
Di siang yang terik ini sungguh pertemuan yang mampu membuat Jiang Chuan merasa senang sekaligus sedih senang karena menemukan Gu Qiaoling dan sedih karena Gu Qiaoling menuntutnya untuk membatalkan perjodohan yang susah payah ia buat.
untuk sesaat Gu Qiaoling dan Mo Chen larut dalam keheningan. Tiba tiba Gu Qiaoling mengulurkan tangannya Di depan Mo Chen. Tanpa pikir panjang Mo Chen Menerima uluran tangan Gu Qiaoling.
Gu Qiaoling menarik Tangan Mo Chen dengan lembut kemudian menuntunnya ke luar rumah. Mo Chen linglung diperlakukan Gu Qiaoling secara lembut hingga sadar cahaya terik luar ruangan menembus retina mata Mo Chen dan menyadarkannya jikalau Gu Qiaoling dari tadi menuntunnya untuk ke luar.
"Qiaoling ..... Aaaaaaaaaaaah." Ucapan Mo Chen terputus karena kaget Gu Qiaoling menendang bokongnya secara tiba tiba.
"Bruggg..Aduhhhh......" Mo Chen jatuh ke halaman rumah Jiang Xiahuan dengan posisi sujud di lantai.
"Aku Gak mau tau pokoknya perjodohan kita harus dibatalkan. " Teriak Gu Qiaoling setelah menendang bokong Mo Chen Tanpa perasaan.
Gu Qiaoling berbalik tanpa memedulikan Mo Chen yang kesakitan karena ulah Gu Qiaoling. "Brakk...." Pintu ditutup kasar olah nya.
Sungguh menganggu hari ku bersama es krim kesayanganku. Pikir Gu Qiaoling.
Mo Chen bangkit dari lantai ia memutar lehernya yang terasa kram sekaligus sakit karena menahan tubuhnya.
"Hahaha..." Suara tawa mengejek tertangkap indra pendengar Mo chen.
Mo Chen mencari asal suara tawa yang menyebalkan itu dan ia menemukan Jiang Xiahuan yang menertawakan dirinya.
"Bagaimana rasanya tendangan calon istriku? Sakit kah!" Ejek Jiang Xiahuan yang terlihat senang dengan penderitaan Mo Chen.
"Ca...Calon istri? Si...Siapa yang kau maksud?" Tanya Mo Chen sedikit gugup bercampur takut. Di dalam hati Mo Chen berharap jika itu bukan Gu Qiaoling calon istri yang dimaksud Jiang Xiahuan.
"Bukannya sudah jelas? Ling yang menendang mu?" Ejek Jiang Xiahuan menyeringai. ia tau jika Mo Chen mencintai Gu Qiaoling jadi ia sengaja memberitahu statusnya dan Gu Qiaoling. Biarkan saja Mo Chen patah hati untuk kedua kalinya,jangan harap Mo Chen bisa mendapatkan Ling selama aku masih hidup. pikir Jiang Xiahuan.
"Ling sejak kapan Jiang Xiahuan memanggil Qiaoling dengan panggilan kesayangan. seperti bukan Jiang Xiahuan saja. " Ucap Mo Chen dalam hatinya.
"Jadi Gu Qiaoling sudah menjadi calon isterinya Jiang Xiahuan. Apakah perjodohan yang aku buat terlambat? Lupakan soal perjodohan lagipula Gu Qiaoling tidak menginginkan perjodohan ini." Batin Mo Chen sedih dengan kesialan yang menimpanya.
" Dan juga mereka masih calon suami istri!! Aku masih punya kesempatan merebut Qiaoling dari Xiahuan. Tunggu saja Tuang Jiang yang sombong. tuan muda ini pasti bisa merebut cintanya!!! Semangat!!!" Ucap Mo Chen dalam hatinya. Mata Mo Chen memancarkan kilatan api semangat yang berkobar untuk menjadi pelakor eh salah maksudnya untuk merebut calon istri sahabat.
Mo Chen bangkit berdiri dengan anggun , sedikit menepuk bagian pakaiannya yang kotor lalu berjalan penuh semangat keluar pekarangan rumah Jiang Xiahuan. Di kepalanya sedang menyusun rencana rencana untuk mendapatkan hati Gu Qiaoling. Ia pergi Tanpa pamit pada pemilik rumah yang menatap Mo Chen bingung.
Jiang Xiahuan yang melihat tingkah Mo Chen merasa heran ia mengangkat sebelah alisnya tinggi tinggi . "Bukannya seharusnya Mo Chen Sedih ? Kenapa aku melihat pancaran semangat yang berkobar di dalam manik mata lembut Mo Chen. " batin Jiang Xiahuan.
Jiang Xiahuan menggelengkan. kepalanya memilih untuk tidak mencari tahu ekspresi wajah Mo Chen yang tidak sesuai yang Jiang Xiahuan harapkan. Dengan senang Jiang Xiahuan masuk kedalam rumah untuk menemui orang yang dicintainya dengan tulus. Gu Qiaoling.
"Assalamualaikum Wr. wb. ya Istrinya Jiang Xiahuan yang paling can...." Ucap Jiang Xiahuan terputus ketika sebuah bantal tepat mengenai wajah rupawan milik Jiang Xiahuan.
"Bukkkk...." Suara lemparan bantal dari Gu Qiaoling yang seratus persen mengenai wajah tampan calon suaminya.
"....tik" Lanjut Jiang Xiahuan setelah bantal itu jatuh ke lantai. Ia terkejut untuk sesaat kenapa bantal yang menyapa wajahnya? Kenapa bukan bibir **** Ling yang menyambut wajahku. pikir Jiang Xiahuan.
