Forgotten Husband

Forgotten Husband
17. Tujuh belas



HELLO HAPPY TO READING DON'T FORGET TO GIVE ME LIKEπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° BECAUSE I LIKE YOU πŸ’žπŸ’žπŸ’‹πŸ’‹


...----------------...


Hari ini cukup terik, membuat orang orang cukup enggan keluar rumah, termasuk Gu Qiaoling yang kini tengah santai menikmati pemandangan layar televisi sambil memakan es krim coklat buatan Bi inah , salah satu pembantu yang sudah cukup tua.


Setelah Gu Qiaoling tinggal bersama Xiaomi dan ayahnya. Ia menjadi semakin malas melakukan apapun. Ada pelayan yang menyiapkan segalanya ,jadi untuk apa menjadi begitu rajin , pikir Gu Qiaoling.


" Nana!" Teriak Gu Qiaoling saat es krim. Ngomong omong Gu Qiaoling tidak terlalu suka dengan Nana. karena apa? karna sikapnya yang sebelas dua belas dengan wanita penggoda suami ora- oops maksudnya calon suami orang. Ditambah lagi dengan sikapnya yang bisa dibilang kurang sopan dengan Gu Qiaoling saat tidak ada orang lain.


" Apa?" Ketus Nana.


" Suruh Bi Inah buatin Majikan es krim lagi !" Suruh Gu Qiaoling tanpa mengalihkan pandangannya dari serial drama kartun Spongebob Squarepants.


Mendengar itu Nana berdecak sebal. " Kenapa gak suruh Bi inah langsung ?" cibir Nana.


" Kasihan Bi Inah sudah tua masa disuruh kesini? Lagian itu tugas mu melayaniku dengan sepenuh hati. " Polos Gu Qiaoling.


"Cih. ... kenapa tuan lebih memilih wanita pemalas ini dibandingkan aku sih? sebenarnya apa kelebihannya? dimana mana cantikan aku lah." Batin Nana menatap rendah Gu Qiaoling .


" Ngapain masih berdiri di sana! Mau di pecat!" Ketus Gu Qiaoling. menyadari tatapan Nana yang ditujukan kepadanya.


"Awas kau!" Ucap Nana sebelum melaksanakan perintah Gu Qiaoling.


"Jika bukan karena kau sudah lama bekerja di sini mungkin aku sudah memecat dirimu. sungguh pembantu yang tidak sopan. Lagi pula apa yang kau punya untuk merebut Jiang Xiahuan? " Ucap Gu Qiaoling pelan.


" tok ...tok...tok...! " Ketukan pintu depan dari luar.


" Nana!" Teriak Gu Qiaoling


"Nana!" Teriak Gu Qiaoling untuk kedua kalinya.


nana yang mendengar teriakan majikannya tak menghiraukannya. pura pura tuli. biarkan Gu Qiaoling berteriak memanggilnya sampai tenggorokan nya kering. pikir Nana jahat.


"Nana!" Untuk ketiga kalinya Gu Qiaoling meneriaki nama pembantunya namun nana tak menunjukan mukanya ataupun sekedar berteriak balik.


"Tok tok ..!" Ketukan pintu di luar semakin keras.


Dengan kesal Gu Qiaoling berdiri daro duduknya dengan kasar. dalam hatinya sudah mengabsen berbagai penghuni kebun bintang, yang tanpa ia sadari para binatang yang disebut Gu Qiaoling sedang menjadi tontonan para pengunjung.


"Ceklek! " Gu Qiaoling membuka kan pintu dengan raut tak bersahabat. sungguh tamu yang menggangu keasikan nya menonton plankton yang ditendang keluar Tuan Krebs"


"Lama banget sih? Lo sengaja....." Ucap Mo Chen terkejut saat melihat Gu Qiaoling.


" Qiaoling! " Ucap Mo Chen tanpa sadar. pupil matanya membesar saking terkejutnya. dan tubuhnya bergetar entah karena terlalu senang menemukan teman masa kecilnya sekaligus Cinta pertamanya atau karena sedih bertemu dengan Gu Qiaoling di rumah sahabatnya, Jiang Xiahuan.


Tiba-tiba Mo Chen memeluk Gu Qiaoling dengan erat seolah olah takut kalau orang di depannya akan kabur. Sedangkan Gu Qiaoling linglung dipeluk oleh orang yang tidak dikenalnya.


Gu Qiaoling tidak membalas pelukan Mo Chen. membuat Mo Chen merasa sedikit aneh karena biasannya Gu Qiaoling akan selalu membalas pelukan darinya. Tapi Mo Chen tak mempedulikannya yang terpenting ia menemukan Gu Qiaoling nya.


"Qiaoling akhirnya aku menemukanmu. " Ucap Mo Chen senang.


