Forgotten Husband

Forgotten Husband
2 puluh 2



..."Bukankah aku ingin kamu mati? Tapi kenapa melihatmu jatuh koma membuatku merasa kehilangan ? Apakah aku benar benar masih bisa menjalankan misi ku untuk membunuhmu?"...


^^^-Gu Qiaoling^^^


^^^…………^^^


.


.


.


.


.


.


...…………………...


...………...


...…...


Gu Qiaoling mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh banyak mengemudi lain yang mengumpatnya karna itu tapi Gu Qiaoling tidak peduli. yang terpenting Jiang Xiahuan selamat ia rela masuk penjara.


"Jiang. Kau...kau harus bertahan!!" Lirih Gu Qiaoling sedih.


Dalam perjalanan Gu Qiaoling terus berdoa untuk keselamatan Jiang Xiahuan tak lupa dengan air mata yang tak ada habisnya tumpah ke pipinya. Sesampainya di rumah sakit......


"Dokter.....Dokter...Tolong Selamatkan Dia ..." Teriak Gu Qiaoling sambil menangis memanggil Dokter.


Para suster pun menghampiri Gu Qiaoling dan segera memindahkan Jiang Xiahuan ke ruang UGD.


"Tolong tunggu di sini. Dokter akan memberikan pertolongan pertama." Ucap Seorang suster. Suster itu menghentikan Gu Qiaoling yang ingin masuk ke ruang UGD.


"Baiklah...." Ucap Gu Qiaoling tertunduk lemah.


"Yang sabar suamimu pasti selamat. " Ucap Sister itu menepuk pundak Gu Qiaoling agar tidak larut dalam kesedihannya. Kemudian Suster itu meninggalkan Gu Qiaoling.


"suami...suami hubungan kita tak seperti yang anda pikirkan. " Ucap Gu Qiaoling menjelaskan namun saat Gu Qiaoling mendongak ia tidak menemukan Suster itu. Loh cepat sekali perginya. pikir Gu Qiaoling.


Sudah hampir Empat jam berlalu Gu Qiaoling menunggu Dokter keluar. Namun pintu ruang UGD tak kunjung terbuka hingga membuat Gu Qiaoling hampir tertidur jikalau tidak mendengar suara pintu terbuka.


"Ceklek....." Suara pintu terbuka. Gu Qiaoling mendongak dan segera menghampiri makhluk yang membuka pintu.


"Dok bagaimana keadaannya? Dia baik baik saja kan?" Tanya Gu Qiaoling. Wajah nya menunjukan ekspresi campuran antara takut, khawatir, dan panik.


"Maaf sebelumnya apakah anda keluarga korban?" Tanya Dokter menatap Gu Qiaoling prihatin.


"Saya...Saya Cal....Istrinya. " Ucap Gu Qiaoling ragu bercampur gugup.


"Em...Suami Anda Jatuh koma. " Ucap Dokter menghentikan ucapannya sebentar.


"Ada peluru yang hampir mengenai jantungnya membuat Suami anda jatuh koma, ditambah lagi Banyak luka memar dan tembak pada suami anda. untung ibu membawanya ke rumah sakit secepatnya sehingga Suami anda masih bisa tertolong. Tolong segera mengurusi biaya administrasi dan pemindahan ruangan. " Ucap Dokter panjang lebar. kemudian. meninggalkan Gu Qiaoling.


Sepeninggal Dokter kaki Gu Qiaoling terasa seperti jelly sehingga Ia terjatuh ke lantai. Gu Qiaoling menangis terisak isak sambil menyalahkan dirinya sendiri karna sempat bimbang untuk menolong Jiang Xiahuan.


Setelah lelah menangis Gu Qiaoling bangkit dan menghampiri Jiang Xiahuan yang terbaring lemah di atas ranjang. "Jiang..hiks...Maafkan aku ...hiks ....aku..aku. Seharusnya waktu itu hiks...aku lebih cepat menolong mu mungkin kamu tidak harus jatuh koma. " Ucap Gu Qiaoling menyalahkan dirinya sendiri.


Gu Qiaoling menggenggam tangan dingin Jiang Xiahuan dan menciumnya berulang ulang.....


"Bukankah aku ingin kamu mati? Tapi kenapa melihatmu jatuh koma membuatku merasa kehilangan ? Apakah aku benar benar masih bisa menjalankan misi ku untuk membunuhmu?" Ucap Gu Qiaoling dalam hatinya.


...........disisi lain.………...


...…………...


...…...


Gu Hilmi yang sedang di kamarnya sibuk mencari suatu benda yang penting baginya. "Tok. ...tok..tok.Nona kedua Gu...! " Panggil seorang pelayan wanita dari luar kamar Gu Hilmi.


" Ceklek.." Suara Gu Hilmi membuka pintu kamarnya.


" Ada apa?" Tanya Gu Hilmi kalem.


