
.
" Bagaimana kau bisa tau aku dijodohkan? " Tanya Gu Qiaoling menatap tajam mata Mo Chen.
Mo chen yang ditatap seperti sedang mencuri oleh Gu Qiaoling merasa gugup.
" Itu.....karena..karena aku..." Ucapan Mo Chen terpotong.
"Nih Es krim lo!" Ucap Nana ketus namun dengan hati hati ia meletakan Es krim buatan Bi Inah.
"Cek lo itu jadi pembantu kok gak ada sopan banget ya. " Cerca Gu Qiaoling.
" Heran deh kenapa bisa Jiang Xiahuan punya pembantu gak ada akhlak kayak lo." Sambung Gu Qiaoling pedas setelah memasukan sesuap es krim coklat ke mulutnya.
" Cih tinggal makan aja apa susahnya sih?" Cerca balik Nana tanpa takut ataupun peduli akan status Gu Qiaoling yang lebih tinggi darinya.
Saat Nana hendak pergi ia melihat Mo Chen yang menatapnya tidak suka. Buru buru ia mengubah sikap dan bergelayut manja di lengan kanan Mo Chen bahkan dengan beraninya menempelkan aset atasnya pada lengan Mo Chen.
" Eh ada tuan muda Mo. Anda mencari saya ya? " Tanya Nana penuh kepercayaan diri tanpa menutupi nada menggoda yang hampir menyerempet *******.
Bukan tanpa alasan Nana berani menggoda Mo Chen. Dulu semenjak Mo Chen kehilangan keberadaan Gu Qiaoling ia berubah menjadi bad boy stadium akhir. Banyak gadis dan wanita yang manjadi korbannya tak terkecuali Nana. dan Nana dan Mo Chen telah sering melakukan hubungan intim. Namun Mo Chen tidak memberikan nana status yang jelas baginya nana hanya dianggap sebagai seorang ****** yang butuh belaian.
Gu Qiaoling yang melihat sikap Centil Nana hanya bisa menggelengkan kepala " Ternyata bukan hanya tidak punya sopan santun tapi juga seorang jala** amatir yang sudah lama lahir. " Batin Gu Qiaoling tak habis pikir dengan kelakuan Nana.
"Bukan. Siapa juga yang mau mencari Jala** sepertimu?" Ucap Mo Chen dingin dan mendorong Nana hingga tersungkur di lantai.
Karena ada Gu Qiaoling disini Mo Chen tidak berani untuk tergoda dengan Kemolekan Nana atau Ia akan kehilangan citra baik dihadapan Gu Qiaoling, Mungkin mulai saat ini Mo Chen akan berhenti menjabat sebagai bad boy. pikir Mo Chen.
"Kenapa Mo Chen berubah? Apa ia sudah tak menginginkan ku lagi. " Ucap Nana dalam batinnya.
Masih tersungkur Nana melirik Mo Chen yang menatap lembut penuh kasih sayang kepada Gu Qiaoling yang tidak pernah Mo Chen berikan kepada kekasih kekasihnya yang sudah bisa dibuat pasukan bila ia mau.
Saat melihat tatapan lembut itu. Nana merasa sangat marah. "Apa apaan itu! Tidak!! Tuan Muda Mo berubah pasti karena wanita sialan itu! " Batin Nana penuh gejolak amarah.
"Tunggu saja pasti aku akan membunuhmu! GU QIAOLING!!! "Ucap nana dalam hatinya yang sudah dipenuhi dengan niat membunuh yang begitu kuat.
" Kenapa diam saja bukankah tugasmu sudah selesai ? Jika ingin menggoda pria sebaiknya kau belajar dulu pada temanmu di rumah bordil. " Ucap Gu Qiaoling merendahkan Nana dalam bentuk saran.
Nana menggertakan giginya kesal. Ia bangkit dan menghentak hentakkan kakinya hingga menghilang dari pandangan Gu Qiaoling setelah menaiki tangga.
" Gu Qiaoling aku akan menyiksamu sampai mati!" Ucap Nana dalam hatinya.
setelah kepergian Nana Gu Qiaoling menoleh ke arah Mo Chen "Jadi, kenapa kau tau aku dijodohkan ?" Tanya Gu Qiaoling menyelidik.
"Ya tau lah orang yang dijodohin sama kamu adalah aki bagaimana aku gak tau ? oops..." Ucap Mo Chen keceplosan. Ia menatap Gu Qiaoling dengan panik.
"Errr....Ma...maksud nya itu.....Aww" Mo Chen menghentikan ucapannya tatkala merasa ada yang menarik daun telinganya.
"Sttttttttt.." Gu Qiaoling menarik salah satu daun telinga Mo Chen. Tak lupa tatapan membunuh yang diarahkan pada Mo Chen membuat bulu kuduk Mo Chen seolah olah berdiri.
