Forgotten Husband

Forgotten Husband
Azura. episode 09



Di sebuah gubuk tua di dekat danau yang dapat dikatakan sedikit angker.


Bagaimana tidak? semak semak belukar yang tumbuh menjulang tinggi, beberapa pohon beringin tumbuh di sekitar gubuk tua yang tak terawat burung gagak berterbangan ke sana ke mari, suara jangkrik dan hewan hewan lainya saling bersautan dan malam yang gelap tanpa pencahayaan lampu hanya ada beberapa kunang kunang yang lewat menambah kesan angker tempat itu.


Seorang pria tampan dan gagah namun sayangnya ada topeng hitam berhiaskan pisau berwarna emas yang menutupi sebagian wajah sempurnanya, sedang duduk di sebuah kursi yang baru saja disiapkan bawahannya bak seorang kaisar yang berkuasa.


" Awalnya Aku mau berburu manusia malam ini, tapi aku tak menyangka akan menemukan tikus yang makan uang hasil penggelapan dana perusahaan.." Ucap pria tampan itu.


"Siapa kau! Apa hubunganmu dengan Tuan Jiang?" Teriak seorang pria yang tak kalah tampan


namun tangannya terikat pada kursi.


"He..hehe Apa kau pantas untuk mengetahui siapa aku!" Kekeh pria tampan yang tak lain adalah Azura si pembunuh bayaran terbaik.


Azura melangkahkan kakinya mendekat dengan pria yang tak kalah tampan darinya itu. Tangan kanannya memegang sebuah pisau kecil berkarat kesayangannya.


Diketahui pria yang kali ini Menjadi korban untuk yang ke seribu atau lebih mungkin? adalah Su Lang Sepupu jauh yang memiliki hubungan baik dengan Su Sugito yang bekerja di perusahaannya.


Su Lang bekerja sebagai manajer bagian perencanaan program dan kegiatan, yang baru diketahui azura tadi siang, telah menggelapkan dana sebesar dua miliar.


Tak hanya itu Su Lang juga membocorkan sebagian rahasia perusahaan yang membuat Jiang Xiahuan mengalami kerugian.


Walaupun Xia Ling internasional hanya salah satu perusahaan kecil Jiang Xiahuan diantara perusahaan milik Jiang Xiahuan.


Dan walaupun Xia Ling internasional runtuh Jiang Xiahuan tidak akan bangkrut. Namun, Jiang Xiahuan/Huang tak akan membiarkan hal itu terjadi karena baginya perusahaan Xia Ling internasional adalah yang paling Istimewa.


Kenapa? Karena di sanalah awal bertemunya dengan istrinya, tempat kisah asmara mereka Di mulai.


Awalnya namanya bukan Xia Ling internasional namun Xia hua internasional namun ia merubahnya untuk membuktikan cintanya ada Qiaoling yang begitu besar.


Oleh karna itu ia tak akan mengampuni seseorang yang membocorkan ato menghancurkan tempat kenangan indahnya dengan istri tercinta. Ia akan memastikan orang itu akan mati dengan keadaan yang mengenaskan.


Dan meskipun uang yang dikorupsi Su Lang bagi Jiang Xiahuan tak seberapa, namun itu menjadi salah satu alasan Jiang Xiahuan bisa balas dendam dengan Su Sugito...Jadi ia tak akan melewatkannya.


"Arghhhhhhh....." Teriak Su Lang kesakitan tatkala Azura menggoreskan pisau kesayangannya di pipi kanan Su Lang.


Darah Mulai keluar dari pipi kanan Su Lang karena Jiang Huang menggores pisaunya agak dalam.


"Sakit kah? Seharusnya kau tau resikonya sebelum korupsi Su Lang yang bodoh!" Sinis Azura menekan kata bodoh.


Su Lang mendongak, menatap pria bertopeng di hadapannya.


"Siapa kau? Apa kau orang suruhan tuan Jiang? Kau berani melukaiku? akan ku pastikan nanti kau akan mati dengan mengenaskan! " Teriak Su Lang menahan sakit di wajahnya saat berbicara.


"Hey..bodoh! Sayangnya sebelum itu terjadi aku akan membunuhmu terlebih dahulu." Ucap Azura tenang.


