
"Ya..." Bingung Jiang mau jawab apa tidak mungkin kan kalau dia mengatakan sesuai apa yang dipikirkannya.Β
"Gak bisa jawabkan? Makanya jangan asal ngomong. Sana buatkan saya makanan. Saya lapar." Usir Gu Qiaoling menjalankan rencana yang baru sajaΒ dibuatnya.
"Cepat pergi sana aku mau kabur! "Perintah Gu Qiaoling hanya berani mengucapkannya dalam hati.
"Dengan senang hati. Tidur disini jangan kabur ya." Pamit Jiang Xiahuan dengan hati berbunga bunga karna istrinya mau mencicipi masakannya.
"Eh buset- tau dari mana bang?" Batin Gu Qiaoling.
Setelah Jiang Xiahuan hilang dari pandangan Gu Qiaoling. Ia melepaskan infus di tangan kanannya.
Gu Qiaoling berdecak kagum dengan keindahan taman di jendela ruangan itu. Namun ini bukan waktu yang tepat untuk berlama lama menikmati keindahan taman ini.
Dengan hati hati Gu Qiaoling melewati jendela itu agar tidak menimbulkan suara.
"Berhasil." Batin Gu qiaoling Saat sudah menginjakkan kakinya di luar rumah.
Gu Qiaoling berlari menjauhi pekarangan rumah mewah Jiang Xiahuan.
Setelah merasa cukup jauh dari rumah Jiang Xiahuan, Gu Qiaoling langsung mencegat taksi di pinggir jalan.
"Jalan xixi pak!" Ucap Gu Qiaoling mendudukkan dirinya di kursi belakang.
setelah pak supir mengantarkan Gu Qiaoling selamat sejahtera sampai tujuan Gu Qiaoling memberikan kertas berwarna merah pada pak supir.
"Maaf saya tidak punya uang kembalian." Ucap pak supir melihat uang yang disodorkan Gu Qiaoling.
"Hmm...kembaliannya buat bapak aja." Ucap Gu Qiaoling santai.
"Terima kasih, semoga cepet ketemu sama jodohnya." Doa Pak supir yang sudah berumur sekitar tiga puluhan.
Gu Qiaoling hanya bisa tersenyum mendengar doa Pak supir itu dan sesaat kemudian berbalik masuk rumahnya.
.
.
.
.
..
.Pagi hari yang cerah di rumah Gu Qiaoling ada seorang anak berusia delapan tahun yang menggeliat pelan mencoba untuk tidur kembali tatkala sinar matahari memaksa masuk dalam kamarnya.
"Grrrrr"
"Grrrr.."
hampir saja Xiaomi berlabuh ke mimpinya yang sempat tertunda ia dikejutkan dengan suara hewan buas yang cukup keras.
Karena penasaran Xiaomi mengikuti sumber suara hewan buas itu.Dan...disinilah Xiaomi di depan pintu merah muda yang dilarang Xiaomi memasukinya.
"Ceklek..." Ragu Xiaomi masuk ruangan terlarang itu.Xiaomi terkejut melihat Segerombolan harimau yang menatapnya seperti daging empuk yang hidup.
"Grrrrr...."
Glegg.....Dengan susah payah Xiaomi menelan ludahnya.
*Mam sebenarnya ini rumah atau kebun binatang angka. Mama berani sekali memelihara hewan langka seperti harimau putih dan lagi ada enam ekor. yang paling parah adalah....
MAMA HARIMAU ITU MENATAPKU BAK MAKANAN EMPUK..... Xiaomi.
Satu...
Dua....
Xiaomi berlari terbirit-birit ke sembarang karena ada enam harimau mengejarnya. Sesekali Xiaomi melemparkan barang ke arah harimau putih itu
Rumah yang mulanya tertata rapi kini sudah seperti kapal pecah, karena dua makhluk berbeda jenis itu kejar kejaran.
"Hua......Mama Tolongin Xiaomi ada tante harimau putih mau makan Xiaomi." Teriak Xiaomi ketakutan.
