Forgotten Husband

Forgotten Husband
16. enam belas.



Happy reading semoga betah.| (β€’ β—‘β€’)|πŸ₯°


.


.


.


.


.


....................


.


.


.


.


Di sebuah gubuk tua yang menyeramkan. Burung hantu sesekali berkicau di sebuah dahan pohon kamboja. Burung gagak berterbangan ke sana ke mari meninggalkan jejak. dan pohon beringin tumbuh subur di samping gubuk tua. Udara di sekitar terasa lembab mungkin sehabis hujan. Gubuk itu terlihat sangat rapuh seperti jika saja menyenggolnya sedikit saja akan ambruk.


Di sana dua orang wanita cantik yang satu terlihat dingin dan yabg satunya lagi terlihat acuh tak acuh. Mereka menganggap suasana gubuk itu tidak menakutkan sama sekali. Mereka saling berhadapan dan aura permusuhan menguat diantara keduanya. menambah kesuraman di Gubuk tua terlantar itu yang tak dihiraukan keduanya.


" Kenapa kau menyuruhku kemari ? " Ketus Gu Qiaoling terlihat acuh tak acuh.


"Menurutmu? " Ucap Mo Sentil tersenyum devil.


Gu Qiaoling mengerutkan keningnya. Ia bingung mengapa Mo Sentil menyuruhnya pergi ke gubuk tua kalau tidak Mo Sentil akan membunuh Xiaomi yang kini tengah lemah di ranjang rumah sakit. Awalnya ia tak percaya. namun saat Mo Sentil mengirimkan Gu Qiaoling sebuah foto Mo Sentil berpakaian ala suster di samping anaknya dan memegang sebuah suntik. Tanpa pikir panjang ia menuruti perintah Mo Sentil.


"Apa mau mu?" Teriak Gu Qiaoling ngegas . Ia marah saat teringat ancaman Mo Sentil.


"Wes Slow... "


"Bercerai dengan Jiang Xiahuan atau anakmu mati!" Ancam Mo Sentil penuh penekanan.


1 menit ...berlalu.


.


.


2 menit....berlalu


.


.


3 menit..... kemudian.


.


.


"Oke!" Gu Qiaoling marah tangannya terkepal erat sampai mengeluarkan darah segar. Bisa bisanya wanita licik itu mengancamnya.


Gu Qiaoling tak ingin jauh dari orang yang dicintainya namun ia juga tak bisa menyaksikan anaknya mati. Ia tak berdaya ,ia bingung dihadapkan pilihan yang sangat sulit baginya. Ia lebih memilih merelakan tubuh dan nyawanya dibandingkan harus memilih salah satu dari dua pria yang sangat berarti bagiannya.


Mo Sentil tertawa licik "Hahaha sungguh gadis yang pintar. Tapi...." Mo Sentil menggantung kalimat nya.


Mo Sentil mengeluarkan pisau dari saku celananya lalu Mo Sentil menusuk perutnya dengan tangan Gu Qiaoling yang diselipkan pisau miliknya. "Aku ingin Jiang Xiahuan membencimu. selamanya!" Ucap Mo Sentil pelan tepat ditelinga Gu Qiaoling.


Gu Qiaoling yang belum paham akan situasi yang dihadapinya tanpa sadar ia menggenggam pisau milik Mo Sentil. Ia menatap Mo Sentil dengan tatapan bingung. Kenapa Mo Sentil menusuk perutnya sendiri padahal keadaan tengah sepi? Apa maksud nya?


Saat Gu Qiaoling mengikuti arah mata Mo Sentil. Ia baru sadar dari kejauhan Jiang Xiahuan berlari kearah keduanya. Ternyata Mo Sentil berencana merusak hubungan Gu Qiaoling dengan Jiang Xiahuan. Gu Qiaoling ingin menghentikan kejadian ini. Tapi semua terlambat Jiang Xiahuan terlanjur mengartikan jikalau Gu Qiaoling mencoba membunuh Gu Qiaoling.


"Plak.." Suara tamparan menggema di kesunyian malam yang agak menyeramkan ini.


Jiang Xiahuan menampar Gu Qiaoling dengan mendadak. Gu Qiaoling yang tak siap menerima serangan mendesak itupun jatuh ke tanah. Pipi mulusnya kini telah memerah sampai membengkak karna Jiang Xiahuan menampar Gu Qiaoling tanpa menahan kekuatannya yang besar.


"Murahan! Apa yang kau lakukan pada Mo Sentil? " Teriak Jiang Xiahuan marah.


