
Hari ini adalah hari pertama mulai pelajaran untuk seluruh siswa baru. untuk kelas tari dan teater umumnya kelas dimulai pada pukul 5 subuh, karena mereka ada kelas olah tubuh. Olah tubuh dalam seni tari dan teater difungsikan untuk melatih kelenturan, kekuatan dan konsentrasi. Olah tubuh hampir sama dengan olah raga, hanya saja di dalam pelajaran olah tubuh juga di latih meditasi, dan latihan untuk melenturkan tubuh, seperti senam lantai, membuat gerakan dengan meniru gerakan hewan; melompat, merangkak, merayap, dsb.
" terimakasih karena kalian telah hadir di kelas olah tubuh,perkenalkan dulu nama saya Leo, panggil aja kak Leo. Dan karena ini kelas pertama kita, kita latihan pemanasan dulu dan gerakan yang mudah dulu seperti melompat, jongkok, tiarap terus bangun melompat, dan yang terakhir kita latihan meditasi. " kata Kak Leo
" baik kak... ! "
" sebelum kita memulai kegiatan pagi ini, kita berdoa dulu menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa mulai... Selesai! yah, kita pemanasan dulu ya! kalian lari 2x putaran, muterin komplek sekolah ya...! " ujar Kak Leo
" kak, yang bener aja muterin komplek sekolah! ini sekolah luasnya amit-amit loh kak. " ujar salah satu siswa
" oh, kurang? yaudah kakak tambahin jadi 3x ya. " kata Kak Leo
" OGAAAAAAAHHHHH....!!! "
" ya makanya jangan protes! tiap kalian protes saya akan menambahkan 1x putaran. " kata Kak Leo
" iya kak, maap. kita pemanasan dulu sebelum lari ya kak, takut keram kakinya. " kata Aliya
" ya, silakan. Nanti kalau sudah selesai lari kalian langsung menuju ke panggung arena terbuka untuk kegiatan selanjutnya. "
Mereka pun mulai lari satu persatu mengelilingi area sekolah yang luasnya hampir sama dengan stadion sepak bola. 1x putaran mereka lalui dengan penuh semangat, sedangkan putaran kedua hanya segelintir yang masih kuat berlari. Rata-rata yang mulai kelelahan adalah para wanita, mereka memilih berjalan bergerombol bersama temannya dan sibuk mengobrol, hanya wanita kuat yang mampu menyelesaikan larinya dan langsung menuju ku arena terbuka.
" 2x putaran selesai, kak! " teriak Sabrina.
" good job! istirahat dulu di sana, itu ada air minum sama gelas. kakinya diluruskan jangan ditekuk biar gak keram dan varises. " kata Kak Leo
Beberapa siswa lainnya yang menyelesaikan larinya pun ikut duduk bersama Sabrina.
" kuat juga fisik kamu, sering lari ya? " tanya Doni teman sekelas Sabrina
" iya, lari dari kenyataan. hahaha " jawab Sabrina
" kampret! tanya beneran malah dijawab becanda. Untung cantik, kalo enggak... "
" kalo enggak kenapa? mau kamu apain? berani sama cewek? gak malu? " tanya Sabrina
" gak jadi, sorry. Btw, salken ya! " jawab Doni
" iya, "
Kak Leo berdiri memperhatikan anak-anak yang telah selesai lari dan menghitungnya.
" ini kok cuma dikit doang yang udah selesai? yang lainnya mana? " tanya Kak Leo
Setelah ditunggu beberapa lama, akhirnya mereka pun datang satu persatu.
" wah, pasti kalian jalan kan? " tanya Kak Leo
" kita lari kak! " sahut siswa yang baru saja sampai di arena terbuka
" gak usah bohong, kalo yang lari pasti keringetan banyak, itu kalian kering. " kata Kak Leo
" hayo ya hayo...!! wah curang nih kalian semua! whuuuuu...!!! " sorak teman yang lain.
Setelah mereka semua menyelesaikan lari, mereka lanjut ke materi olah tubuh berikutnya. Mereka melompat, merangkak, merayap, dan berlatih pemanasan otot wajah, selanjutnya mereka diajarkan meditasi dengan mendengarkan suara motor yang lewat dan menebak merk motor tersebut, semua dilakukan harus dengan konsentrasi yang tinggi dan fokus.
Pelajaran olah tubuh selesai pukul 07.00, setelah selesai mereka di izinkan kembali ke asrama untuk mandi dan bersiap kembali ke pelajaran selanjutnya. Di dalam kelas para siswa yang telah membersihkan diri mulai membuat kericuhan di kelas. Ada yang lari-larian di dalam kelas seperti anak TK, ada yang bergosip, ada yang selfie, tiduran, tapi mereka tidak di izinkan membawa makanan ke dalam kelas. Erwin, Aliya, Sabrina, dan Saskia pun tak luput dari kegiatan menggosip ria, mereka saling bercerita tentang masa-masa SMP lalu. Mereka cerita tentang masalah percintaan, organisasi apa yang pernah mereka ikuti dulu, prestasi yang pernah diraih, hingga kenakalan yang pernah mereka lakukan.
