Ghost May I Love You ?!

Ghost May I Love You ?!
Dansa bareng



Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Rendy bahwa hukuman yang di berikan oleh sepupunya ini adalah hal yang mengejutkan.


Bagaimana tidak sampai terkejut coba. Biasanya adiknya itu akan meminta di belikan semacam ice krim dan kadang juga ingin jalan ke restoran atau kafe bersama dengan Rendy.


Namun kali ini hal mengejutkan terjadi, sang adikk tak lagi meminta semua itu. Dia meminta ...?


''Kakak kok malah diam sih.'' ucap Dira membuyarkan pikiran Rendy yang tengah di kejutkan itu.


''I-iya kenapa dek'' balas Rendy terbata


'Aku ingin kali ini kakak melakukan yang aku inginkan itu ya kak '' kini Dira sudah bergelayut manja di lengan Rendy.


''Kamu ini masih kecil dek, sekolah aja udah yang benar '' tegur Rendy dengan niat menyadarkan sang adik.


''Kakak, aku sudah gede sekarang. Aku kah udah SMA.'' kekehnya


''Dek sadar lah kita ini saudaraan gak boleh begitu '' kembali Rendy menegur.


''Gak bisa, pokoknya harus!''


Kemudian Rendy dan Dira di panggil oleh Mama karena kini acara lamaran sudah akan di mulai.


Kini semuanya sudah ke tempat acara, tak sengaja di sana juga Rendy malah melihat ada sepasang manusia tak tahu malu tengah duduk bersama.


'Mereka berdua , lagi ngapain di sini ' gumam Rendy masih menatap pada dua orang itu.


''Heh, sepertinya si Alya gak merasa bersalah dan juga sekarang malah dua-duaan begitu lagi ' kembali gerutu di hatinya.


''Rendy, ini sedang ada acara apa ya?'' tanya Yura melihat sekitar. Yura tak tahu dengan yang suka di adakan oleh manusia ini .


''Ini ada acara lamaran Yura, di tetangga Tante nya aku.'' jelas Rendy


''Ohh, tapi lama-lam- Eee ... ''


''Lamaran''


''Iya itu lam-lamaran itu apa?''


''Kamu gak tahu Yura ?''


''Tidak '' jawabnya menggelengkan kepalanya.


''Lamaran itu di lakukan oleh satu pasangan, dan biasanya sebelum acara pernikahan mereka akan melakukan dulu lamaran. Itu sama saja dengan pernikahan jadi satu hubungan sudah di pastikan akan jadi.'' Rendy menjelaskan.


''Begitu rupanya.'' Yura mulai mengerti.


Rendy kini tak lagi memikirkan dua manusia tak berguna itu, namun di acara ini rupanya ada acara dansa.


''Baik, semua acara utama sudah selesai ya saudara-saudara. Sebelumnya kita ucapkan selamat dan tepuk tangan untuk pasangan kita hari ini.''


Semua bersorak tepuk tangan tanda mengucapkan selamat.


''Sekarang saatnya kita lakukan acara berikutnya. Yaitu berdansa dengan pasangan masing-masing ya, kalau pun tidak punya pasangan jangan khawatir. Bisa mengajak teman atau saudara juga boleh'' ucap MC dengan memberi tahu acara selanjutnya adalah Dansa.


'Sial, ngapain sih mereka Dansa segala ' omel Rendy dia masih tak terima melihatnya walaupun itu hanya ada rasa kesal atau mungkin Rendy masih suka dengan Alya dan cemburu pada Alya yang hadir dengan si Rama selingkuhan nya.


Tiba-tiba saat tengah melihat pada si mantan, Rendy terkejut ketika ada yang memegang jari tangan nya.


''Eh ... '' kaget Rendy lantas melihat pada si pelaku


Rupanya itu adalah...


''Dek apa?'' tanya Rendy melihat pada tangan lalu kembali menatap sang adik sepupu.


Dira mengumbar senyum nya yang manis lalu dia berkata, ''Ayo kita dansa!'' ajaknya


''Hm dansa?'' ulang Rendy


''Ya, ayo kak. Dansa'' dengan paksa Dira mengajak Rendy ke tengah dan bergabung dengan yang sudah siap akan berdansa juga .


Rendy bagai orang bodoh dan tak berdaya dia mau saja di gusur tengah Acara dansa.


Sementara Yura dia merasa tak terima ketika tangan Rendy mendekap pinggang si wanita kecil namun licik itu.


Mata Rendy dengan mata Dita pun beradu pandang. ''Kak, gerakkan kaki nya '' pinta Dira


''Hm iya '' balas Rendy dia lupa dengan keberadaan Yura


''Rendy, lepaskan. Ngapain pegang-pegang begitu '' Yura menghampiri dan menyentak tangan Rendy yang masih berada di pinggang Dira.


Rendy menatap Yura 'Yura!' panggilan baru sadar.


''Kak, jangan di lepas ayo di sini lagi.'' Dira sadar Rendy melepaskan tangannya kemudian Dira menempelkan lagi tangan Rendy di pinggang nya.


''Gak boleh, lepaskan !'' Yura menarik baju Rendy sehingga agak menjauh dari Dira.


''Kak ada apa ?'' Dira sudah merengek cenderung kesal.


''Dir, kakak ... Kakak lelah nih mau duduk dulu'' alasan Rendy dia memang lelah bila berdebat seperti ini yang tak akan ada akhirnya seperti dulu dengan Alya maka Rendy yang mengalah.


''Gak bisa, ini acara dansa nya masih belum kelar'' Dira kembali menarik Rendy bahkan kini membawanya semakin ke tengah.


''Rendy ... Menyebalkan sekali ya dia.''


Kini acara dansa bergilir pasangan lalu Rendy dan Dira pun memutar badan dan mencari pasangan gantinya.


Gapp


Rendy menangkap satu tubuh seorang wanita tentunya. Dia mendekap pinggang wanita itu. Dan juga si wanita menangkap leher Rendy dengan tangannya dan mereka menggerakkan kaki untuk dansa. Tatapan keduanya pun saling beradu pandang.


'Sial , kenapa harus dengan dia.' gumam Rendy menatapnya.


''Rendy, kamu ... di- disini ?'' tanya si wanita bibirnya terasa kelu. Sama hal nya dengan Rendy si wanita itupun nampak terkejut karena kini yang menjadi lawan dansa nya adalah, Rendy!