"Jiang , dengarkan penjelasan ku! Itu bukan aku! Dia dia menusuk dirinya sendiri. " Ucap Gu Qiaoling mencoba menjelaskan .


"Plak.." Jiang Xiahuan kembali menampar Gu Qiaoling , karena terlalu emosi Jiang Xiahuan menampar Gu Qiaoling lagi.


"Kau pikir aku bodoh? Jelas jelas pisaunya ada di tanganmu ! Mana mungkin Mo Sentil menusuk perutnya sendiri!" Teriak Jiang Xiahuan emosi.


"Jala** , jauhi aku mulai sekarang ! Jangan sampai aku melihat wajah jijik mu itu! " Teriak Jiang Xiahuan emosi.Saat itu juga diam diam Mo Sentil tersenyum puas , Rencana yang telah ia susun beberapa minggu sebelumya berhasil.


Gu Qiaoling memegang pipi kanan dan kiri miliknya yang ditampar Jiang Xiahuan. meskipun ia sering di tampar oleh Jiang Xiahuan tapi kenapa rasanya berbeda. Biasanya Jiang Xiahuan akan menahan kekuatannya saat menampar Gu Qiaoling. tapi untuk kali kini tidak.


Tanpa sadar air mata berharga Gu Qiaoling jatuh , isak kecil mulai meluncur dari bibir merah ceri Gu Qiaoling ternyata rasanya sakit bila melihat orang yang kita cintai menampar kita hanya karna seorang perusak hubungan orang.


Jiang Xiahuan menghampiri Mo Sentil yang pura pura pingsan akibat ulahnya sendiri. Sungguh tak sayang tubuh sendiri. Bisa bisanya menusuk perutnya sendiri demi membuat hubungan Jiang Xiahuan dan Gu Qiaoling hancur cek..cek...cek...


Jiang Xiahuan berhenti berjalan saat dirinya berada tiga langkah dari Gu Qiaoling " Pergilah sejauh mungkin ! Jika kau tak ingin masuk penjara!" peringatan palsu Jiang Xiahuan tanpa menoleh ke belakang.


Bukan tanpa alasan Jiang Xiahuan memberi peringatan palsu , tapi karna Jiang Xiahuan sadar ia mencintai Gu Qiaoling entah sejak kapan. Jadi ia memperingati Gu Qiaoling untuk menjauh sejauh mungkin darinya sekaligus melindunginya dari kemarahan dalam dirinya.


Jiang Xiahuan sadar jika ia adalah orang yang buruk dalam mengendalikan diri jika sudah marah. Meskipun ia selalu memasang wajah dingin dan tidak peduli tapi Ia bisa saja membunuh seseorang yang berani membuatnya marah dengan cara yang kejam seperti psikopat eh kan Jiang Xiahuan memang seorang psikopat. Dan Jiang Xiahuan tidak ingin Gu Qiaoling terbunuh oleh tangan berdosa nya. Cukup hatinya saja yang ia sakiti.


(Ingat chapter 9 yang menceritakan tentang Jiang Xiahuan dalam bentuk azura tengah menyiksa Su Lang karena korupsi di perusahaannya. itu contoh kekejaman sisi psikopat Jiang Xiahuan. Kalau lupa silahkan baca ulang)


Jiang Xiahuan berjalan cepat menjauh ke mobilnya dan segera membawa Mo Sentil ke rumah sakit terdekat. Jiang Xiahuan melakukan itu bukan semata mata ia mencintai atau mengasihi Mo Sentil tapi karena ia tak ingin Gu Qiaoling terlibat dengan polisi jikalau Mo Sentil meninggal atau mengalami luka yang lebih serius.


Gu Qiaoling yang melihat tindakan Jiang Xiahuan membuat hatinya semakin sakit dan sakit. Tangisnya semakin pecah ia berlari menjauh tanpa arah meninggalkan Gubuk rapuh itu senada dengan hatinya yang sedang rapuh.


Gu Qiaoling terus berlari tak tentu arah hingga ia tersesat. Tempat itu adalah sebuah desa terpencil di pinggiran kota, tempatnya kumuh dan cukup sepi.


Gu Qiaoling berhenti karna kelelahan meskipun begitu air matanya tak kunjung berhenti menetes. Saat Gu Qiaoling menundukkan kepalannya Gu Qiaoling merasa ada yang menggenggam kedua pergelangan tangannya. Ia mendongak dan Ia terkejut menemukan lima orang preman dengan tatapan mesum mengarah pada tubuh indahnya.


