
''Ren-rendy, kamu. Kamu di sini?'' ucap pelan seorang wanita bertanya di hadapan Rendy yang kini mereka tengah berdansa bareng itu.
''Ya, aku di sini. Lalu kamu ?'' balas Rendy bertanya dan pura-pura tidak tahu.
''Aku ... Aku ... Iya aku juga. '' balasnya singkat
''Sama siapa?'' tanya Rendy kembali tentu sengaja ingin lihat apa Alya akan jujur pada Rendy.
''Em, aku ... Sama---'' Alya kesusahan untuk menjawab pertanyaan dari Rendy.
''Sama si Rama, kan?'' Rendy langsung menebaknya dan memotong ucapan Alya tadi.
''Eh kok kamu bisa tahu?'' kata Alya sangat pelan namun wajahnya menyiratkan keterkejutan dan Alya jadi menegang.
Rendy mampu merasakan nya juga tubuh serta wajah Alya seketika tegang.
Rendy pun dia tersenyum miring ketika melihat wajah wanita di hadapannya ini yang mungkin shock karena bisa bertemu Rendy dan juga Rendy tahu soal Rama dengan Alya berada di tempat ini juga.
''Alya, saya melihat mu di sana sedang bersama bajingan itu, iya kan?'' bisik Rendy dan suaranya berubah dingin.
''Rendy, aku ... ''
''Sudah lah, tidak perlu mengelak lagi Alya. Semuanya sudah jelas terlihat. Selamat kalian berdua sudah sukses membuat drama ini, kalian pemenangnya.'' sentak Rendy dia mulai muak melihat wajah-wajah sok polos itu.
Saat Rendy membuang wajahnya ke samping, dia menatap sesuatu yang menohok sekali. 'Astaga, Yura dia kenapa, dia?''
Rendy tak terima saat Yura berdansa dengan Rama. Pria yang telah merebut Alya dari nya. Lalu kini Rendy nampak melihat pria sialan itu berdansa dengan Yura. Tidak bisa ini tak boleh di biarkan. Bisik batin Rendy. Maka dia pun memutarkan tubuh Alya hingga kini.
Gappp!
Rendy menangkap tubuh Yura, dan mendekapnya dengan posesif.
''Lepaskan!'' ucap Yura cetus
''Kenapa ? mau kemana kamu?'' tanya Rendy menatap intens Yura.
''Saya ingin dengan yang lain .'' jawabnya dengan wajah jutek.
''Tidak bisa!'' tegas Rendy tak membiarkan Yura pergi
''Kenapa ? Apa urusannya dengan kamu, sudah sana kamu menari saja dengan perempuan-perempuan itu, sana awas.'' ucap Yura begitu dingin.
''Hmm, kamu ... Apa kamu cemburu Yura ?'' bisik Rendy di telinga Yura
''Tidak ada yang seperti itu, saya hanya kesal saja padamu. Kau telah mengacuhkan saya tadi. Jadi sana pergi.'' usir Yura sangat ketus.
''Kalau aku tidak mau ?'' tanya Rendy
''Eittss, gak bisa. Kamu sudah dengan aku. Tidak bisa lagi kamu pergi Yura.'' cegah Rendy
''Apa peduli mu? Bukankah tadi kau lebih memilih perempuan manja itu, Cuihhh.'' Yura merasa jijik
''Jangan gitu Yura, dia adik ku.'' tegur Rendy
''Ya dia adik, maka pergi!''
''Gak mau, eh Yura Kok kamu ... tadi bisa ...?'' Rendy menatap serius dengan Yura
''Apa ?'' balas Yura
''Kamu ... Kamu kok bisa dansa sama si Rama sih Yura ? Ini aneh, bukannya kamu gak bisa dilihat manusia ?'' ya Rendy baru sadar akan hal ini.
''Hahaaha ... Rendy, Rendy !'' Yura justru tertawa lebar dan lebih tepatnya menertawakan Rendy.
''Ehh malah tertawa lagi kamu, ayo Jawab !''
''Kamu lupa siapa saya?'' ucap Yura
''Tidak, kamu kan setan.'' jawab Rendy
''Tapi kamu tak tahu Rendy, setelah saya hidup dengan manusia. Saya dapat membuat satu manusia itu bisa melihat saya.'' jelas Yura dan baru mengatakan nya sekarang ini pada Rendy. Jadi mana akan tahu lah Rendy.
''Benar kah seperti itu, Yura ?'' nampak masih ragu
''Ya tentu benar, kamu sendiri tadi lihat kan. Saya menari dengan manusia itu.'' tunjuknya pada satu orang yang Rendy benci.
''Mulai sekarang kamu jangan lagi menunjukkan asli mu pada manusia Yura !'' pesan Rendy
''Memang kenapa ?'' tanya Yura bingung
''Ya pokoknya tidak boleh, itu bahaya !'' tegas Rendy
''Tidak akan bahaya, saya dapat mengatasi nya. Manusia itu cetek Rendy.'' Yura menganggap seorang manusia tak ada apa-apa nya.
''Tidak Yura, pokoknya jangan. Ya jangan !'' kembali Rendy menegaskan.
''Dihh kamu sangat aneh !'' ejek Yura
''Biarin saja aku di sebut aneh, yang penting pokoknya kamu turuti kemauan aku. Jangan lagi menunjukkan asli kepada siapapun,ok!''
''Terserah!'' balas Yura.
Tidak akan ku biarkan kebodohan ku terulang kedua kalinya. Cukup sekali ku kehilangan dan di curi dari ku yaitu si Alya. tidak untuk mu Yura, tidak akan..! apalagi kamu ini bagai seorang putri yang jauh lebih cantik di banding di Alya. Maka akan banyak lagi pria lainnya yang akan menyukai mu nantinya, dan aku tak mau itu terjadi. bisik batin Rendy.