Forgotten Husband

Forgotten Husband
mama? episode 03



.


.................................oo0oo.....................................


Sudah 10 menit berlalu belum ada angkutan umum membuat Gu Qiaoling tertidur lelap dengan posisi kepala menunduk.


"Sayang? " Gumam seorang pria tampan.


"Tinnnnnnn! " Suara klakson mobil sport pria tampan itu.


"Senior? " Gumam Gu Qiaoling pelan saat melihat siapa yang membangunkannya.


"Aku baru tahu aktris terkenal seperti Gu Qiaoling mau nunggu angkot? " Ucap Wu kang bercanda dari dalam mobilnya.


"Kenapa, aku kan juga manusia? " Tanya Gu Qiaoling polos.


"Ya kau manusia, MANUSIA BODOH!! yang mau aja dibohongi!!! " Ledek Wu Kang dari mobilnya.


"Wow ...jadi ini kelakuan Senior yang terhormat di belakang layar? " Gu Qiaoling berdiri membalas ledekan Wu Kang


"Butuh tumpangan Nona?" Tanya Wu kang.


Gu Qiaoling masuk ke dalam mobil sport Wu Kang, mendudukkan dirinya di kursi depan, tak lupa memakai sabuk pengaman .


"Jalan X , bang! " Kata Gu Qiaoling dengan nada penumpang angkot memberitahukan tujuannya pada supir angkot.


"Anjir.... kau pikir ane supir angkot?! " Ucap


Wu Kang


"Cepetan jalan gay! " Ucap Gu Qiaoling ngegas.


"Aku masih normal sayang! " Tegas Wu Kang tak terima dibilang gay.


Gu Qiaoling tak marah dipanggil sayang oleh seniornya karena ia sudah terbiasa.


"Terserah! " Ucap Gu Qiaoling acuh tak acuh, namun mata coklat nya memandang jijik Wu Kang.


"Berhenti menatapku seperti itu, kau membuatku seolah olah kau jijik denganku! " Perintah Wu Kang yang jengah ditatap Gu Qiaoling seperti itu.


Beberapa saat kemudian, di dalam mobil sport itu, penuhi dengan obrolan Wu Kang dan Gu Qiaoling yang tak penting.


"BERHENTI! " Teriak Gu Qiaoling tiba-tiba teringat kopernya saat mereka melewati ujung gang sempit tempat Ia bertemu Jiang Xiahuan.


"Cittttttt...." Wu Kang mengerem mobilnya mendadak, mungkin kepala Gu Qiaoling akan terbentur dasbor kalau ia tidak memakai sabuk pengaman.


"Bisa gak sih gak ngerem mendadak, hampir aja kepalaku terbentur?! " Ucap Gu Qiaoling sewot.


"Maaf sayang...abisnya kamu teriak berhenti tiba-tiba, kan Kakak jadi reflek ngerem. " Kata Wu Kang, berargumen.


Tak mau menanggapi argumen Wu Kang Gu Qiaoling turun dari mobil.


"Tunggu di sini! " Perintah Gu Qiaoling pada seniornya.


"Sayang...mau ke supermarket? aku titip air mineral ya?! " Pinta Wu Kang yang hanya ditanggapi anggukan kepala ringan Gu Qiaoling.


Gu Qiaoling menyusuri gang sempit yang sepi walaupun di siang hari.


Konon katanya...dulu ada anak kecil yang mati mengenaskan dengan tubuh yang terpotong potong, Ia bergentayangan di sana sebab tak terima dengan kematiannya yang tak adil.


Walaupun sudah lama tapi polisi belum juga menangkap pelakunya.


"Hiks...Hiks..Hiks.."


"Suara tangis? seperti suara anak kecil apa yang ini benar benar ada hantunya? aku jadi penasaran seperti apa rupa hantu kecil yang malang itu? " Gumam Gu Qiaoling.


Gu Qiaoling mencari dari mana asal suara tangis itu, Ia menemukan seorang anak laki laki gempal duduk di atas kopernya.


"Wihhhh....apa ini hantunya? mama!! akhirnya putrimu ini bisa minta foto bareng hantu!! " Batin Gu Qiaoling, antusias.


Untuk memastikan, Gu Qiaoling melirik ke bawah kaki Anak itu.


"Ada bayangan! berarti bukan hantu! yah gak jadi minta foto bareng deh. " Batin Gu Qiaoling kecewa.


"Pukkk! " Gu Qiaoling menepuk pundak anak kecil di depannya.


Anak kecil itu mengangkat kepalanya, dalam sekejap mata coklat nya berbinar bahagia melihat Gu Qiaoling.


"MAMA! " Teriak anak kecil itu memeluk kaki Gu Qiaoling.


"Mama? sejak kapan aku melahirkan? " Gumam Gu Qiaoling bingung.


Gu Qiaoling melepaskan pelukan anak itu, lalu menyetarakan tinggi badannya dengan anak kecil gempal di depannya.


"Aku bukan mamamu, lain kali jangan sembarangan memanggil orang lain mama ya! " Nasihat Gu Qiaoling.


"Apa mama gak suka Xiaomi panggil mama? " Tanya Xiaomi dengan mata berkaca kaca, membuat Gu Qiaoling tak tega.


"hifffffttttt...." Gu Qiaoling menghela nafas panjang.