"Wow...Ada gadis cantik dan **** ! Hahaha...tak sia sia aku keliling malam ini untuk mencari mangsa." Ucap seorang preman yang terlihat gendut dengan perut buncitnya, wajahnya memiliki kerutan seperti orang yang usiannya 30 an , dan rambutnya botak yang membuatnya seperti bola tua.


"Tolong.." Teriak Gu Qiaoling memberontak di dalam cekallan mereka pada tangannya. Karena Gu Qiaoling belum memiliki ilmu bela diri ia hanya bisa berteriak minta tolong. Namun siapa yang mau menolong ? para penduduk desa? Mereka tak berani karna lima orang preman itu adalah penguasa do desa itu. Dulu ada seorang pria yang mencoba menolong gadisnya yang tengah diperkosa preman itu tapi berakhir dengan kematian.


"Ya... ... Diam lah!.....Tidak ada yang akan menolong mu... " Ucap preman yang memiliki postur tubuh pendek dan cadel.


" Jangan memberontak kita mainnya lembut kok." Ucap seorang preman yang mencekal tangan kanannya. Preman itu mulai meraba perut langsing Gu Qiaoling.


Preman buncit yadi merobek baju Yang dikenakan Gu Qiaoling hingga terpampang dua buah gunung kembar nya. Ia memainkannya dengan kasar diikuti oleh teman spermanya.


Gu Qiaoling semakin memberontak dan berteriak namun apa daya hingga tenggorokannya kering pun para penduduk desa tidak berani menolongnya dan hanya menatapnya dengan kasihan dan tatapan maaf.


" Tolong!"


"Tolong!" Teriak Gu Qiaoling terbangun dari tidurnya. ia merasa ada sesuatu menempel di dahinya. Gu Qiaoling berniat meraba dahinya namun sebelum tangannya menyentuh dahi seseorang menahan tangan Gu Qiaoling.


" Jangan dilepas ! itu hanya kompres. " Ucap Jiang Xiahuan penuh dengan kelembutan.


" Aku kenapa? Apa aku demam?" Tanya Gu Qiaoling memasang wajah bodoh. Apa dia demam? seingat Gu Qiaoling tertidur di dalam mobil Jiang Xiahuan. apa AC mobil bisa membuatnya demam ataukah sifat dingin Jiang Xiahuan yang membuatnya demam?


" Iya. " Jawab Jiang Xiahuan malas.


Gu Qiaoling menatap Jiang Xiahuan terkejut. Bukan karna Jiang Xiahuan menanggapi pertanyaan bodohnya tapi karena Wajah Jiang Xiahuan yang mirip dengan pria yang meninggalkannya dan membopong wanita lain dalam mimpinya.


.


"Jiang.." Tubuh Jiang Xiahuan merasa kaku mendengar panggilan dari Gu Qiaoling. panggilan itu adalah panggilan yang biasa Ling gunakan pada dirinya dulu.


"Apakah Gu Qiaoling mendapat ingatan tentangnya dulu? Gawat apa yang harus aku lakukan? " Batin Jiang Xiahuan. Dia sadar jika memperlakukan Gu Qiaoling dengan sangat buruk dulu. Jadi dia takut jikalau Gu Qiaoling mendapat ingatannya kembali apakah ia akan mau menerimanya lagi? Apakah ia akan tetap disampingnya ?


" Apa kita memiliki hubungan sebelumnya?" Jiang Xiahuan menghela nafas lega ternyata Ingatan tentangnya belum pulih.


" Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Jiang Xiahuan.


"Habisnya kita hanya bertemu dua kali tapi kenapa kau sangat peduli denganku? " Jawab Gu Qiaoling balik bertanya. Tidak mungkin kan jikalau Gu Qiaoling menceritakan mimpi yang dialaminya.


"Karena aku adalah pria yang baik! Waktu itu kita sudah berhubungan badan jadi aku hanya ingin bertanggung jawab padamu. " Jawab Jiang Xiahuan penuh percaya diri.


Gu Qiaoling memutar bola.matanya malas menghadapi sikap percaya diri Jiang Xiahuan yang persis seperti Xiaomi. ternyata pepatah tidak salah. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


.


.


^^^BERSAMBUNG πŸ₯°^^^


jangan pernah berhenti untuk like, jempolnya, coment, vote, dan hadiahnya πŸ₯°πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ₯°πŸ€—πŸ’‹πŸ₯°


.


.


.