Ghost May I Love You ?!

Ghost May I Love You ?!
Ghost May I Love You.



Rupanya Rama ini adalah sepupu dari rombongan pihak laki-laki yang sedang melakukan acara lamaran di samping rumah Tante Rendy.


Jelas saja Rama hadir kalau begitu, dan itu diketahui oleh Rendy saat Rama memang duduk berserta keluarga dari pihak laki-laki tersebut.


Rendy terus memperhatikan dua orang itu dari kejauhan, bukan nya dia sedang kepo pada dua benalu itu justru dia semakin membenci mereka.


''Ram, di sana ada Rendy.'' bisik Alya dengan menunjuk Rendy lewat ekor mata pada Rama yang tengah berada di sampingnya.


''Ya Al, aku juga tadi sudah melihatnya, dia memang ada di sini tapi lagi apa dia disini?'' balas bisik Rama.


''Yang punya acara ini adalah tetangga nya Tante Rendy, juga Mama Rendy kenal sama keluarga pihak perempuan.'' jelas Alya memang dia tahun akan hal ini.


''Ohh pantas lah dia ada di sini.'' ucap Rama.


Tapi tanpa Alya sadari sebenarnya mata Rama yang jelalatan itu dia tengah mencari sosok perempuan yang begitu cantik tadi, yang sempat berdansa dengan nya kini Rama tak menemukan keberadaan wanita cantik bak boneka itu rupanya adalah Yura.


'Kemana ya perempuan cantik tadi, kok sekarang gak kelihatan lagi aneh.' ucap batin Rama dengan mata sudah kesana kemari.


Rendy pun sedikit aneh ketika kepala Rama itu mondar-mandir ke kiri, kanan. Belakang dan depan, nampak sedang mencari sesuatu.


'Lagi cari apa si Rama, apa ... Dia sedang penasaran dengan Yura?' gumam Rendy


''Kakak mau gak nginap di sini?'' tanya Dira adik sepupu Rendy kini sudah bergelayut manja lagi


Awalnya Rendy merasa biasa, tapi lambat laun dia menjadi bosan dan juga tidak nyaman dengan kelakuan adik nya ini.


''Dek, lepaskan lah. Gak enak di lihat Mama mu.'' ucap Rendy berharap ini berhasil


''Ya gak apa-apa lah kak, orang Mama sudah tahu kok.'' balas Dira


''Hah, sudah tahu apa?'' tanya Rendy


''Iya Mama dah tahu kalau aku menyukai kakak.'' jawab Dira enteng nya.


''Serius kamu Dek? Ah, pasti kamu ini sedang bercanda. Dan candaan mu sangat tak lucu.'' Rendy ingin menghibur dirinya sendir


''Siapa bilang bercanda kakak, orang aku serius bahkan dua rius.'' kekeh Dira semakin menempel


'Astaga kenapa jadi begini adik gue?' batin Rendy pusing


''Rendy rupanya kamu ini bajingan juga ya,'' tiba-tiba ucap Yura di telinga Rendy.


''Heh, apa maksudmu mengataiku begitu?'' bisik Rendy tak terima dan marah tertahan.


''Ya kau memang bajingan melebihi orang itu'' menunjuk Rama.


''Yura, berani sekali kamu menyamakan aku dengan si Rama sialan.'' bentak Rendy


''Memang kau bajingan, apa bedanya kau dengan dia. Lihatlah dirimu, kini sudah peluk peluk dengan nya. Bahkan kau begitu dengan anak kecil, ckkk Rendy!'' ejek Yura


''Wah wah Yura, seperti nya bener!'' balas Rendy dengan tersenyum miring


''Apa? benar apa?'' menatap Rendy


''Kau benar-benar sedang cemburu pada adik ku ya?'' bisik Rendy menggoda


''Yura Stop! Aku tak suka mendengarnya.'' tegas Rendy


''Kenapa tidak suka? Apa kau sudah menyadarinya sekarang hm?'' tanya Yura.


''Yura jangan lah mencampuri urusan manusia, ok!'' ujar Rendy


''Ya ok baiklah Rendy Baskoro. Saya tak akan mencampuri urusan mu, tapi saya juga ingin kau tak mencampuri urusan saya ok, jangan ikut campur.''


''Kapan aku ikut campur soal persetan 'an?'' tanya Rendy


''Itu tadi apa Rendy, saat saya sedang menari dengan nya'' menunjuk Rama ''Kau melarang, dan kau tak membolehkan saya menari kenapa?'' lanjut Yura.


''Ya sudah sana bila kau juga ingin bersama si brengsek itu!'' usir Rendy sudah kesal.


''Ok baik terimakasih jangan lagi ikut campur ya.!'' Yura pun berdiri dan dia mulai melangkahkan kakinya untuk pergi.


Namun belum ada satu langkah Yura meninggalkan Rendy, sudah ada yang mencekal lagi tangannya menahan kepergian Yura.


Bahkan orang itu dengan gerakan cepat menarik tangan Yura sehingga Yura berbalik badan dan tiba-tiba Yura jatuh dalam pelukan seorang pria.


''Aaahhh!'' pekik Yura


''Kau tak bisa lari!!'' bisik seorang pria menatap Yura


''Kenapa menarik saya ?''


''Suka-suka saya jangan mengatur dan jangan membantah, kau tak boleh pergi.!'' tegasnya melarang .


Yura tersenyum lalu dia mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka sudah mau beradu sebentar lagi itu.


Glek!


Ada yang kesusahan menelan ludahnya.


''Apa ini artinya kau mulai mencintai ku?'' bisik Yura hembusan nafasnya terasa di bibir Rendy dengan hangat.


''Khmm, aku ... Aku.'' Rendy berdehem menetralkan rasa gugup.


''Ya jatuh cinta lah padaku, agar aku CEPAT kembali ke asalku.'' ucap Yura kembali dengan wajah senang.


''Tidak akan ku biarkan kau pergi dan kau tetap di sini dengan ku, bersama ku. Tak akan ku biarkan kau kembali ke asal mu.'' tegas Rendy menghentikan tertawanya Yura.


''A-apa maksud mu? Bukan kah kau ingin aku kembali kan?'' tanya Yura menatap Serius.


''Ghost my i love You, tapi aku tak ingin kehilanganmu, Yura tak ingin, tetaplah di sini walaupun kita telah saling mencintai.!'' ucap Rendy meminta.


''Tapi Rendy tidak bisa seperti itu'' ucap Yura lirih


''Kenapa tidak bisa?''


''Karena memang sudah di garis kan harus seperti itu, bila telah tumbuh cinta. Maka perlahan saya akan menghilang.'' kembali Yura menjelaskan.


''Ok Yura bila seperti itu, tapi aku Rendy Baskoro! Aku akan berjuang kali ini. Aku tak akan melepaskan untuk kedua kalinya tidak akan aku janji. Dan bila harus melawan takdir aku akan menjalani nya.'' janji Rendy serius.