Ghost May I Love You ?!

Ghost May I Love You ?!
Gara-gara undangan



Pulang dari tempat itu, beberapa hari kemudian Rendy malah jatuh sakit lagi. Karena dia tak ada nafsu makan, di tambah ketika dia mendapatkan kabar undangan pernikahan Alya dengan Rama.


''Sialan mereka rupanya sudah sejauh ini.'' gumam Rendy


Dari sejak itu lah dia lebih banyak melamun dan tak ada semangat melakukan apa-apa. Rendy lebih sering diam, melamun.


Ting


Tiba-tiba ada pesan masuk di ponsel miliknya.


Walaupun dia ogah melihat tapi tangan Rendy membuka juga pesan itu.


[Broo, Lo kemana? Beberapa hari ini Lo gak masuk kuliah ?] begitu isi pesan yang dikirim oleh Dani


Ting


Ada bunyi pesan lagi.


[Bro, Lo dah denger kabar undangan pernikahan mereka?] kini pesan dari Choki


''Di saat seperti ini, si Choki malah nanyain itu lagi. Gak tahu kali ya kalau gue lagi galau, huhuhu..'' ucap Rendy lirih karena dia sedang sakit tak bertenaga.


''Malass lah aku balas pesan mereka.'' lanjutnya.


Saat akan terlelap ada yang mengetuk pintu.


''Siapa?'' teriak Rendy dari kamar.


''Ini Mama, eh kamu kenapa?'' Mama pun masuk dan dia kaget saat melihat Rendy tengah berbaring di balut selimut tebal.


Segera Mama menghampiri Rendy '' Kamu kenapa Ren?'' tanya Mama cemas


''Gak apa-apa kok ma, hanya lagi demam dikit.'' jawabnya


''Ke rumah sakit aja yuk, ini kamu demam tinggi Rendy bukan demam dikit,'' omel Mama ketika meraba kening Rendy anaknya.


Rendy ini anak tunggal sudah pasti di manja walaupun umurnya kini sudah dewasa tapi Mama nya ini akan memperlakukan Rendy bagai anak kecil bila dia sakit .


''Ma, sudah gak usah berlebihan Rendy gak separah itu kok ma.'' tolak Rendy


''Yaudah kalau kamu gak mau ke rumah sakit gak apa-apa, oh ya Ren, apa kamu sudah baca undangan dari mantan kekasih mu itu?'' tanya Mama


''Mama bisa tahu juga ma?'' tanya balik Rendy karena tadi yang memberikan undangan itu kan bibi.


Rendy menatap Mama nya, ''Ya Mama tahu dong Ren. Kan yang pertama kali baca dan menerima dari kurir kan Mama Ren.'' jelas Mama


''Ohh jadi Mama yang nerima nih undangan, ya ampun ma. Kenapa gak di buang aja sih ma, kenapa harus di berikan sama Rendy, ma?'' gerutu Rendy


''Ya maaf Ren, tapi tadi tuh udah Mama simpan di meja Mama gak ada niatan untuk memberikan nya sama kamu kok, terus kenapa ada di sini ya?'' tanya Mama bingung


''Bibi yang bawa, barusan.'' jawab Rendy


''Ohhh ya berarti itu salah si bibi Ren.'' ucap Mama


''Semuanya salah!'' cetus Rendy


''Ren, apa kamu sakit karena memikirkan soal undangan dan pernikahan nya Alya?''


''Yasudah sabar aja lah Rendy anak Mama, kamu ini anak yang baik, nanti juga Mama yakin kamu akan mendapatkan perempuan yang lebih baik dari si Alya Ren, Mama yakin.'' ucap nya Mama menyemangati sang anak.


Kemudian entah kenapa Rendy jadi teringat pada Yura ,


''Ma,'' panggil Rendy


''Ya, kenapa?'' balas Mama


''Sebenarnya ada perempuan yang baik Ma.'' ujar Rendy tiba-tiba


''Waaahh serius Ren, ya itu bagus Ren. Ayo kenalkan sama Mama!'' seru Mama senang.


''Tapi ma, perempuan itu adalah sebangsa hantu ma. Apa Rendy boleh kan ma? Menikah sama setan?'' celetuk Rendy mengatakan yang sebenarnya siapa perempuan tadi.


Mama mulutnya langsung menganga lebar, ''Hah, apa Ren? Me-menikah dengan setan?'' Mama sampai terbata mendengar nya.


''Ya ma,'' angguk Rendy


''Hahaaa, astaga Tuhan. sepertinya Rendy kamu beneran sakit Nak.'' tiba-tiba ujar Mama


''Ma, kenapa bilang gitu?'' Rendy bingung


''Ya benar Nak kamu sakit ya? Mama merasa kamu sudah sakit jiwa Nak? Mama gak mau Ren.'' Mama sedih


''Astaga ma! ngatain Rendy gila? Rendy gak gila Mama? Jahat sekali''


''Terus tadi apa yang kamu katakan Rendy ingin menikah sama setan, tidak ada yang seperti itu. Ingat Ren. Manusia ya menikahi manusia lagi bukan hantu Ren.'' omel Mama tapi menyadarkan Rendy


''Tapi ma, dia hantunya sangat cantik dan juga baik Ma, di banding manusia itu ma, yang telah mengkhianati Rendy ma. Setan lebih setia ma,'' kekeh Rendy


''Gak ada seperti itu Rendy, sadarlah. Dan sejak kapan kamu ingin nikah dengan setan? Memang kamu pernah ketemu dengan tuh hantu cantik kata mu barusan?'' Mama sampai geleng-geleng kepala.


''Tentu pernah ma, bahkan setiap hari. Setiap waktu dia ada dan bersama Rendy di rumah, di mana pun dia bersama kita''


''Bersama kita, berarti di sini sekarang ada gitu tuh setan nya Ren?'' tanya Mama sudah was-was Mama ini cenderung orang yang penakut dan juga suka mencemaskan hal apapun itu.


Rendy mengangguk.


''Hah apa, beneran Ren? Ada di sini?'' tanya Mama kembali


''Ya ma ada, bahkan setiap hari.''


''Se-setiap hari?''


''Hm setiap hari.''


''Lalu sekarang ada di mana tuh hantu?'' kembali tanya Mama sudah merinding sebenarnya.


''Tuh ada di belakang nya tubuh Mama, lihat saja ma kebelakang.'' ucap Rendy memberi tahu memang Yura tengah berada di belakang nya Mama Rendy saat ini.


''Aaahhh, tidak ... Ren, Mama takut. Setan ... !!'' Mama berteriak histeris dan Mama langsung lari terbirit-birit keluar dari kamar nya Rendy dengan perasaan yang bila kita ketakutan berada di hutan tengah malam seorang diri lagi, seperti itu yang kini sedang Mama Rendy rasakan!


''Hahaaa ... Astaga nyokap gue, kok malah takut sama tuh hantu cantik'' Rendy terkekeh-kekeh.