"Sial aku terpojok . Apa ini akhir hidupku? Dimakan oleh Harimau putih peliharaan Mama. Papa, Mama maafkan Xiaomi belum sempat menyatukan kalian." Batin Xiaomi.
Xiaomi menajamkan matanya pasrah sambil bersandar pada pintu utama yang terkunci.
Selamat makan tubuh Xiaomi yang tidak enak Harimau Harimau jahat
dah Xiaomi mau pingsan.....
"Bruk.."
"Ceklek..." Bunyi pintu terbuka.
Gu Qiaoling Terkejut nyaris jantungan. Ya iyalah siapa yang tidak terkejut jika mendapati rumahnya berantakan bak kapal pecah ditambah lagi peliharaannya menatap anaknya seperti menatap makanan enak saja.
"Kalian! Kembali ke kandang kalian atau tidak ada makanan untuk kalian selama seminggu." Ucap Gu Qiaoling mengintimidasi. Gu Qiaoling marah akan peliharaannya yang mengobrak abrik rumahnya dan yang paling parah mau makan anaknya, walau salah Gu Qiaoling juga sih tidak memberi makan peliharaannya tepat waktu.
Seakan mengerti perkataan Gu Qiaoling, harimau harimau itu berlari terbirit-birit ke kandang mereka.
Gu Qiaoling menggendong Xiaomi dengan perasaan menyesal.
"Ma..Xiaomi takut..." Lirih Xiaomi tanpa sadar memeluk leher Gu Qiaoling.
"Maaf kan mama ya .Andai waktu bisa terulang mama gak akan meninggalkan mu sendirian dengan peliharaan Mama. " Sesal Gu Qiaoling.
Sesampainya di kamar Gu Qiaoling meletakan Xiaomi dengan. hati hati di kasur nya. Lalu Menyelimuti Xiaomi hingga sebatas leher.
"Baik baik ya pingsannya." Lirih Gu Qiaoling.
"Ceklek.." Gu Qiaoling menutup pintu dengan hati hati.
"Huhhhhh.." Gu Qiaoling menghela nafas panjang saat melihat barang barang berharganya pecah berserakan di lantai meja kursi sudah tidak ada di tempatnya dan paling parah Bagaimana Gu Qiaoling membereskan semua kekacauan ini.
"Hiks...Guci antik ku yang bernilai Ratusan juta." Batin Gu Qiaoling.
Dengan hati hancur Gu Qiaoling mulai memunguti pecahan guci nantinya, membenarkan meja kursi yang berantakan .Tak lupa Gu Qiaoling memberi makan Peliharaannya dengan sisa daging di kulkas.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Uh.." Lenguh Xiaomi bangun dari pingsannya.
"Apa aku sudah di surga? Tapi kenapa surga ini seperti kamar Xiaomi bukan? " Bingung Xiaomi.
"Sebaiknya Xiaomi liat lihat dulu." Batin Xiaomi beranjak dari ranjang.
"Mama.." Lirih Xiaomi melihat Gu Qiaoling menggeser meja dan kursi dengan susah payah.
"Mi...Apa yang Mami lakukan? " Tanya Xiaomi polos.
"Tentu saja merapikan kekacauan yang kau buat anak bodoh." Kesal Gu Qiaoling.
"Jadi sekarang Xiaomi gak jadi mati ya." Polos Xiaomi.
"Jujur aku mau tonjok muka polos milik Xiaomi. Boleh ak palingan nanti cuma bonyok dikit kok. " Batin Gu Qiaoling.
"Emang Xiaomi sudah siap mati?" Tanya Gu Qiaoling kesal.
"Belum sih... Tapi bukannya harimau galak tadi makan Xiaomi." Ucap Xiaomi mengerjakan matanya berkali kali.
"Tadi Xiaomi buka pintu merah muda ngak?" Tanya Gu Qiaoling menyelidik.
"En.....I....iya.." Ucap Xiaomi gugup karena ketahuan.
"Huh ...Makanya kalau dikasih tau itu didengerin. Jadi gini kan kacau semua siapa yang mau tanggung jawab.^!%@"^+β¬!;:@^^@;@&β©#%&(^%!*;*()?;:'jahil...." Omel Gu Qiaoling panjang sepanjang jalan kenangan pertama kali mereka berjumpa.