"Ok kau boleh memanggilku mama. " Kata Gu Qiaoling, mengelus rambut halus Xiaomi.


"Benarkah? " Tanya Xiaomi dengan mata berbinar.


"Iya, tapi kalau ramai manggilnya kak qiao ya? " Ucap Gu Qiaoling lembut selembut pantat bayi.


Xiaomi menganggukkan kepalanya semangat.


"Mami boleh gak? Xiaomi tinggal sama Mami? " Tanya Xiaomi dengan raut wajah dibuat seimut mungkin.


"Onew....imut banget...mau ku masukin karung terus bawa pulang tapi nanti kalo ada yang liat gimana? kan gak lucu kalo besok muncul berita aktris terkenal menculik seorang anak karena tak tahan dengan wajah imutnya. " Pikir Gu Qiaoling.


"Papa sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan, mama meninggalkan ku dan papa saat aku berusia 3 tahun. " Jelas Xiaomi sedih.


"Tega sekali Mama Xiaomi, meninggalkan mu yang imut ini, sabar ya Xiaomi Mama yang seperti itu gak pantas dipanggil mama, pantasnya dipanggil pe***ur!! semoga dia mendapat jatah karmanya." Omel Gu Qiaoling marah.


"Mom yang kau katai pe***ur itu dirimu sendiri, berhentilah mengatai dirimu sendiri Mom! " Teriak Xiaomi dalam hati kecilnya.


"Bagaimana dengan papamu? apa dia akan mengizinkannya? " Tanya Gu Qiaoling.


"Mom..Xiaomi kabur, soalnya Xiaomi jengah dengan kelakuan papa, papa jarang pulang ke rumah, kalo pulang ke rumah nanti marah marah liat muka Xiaomi yang mirip muka mama! " Bohong Xiaomi dengan raut wajah dibuat sedih .


"Maaf Ma, Xiaomi bohong, Xiaomi cuma mau seatap sama Mama, Pa maafin Xiaomi ya, image papa di depan Mama jadi jelek! " Ucap Xiaomi dalam hati.


"Apa! papa macam apa papamu itu! pantas aja istrinya meninggalkannya sama kamu yang mirip istrinya aja marah marah apalagi wajah asli istrinya. bla ..bla ...bla..." Omel Gu Qiaoling panjang.


........


.


Ditempat lain ..


"hacuuuuuu....." Bersin seseorang menggosok gosok hidungnya gatal.


"Kak, apa AC nya terlalu dingin? " Tanya asisten pribadi sekaligus sepupu orang itu.


"Tidak! Mungkin ada yang membicarakan dirimu?" Jawab orang itu.


.......


.


.


Kembali ke Gu Qiaoling


.


.


.


"Ok, Xiaomi boleh tinggal denganku. " Putus Gu Qiaoling .


"Yeay..... Makasih Mom. " Girang Xiaomi.


"Ayo kita pulang! " Ajak Gu Qiaoling.


Gu Qiaoling menyeret kopernya dengan tangan kiri sedang tangan kanannya menggandeng Xiaomi.


"Kita ke supermarket dulu ya?! " Ajak Gu Qiaoling yang ditanggapi anggukan kepala Xiaomi.


"Xiaomi tunggu di sini ya?! " Perintah Gu Qiaoling saat mereka telah sampai di depan pintu supermarket.


"Ok !!" Kata Xiaomi.


Saat Gu Qiaoling sudah tak terlihat, Xiaomi dengan cepat membuka koper Gu Qiaoling mencari ponsel Gu Qiaoling.


"Ketemu! " Seru Xiaomi pelan saat menemukan ponsel yang ia cari.


Xiaomi memasukan nomor ayahnya dengan inisial Forgotten husband, di ponsel Gu Qiaoling.


"Papa! " Panggil Xiaomi dalam telpon.


"Xiaomi? " Tanya papa Xiaomi.


"Iya, Pa Xiaomi menemukan Mama! tapi sepertinya Mami melupakan kita! " Seru Xiaomi senang berubah sedih di kalimat akhir.


"Benarkah, dimana? " Tanya Jiang Xiahuan, tak percaya, birunya tampak sedih.


"Di depan supermarket, Mama lagi belanja di dalam." Jelas xiaomi.


"Pa Xiaomi tinggal sama Mami ya!? " Pinta xiaomi.


"......." (hening)


"Oke! " Ucap Papa Xiaomi menyetujui permintaan anaknya setelah beberapa saat terdiam.


"Dah~...Pa!...Mami udah di kasir, Xiaomi tutup ya? " Tanya Xiaomi sedikit melirik Gu Qiaoling.


"Hm...! " Ucap seorang di seberang sana.


"Tuutttt....." Xiaomi mematikan telepon.


Xiaomi menghapus riwayat percakapannya dengan ayahnya dengan cepat kemudian meletakan ponsel Gu Qiaoling di tempat semula, tak lupa menutup koper.


"Ayo kita pulang! " Ajak Gu Qiaoling setelah belanja beberapa camilan, bahan mentah ,dan air mineral titipan Wu Kang.


"Yok....!!! " Seru Xiaomi semangat.


.


.


.


^^^..... bersambung^^^


.........................................................


jangan lupakan like, vote coment,dan hadiahnya πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