"Kau berani! Aku masih memiliki darah keluarga Su, keluarga yang berkuasa no dua di negara T! " Ucap Su Lang , namun dalam hatinya khawatir jika pria di depannya benar benar akan membunuhnya.


"Kenapa tidak! Cuma no dua di negara T apa yang bisa dibanggakan. Sementara Orang yang menyuruhku saja no satu di dunia pasti dia dengan mudah menghilangkan semua bukti tindakanku hari ini! " Ucap Azura enteng seolah olah ia percaya seratus persen dengan orang yang memberikan misi padanya.


Seketika wajah Su Lang menjadi pucat, hatinya merasa tak tenang, manik matanya terlihat ketakutan dan gelisah.


"Berapa banyak yang Orang itu bayar? Aku akan memberikanmu lebih banyak darinya asalkan kau melepaskannya! " Tawar Su Lang dengan wajah pucat.


"Kau pikir aku bodoh! ku pikir Kau lah yang bodoh stadium akhir! " Hardik Azura.


"Srettt... Stttttt...srettt..."


Tanpa aba aba Azura menggores kulit Su Lang berulang ulang di seluruh tubuh Su Lang seolah olah mendapatkan kesenangan baru, tanpa mempedulikan Su Lang yang berteriak kesakitan hingga suaranya pun menjadi serak.


Kini, teriakan Kesakitan Su Lang menambah suasana seram di sekitar gubuk tua itu bak film film horor.


"Emmmmm... dimana lagi ya? " Tanya Azura tiba-tiba pada Su Lang yang menahan perih dan gatal akibat pisau yang digunakan Jiang Huang sudah berkarat di seluruh tubuhnya kecuali perut datarnya.


"Kok diam?" Tanya Azura.


"Arghhh...." Teriak kesakitan Su Lang dengan suara seraknya ketika Azura memotong jari Su Lang satu per satu.


"Makanya kalo ditanya itu di jawab! kan sayang pisau kecilku harus memotong jarimu!" Kesal Azura tanpa rasa bersalah.


Rasanya Su Lang ingin mati sekarang juga dari pada menghadapi Azura yang sedang menjelma menjadi malaikat kematian untuknya. Dengan tak bersalahnya Azura membuat goresan yang dalam di seluruh tubuhnya bahkan kini memotong semua jarinya! Apa pria di depannya ini masih memiliki sedikit peri kemanusiaan?


Azura menarik paksa kemeja yang sudah tak berbentuk seperti kemeja bahkan warna yang awalnya navy menjadi merah karena terkena darah segar dari tubuh Su Lang, membuat luka gores Su Lang bertambah parah.


"Aw ..." Su lang meringis menahan sakit di punggungnya.


Azura mulai merobek kulit perut Su Lang dan menarik sesuatu yang panjang seperti tali dari dalam perut Su Lang, Azura melakukannya seolah olah sedang bermain tarik tambang dengan usus Su Lang sebagai talinya dan teriakan kesakitan Su Lang menjadi melodi indah yang mengalun di telinga Azura.


Tak puas dengan itu Azura mengeluarkan seluruh isi perut Su Lang dan dengan sengaja membiarkan usus Su Lang tergantung hinga menyentuh tanah.


Azura menyatukan alisnya bingung ketika sudah tak mendengarkan lagi teriakan yang terlontar di bibir Su Lang.


Kini keadaan Su Lang sudah mengenaskan, Bagaimana tidak? Tubuh penuh luka goresan, darah mengalir dari seluruh tubuh Su Lang, isi perut yang sudah dikeluarkan, jari yang terpotong hingga tandas dan usus yang masih menggantung bebas sampai menyentuh tanah.


Azura mendongakkan kepalanya melihat wajah pucat pasi Su Lang.


"Ternyata mati ! Ah gak seru masa segitu aja udah mati." Ucap Azura mengerucutkan bibirnya kesal kehilangan mainannya.


"Bu3gh..." Azura menendang kursi tempat Su Lang diikat hingga jatuh ke lantai.


"Kirim mayat si bodoh ini ke Mansion keluarga Su! " perintah ketus Azura kepada bawahannya di sampingnya yang melihat ngeri mayat Su Lang.


Azura meninggalkan bawahannya yang sedang mengerjakan tugas darinya.


Setelah keluar dari gubuk entah kenapa rasanya ingin sekali ia pergi ke danau.


