Ghost May I Love You ?!

Ghost May I Love You ?!
Minta restu Mama



Entah bagaimana bisa tapi ya kini Yura mulai memendam rasa cinta untuk manusia ini yaitu Rendy.


Namun Yura belum mengatakan perasaannya pada Rendy dia mendadak sedikit kesusahan untuk berkata jujur.


''Biarkan saja dia yang merayakannya dulu, dan saat dia merasakan baru lah saya akan jujur padanya.'' tukasnya Yura berbicara sendiri


''Hei sedang apa?'' tiba-tiba Rendy datang dan merangkul pundaknya Yura. Kemudian ikut duduk di samping Yura yang tengah menatap bintang malam ini. Bintang yang hadir begitu indah terlihat.


Yura menoleh sekilas lalu kembali menatap bintang di atas langit, ''Saya sedang melihat bintang-bintang itu.'' jawabnya sambil menunjuk pada langit


''Ohh melihat bintang, eh Yura lihat di sana bintang nya sangat cerah dan terang sekali ya.'' ujar Rendy sambil menunjukkan satu bintang yang sedang berkelip.


''Ya kau benar Rendy, dan itu sangat cantik.'' Yura membenarkan dan dia tersenyum senang melihat bintang tersebut.


''Benar bintang itu cantik, dan itu sama seperti mu Yura. Kau sangat cantik!'' puji Rendy kini membawa pundak Yura agar menghadap nya.


''Be-benarkah saya cantik?'' tanya Yura dengan suara pelan


''Tentu Yura, kau begitu cantik. Melebihi manusia.'' Ucap Rendy


''Ohh apa maksudnya, melebihi Alya mu itu?'' ejek Yura dan niat menggoda Rendy si manusia Tampan Ya, Yura sangat mengakui itu. Rendy memang sangat tampan gagah dan juga baik. Begitu tanggapan yang Yura gambarkan untuk postur Rendy.


''Yura! kenapa harus membawa wanita itu sih.'' omel Rendy dengan mata mendelik


''Hihihii, saya hanya bercanda kok.'' kata Yura


''Sangat tidak lucu.'' sungut Rendy dan memilih melihat pada langit menatap bintang lagi daripada harus meladeni Yura.


''Kenapa? Kau marah?'' tanya Yura


''Menurut mu? Kau pikir saja sendiri.'' cetus Rendy


''Tuan Rendy ini sangat galak sekali ya ternyata.'' Yura berbisik di telinga Rendy niat menggodanya lagi.


''Yura! Jangan mengejek ku.'' tegas Rendy dengan wajah seriusnya.


''Tidak, saya tak mengejek mu kok.'' balas Yura menampilkan wajah polos


''Hei, aku bisa merasakannya ya, kau sedari tadi terus saja mengejek ku. Aku tahu itu.'' kekeh Rendy


''Mungkin iry hanya perasaan mu saja.''


***


Tanpa mereka sadari, Mama mendengar percakapan mereka atau lebih tepatnya Rendy yang sedang berbicara seorang diri di luar teras rumah, dan Mama melihat tangan Rendy terangkat satu seperti tengah merangkul seseorang. Tapi Mama tak melihat ada siapa-siapa di samping Rendy.


Mama penasaran dan jadi merinding, Mama menghampiri Rendy. ''Rendy!'' panggil Mama dengan suara tinggi


Membuat Rendy terlonjak kaget sampai terjingkat dan segera menatap kebelakang dimana di sana sudah ada sang Mama senang menatapnya dengan tatapan menyeramkan dan menyelidik. Mama berkacak pinggang menatap Rendy.


''Ma ada apa?'' tanya Rendy berdiri di ikuti Yura tanpa bisa dilihat oleh Mama


''Kamu sedang apa itu Rendy? Kenapa kamu bicara sendirian di luar begini, padahal jelas-jelas tak ada orang ngomong sama siapa kamu?'' tanya Mama sudah ingin mendapatkan jawaban.


''Ma, itu ... Anu ma, aku ...'' Rendy kesusahan menjawab


''Bicara dengan siapa? Ayo katakan!'' sentak Mama


''Ma, aku tadi bicara dengan pacarku.'' akunya Rendy


''Pacar? TERUS sekarang mana?'' Mama menatap bingung bagai orang bodoh.


''Nih pacar baru Rendy ma, namanya Yura!'' Rendy mengenalkan Yura pada sang Mama dan merangkul Yura.


Mama semakin bingung dan entah harus mengatakan apalagi. Yang jelas Mama shock dia sampai mulutnya menganga lebar. Mama tak mengerti siapa maksud anaknya ini.


''Astaga Rendy, tolong jangan buat Mama pusing Nak. Mana, mana orangnya Rendy? Mama gak melihat siapapun.'' ujar Mama dengan nada tinggi


''Ma, ini ada. Lihat dia di sini. Bersama kita.'' kekeh Rendy menjelaskan pada Mama


''Entahlah Ren, Mama jadi pusing dan sakit kepala, apa pacarmu itu Wanita jadi-jadian? Sampai Mama gak bisa lihat. Atau mungkin itu setan Ren? Gak mungkin kan, anak Mama menyukai hantu yang tak terlihat.'' ucap Mama merasa akan lucu bila benar


''Ya itu Mama benar, tebakannya Mama tepat sekali. Aku menyukai setan Ma, dia ini baiik dan juga cantik.'' ucap Rendy sambil tersenyum menatap Yura


''Tidak mungkin ... Masa anak Mama jadi suka dengan setan. Tidak Rendy ... Kau boleh saja putus cinta dan tersakiti Nak. Tapi jangan dan tak boleh kau menjadi gila begini, cinta suka dengan hantu.? Ohh tidak Nak.'' tiba-tiba Mama histeris dan tak ingin Rendy mengalaminya gangguan kejiwaan, akibat di khianati kemarin.


''Ma, Rendy serius. Ini bukan lelucon dan bukan omong kosong. Ma, boleh ya Rendy menyukai hantu ini. Tolong restui kami ma.'' pinta Rendy


''Ah tidak, merestui dengan hantu. Ya Tuhan bagaimana ini.'' gumam Mama dan sampai jatuh pingsan.