"AKU GAK MAU TAHU DALAM DUA HARI PERJODOHAN KITA HARUS BATAL!!!!!!!!" Teriak Gu Qiaoling menggelar di telinga Mo Chen.
Mo Chen merasa telinganya sakit karena jeweran Gu Qiaoling tidak main main ditambah lagi suara Gu Qiaoling yang keras membuat telinga Mo Chen berdengung." Semoga telinga ku tidak copot dan tuli. " Doa Mo Chen dalam hatinya.
"Aduh....bisa gak sih tarik telinga Ku lebih pelan. Sakit tauk ...!" Ucap Mo Chen Mengelus-elus telinganya yang sakit. Bibirnya maju beberapa centimeter membentuk kerucut.
"Kenapa harus membatalkan perjodohan kita. Kalo soal cinta itu bisa datang belakangan yang penting jalani dulu. " Ucap Mo Chen mencoba membujuk.
" Aku bukan tipe orang seperti itu lagi pula aku bukan lagi putri keluarga Gu. Jadi meskipun Perjodohan itu tetap ada tapi itu tidak berlaku untukku. " Ucap Gu Qiaoling berargumen.
"Untuk kali ini aku berterima kasih pada ayah bodohku karna mengeluarkan ku dari keluarga. " Ucap Gu Qiaoling dalam hati.
"Dan juga aku tidak ingin menikah dengan orang asing yang tiba tiba datang kepadaku. " Sambung Gu Qiaoling yang membuat hati Mo Chen tertusuk.
"Gu Qiaoling sadarlah aku bukan orang asing, aku sahabat masa kecilmu. " Ucap Mo Chen tersenyum miris dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ditempat lain Jiang Xiahuan tengah bergelut dengan dokumen dokumen di kantornya. Belakangan ini banyak masalah dalam perusahaan Xia Ling internasional yang mengharuskannya datang ke kantor. Padahal ia ingin sekali bermanja-manja ria dengan mantan istrinya yang sudah menjadi calon istrinya.
"Brak...." Jiang Xiahuan meletakan setumpuk Dokumen penting ke meja kerja Jiang Chuan yang tidak jauh darinya.
"Jiang Chuan Bereskan sisanya. "Ucap Jiang Xiahuan setelahnya.
Jiang Chuan yang sedang mengoreksi dokumen dokumen perusahaan hanya bisa menatap nanar dokumen yang sudah membentuk beberapa gunung dokumen itu.
"Sepupu apakah kau tidak melihat dokumen di mejaku sudah penuh? Apa kau ingin menyiksaku dengan pekerjaan ? Bolehkah aku menolak. " Ucap Jiang Chuan dalam hatinya. Ia menatap Jiang Xiahuan ingin protes tapi tidak berani.
"Ada apa dengan wajahmu? Kau tak boleh menolak atau Gaji bulan ini tinggal separuh. " Ancam Jiang Xinhuan seakan tau apa yang dipikirkan Jiang Chuan.
"Tidak...tidak aku tidak protes. " Ucap Jiang Chuan gugup.
"Seharusnya begitu. "Ucap Jiang Xiahuan enteng seolah olah tidak peduli dengan pekerjaan Jiang Chuan yang menumpuk
"Huhhhhh.... " Pada akhirnya Jiang Chuan hanya menghela nafas panjang menerima dengan lapang dada pekerjaan tambahan ini.
Jiang Xiahuan melangkahkan kakinya pergi namun saat tangannya hendak membukakan pintu ia berbalik menatap Jiang Chuan dan mengatakan satu kalimat yang mampu membuat Jiang Chuan Stress di tempat.
"Oh ya Dokumen tadi harus selesai besok pagi. Telat gajimu bulan ini hilang. " Ucap Jiang Xiahuan kemudian berbalik pergi ke rumah dengan perasaan riang seolah olah percaya bahwa Jiang Chuan akan bisa menyelesaikannya besok.
"Dasar bos laknat!!!!! Seenaknya saja !!!!!!Tidak berperikepegawaian!!!! " Umpat Jiang Chuan saat Sosok Jiang Xiahuan tidak terlihat.
Jiang Xiahuan pergi ke parkiran khusus untuk ceo kemudian menyalakan mobil untuk menembus padatnya jalan raya.
"Ling'er sayang tunggu suami idaman mu di rumah. " Ucap Jiang Xiahuan tersenyum lebar didalam mobilnya.
.......
.......
.......
.......
........
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.
......bersambung🤗......
jangan pernah bosan untuk like, vote, coment, dan hadiahnya 🥰💋🥰🤗😘😍🥰😘😘 karna itu sangat berarti bagi hidup Mimin 🥰😱