"waallaikumsalam wr. wb."Lirih Gu Qiaoling menjawab salam.
"Siapa istrimu ??? Beraninya kau memiliki istri disaat aku calon istrimu !!! " Teriak Gu Qiaoling ketus. Ia gagal faham dengan ucapan Jiang Xiahuan sedangkan Jiang Xiahuan hanya Nyengir lebar dan mendekati Gu Qiaoling di sofa.
ternyata Ling cemburu. kenapa sangat mengemaskan membuatku ingin memakannya saja. pikir Jiang Xiahuan mulai bernafsu.
Jiang Xiahuan memeluk Gu Qiaoling "Sayang Ling kenapa memukulku. Bukankah kamu itu isteri satu satunya milikku yang paling cantik ? hm? "Bisik Jiang Xiahuan di telinga Gu Qiaoling.
"Heh....Aku ini calon istrimu siapa tau aku akan membatalkan pernikahan kita kelak karena kau memiliki istri simpanan. " Ketus Gu Qiaoling namun wajahnya sudah memerah seperti tomat.
Jiang Xiahuan kemudian melepas pelukannya. "Issss......Gemesnya istri siapa ini. " Ucap Jiang Xiahuan tidak tahan untuk mencubit pipi Gu Qiaoling yang sudah memerah seperti tomat.
"plak..plak..." Gu Qiaoling menampar tangan Jiang yang berani mencubit pipinya dengan keras.Ia melotot ke arah Jiang Xiahuan. "Sakit tauk!!! nasib punya pipi chuby....."Ucap Gu Qiaoling dalam hati.
Jiang Xiahuan terkekeh geli dengan sikap Gu Qiaoling yang menggemaskan menurutnya. "maaf sayang.. Abisnya kamu gemesin sih. " Ucap Jiang Xiahuan meminta maaf sekaligus menyalahkan Gu Qiaoling karna terlalu gemes.
"Cih " Gu Qiaoling berdecak sebal ia meninggalkan Jiang Xiahuan yang terus mengikutinya hingga sampai di ruang keluarga.
Gu Qiaoling menonton Televisi dengan serius sedangkan Jiang Xiahuan duduk di samping Gu Qiaoling, menatap wajah calon pendamping hidupnya yang sedang menampilkan wajah serius ketika menonton animasi kesukaannya.
.
.
Di tempat lain namun masih berada di satu kota yang sama.Atau lebih jelasnya di kediaman keluarga Gu. kepala keluarga Gu, Gu Shen tengah berkeringat dingin menghadapi orang di depannya.
Mo Chen sedang duduk dengan tenang Sambil meminum secangkir teh hijau yang tadinya di sajikan oleh pelayan. Mata hijau lembutnya menyembunyikan segala kelicikan yang ada di dalamnya. Rambut pirangnya diikat ke belakang dan jatuh ke pundaknya. Ia menatap Kepala keluarga Gu yang tengah berkeringat dingin.
Hampir setengah jam Mo Chen duduk sejak tiba di Kediaman Gu belum juga mengutarakan maksud kedatangannya.
"Tu..tuan muda Mo Chen! " Panggil Gu Shen terbata bata.
" Ya..Ada apa?" Tanya Mo Chen menyeringai. Ia mengabaikan Gu Shen yang ketakutan.
"Apa Tuan Muda Mo akan menyalahkan ku karna Gu Qiaoling. " Ucap Gu Shen. dalam hatinya.
"I..itu ada apa gerangan Tuan muda datang ke kediaman saya?" Tanya Gu Shen takut menyinggung orang di depannya.
"Oh ya...Saya kesini cuma mau menghentikan perjodohan ku dengan Gu Qiaoling! " Ucap Mo Chen santai.
"Lalu apakah tuan muda Mo berniat menikahi putriku yang lain?" Tanya Gu Shen.
" Mungkinkah Tuan Muda Mo tertarik dengan Gu Hilmi. " Ucap Gu Shen dalam hatinya dengan penuh percaya diri.
" Maksudmu dia?" Tanya Mo Chen menunjuk seorang wanita di samping Gu Shen yang memakai pakaian terbuka dan riasan wajah yang menor.
" Iya. " Ucap Gu Shen penuh percaya diri.
" Sayangnya saya tidak tertarik dengan wanita yang sudah dipakai puluhan pria hanya untuk perusahaan." Ucap Mo Chen yakin.
"Bagaimana dia tau?" Batin Gu Hilmi dan Gu Shen.
"Satu hal lagi...." Mo Chen menggantung ucapannya. yang membuat semua orang di ruang tamu kediaman Gu menoleh ke arah Mo Chen.
"Saya ingin memutuskan ikatan kerjasama perusahaan anda dengan perusahaan ku. " Ucap Mo Chen tenang. yang membuat semua orang tertekan.
"Kenapa Tuan Muda Mo? " Tanya Gu Shen tertekan.
"Sederhana! Saya membatalkan perjodohan ini Jadi otomatis kerjasama kita juga batal. Apakah anda sudah mengerti Tuan Gu!!!" Sinis Mo Chen menatap tajam Gu Shen.
"Me....mengerti!!!" Ucap Gu Shen tanpa sadar. Ia gugup ditatap oleh mata elang Mo Chen seolah olah akan mengambil nyawanya sekarang.
"Sebaiknya anda mengerti !!" Sahut Mo Chen sebelum meninggalkan Kediaman Gu.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...BERSAMBUNG π...
...tolong tinggalin jejak donk biar tau kalo yang mampir bukan..... π±π± bercanda kalian uda luangin waktu buat baca aja mimin uda senengnya bukan main π₯°π₯°ππ π₯°...