" Ih, si Erwin ternyata alim juga ya. hahaha, yakin gak pernah bolos kamu? " tanya Saskia
" serius, aku gak pernah bolos sekolah. tapi kalau bolos kelas, iya pernah. " jawab Erwin
" itu mah bolos juga! whuu... " ujar Sabrina
" kalau aku bolos naik ke pohon mangga, bawa cutter naik buat ngupas mangga sama temen-temen. " kata Sabrina.
" eh, tapi Erwin kamu hati-hati loh. Biasanya kalo jaman SMP gak nakal, nanti SMA-nya nakal loh! " kata Aliya
" ih, amit-amit jabang bayi jangan sampai lah aku nakal. aku masih inget Bapak Ibuku dirumah, mereka udah nyari uang susah payah buat sekolah disini. Biaya sekolah disini kan mehong... " kata Erwin
" Tapi ya nakal sekali-kali boleh lah, yang penting jangan keterusan yak... " kata Saskia
" udah cukup nakalnya dulu aja, aku pengen jadi anak baik-baik " kata Erwin
" Eem, Sabrina aku mau nanya sesuatu boleh? "
" nanya apaan, Siska? " tanya Sabrina
" Itu, kamu deket sama kakak OSIS itu sejak kapan? maaf nih, aku nanya gini karena aku penasaran aja. Soalnya aku pernah lihat kamu duduk sama Kak Darius. " tanya Siska
" Sejak kapan ya? aku sih deket sama kak Darius udah lama sih, sejak pesta promnight itu. Terus ada juga temen sekamar ku yang sodaranya senior dan ikut OSIS, jadi ya gak sengaja deket. " kata Sabrina
Mereka menganggukan kepala, Sabrina juga di nasehatin untuk jangan dekati Alex karena ada pawangnya yang sangat galak, yaitu Anita.
Bel istirahat pun berbunyi, seluruh siswa berbondong-bondong menuju ke kantin, Sabrina dan teman-temannya pun berkumpul menjadi satu di meja panjang untuk menikmati makanan mereka. Meski mereka berbeda jurusan mereka melewati waktu istirahat bersama. Terkadang mereka juga berpindah kelas dan jurusan tanpa sepengetahuan guru pengajar.
GUBRAAAK...!!!
" kamu kalo jalan gak liat-liat ya! punya mata tuh dipake buat liat yang bener, jangan liatin cowok orang mulu! " bentak Anita
Sabrina langsung lari ke arah Irene dan membantu Irene berdiri serta membereskan makanannya yang jatuh berhamburan di lantai.
" kamu temennya dia ya? kamu yang deket sama Darius kan?! Kalian itu anak baru, jangan sok ganjen sama senior bisa gak? caper banget sih jadi orang! " bentak Anita
Sabrina hanya melihat dengan wajah tanpa ekspresi membuat Anita seperti diremehkan.
" tatapan mata kamu bikin aku mau muntah tau gak?! " ujar Anita
" kak Anita, daripada kakak ngomelin aku dan temen aku, mending kakak urusin diri kakak dan pacar kesayangan kakak aja. Kalau sampai pacar kakak nyari wanita lain, itu artinya pacar kakak yang ganjen. " kata Sabrina
" KAMU...!!! " teriak Anita sambil mengangkat tangan ingin menampar Sabrina.
" kakak, jangan mentang-mentang kakak anak yayasan terus kakak bisa semena-mena ya, kita semua sekolah disini cuma pengen belajar dan gak mau ada keributan ya kak. " kata Sabrina
Sabrina pergi meninggalkan Anita yang masih geregetan dengan tingkah mereka. Semua orang yang di kantin hanya diam melihat Anita marah-marah.
" nanti kalau udah bel masuk bunyi kalian absenin aku ya. aku lagi males masuk kelas. " kata Sabrina ke Aliya dan Saskia
" siap! "
Bel masuk pun berbunyi, semua siswa berlari ke kelas masing-masing. Hanya Sabrina yang justru naik ke atap gedung jurusan, rupanya di sana ada Alex yang juga bolos kelas.
" masih anak baru udah berani bolos ya, " kata Alex
" udah senior bukannya ngasih contoh yang bener buat adek kelasnya malah bolos di sini. " balas Sabrina
" ahahah, sini-sini deketan sama aku. kapan nih aku di gambar sama kamu? " tanya Alex.
" kapan-kapan! nanti aku hubungi kamu lagi aja deh kak. aku lagi bete sama pacar mu... " ujar Sabrina
" kenapa? dia bikin keributan lagi? "
" ya gitu lah, arogan! sama kayak kakak. " jawab Sabrina
Mereka melewatkan 1jam pelajaran bersama diatas atap gedung jurusan, mereka bersendau gurau dan menikmati waktu berdua sampai bel pergantian pelajaran berbunyi, mereka baru turun dan masuk kelas masing-masing. Darius yang tak sengaja melihat mereka berdua jalan bersama hanya diam dan memperhatikan sampai bayangan mereka menghilang.