
" Good morning...!!!! " sapa Mida
" Morning, semangat banget sih ini anak, baru juga jam berapa... " balas Irene
" loohh, ciri-ciri calon manusia sukses tuh nomer satu ya harus semangat tiap pagi. Jangan sampai semangat kita turun hanya karena ada sesuatu yang buruk yang terjadi di hidup kita. Ingat, tidak ada yang namanya hari sial, yang ada hanya belum rezekinya aja. Besok boleh di coba lagi. " kata Mida
" Azzyeek... mantap Mida. semoga kita semua bisa sukses semua nantinya, amiin...!!! " sahut Jesica
Sabrina tersenyum mendengar percakapan mereka.
Hari ini ada hari pertama bagi siswa baru memasuki gedung kelas. Bagi para senior, mereka sudah tau kelas mereka masing-masing dan tinggal masuk ke ruang kelas. Berbeda dengan yang Junior, mereka semua sibuk mencari nama di setiap kelas, nama mereka di tulis disebuah kertas dan ditempelkan di depan pintu. Jadi mereka berdesak-desakan satu sama lain hanya untuk mengetahui keberadaan kelas mereka.
RRIIIIIINNNNNNGGGGGG....
Bel tanda masuk ke kelas berbunyi, para siswa pun bergegas masuk ke ruang kelas. Rupanya Sabrina satu kelas bersama Aliya dan Saskia, mereka memilih bangku berurutan, Aliya di depan, Sabrina tengah dan Saskia belakang.
Kelas pertama dimulai dengan perkenalan guru dan siswa, kemudian pengenalan materi dan apa saja keperluan yang harus mereka siapkan untuk materi yang nantinya akan mereka pelajari. Selain itu, siswa juga diberikan beberapa lembar materi yang telah dirangkum dan disusun oleh guru. Satu persatu para guru keluar masuk ruang kelas termasuk guru praktek, akhirnya bel istirahat berbunyi. Seluruh siswa merapikan meja dan segera menuju ke kantin.
" Aliya! Saskia! "
" Tasya...! kamu masuk di ruang kelas berapa? " tanya Saskia
" Aku ruang tari 5, aku nyebar sendirian gak ada temen yang aku kenal. Selain itu mereka semua judes dan sombong-sombong tau... hihihi, aku merasa terasingkan. " ujar Tasya
" Apaan sih? Ya kamu kenalan dong sama temen baru kamu, siapa tau mereka baik sama kamu. oh iya, aku satu kelas sama Sabrina juga loh... hehehe, " kata Aliya pamer
" aaaa, enak banget! tukeran boleh gak ya? aku iri..Btw, Sabrina kemana ya? kok aku gak liat? " kata Tasya
" Tadi katanya ke kamar mandi sih, cuma kok gak balik-balik ya. " jawab Saskia
" owalah, ya udah kita duduk di sana dulu yuk! " ajak Aliya
Disisi lain, Sabrina yang berada di kamar mandi tak sengaja mendengar seseorang marah-marah masuk ke kamar mandi dan di ikuti suara dari 2 orang wanita lainnya. Sabrina mendengar mereka membahas masalah wanita lain yang berani cari muka di depan Alex. Salah seorang dari wanita itu juga heran dengan perubahan sikap Alex yang sedikit aneh,
" Alex tuh sekarang sering bengong, terus tiba-tiba senyum sendiri gitu. Apa jangan-jangan dia lagi mikirin wanita lain ya? "
" Masa sih, Nit? " tanya teman lainnya
" Iya, serius...! tapi setiap aku tanya 'lagi mikirin apa sih?' dia jawabnya cuma, 'gak ada apa-apa' kadang 'apasih, aku lagi sibuk, lagi pusing. emang gak boleh ya senyum sendiri?', aneh kan? " jawab Anita
" Ya mungkin kamu terlalu cemburuan juga sih, Nita. " jawab temannya
" Apa kamu bilang? Aku cemburuan? gimana gak cemburu coba, banyak wanita di lingkungan sekolah ini yang hampir tiap hari ngasih Alex coklat, bunga, surat cinta, kadang bekal makanan, camilan, kue! HAH...!! coba deh cowok mu di gituin sama wanita lain, apa gak emosi kamu...! " ujar Anita
" Ya kalo aku selama laki ku gak ngerespon sih, aku diem. Tapi kalo udah ngasih tanda-tanda ya awas aja. Tapi kalo Alex kan gak ngerespon kan?? "
" Ya emang enggak, tapi mereka aja yang gatel! apa lagi itu si anak baru yang waktu pesta Promnight ngerusak gaun ku, dia juga sering caper tau di depan Alex! pengen banget aku rusak mukanya tau gak?! cantikan juga aku! dia gak punya kaca kali ya di kamar...! HAH EMOSI...! " kata Anita yang mulai meninggi
" Sabar, Nita... Gini aja deh, besok kalau ketemu dia lagi kita kerjain dia abis-abisan, gimana? "
" Ahh, ide bagus tuh. biar dia tau rasa! salah dia sendiri nyari gara-gara sama aku, selain itu kalo bisa buat dia keluar dari sekolah ini! " ujar Anita
Sabrina berusaha untuk diam dan tak mengeluarkan suara apapun itu. Setelah mereka keluar dari kamar mandi, barulah Sabrina ikut keluar. Dia melihat kanan-kiri sebelum akhirnya berlari menjauh dari kamar mandi. Ia takut kalau seandainya orang-orang itu mengetahui kalau ada Sabrina didalam, Sabrina pun mencoba memastikan sekali lagi kalau para wanita tadi sudah benar-benar pergi. Saat Sabrina berlari menjauh dari kamar mandi tiba-tiba,
BRUUK...!!
