
note:
judul chapter ini abstrak banget ya?🤔 tapi author lagi pengen..gimana donk
.
.
.
...……………………...
.
.
.
..."Jika kau terbunuh oleh orang lain bukankah seharusnya aku senang, karna misi ku terselesaikan tanpa berbuat apa apa. Tapi kenapa hati ini begitu ngilu hanya karna kau terluka? Adakah yang tau aku kenapa?"...
^^^***Gu Qiaoling…^^^
^^^………………^^^
.
.
.
.
...……………………⁰0o⁹……………...
.
.
.
"Ada apa dengan tatapan mu itu ?" Tanya Jiang Xiahuan memecah keheningan. Sejak Gu Qiaoling tau Jiang Xiahuan bisa membaca pikirannya. Gu Qiaoling menatap Jiang xiahuan waspada bahkan sekarang ia tak berani memikirkan apapun.
"Tenanglah kau tak menikah dengan Cenayang. Aku masih manusia kok!" Lanjut Jiang Xiahuan dengan nada menyakinkan.
"Siapa yang akan percaya????" Refleks Gu Qiaoling berteriak. "Oops..." Buru-buru Gu Qiaoling menutup mulutnya. Ia menatap Jiang Xiahuan bingung. Ingin sekali ia menanyakan suatu hal padanya hanya sekedar memastikan tapi Ia masih ragu.
"Baiklah Jadi sekarang apa ada pertanyaan yang ingin kau tanyakan ?" Tanya Jiang Xiahuan. Ia menyadari nya dari raut wajah Gu Qiaoling yang tampak kebingungan.
"Apakah kau benar benar bukan cenayang yang menyamar sebagai manusia? Kalau bukan bagaimana kau bisa membaca pikiranmu!" Tanya Gu Qiaoling. Ia sedikit ragu dengan pertanyaan yang ia ajukan.
"Sayang yakinlah suamimu ini bukan Cenayang. Apa Ling'er ingin belajar membaca pikiran orang? aku bisa mengajarimu. " Tanya Jiang Xiahuan. Ia tersenyum manis melihat mimik wajah Gu Qiaoling yang ragu.
"Iy......"
"Dor..."
Belum sempat Gu Qiaoling menjawab sebuah peluru melayang dari arah samping mobil untungnya Jiang Xiahuan memiliki kepekaan yang tinggi sehingga saat peluru akan menuju ke arahnya ia dengan cepat menunduk dan mendorong kepala Gu Qiaoling untuk menunduk.
"Aw... Jiang! Kau apa apaan sih? Sakit tau gak?" Kesal Gu Qiaoling.karena pistol yang digunakan kedap suara Gu Qiaoling tidak sadar ada peluru dari arah samping sampai Jiang Xiahuan menunjuk kaca jendela dengan dagunya.
Gu Qiaoling terdiam melihat lubang bekas tembakan peluru itu. mimik wajahnya berubah serius.
"Stttttttt....." Jiang Xiahuan hanya mendesis, menyuruh Gu Qiaoling diam. Ia ingin Fokus menambah kecepatan mobil nya dan diam diam menghitung jumlah mobil hitam yang mengikutinya dari belakang.
"satu...enam......sebelas.....dua puluh....dua puluh lima... **** terlalu banyak mobil yang mengikuti ku siapa kali ini yang menginginkan nyawaku.Dia Sungguh mengerahkan banyak anak buah kali ini. Sialnya aku tak bisa menghentikan mobil. Ling 'er masih bersamaku. " Ucap Jiang Xiahuan dalam hatinya.
"Cittttttt....." Jiang Xiahuan menghentikan mobil saat merasa jarak antara Ia dan mobil yang mengejarnya cukup jauh.
"Ada apa?" Tanya Gu Qiaoling. Ia heran kenapa Jiang Xiahuan menghentikan mobil padahal ini adalah kesempatan mereka lari dari kejaran musuh.
"Tidak ada apa apa! Ling'er bisa menyetir mobil ?" Tanya Jiang Xiahuan lembut.
"Aku bisa !" Jawab Gu Qiaoling singkat.
"Baiklah kalau begitu. mengemudilah sampai rumah. aku akan menyusul. " Ucap Jiang Xiahuan. Ia tersenyum manis sambil mengelus-elus kepala Gu Qiaoling penuh kasih sayang.