Mo Chen melepas pelukan nya. Ia menatap Gu Qiaoling dengan lembut. " Kenapa Kamu ada di rumah Jiang Xiahuan? "Tanya Mo Chen tersenyum lembut namun itu tak menyembunyikan percikan kemarahan dan kecemburuan yang besar di dalam mata lembut Mo Chen.


"Maaf anda siapa ya? Bagaimana bisa anda mengenalku? Apakah anda salah satu fans berat ku?" Bukannya menjawab Gu Qiaoling justru berbalik bertanya dengan percaya diri.


Seketika Senyum Mo Chen luntur. "Apa! Sebenarnya apa yang terjadi selama Qiaoling menghilang? Kenapa ia tak mengenalku? Pantas saja tadi aku sempat merasa aneh Qiaoling tak membalas pelukanku. " Batin Mo Chen.


Gu Qiaoling menggelengkan kepalanya ringan. Ia benar benar tidak mengenal Mo Chen tapi kenapa ia merasa ada sentuhan keakraban dan rasa nyaman saat bersamanya?


"Fix Qiaoling benar benar tak mengenalku!" Batin Mo Chen yakin.


"Ehem...Kalau begitu perkenalkan aku Mo Chen ." Ucap Mo Chen. Ian mengulurkan tangannya. dalam hatinya ia merasa sedikit kecewa bertahun tahun Qiaoling di sembunyikan oleh sahabat laknatnya hingga ia menemukan keberadaan Qiaoling saat naik daun. Ia berniat untuk membuat perjodohan dengan nya namun pada akhirnya apakah ia akan kalah lagi?


"Qiaoling..." Ucap Gu Qiaoling terkesan cuek. tanpa niatan menyambut jabatan tangan Mo Chen. Lalu Gu Qiaoling meninggalkan Mo Chen sendirian di teras rumah Jiang Xiahuan.


Gu Qiaoling memperhatikan Penampilan Mo Chen dari atas sampai bawah. Tidak buruk mungkin teman jiang. pikir Gu Qiaoling asal.


"Temannya Jiang? Mencari jiang? " Tanya Gu Qiaoling memastikan namun juga terkesan dingin dan tak tersentuh. sedangkan Mo Chen hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Ia memang sedang mencari Jiang. Mo Chen ingin memastikan sesuatu yang penting bagi perasaanya.


" Dia tidak ada di rumah. " Ucap Gu Qiaoling. Ia Kembali masuk ke rumah menikmati es krimnya yang mungkin sudah selesai Bi Inah buat.


Mo Chen yang ditinggal hanya mengikuti Gu Qiaoling dari belakang. namun dalam hatinya mengucapkan kata sabar. Ia harus merelakan semua usahanya dalam mendekati Gu Qiaoling dahulu. Pasalnya Gu Qiaoling sangat sulit untuk diajak Pacaran atau hanya berteman. Dari sekian banyak pria yang menembak Gu Qiaoling pasti berakhir tragis, Gu Qiaoling tak segan segan menolak dengan kata kata tajam. Mungkin hanya Jiang Xiahuan yang berhasil menaklukkan jiwa es beku Gu Qiaoling.


Gu Qiaoling duduk di sofa yang didudukinya tadi ia menoleh ke arah Mo Chen yang mengikuti nya "Kenapa kau mengikuti ku?" Tanya Gu Qiaoling.


"Kenapa kau ada di rumah Jiang Xiahuan? " Bukanya menjawab pertanyaan Gu Qiaoling Mo Chen mengulang pertanyaan yah diabaikan Gu Qiaoling tadi.


" Aku Calon Istrinya. Apa salahnya jika ada di rumah calon suamiku? " Tanya Gu Qiaoling tanpa repot repot menutupi nada malas yang begitu jelas.


"Dalam keadaan amnesia saja kau masih mencintai nya. Apa memang tidak ada kesempatan untuk bisa hidup bersamamu?" batin Mo Chen sedih saat menyadari sedikit tatapan cinta yang samar saat menyebut calon suami pada mata Gu Qiaoling.


" Apakah kau lupa kau sudah dijodohkan? Lagipula kalian masih calon? Bukankah itu buruk jika tersebar di publik? " Tanya balik Mo Chen.


" Aku tak punya pilihan. Aku tak bisa memakan ludah yang telah ku keluarkan. " Jawab Gu Qiaoling sedikit kesal teringat dengan jebakan Jiang Xiahuan.


" Oh..." Mo Chen .


" Bagaimana kau tau aku dijodohkan?" Tanya Gu Qiaoling menatap tajam mata Mo Chen.


" Itu..........."


.


.


.


.


.


.


.


^^^BERSAMBUNG^^^


jangan pernah bosan untuk like, vote, coment, dan hadiahnya πŸ₯°πŸ₯°πŸ’žπŸ₯°πŸ˜πŸ˜πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’‹πŸ₯°πŸ€—πŸ’‹ karna itu sangat berarti bagi mimin 😊πŸ₯°


.