" Aduh! Aduh... hiiss, pantat ku sakit. " rintih Sabrina.
" Makanya kalau jalan tuh pake mata, jangan pake kaki, biar gak nabrak orang...! "
" Ya kali jalan pake mata! Bego kali jalan pake mata, gimana caranya coba jalan pake mata...! pake mata kaki juga gak bakal bisa, aneh! " ujar Sabrina
Mereka yang mendengar Sabrina terkekeh geli. Seketika Sabrina menyadari suara seseorang yang menjadi lawan bicaranya itu. Perlahan-lahan Sabrina melihat orang itu dari bawah keatas, dan ternyata orang itu adalah Alex! 'aiih, pantas saja hari ini aku sial sekali! rupanya aku akan bertemu dengan dia!' pikir Sabrina. Darius pun membungkuk dan berniat untuk membantu Sabrina berdiri namun dicegah oleh Alex,
" Ngapain nolong dia? kan dia sendiri yang nabrak orang. Lagian, aturan abis nabrak orang tuh minta maaf bukannya marah-marah! udah salah, masih ngeyel pula! " kata Alex
" Maaf kak, gak sengaja. Aku tadi buru-buru, udah ditunggu di kantin sama temen " ujar Sabrina
" Boleh kok ak maafin kamu, tapi kamu harus penuhi syarat aku dulu gimana... ".
" syarat? hissh, Tuhan aja maafin umatnya yang banyak dosa tanpa ada syarat kok! kenapa kakak sebagai manusia biasa mau maafin aja kayaknya ribet banget? " ujar Sabrina
Alex melotot mendengar bantahan dari Sabrina, sedangkan teman-temannya yang lain justru tersenyum dan mengacungkan ibu jari mereka ke arah Sabrina. Alex yang kalah suara mau tak mau memaafkan Sabrina tanpa syarat apapun dan melepaskan Sabrina.
Johan pun merangkul Alex dan menyeretnya pergi ke ruang OSIS untuk menyelesaikan tugas yang belum selesai.
Tak terasa hari pertama sekolah usai begitu cepat. Banyak dari para siswa yang memilih kembali ke asrama, namun ada juga yang pergi ke berbagai tempat lainnya di sekitar lingkungan sekolah. Sabrina pun juga tidak langsung kembali ke gedung asrama, ia memilih pergi ke ruang perpustakaan yang ada di ujung gedung jurusan. Selain hobi menggambar, rupanya Sabrina juga hobi membaca buku, buku yang sering ia baca adalah buku yang berkisah pewayangan dan sejarah mengenai peradaban di masa lampau seperti peradaban Mesir kuno yang menurutnya menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan, di rumah Sabrina pun juga banyak mengkoleksi berbagai macam buku novel, semuanya tersusun rapi di rak buku kamarnya dan sayangnya saat masuk ke sekolah seni ia tak bisa membawa semua koleksi buku-bukunya karena tas yang ia bawa sudah tidak muat lagi.
