
Rendy di berikan dua pilihan oleh sang Mama, dan yang Rendy pilih adalah pergi bersama Yura.
''Ren, memangnya kau mau mengajak saya pergi kemana?'' tanya Yura merasa sedih juga saat Rendy pergi dari rumah dan melihat Mama nya nampak murung dan sedih melepaskan Rendy.
''Kita pergi kemana saja Yura, asal aku bersama mu.'' jawabnya
''Tapi Ren, saya merasa kasihan pada Mama kamu. Apa tak sebaiknya kamu pilih lah ibu mu Ren, kita kembali ke rumah.'' bujuk Yura tak mau Rendy durhaka.
''Yura! Aku ini sudah pilih kamu loh, tapi apa ini balasan mu hah? Dan ya, apa kau memang ingin aku bersama si Shela dan tak bersama mu Yura !'' bentak Rendy niat menyadarkan Yura
''Iya Ren, saya tahu ini demi saya . Dan saya paham maksud mu hanya itu Ren, kau tak lihat bagaimana tadi Mama mu?'' ucap Yura
''Biarkan saja Yura, kan ini yang di pilih Mama Yura, sekarang tugas kita adalah membuktikan pada Mama kalau kita bisa bersama!'' Rendy menegaskan
''Iya baiklah.''
''Oh apa kamu takut kita tidak dapat tempat tinggal hm?'' tanya Rendy dengan menuduh
''Hehee, Ren. Apa kau lupa siapa saya hm? Saya ini kan hantu Ren, saya bisa hidup di mana saja bahkan di hutan . Hahaaaaaa.'' Yura tertawa kencang merasa puas dengan jawabannya.
''Eh iya juga ya, dia kan bukan manusia. Lah kalau gue yang gak dapet tempat tinggal gimana ? Terus nanti ada hewan buas gimana ?'' gumam Rendy kini jadi dia yang takut sendiri.
Untung lah ada tempat tinggal untuk Rendy menginap hari ini, di gubuk kecil.
''Yura Sorry ya, aku hanya bisa bawa kamu ke tempat seperti ini doang, iya aku tahu walaupun kau ini setan tapi aku ingin memberikan kelayakan untuk mu.'' ucap Rendy bersungguh-sungguh.
''Hmm iya gak apa Ren, saya tidak masalah mau dimana pun. Asal bersama mu Rendy.'' balas Yura dengan malu-malu
''Oh oh , ternyata setan juga bisa tersipu malu ya hahaaa.'' goda Rendy
''Jangan marah dong Princess, nanti cantik nya hilang loh.''
''Isshh siapa yang marah.'' kata Yura
''Tuh kamu marah.'' tunjuk Rendy
''Tidak ada.'' balas Yura
Kini Rendy sudah tidur terlelap nya. Sementara Yura dia tengah duduk bertapa, dengan bibir komat-kamit kemudian muncul lah sosok besar di hadapan Yura.
''Ada apa Yura?'' tanya makhluk itu menghadap Yura
''Ketua, saya ingin bertanya padamu.'' ucap Yura membalas pernyataan sang ketua hutan
''Apa yang ingin kau tanyakan?'' ucap ketua dengan suara menggema
''Saya ingin menanyakan di manakah letak nya bunga juga daun mujarab itu, ketua?'' ucap Yura mengatakan alasannya dia memanggil sang ketua
''Hmm ... Rupanya kau masih menginginkan bunga ajaib itu ya Yura, apa kau sudah bulat dengan keputusan mu? Kau tak ingin kembali ke hutan Yura?'' kembali tanya si ketua untuk kesekian kalinya.
Yura cepat menggeleng, ''Ampuni saya ketua, saya mencintai nya tapi saya tak ingin berpisah darinya. Saya akan melakukan apapun untuk bisa bersamanya ketua. Tolong ampuni saya.'' Yura memohon.
''Sudah Sudah Yura. Jangan memohon demi manusia ingat itu! Baiklah bila begitu keputusan mu, kau cari lah di hutan ini, dekat pohon besar dan juga dekat sungai. Tapi Yura ingat, sungai itu berada di sisi dekat jurang. Jangan sampai kau atau manusia itu tenggelam Yura. Ingatlah hal itu!'' ketua pun sudah memberi tahu dimana letak bunga serta daun yang akan menjadi penyelamat atau yang bisa mempersatukan Yura dengan Rendy.
''Baik terima kasih ketua, terima kasih banyak. Terima kasih banyak!'' Yura membungkuk berterima kasih.
''Iya, semoga cinta kalian kekal abadi.'' lalu wuuussshhh ketua itu kembali menghilang dalam pandangan Yura.