
Gu Qiaoling menyambar kunci motor di atas meja, di parkiran ia membawa motor sport hitam kesayangannya, membelah jalanan yang ramai karena banyak pegawai kantor yang sedang mencari makan siang dengan kecepatan di atas rata rata.
"Ikuti motor hitam itu! " Perintah Jiang Xiahuan yang kebetulan melihat Gu Qiaoling kebut kebutan.
"Tapi kak, anda ada meeting dengan pak budi." Ucap asisten itu.
"Batalkan! " Perintah Jiang Xiahuan.
"Oke!" Jawab Jiang Chuan yang menjabat sebagai asisten Jiang Xiahuan.
****flashback on....
Jiang Xiahuan berdiri tegak setelah juniornya sudah tidak sakit lagi.
Ia melirik ke pakaiannya yang agak robek.
"Huffftttttt......Ling Ling tadi malam kau cukup agresif, ternyata...." Kata Jiang Xiahuan setelah menghela nafas pelan.
Jiang Xiahuan mengambil ponsel miliknya di atas meja samping kasur.
"Jiang Chuan, bawa sepasang pakaian ke hotel *** 10 dari sekarang! Jangan terlambat kecuali jika kau mau setengah gaji bulanan hangus! " Kata Jiang Xiahuan.
"Lah... Ngak bisa 15 menit!" Protes Jiang Chuan di seberang sana.
"9 menit!" Kata Jiang Xiahuan.
"Oke..Oke..." Kata Jiang Chuan menahan kekesalannya.
"Tutttttt...." Jiang Xiahuan memutuskan sambungan telponnya.
sembilan menit kemudian Jiang Chuan sampai di hotel tempat Jiang Xiahuan berada.
"brakk...." Suara pintu dibuka secara kasar.
"Hosh...Hosh...Ini kak..Hosh.. pakaiannya." Ucap Jiang Chuan dengan nafas yang tak beraturan karena ia berlari 2 meter dari hotel karena macet.
"Bagus, tingkatkan kedisiplinan mu! " Ucap Jiang Xiahuan melirik jam dinding.
"Ya,Kaka!" Ucap Jiang Chuan melihat Jiang Xiahuan berbaring di tempat tidur setengah badannya tertutup selimut sehingga membuatnya bertelanjang dada di depan jiang Chuan.
"Tunggu di depan pintu!" Suruh Jiang Xiahuan.
Jiang Xiahuan memakai pakaiannya dengan cepat, kemudian ia menghampiri Jiang Chuan di depan pintu.
"Apa jadwalku hari ini? " Tanya Jiang Xiahuan.
"Hari ini ada meeting dengan pak budi di Cafe white night." Kata Jiang Chuan.
"Ok, Kau bawa mobil?" Tanya Jiang Xiahuan.
"Bawa sih, tapi aku tinggal di jalan karna macet, sekitar 2 meter dari sini lah." Jawab Jiang Chuan.
"Bawa kemari!" Perintah Jiang Xiahuan.
"Oke, Kak!" Jawab Jiang Chuan.
Jiang Chuan berlari menuju tempat dimana mobilnya berada.
"Tinnnnn...Tin....Tin..." Suara berisik klakson mobil yang Jiang Chuan dengar saat sampai.
Ternyata mobil Jiang Chuan menghalangi jalan sehingga menimbulkan keributan.
Jiang Chuan melajukan mobilnya dengan cepat ke tempat Jiang Xiahuan.
Jiang Xiahuan masuk lewat pintu belakang mobil setelah Jiang Chuan sampai di depannya.
"Jalan!" Perintah Jiang Xiahuan.
"Ting tong...." Panggilan masuk ke ponsel Jiang Xiahuan.
"Papa! " Kata orang di seberang sana.
"Xiaomi? " Tanya Jiang Xiahuan.
"Iya, Pa Xiaomi menemukan Mama! tapi sepertinya Mami melupakan kita! " Seru Xiaomi senang berubah sedih di kalimat akhir.
"Jadi Ling melupakanku pantas saja tadi bersikap seolah olah melupakanku" Batin Jiang Xiahuan, mata birunya terlihat sedih.
"Benarkah, dimana ? tanya Jiang Xiahuan mengalihkan perhatiannya.
"Di depan supermarket, Mama lagi belanja di dalam." Jelas Xiaomi.
"Pa Xiaomi tinggal sama Mami ya!? " Pinta Xiaomi.
"Tinggal dengan Ling ku? bagaimana denganku?Aku tak bisa memandang duplikat ling ku! aku bisa mati karna rindu ! tapi bagus juga Xiaomi tinggal Dengan Xiaomi, Dia butuh seorang ibu!" Batin Jiang Xiahuan berdebat.
"Oke! " Putus Jiang Xiahuan menyetujui permintaan anaknya setelah beberapa saat berpikir.
"Dah~...Pa!...Mami udah di kasir, Xiaomi tutup ya? " Tanya Xiaomi sedikit melirik Gu Qiaoling.
"Hmm...! " Ucap seorang di seberang sana.
"Tuutttttttt....." Xiaomi mematikan telepon.
Jiang Xiahuan menyimpan ponselnya dalam saku celananya.
"Hai bocah!Gantikan aku meeting dengan pak budi! aku masih ngantuk hanya tidur 2 jam!" Perintah Jiang Xiahuan.
"Ok....Tapi malam ini biarkan aku bersenang senang!" Jawab altar ego Jiang Xiahuan.