"Iya...oh...Okay." Jawab Gu Qiaoling patuh.
Jiang Xiahuan turun dari mobil kemudian Gu Qiaoling mengemudikan mobil sesuai perintah dari Jiang Xiahuan.
Setelah Gu Qiaoling meninggalkan Jiang Xiahuan sendirian di jalan sejumlah mobil hitam berhenti mendadak di depan Jiang Xiahuan "Citttttt..." (anggap aja suara mobil berhenti mendadak :v)
Banyak orang mulai keluar dari mobil masing masing yang akhirnya mengelilingi Jiang Xiahuan dari segala sisi kecuali Atas dan bawah.
"Heh...Kenapa gak nabrak gue aja. Gitu kan kerjaan lo pada bakalan selesai? "Tanya Jiang Xiahuan meremehkan.
"Cupu... Kita gak mau Lo mati dengan mudah. " Jawab salah seorang dari mereka yang mengerumuni Jiang Xiahuan.
"Benarkah? Jangan menyesal ya para adek kecil!" Ucap Jiang Xiahuan tanpa mau menutupi nada meremehkan.
Bugh..
"Uh..Lo lemah banget ya adik kecil. " Ucap Jiang Xiahuan menyeringai.
"Bugh....bugh....bugh..."Orang yang meninju Jiang Xiahuan tadi maju dan menyerang Jiang Xiahuan bertubi tubi. "Siapa yang lo panggil adik kecil Bang***" teriak orang itu mengumpat. Ia marah anggota senior mafia dark bud sepertinya bisa bisanya dianggap adik kecil oleh musuhnya.
Sekilas info : mafia dark bud adalah mafia no satu dan paling ditakuti di kota T. Untuk pendiri mafia ini nanti Reuters juga akan tau. yang pasti bukan milik Jiang Xiahuan ataupun Gu Qiaoling.
karena diserang bertubi tubi penuh emosi salah satu anggota dark bud "Bugh.." Jiang Xiahuan menendang orang itu hingga terlempar dan mati. Hal ini tentu membuat anggota lainnya merasa marah.
"Apa lo gak terima sini maju monyet!!" Ucap Jiang Xiahuan memprovokasi.
"Serang!!" Teriak sang ketua setelah lama menyaksikan salah satu anggotanya tumbang.
"Bugh...dor ....dor.." Suara pukulan dan tembakan menghiasi jalannya yang sepi itu. Jiang Xiahuan diharuskan melawan musuh yang kira kira berjumlah lima puluh orang lebih yang lengkap dengan senjata.
Di tengah perkelahian Jiang Xiahuan mengambil pistol di tangan mayat musuh dan menembak balik mereka. "Dor.." Karena kurang berhati hati tanpa sengaja lengan kanan Jiang Xiahuan tertembak. meskipun begitu Jiang Xiahuan tetap mengunakan lengan kanan miliknya untuk memukul musuh.
Setelah hampir setengah jam Jiang Xiahuan sudah berhasil menumbangkan hampir semua musuhnya namun sayangnya ia mendapat banyak luka memar ataupun tembakan selain itu ia juga kelelahan.Bagaimana tidak orang satu lawan sembilan puluh orang lebih setan mana yang tidak kelelahan.
"Mungkin ini efeknya jika sudah lama tidak membantai musuh. ditambah lagi Aku lupa bawa si Maimi. Huh untuk kedepannya Aku akan selalu bawa Maimi" Ucap Jiang Xiahuan dalam kepalannya.
note: Maimi adalah pistol kesayangan Jiang Xiahuan.
disisi lain Gu Qiaoling berhenti cukup jauh dari Jiang Xiahuan. Hatinya merasa tidak tenang setiap kali melirik perkelahian sengit Jiang Xiahuan. Apalagi saat melihat banyak luka yang diterima Jiang Xiahuan membuat Ia khawatir tanpa alasan.
"Jika kau terbunuh oleh orang lain bukankah seharusnya aku senang, karna misi ku terselesaikan tanpa berbuat apa apa. Tapi kenapa hati ini begitu ngilu hanya karna kau terluka? Adakah yang tau aku kenapa?" Ucap Gu Qiaoling dalam hati kecilnya.