"Kalau tau gini sebaiknya Xiaomi nurut aja. Omelan emak emak paling menyebalkan. Semoga aja telinga xiaomi tidak rusak karena omelan mama yang panjang ." Batin Xiaomi meratapi nasib telinganya yang sial.
"ini mau sampai kapan mama ngomong? Udah satu jam lewat loh mulut mama gak berbusa apa ngomong udah kayak palung maria yang tidak ada ujungnya. Nanti kalau telinga Xiaomi rusak beneran gimana?" Kesal Xiaomi dalan hatinya.
"Udah ya ma..ngomelnya dilanjut nanti aja! Sekarang Xiaomi mau sekolah dulu." Sela Xiaomi.
"Ya udah sana." Ketus Gu Qiaoling.
"Ngapain Ke sana pintunya ada di sana ." Seru Gu Qiaoling menunjuk pintu utama yang berlawanan arah dengan kamar Xiaomi.
"Mamaku yang paling cantik tiada tara~ Mama lihat deh Xiaomi lagi pake baju apa?" Tanya Xiaomi tak menyembunyikan nada malas dalam ucapannya.
"Baju tidur? Terus kenapa?"
"Nabrak! Ya ampun Mama. Mana ada Sekolahan yang muridnya pakai baju tidur sebagai seragam ?" Geram Xiaomi.
"Eh ada. Dulu mama juga pernah make baju tidur ke sekolah." Ucap Gu Qiaoling tanpa dosa.
"Pasti mama disuruh pulang lagi sama pak satpam." Tebak Xiaomi.
"Eh....Kok tau?" Tanya Gu Qiaoling kaget.
"Au ah capek. Dah Xiaomi mau mandi dulu." Ucap Xiaomi menyerah melanjutkan perdebatan nya dengan Mama aneh bin ajaib yang sialnya adalah mama kandungnya.
Xiaomi melangkah kakinya ke kamar untuk melakukan ritual paginya yang sempat dikalahkan oleh peliharaan laknat Mamanya.
Sedangkan Gu Qiaoling melangkahkan kakinya ke dapur, mengabaikan pecahan guci koleksinya yang mungkin saja menancap di alas kaki Gu Qiaoling. Demi membuat sarapan untuk Xiaomi dan dirinya.
"Masak apa mi?" Tanya Xiaomi tiba tiba dengan balutan seragam sekolah yang lengkap.
"Allahu akbar kaget aku." Spontan Gu Qiaoling mengusap usap dadanya kaget.
"Mas cuma masak nasi goreng. Ayok sarana dulu." Ajak Gu Qiaoling menyodorkan piring berisi nasi goreng.
"Bungkus aja Mi, nanti Xiaomi makan di sekolah."
"Yasudah ini. Jangan lupa dimakan awas kalo gak dimakan nanti kamu yang aku jadiin makanan astuti." Ancam Gu Qiaoling.
"Astuti? Siapa dia." Bingung Xiaomi.
"Itu loh peliharaan Mama yang mau makan Xiaomi tadi." Ucap Gu Qiaoling disertai senyuman manisnya.
"I..iya Pasti Xiaomi habisin. " Gugup Xiaomi, mukanya sudah pucat pasi karena takut.
"Nih Ambil." Gu Qiaoling menyodorkan nasi goreng yang telah ia bungkus dengan kertas minyak.
"Makasih mi. Xiaomi berangkat dulu ya." Pamit Xiaomi. dengan celana Xiaomi mengambil bungkusan di tangan Gu Qiaoling lalu berlari terbirit-birit keluar rumah dan untungnya tidak menabrak pintu.
Ck...dasar penakut." Gumam Gu Qiaoling menggelengkan kepalanya.
"Jadi sekarang aku sendiri yang harus beresin semua kekacauan ini? " Lirih Gu Qiaoling menatap rumahnya yang masih berantakan.
^^^bersambung^^^
jangan lupa like, vote, coment, dan hadiahnya π₯°πππππππ