"Jangan sampai ketahuan...Aku tak mau image ku hancur karna kelakuanmu!" Hardik Jiang Xiahuan.
"Siap!" Jawab altar ego Jiang Xiahuan.
Jiang Xiahuan menutup matanya saat membuka mata, matanya berwarna merah darah.
flashback off***.....
.
.
.
.
Gu Qiaoling memarkirkan motornya dan menghampiri pacarnya duduk sendiri di kursi bawah pohon .
"Gu Qiaoling! Ayo kita putuskan saja hubungan kita!" Ucap Su Sugito saat Gu Qiaoling ada di depannya.
"Kenapa? Kita sudah menjalin hubungan selama satu tahun tapi Kau memutuskannya tiba tiba, kenapa? Beri aku alasan! " Tanya Gu Qiaoling tenang.
"Kenapa? Ku pikir kau sudah tau alasannya? " Sinis Su Sugito memperlihatkan layar ponselnya yang ada potret Jiang Xiahuan merangkul pinggang Gu Qiaoling di depan pintu hotel.
"Siapa pria yang bersama Gu Qiaoling? apa selingkuhnya? wahhhhh.." Tanya seorang heater dalam kolom komentar.
"Aku tak menyangka ternyata idolaku seorang ******r!"
"Hay, murahan! putus saja dengan sugito!"
"Kasihan Sugito dikhianati, Gu Qiaoling kalo gak niat pacaran putus aja, biar Sugito sama gue! π‘π€¬π€¬"
Keluar saja dari industri hiburan P*****r seperti mu tak pantas!!"
dan masih banyak lagi komen komen pedas yang menjelek-jelekkannya.
"Siapa dia? Selingkuhan mu? Aku tak menyangka ternyata kau murahan! " Sinis Su Sugito.
"Kita putuskan saja hubungan kita! lagi pula aku menjadikanmu pacar karna popularitas dan reputasi mu telah tercemar dan ayah angkat mu tidak bertindak lebih baik kita putus saja! Aku tak mau berhubungan dengan Penghianat!" Lanjut Su Sugito.
"Ok, lagi pula aku juga tak mau berhubungan dengan baj**an yang meniduri adik tiri pacarnya." Kata Gu Qiaoling jijik.
*Flashback on
Sepulang dari kampus, Gu Qiaoling melewati kamar kakanya, tak sengaja Ia mendengar suara *******, karna ia kepo melirik kamar kakanya yang sedikit terbuka.
"Sayang bagaimana jika Gu Qiaoling melihat kita? " tanya Su Sugito sedikit cemas tapi masih meng****** Gu Hilmi.
"Biarin lagi pula Akhhhhhhh ya lebih cepat~ bukankah kau mencintaiku?" Tanya Gu Hilmi keenakan.
"Ya.. Akhh Aku mencintaimu." Jawab Su Sugito.
"Lalu, mengapa kau menjadikannya pacar?" Tanya Gu Hilmi.
"Aku hanya mau ketenarannya, kau taukan dia aktris yang tengah naik daun.?" Jawab Su Sugito.
"Akhh Kau sempit sekali, apa kau masih perawan?" Tanya Su Sugito.
"tiii~dak akhh "
Tanpa mereka sadari Gu Qiaoling merekam kegiatan mereka.
"he..hehe..ternyata kau cuma mau ketenaran ku! untung saja aku belum jatuh cinta padamu." Kekeh Gu qiaoling di balik pintu.
~Flashback off..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau tau!" Kaget Su Sugito.
"Bahkan aku merekamnya kau mau lihat? " Tanya Gu Qiaoling.
Gu Qiaoling membuka ponselnya lalu menunjukan vidio Gu Hilmi dan Su Sugito sedang bercinta.
Su Sugito melebarkan matanya. Kaget bercampur marah.
"APA!! Cepat hapus vidio itu QIAOLING! " Teriak Su Sugito marah.
"Ngak! " Ucap Gu Qiaoling dingin.
Su Sugito hendak merampas ponsel Gu Qiaoling, tapi Qiaoling yang menyadarinya terlebih dahulu cepat cepat memasukan ponselnya dalam saku celananya.
"Qiaoling, aku bisa mempertimbangkan untuk tidak memutuskan, jika kau memberikan ponselmu." Ucap Su Sugito angkuh.
"Sugito apa kau begitu miskin hingga meminta ponselku? " Ejek Gu Qiaoling.
Wajah Si Sugito memerah karena malu bercampur marah.
"GU QIAOLING! " Teriak Su Sugito, mengangkat tangannya hendak menampar Gu Qiaoling, namun ada seseorang yang menahannya.
"Tuan Jiang? Kenapa anda disini? " Tanya Si Sugito terkejut.
"Bukankah dia pria tadi malam, tapi kenapa matanya merah perasaan tadi malam biru?" Batin Gu Qiaoling, bingung.
"Kenapa? Tentu saja menghentikannya menampar istriku! Tuan muda kedua Su." Hardik Huang yang merupakan altar ego Jiang Xiahuan mencengkeram tangan Su Sugito.
"Is....isteri?" Ucap Su Sugito gemetaran takut, tangannya mulai memerah karna dicengkeram Jiang Huang terlalu keras.
...----------------...
^^^bersambung π₯°π₯°π₯°^^^
yok jangan bosan bosan vote , coment,like dan .....πππππππ₯°π₯°π₯°ππππ
love you fullππ₯°π