
.
.
.
Gu Qiaoling menggandeng tangan Xiaomi dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya menyeret koper menuju ke tempat Wu Kang berada.
"Lama amat kau belanja atau kondangan sih? " Keluh Wu Kang tak menyadari Xiaoling di samping Gu Qiaoling.
"Cari koper. " Jawab singkat Gu Qiaoling setelah memasukan kopernya di bagasi mobil sport Wu Kang.
"Koper ? Sayang mau pindah? Emang diizinin sama papa kamu?" Tanya wu Kang tanpa melihat lawan bicara.
"Ngak Aku kabur! " Ucap Gu Qiaoling Singkat.
"Kabur kenapa, gak betah ada duo lampir ? " Tanya wu Kang.
"Gak juga, Aku cuma kesel sama Papa! aku gak mau dijodohin malah dipaksa, dikurung lagi! untung Aku pintar jadi bisa kabur deh!" Jawab Gu Qiaoling.
"Kalo dijodohin sama kakak, Sayang gak akan kabur kan? " Tanya Wu Kang genit.
"Hmm...Aku mungkin kabur ke planet mars! " Ucap Gu Qiaoling.
Gu Qiaoling masuk mobil dan duduk di jok belakang bersama Xiaomi.
"Kok dibelakang sih sayang? kakak jadi ngerasa kayak jadi supir taksi. Pindah ke depan dong! "
Protes Wu Kang menoleh ke belakang.
"Mom siapa dia! " Ucap Xiaomi membuat Wu Kang kaget.
"Mom? sejak kapan kamu punya anak, Sayang? kamu selingkuh dibelakang kakak? sepertinya kita tak bisa meneruskan hubungan kita! kita putus!" Ucap Wu Kang seperti kekasih yang dikhianati.
"CK,sejak kapan kita punya hubungan." Ucap Gu Qiaoling.
"Sayang jangan dengarkan paman itu ya! dia gay. " Nasihat Gu Qiaoling mengelus-elus rambut halus Xiaomi.
Xiaomi menganggukkan kepalanya mengerti.
"Jahat kalian! " Rajuk Wu kang seperti anak kecil.
"Cepetan jalan udah siang nih! gak usah acting lagi? gerah aku dengarnya. " Ucap Gu Qiaoling jengah dengan tingkah Wu Kang
.
.
.
Wu Kang pura pura ngambek tapi masih melakukan perintah Gu Qiaoling.
"Tu anak siapa? Anakmu? mungut di jalan? ato jangan jangan hantu kecil yang dibilang orang orang? sayang kok kamu mungut hantu sih, kalo mau anak kenapa gak bikin aja sama kakak? kakak kasih gratis kok. " Tanya Wu Kang beruntun.
"Gak sudi princess punya anak sama ondel-ondel , gay pula, lagian Xiaomi punya bayangan, gak mungkin kan hantu punya bayangan? " Ucap Gu Qiaoling, berargumen.
"Kalo gitu anakmu dan Su Sugito kah? siapa tau kalian udah melakukannya? kebetulan muka kalian agak mirip, apalagi mata coklat kalian sama. " Ucap Wu Kang melirik Gu Qiaoling dan Xiaomi lewat kaca mobil.
"ya iyalah mirip orang Xiaomi emang anak
Mama Ling cuma Mama aja yang lupa sama Xiaomi, oh ya siapa Su Sugito? " Batin Xiaomi sedih.
Gu Qiaoling memandang xiaomi, beberapa saat kemudian, ia memandang Wu Kang dengan muka bingung yang tertera di wajah.
"Ngak, Xiaomi mulai sekarang jadi anak angkat Gu Qiaoling. "Kata Gu Qiaoling.
"Mom hati Xiaomi sakit cuma dianggap anak angkat, Mom! sadarlah Xiaomi anak kandungmu! " Batin Xiaomi berteriak pilu.
"Paman! siapa Su Sugito? " Tanya Xiaomi penasaran, mengabaikan kesedihannya.
"Itu loh pacar Qiaoling, baru setahun, masak gak tau sih? mereka pernah jadi trending di sosmed, katanya pasangan hot, tapi menurutku sih pasangan bodoh. " Jelas Wu Kan malas.
"Wah ternyata papi punya saingan nih. " Batin Xiaomi.
"Kenapa paman bilang pasangan bodoh Paman cemburu ya? " Tanya Xiaomi bercanda.
"Iya Paman cemburu! yang satu bodoh milih p*l*c*r, yang satunya lagi bodoh mau aja dikhianati. " Ucap Wu kang pedas.
"Paman suka Mama? tapi mama bilang paman gay? " Tanya Xiaomi.
"Paman gak gay kok, cuma Mama kamu aja yang salah paham. " Tegas Wu Kang.
"Tapi Xiaomi gak setuju Paman sama Mami. " Ucap Xiaomi polos.
"Kenapa? " Tanya Wu Kang.
"Soalnya paman jelek, nanti kalo mama bosan, Mama cari yang baru gimana kan Xiaomi gak mau punya papa banyak. " Ucap Xiaomi kelewat polos.
"puffft...." Gu Qiaoling menahan tawanya.
"Bunuh anak dosa gak ya? " Batin Wu Kang geram.
"Jelek dari mana Xiaomi? kamu tau gak.. paman itu aktris papan atas lho, penggemarku udah ada jutaan, dan mereka semua menyukai wajahku! " Jelas Wu kang panjang lebar.
