran penuh.'' jawabnya lalu membawa Yura dalam pelukannya.