" Kamu siswa baru ya? " tanya penjaga perpustakaan
" iya, kak. saya siswa baru tahun ini, nama saya Sabrina dari kelas seni tari. " jawab Sabrina
" oh, iya iya. soalnya saya baru lihat kamu hari ini, ya sudah silakan masuk dan silakan mau baca buku apa aja terserah, tapi jangan sampai rusak, di coret, di tekuk, dan yang paling penting adalah jangan di masukin ke hati dan jangan berisik. " kata penjaga perpustakaan
Sabrina pun mulai menelusuri setiap rak buku yang ada di perpustakaan. Ia mencari buku yang bertemakan sejarah Mesir namun tak kunjung ketemu.
" Buku tentang Mesir kuno ya, bentar ya saya lihat dulu di komputer "
" Nah ini dia ketemu! di rak yang sebelah kiri pojok di bawah kanan. " ujar kakak penjaga perpustakaan.
Sabrina yang semangat langsung mencari buku tersebut di lokasi yang telah disampaikan oleh penjaga perpustakaan. Sabrina pun menemukan buku itu, selain itu dibelakang buku itu juga ada buku tentang pewayangan
" 'anak bajang menggiring angin' ? tebal amat bukunya, bagus gak ya ceritanya? " gumam Sabrina
" kak, ini buku bagus gak? " tanya Sabrina sambil menunjukkan buku anak bajang menggiring angin
" bagus kok, aku udah pernah baca itu beberapa kali. Baca aja dulu kalo mau tau " jawab penjaga perpustakaan
" oh, okey. emm, aku kan murid baru nih kak dan aku mau pinjam buku-buku ini. tapi dari tadi aku liat senior yang mau pinjem buku nunjukin kartu gitu... kalo mau buat itu gimana ya? "
" kamu mau buat kartu member perpustakaan? bentar ya aku buatin surat pengantar dulu, nanti kamu kasih ke ruang OSIS minta ke sekertaris OSIS untuk buatin kartu perpustakaan. nih, kamu isi data diri kamu dulu, terus langsung ke sana ya. ini udah aku cap stempel dan tanda tangan ku juga. " jawab penjaga perpustakaan.
Sabrina pun semangat mengisi lembar form dan segera menuju ke ruang OSIS, buku yang tadi dia ambil pun sementara di titipkan dulu ke penjaga perpustakaan.
Tok-tok-tok
" masuk aja. "
Saat Sabrina membuka pintu, ia melihat pemandangan yang sangat mengejutkan dan membuatnya tak enak hati, yaitu Alex dan Anita sedang duduk berdua dengan mesra, sedangkan yang lainnya sedang sibuk melihat beberapa lembar file.
" per...misi kak, " ucap Sabrina
" iya, ada apa? " tanya Anita yang langsung beranjak dari atas pangkuan Alex
" eee, hehe itu... anu kak, ini saya mau ini... " jawab Sabrina terbata-bata sambil menyodorkan kertas yang ia bawa ke arah Anita
Anita melihat kertas itu dan segera memberikannya kepada Darius untuk dia urus, sedangkan Anita memilih untuk keluar dari ruang OSIS. Alex yang sedari tadi melihat tingkah Sabrina yang tak enak hati malah tersenyum.
" duduk dulu sini, nanti capek loh kalo berdiri terus " kata Alex
" lembar apaan sih tadi yang kamu kasih ke Anita? "
" eeh? oh itu, aku mau daftar member aktif di perpustakaan kak. hehe... " jawab Sabrina
" uum... suka baca buku? "
" i-iya kak " jawab Sabrina singkat
" buku apa aja yang kamu suka? "
" eemb, banyak sih kak. ada buku pewayangan mulai dari Mahabharata dan Ramayana, terus novel dari berbagai genre, komik, sejarah " jawab Sabrina
" banyak juga, keliatan sih dari wajahnya 'kutu buku' " kata Alex
Sabrina hanya tersenyum mendengar ucapan Alex. Kemudian Alex berjalan ke meja Darius dan mengambil kertas yang tadi di bawa Sabrina, ia membaca data diri Sabrina dengan teliti. Mulai dari nama, tanggal lahir, hingga alamat rumah.
" kamu dari kota S? Deket dong " tanya Alex
" iya kak, tapi aku aslinya bukan kota S sih kak, aku ikut Tante di sana. " jawab Sabrina
" terus asli mu mana? " tanya Darius yang juga ikut penasaran
" aku dari kota C kak. " jawab Sabrina
mereka semua menganggukkan kepalanya secara bersamaan. Darius kemudian menyerahkan kartu sementara terlebih dahulu untuk Sabrina, karena kartu member perpustakaan yang asli baru bisa jadi besok. Sabrina pun kembali ke perpustakaan dan disusul oleh Darius, mereka berdua memutuskan untuk membaca buku bersama di sana.