
Yura sudah kehabisan tenaga, dia tak bisa mengambil buka ajaib itu dengan kekuatan nya. Tapi Yura TERUS berusaha namun bukannya berhasil Yura malah kehilangan keseimbangan dan hampir saja Yura akan terjun ke jurang dan lautan itu.
''Aaaaaa ...'' Yura tak dapat menjaga keseimbangan
Gap
Ada tangan yang menangkap Yura, hinggap dia tidak jadi terjun ke dasar jurang itu.
''Yura!'' untunglah di waktu yang tepat, Rendy si penyelamat datang dan menahan Yura agar tak jatuh juga membawa Yura dari kehancuran.
''Ren, Saya- saya haus Ren, saya lemah.'' ujarnya dengan mata sayu.
''Astaga Yura! Kuat kan dirimu, aku harus bagaimana Yura ?'' Rendy panik ia pun bergegas membawa Yura untuk kembali ke tengah hutan, tapi masih dekat dengan lautan .
Rendy menggendong Yura, lalu menepuk pipi Yura untuk membangunkan hantu cantik ini. ''Yura ayo bangun Yura, Yura jangan buat aku cemas.''
''R-ren, haus ... da-darah Ren !'' pintanya
''Darah, darah aku harus cari darah kemana?'' Rendy kebingungan
''D-di sana a-ada hewan Ren.'' Yura menunjuk pada arah kanan.
''Baiklah Yura, kau tunggu di sini dulu aku akan mengambil kan darah untuk mu ok.'' ucap Rendy kemudian berlalu dengan kaki bergetar akibat rasa cemas juga takut terjadi sesuatu yang fatal pada Yura.
''Hah ... hah ... Rendy, cepatlah!'' Yura semakin kehilangan kesadaran.
Tapi tak lama untunglah Rendy sudah kembali dengan membawakan darah segar untuk Yura, Rendy membawa darah dari hewan kelinci ini dengan menyimpan di dedaunan seperti daun talas.
''Yura! Yura! Ayo bangun Yura! Dan kuat kan dirimu, ini aku sudah bawakan darah segar untukmu.'' ucap Rendy buru-buru menghampiri Yura dan membangun kan hantu itu.
''Ren.''
''Ini ayo bangun dan minumlah!''
Glekkk glekk glekkkk ...
Yura cepat menghirup dan mencium lalu meneguknya dengan cepat agar dia dapat tenaganya kembali, Yura ingin segera mendapatkan bunga ajaib yang kini sudah dapat dia temukan keberadaan nya .
Rendy pun membantu Yura berbaring untuk mengembalikan kekuatan perempuan setan itu .
''Bagaimana sekarang perasaan mu Yura ?'' tanya Rendy cemas
Yura mengangguk pelan, ''Saya sudah lebih baik Rendy. Tapi saya butuh waktu beberapa saat lagi untuk mengembalikan kekuatan saya ini.'' jawab Yura
''Ya baguslah Yura, aku senang mendengarnya.'' kata Rendy mendekap erat tangan Yura.
''Sebenarnya Ren, ada satu bunga ajaib yang dapat menyatukan kita berdua.''
''Apa, yang benar kamu Yura ?'' Rendy sumringah
Yura mengangguk, ''Benar Ren, saya serius. Tapi bunga itu ada di sisi jurang sana Ren.''
''Apa tadi kau itu ingin mengambil nya Yura tapi kau kehilangan keseimbangan begitu kah?'' tebak Rendy
''Kamu benar, saya hampir mendapatkan nya tapi saya kehilangan tenaga Ren, saya butuh asupan darah.'' jelas Yura.
''Lalu bagaimana sekarang caranya agar kita mendapatkan bunga itu, dan di mana Yura ? Bunga yang seperti apa, biar aku ambilkan Yura.''
''Tidak Ren, berbahaya.''
''Gak Yura, aku akan berusaha mendapatkan bunga itu. Ayo katakan yang mana seperti apa, aku akan berusaha keras untuk mendapatkan nya bagaimana pun itu caranya bila itu dapat membuat kita bersatu!'' Rendy amat serius dalam ucapannya.
''Ada di sebelah sana Ren, bunga merah ๐น Ren.'' Yura menyebutkan ciri-ciri bunga tersebut.
''Oh ok Yura, aku akan mencari dan berusaha mendapatkan itu.'' kekeh Rendy
''Baiklah, kira cari sama-sama Ren. Saya akan membantu mu juga.''
''Iya, eh tapi kalau sudah di dapatkan bunga nya lalu akan di apakan itu bunga?'' Rendy penasaran
''Akan saya buatkan seperti ramuan dan kita harus meminum nya, ketika sudah menjadi ramuan.'' beritahu Yura
'Oh tapi itu bukan racun kan?'' Rendy mendadak takut
''Hehehh , bukan Ren. Ini murni ramuan ajaib bukan racun seperti yang kau pikirkan.'' Yura terkekeh
''Baguslah, lalu setelah kita meminum nya, akan seperti apa Yura ? Apa yang akan terjadi selanjutnya ?'' Rendy penasaran sekali.
''Kalau kita sudah meminum ramuan tersebut, kita akan bersama-sama Ren. Dan itu berarti Saya akan berubah menjadi wujud manusia Ren.'' jelass Yura
''Be-benarkah Yura, kau- kau akan menjadi manusia ?'' Rendy senang sekaligus shock
''Benar, tapi bukan manusia asli hanya berubah wujud saja. Juga saya sudah tak dapat kembali ke asal nya saya yaitu hutan , Saya akan kembali bila kau meninggal dunia.'' kata Yura menjelaskan sejelas mungkin.
''Gak apa-apa Yura , aku senang Yura kau bisa bersamaku. Aku begitu bahagia Yura, aku berjanji aku gak akan mengecewakan mu. Dan gak akan mendua mu. Aku janji.'' janji Rendy
Yura balas dengan senyuman.