"Gu Qiaoling biarkan saja Jiang Xiahuan mati ditangan musuhnya. " Bujuk Sisi gelap Gu Qiaoling.
"Tidak Qiaoling, Jiang Xiahuan telah bersikap begitu baik padamu apa kamu tega membiarkannya mati?" bujuk sisi malaikat Gu Qiaoling.
"Jangan tergoda dengannya. Bukankah Jika Jiang Xiahuan mati misi mu akan cepat selesai !" rayu sisi gelap Gu Qiaoling menunjuk sisi malaikat Gu Qiaoling.
"Gu Qiaoling. Jiang Xiahuan adalah orang baik. tidak baik untuk membunuhnya hanya karna sejumlah uang. " Ucap sisi malaikat Gu Qiaoling.
"Musuh musuh mu adalah teman jangan ragu menerima bantuan teman ! Gu Qiaoling. " Bujuk Sisi gelap Gu Qiaoling.
"Seharusnya kau membiarkannya. "
"Sebaiknya kau menolongnya. "
"membiarkannya."
"menolongnya. "
"Akhh.....kalian berisik!" Teriak Gu Qiaoling frustasi. Sisi gelap dan sisi malaikat pun menghilang.
"Dor.." Satu tembakan menarik perhatian Gu Qiaoling. Ia melirik Jiang Xiahuan dari balik kaca spion mobil. Matanya melebar terkejut bercampur takut. Jiang Xiahuan tergeletak tak berdaya di aspal dengan darah yang tak berhenti mengalir dari sekujur tubuhnya.
"Jiang!!! " Teriak Gu Qiaoling. Ia mengemudikan mobil menuju Jiang dengan kecepatan penuh.
"Brakkktak.." Gu Qiaoling menabrak sang ketua hingga terpental. Buru buru ia membuka pintu mobil dan menghampiri Jiang Xiahuan yang sekarat. Ia meletakan kepala Jiang Xiahuan di pangkuannya.
"Jiang !!Jangan mati...Hiks..hiks..jangan mati sekarang ak..aku hiks masih hiks membutuhkanmu.." ucap Gu Qiaoling tidak jelas karena bercampur dengan tangisan.
Jiang Xiahuan membuka matanya saat mendengar suara orang yang dicintainya menangis "Uhuk..Jangan menyumpahi ku mati aku...uhuk...belum..uhuk..mati." Ucap Jiang Xiahuan terbatuk darah tapi masih saja tersenyum.
"Lihatlah betapa menyedihkan dirimu hiks...bagaimana kamu hiks.. tetap bisa tersenyum?" Tanya Gu Qiaoling sambil terisak.
Jiang Xiahuan hanya menanggapi pertanyaan Gu Qiaoling dengan senyum lembut.
"Papah...uhuk.. aku ke mobil. " Lirih Jiang Xiahuan lemah namun masih bisa di dengar oleh Gu Qiaoling.
Gu Qiaoling melakukan apa yang diminta Jiang Xiahuan dengan lembut.
Tanpa mereka sadari sang ketua yang ditabrak mobil oleh Gu Qiaoling belum mati tapi justru mengarahkan pistol pada Jiang Xiahuan. "Dor...."
"Bruk..." Jiang Xiahuan jatuh ke aspal lagi. Karena Pistol yabg digunakan kedap suara dan suasana hati Gu Qiaoling sedang kacau membuat Gu Qiaoling tidak menyadarinya. " Misi Selesai..." Lirih sang ketua sebelum meninggal.
"Jiang!!!" Teriak Gu Qiaoling sedih.
Gu Qiaoling menyeret Jiang Xiahuan dengan. hati hati ke mobil karena Jiang Xiahuan terlalu berat untuk digendong tubuh kecil Gu Qiaoling.
Gu Qiaoling mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh banyak pengemudi lain yang mengumpatnya karna itu tapi Gu Qiaoling tidak peduli. yang terpenting Jiang Xiahuan selamat ia rela masuk penjara.
"Jiang. Kau...kau harus bertahan!!" Lirih Gu Qiaoling sedih.
.
.
.
^^^.bersambung*^^^
note:
Gimana part ini? sedih?
beri jawabanmu di kolom komentar ya . assalamualaikum wr wb 🤗