"Bilang pada ayah aku akan datang!" Pesan Gu Hilmi sebelum berbalik kembali masuk ke kamarnya.


"Huh ...ada apa Ayah memanggilku ke ruang kerjanya? Apakah Ayah sudah tau aku hamil anak Su sugito ?" Ucap Gu Hilmi pelan. sehingga tidak ada yang mendengar....tapi ngomong ngomong siapa yang akan mendengar ucapan Gu Hilmi jika Gu Hilmi sendirian di kamarnya.


"Sudah lah lebih baik aku segera menemui Ayah."Batin Gu Hilmi tidak mau berpikir lebih dalam.


"Ceklek..." Gu hilmi membuka pintu ruangan kerja ayahnya.


"Ada apa ayah menyuruhku ke mari?" tanya Gu Hilmi berdiri di depan ayahnya.


"Tak.." Gu Shen mengeluarkan Testpack yang menunjukan dua garis yang sedang dicari cari Gu Hilmi .


"Apa ini milikmu?" Tanya Gu Shen kelihatan senang.


"I...iya." Jawab Gu Hilmi gugup. .


"Apa kamu mengandung salah satu anak rekan penting ku?" Tanya Gu Shen tersenyum lebar. Pertanyaan Gu Shen hanya mendapat gelengan kepala Gu Hilmi sebagai jawaban.


"Ayah..apakah hanya perusahaan yang ada di hatimu?" Tanya Gu Hilmi dalam hatinya.


Gu Shen mengerutkan dahinya bingung. Ia menatap Gu Hilmi dan bertanya "Kalau bukan anak siapa yang kau kandung?" Tanya Gu Shen.


"Anak..Su...su...sugito. " Jawab Gu Hilmi sedikit takut. mendengar itu Gu Shen marah bukan kepalang.


"Plak..." Gu Shen menampar Gu Hilmi dengan keras hingga jatuh ke lantai keramik Mansion keluarga Gu.


"Katakan padaku sekali lagi kalau anak yang ada di perut mu bukan anakmu dengan Su sugito!" Teriak Gu Shen mendesis marah.


"Itu itu.." Ucap Gu Hilmi takut. Tubuhnya bergetar hebat karena takut dengan kemarahan ayahnya.


"aduh.." Teriak Gu Hilmi kesakitan ketika rambutnya dijambak ke atas dengan tak berperasaan oleh ayahnya.


"Bukankah aku sudah bilang ! Jangan berhubungan dengan manusia kelas rendah!" Teriak Gu shen marah besar.


"Bruk" Gu Shen menghempaskan Gu Hilmi dengan kasar ke tanah.


"Besok kau harus mengugurkan bayi itu!" Perintah Gu Shen yang terkesan memaksa.


"Tidak bisa!" Teriak Gu Hilmi marah. Bagaimanapun ini adalah benihnya dengan lelaki yang ia cintai ia tidak bisa menggugurkannya begitu saja.


"Plak...Kau berani melawanku!!" Teriak Gu Shen. Ia kembali menampar Gu Hilmi dengan kasar.


"Hanya seorang artis kecil kau berani melawanku?" Tanya Gu Shen mencekik leher jenjang Gu Hilmi.


"Ayah Su Sugito bukan Hanya sekedar Artis kecil biasa.Ia memiliki Identitas..uhuk.....yang istimewa. " Ucap Gu Hilmi lirih namun masih bisa didengar Gu Shen.


"bruk.." Gu Shen melepaskan cekalnya pada leher Gu Hilmi dengan kasar.


"Lalu, identitas istimewa apa yang dimiliki Su Sugito?" Tanya Gu Shen memandang rendah Gu Hilmi.


"uhuk..uhuk....Dia adalah tuan muda kedua Su. Keluarga paling kaya di kota T. " Ucap Gu Hilmi terbatuk-batuk.


"Apa...Hahahaha....Kau memang anak yang berbakti! cepet Obati luka mu besok ajak Su Sugito makan malam bersama!" Ucap Gu Shen tertawa terbahak bahak...Bahkan ia lupa jikalau tadi ia hampir membunuh Gu Hilmi.


"Baik.." Ucap Gu Hilmi patuh. Ia berjalan lesu ke kamarnya.


...…………………...


...kembali ke sisi...


...Gu Qiaoling …...


"Ugh...jam berapa ini? " Tanya Gu Qiaoling terbangun dari tidurnya. Ia merenggangkan tubuhnya yang pegal pegal karena terlalu lama tertidur di posisi duduk. Ia melirik Jam dinding di ruangan itu. Betapa terkejutnya Ia melihat Jam itu menunjukan pukul Tiga sore.


"Xiaomi ." Batin Gu Qiaoling khawatir.


...----------------...


^^^BERSAMBUNG 🥰...^^^


note: jangan lupa like, vote, coment, dan hadiahnya 🥰💋💋💋🥰🤗💋💋 see you my life 😘😍💞💞