"Ya ampun Xiaomi! kalo Paman jelek Siapa yang ganteng? " Tanya Wu Kang geram.
"Tentu saja Xiaomi! benar kan Ma? " Seru Xiaomi semangat.
"Hahahaha...." Tawa Gu Qiaoling lepas, sebab menyimak percakapan Xiaomi dan seniornya.
"Iya sayang, Xiaomi paling ganteng. " Ucap Gu Qiaoling disela tawanya.
Tanpa mereka sadari mereka telah tiba di depan pintu rumah minimalis Gu Qiaoling.
"Yeay......RUMAH BARU!!! " Teriak Xiaomi berlari memasuki pekarangan rumah di depannya.
Kedua aktris itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Xiaomi yang seperti anak anak, tunggu.......kan memang anak anak?
"Makasih ya Senior. " Ucap Gu Qiaoling.
"Gak perlu terima kasih sayang, apapun kakak lakukan demi kamu, jangankan cuma ngasih tumpangan. " Gombal Wu Kang.
"Iyuhhhh ...jijik Aku, di godain sama g*y. " Ucap Gu Qiaoling memasang muka seperti orang mau muntah.
"Sayang berapa kali kakak harus bilang kalo kakak itu normal, NORMAL!!! SAYANG!! APA AA PERLU MEMBUKTIKANNYA PADAMU?" Ucap Wu kang diakhiri teriakan pada kalimat akhir.
"Gak perlu, ya udah sana pergi! aku gak mau tertular, gak usah mampir! " Ucap Gu Qiaoling melambaikan tangannya mengusir.
"Sayang mulutmu pedas sekali! sayang kasih cabai berapa kilo sih? kok bisa pedasnya sampai ke ujung hati Aa? " Ucap Wu kang memegang dadanya mendramatisir.
"Satu ton! ngapain senior memegang dada? punya penyakit liver ya? ke rumah sakit sana! di sini gak ada obatnya! " Ucap Gu Qiaoling bercanda.
"Ok sayang! Aa ke rumah sakit. " Balas Wu Kang bercanda.
Wu Kang kemudian menyalakan mobil sportnya, meninggalkan Gu Qiaoling yang berdiri di luar mobil sportnya.
"JANGAN LUPA MAMPIR KE RUMAH SAKIT JIWA YA? SENIOR! SIAPA TAU BISA NORMAL LAGI JIWANYA! " Teriak Gu Qiaoling saat Wu Kang menjalankan mobil sportnya.
"IYA SAYANG JANGAN LUPA JENGUK YA!" Teriak Wu Kang membalas setelah memberhentikan mobilnya.
Beberapa menit kemudian, Gu Qiaoling menyusul Xiaomi dengan menyeret kopernya yang berisi barang barang berharganya.
"Loh Xiaomi ngapain gak masuk ke rumah? " Tanya Gu Qiaoling pada Xiaomi yang duduk di teras.
"Mom! gimana Xiaomi mau masuk kalo pintunya dikunci! " Rengek Xiaomi menggembungkan pipinya yang chuby.
"Oh iya ya, Mama lupa. " Ucap Gu Qiaoling cengengesan.
Gu Qiaoling mengambil kunci dari kopernya, lalu membuka pintu.
Mereka berdua memasuki rumah minimalis berlantai dua Gu Qiaoling yang bersih dan rapi karena setiap akhir minggu Gu Qiaoling menyuruh seseorang membersihkannya.
"Xiaomi, mau kamar di lantai bawah atau santai atas? disini cuma ada 2 kamar semuanya ada kamar mandi didalamnya. " Tanya Gu Qiaoling lembut.
"Xiaomi, mau yang di lantai atas aja! Boleh kan Mom? " Jawab Xiaomi.
"Yasudah Xiaomi nanti naik keatas terus cari pintu yang warna biru muda, tapi ingat jangan masuk pintu warna merah muda yang ada di pojok! " Instruksi Gu Qiaoling.
Xiaomi menganggukkan kepalanya paham.
"memangnya ada apa di belakang pintu merah muda? " Batin Xiaomi penasaran.
Xiaomi melaksanakan instruksi Gu Qiaoling, sampai di dalam kamar Xiaomi langsung merebahkan dirinya di atas kasur, beberapa saat kemudian ia terlelap kelelahan.
sementara itu....
Di dalam kamar lantai bawah, Gu Qiaoling membereskan barang barang berharganya.
"The snow glossy white on the mountain...." Ponsel Gu Qiaoling berbunyi, menandakan kalo ada yang menelponnya.
"Apa? " Tanya Gu Qiaoling.
"Qiaoling, temui aku di taman!"Suara seseorang diseberang sana.
"Ya? Kapan?" Tanya Gu Qiaoling.
"Sekarang!" Kata seseorang di seberang sana.
"Oke, Aku ke sana dalam 10 menit! " Ucap Gu Qiaoling.
Gu Qiaoling menyambar kunci motor di atas meja, di parkiran ia membawa motor sport hitam kesayangannya, membelah jalanan yang ramai karena banyak pegawai kantor yang sedang mencari makan siang dengan kecepatan di atas rata rata.
"Ikuti motor hitam itu! " Perintah seseorang yang kebetulan melihat Gu Qiaoling kebut kebutan pada asistennya.
"Tapi Pak, anda ada meeting dengan pak budi." Ucap asisten orang itu.
.
.
.
^^^bersambung๐ฅฐ๐๐๐๐๐^^^
coba tebak siapa yang ngikutin gu qiaoling???๐ฑ