Di tengah perjalanan hujan deras tiba tiba mengguyurnya, membuat baju yang dikenakannya basah kuyup.


Satu meter dari danau, di tengah derasnya hujan ia melihat sosok yang begitu familiar di ingatannya.


Setelah menamatkan siapa sosok tersebut ia terkejut siapa sosok itu, namun ia lebih terkejut lagi akan tindakan sosok tersebut yang berjalan mendekati danau. Azura pikir dia akan bunuh diri. Dengan segenap kemampuannya Azura berlari ke arah sosok familiar itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gu Qiaoling melajukan mobilnya ugal ugalan tanpa arah tujuan, sesekali menyalip kendaraan lain secara sembarangan, tak jarang mobil Gu Qiaoling menggores ataupun hampir menabrak kendaraan lain.


Banyak umpatan dari pengendara lain tertuju pada Gu Qiaoling, tapi ia tak peduli, sekarang yang ia pedulikan hanya lah bagaimana caranya ia bisa menghilangkan rasa sesak yang membuncah di dalam dada. Tanpa Gu Qiaoling sadari cairan bening yang kadang asin, kadang manis, kadang mungkin pahit terjun bebas dari kedua sudut matanya.


Mobil yang di kendari Gu Qiaoling berhenti mendadak di sebuah danau yang tak ia ketahui, rupanya mobilnya itu kehabisan bensin.


Gu Qiaoling keluar dari mobil sekarang yang dilihatnya adalah sebuah danau yang menurutnya seperti di film tadi yang ditontonnya bersama Xiaomi.


Gu Qiaoling berjalan ke arah danau yang airnya jernih, meskipun suasana disekitarnya agak angker, tapi Gu Qiaoling tidak peduli. Dengan pandangan kosong bercampur sendu ia memandang danau tersebut.


Gu Qiaoling berhenti tepat di depan ujung danau. Tak berselang lama hujan mulai turun membasahi Gu Qiaoling yang sedang mematung di tengah kesunyian malam.


"Tuhan! kenapa kau memberikan masalah yang begitu besar?" Keluh Gu Qiaoling memecah kesunyian di tengah derasnya hujan.


"Tak puas kah kau membuatku kehilangan cinta kasih orang tua kandungku? Bahkan Kau tak memberiku kesempatan bertemu mereka ataupun sekedar tau, seperti apa wajah keduanya?" ucap Gu Qiaoling sendu tanpa ia sadari cairan bening menetes dari matanya.


"Kenapa sekarang kau Hiks.. juga membuatku kehilangan cinta orang tua angkat ku? Apa aku memang tak pantas ada di dunia ini? lalu mengapa kau memberiku kesempatan untuk melihat dunia jikalau hanya memberi pemandangan orang orang meninggalkanku?Sakit rasanya tak taukah Kau?" Tanya Gu Qiaoling menunduk menyembunyikan wajahnya yang tampak kacau.


"Kenapa! " Teriak Gu Qiaoling frustasi.


"Dan juga Ayah kenapa kau tega sekali? Apakah Ayah lelah menghadapi diriku yang pemberontak ini? Atau apakah ayah hanya memanfaatkan diriku? Apakah selama ini yang semua ayah lakukan palsu? Tapi mengapa?" Ucap Gu Qiaoling mendongakkan kepalanya menatap kosong danau di depannya.


"Kau mengambil reputasi baikku. Apakah nantinya kau juga akan mengambil Impianku? Impian yang sudah aku perjuangkan selama tiga tahun. Hangus tak tersisa hanya karna sebuah kesalahan. Yang diawali oleh seorang ayah."


Tangis Gu Qiaoling pecah, Hatinya terasa sangat sesak, bahkan untuk bernafas pun rasanya susah, ingin sekali rasanya bunuh diri jika tak ingat dosa. Semakin Gu Qiaoling memikirkannya semakin sesak dadanya.


Tanpa sadar kaki Gu Qiaoling melangkah ke arah danau yang airnya tenang, hampir saja Gu Qiaoling tenggelam jika saja tidak ada yang memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi! " Lirih orang yang memeluk Gu Qiaoling dari belakang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


^^^bersambungπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ₯°^^^


jangan lupa like, jempolnya, coment, like, vote, share,dan hadiahnya πŸ₯°πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ₯°πŸ˜˜